Benjolan yang membuat warna kulit berubah, sulit hilang, atau ukuran pembengkakan terus membesar akan membuat Anda mungkin bertanya-tanya tentang kondisi tersebut. Keluhan ini bisa mengarah pada berbagai masalah kesehatan, salah satunya kanker pembuluh darah.
Apa Itu Kanker Pembuluh Darah?
Kanker pembuluh darah adalah jenis kanker langka yang tumbuh dari sel endotel, alias sel pelapis pembuluh darah atau pembuluh getah bening (limfa). Kanker ini tergolong ganas karena memengaruhi fungsi pembuluh darah yang berperan penting dalam mengalirkan darah untuk membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.
Penyakit ini berbeda dengan kanker darah, seperti leukemia, yang umumnya menyerang jaringan pembentuk darah atau sel darah. Hal tersebut membuat langkah awal penanganan kanker darah juga bisa berbeda.
Jenis Kanker Pembuluh Darah
Kanker ini mencakup beberapa tumor dengan ciri khas berbeda. Adapun jenis dan tingkat keganasannya harus Anda pastikan lewat pemeriksaan medis.
1. Angiosarcoma
Angiosarcoma merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemukan dalam kasus diagnosa pembuluh darah. Penyakit ini bisa muncul di kulit wajah, kepala, payudara, hati, jantung, dan jaringan tubuh lainnya.
2. Epithelioid Hemangioendothelioma
Epithelioid hemangioendothelioma (EHE) mengacu pada tumor pembuluh darah yang langka dan memiliki perilaku biologis bervariasi. Sebagian memiliki pertumbuhan lambat, tetapi sebagian lainnya bisa menyerang jaringan sekitar maupun menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, hati, tulang, atau jaringan lunak.
3. Lymphangiosarcoma
Lymphangiosarcoma adalah kanker ganas yang berasal dari pembuluh di kelenjar getah bening, alias saluran yang berfungsi untuk mengalirkan cairan jaringan dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
Salah satu lymphangiosarcoma yang terkenal yaitu sindrom Stewart-Treves, yang bisa terjadi pada area dengan limfedema atau pembengkakan menetap karena terdapat gangguan aliran getah bening. Kondisi ini termasuk langka dan tidak berarti bahwa setiap orang yang memiliki limfedema otomatis juga mengalami kanker.
Penyebab Kanker Pembuluh Darah
Hingga hari ini, penyebab utama kanker ini belum diketahui secara pasti. Tapi, salah satu pemicu umumnya adalah mutasi genetik atau perubahan DNA yang mengatur pembelahan, pertumbuhan, dan perbaikan sel.
Dalam kondisi normal, sel mempunyai mekanisme untuk memperbaiki DNA yang rusak, lalu menghentikan pembelahan saat terjadi masalah. Akan tetapi, perubahan pada gen tertentu bisa mengganggu mekanisme tersebut.
Hal ini berakibat pada sel abnormal yang terus bertambah, menghindari kematian sel yang seharusnya terjadi, dan membentuk tumor. Sementara itu, pada sebagian angiosarcoma, perubahan genetik tertentu bisa ditemukan, seperti amplifikasi gen MYC di beberapa kasus yang berhubungan dengan paparan radiasi sebelumnya.
Meski begitu, tidak semua pasien mengalami perubahan yang sama dan tidak semua mutasi diwariskan oleh orang tua. Banyak kasus terjadi secara sporadis, yaitu tanpa penyebab keturunan yang jelas.
Faktor Risiko Kanker Pembuluh Darah
Faktor risiko merupakan kondisi yang bisa meningkatkan potensi seseorang untuk mengalami penyakit. Keberadaan faktor di bawah ini tidak langsung menandakan bahwa Anda terkena kanker pembuluh darah.
1. Riwayat Terapi Radiasi
Pada dasarnya, terapi radiasi memanfaatkan energi untuk menghancurkan sel kanker. Tapi, pada kasus yang jarang terjadi, kanker sekunder seperti angiosarcoma justru muncul bertahun-tahun pasca prosedur radioterapi.
Risiko tersebut tidak berarti Anda harus menghindari radioterapi yang sudah dokter rekomendasikan. Sebab, manfaat dan risikonya harus dipertimbangkan sesuai dengan kondisi.
2. Limfedema Kronis
Limfedema mengakibatkan penumpukan cairan limfa atau getah bening sehingga membuat beberapa bagian tubuh mengalami pembengkakan berkepanjangan. Kondisi ini bisa terjadi pasca operasi maupun pasca terapi kanker yang berpengaruh terhadap kelenjar getah bening. Pada kasus yang sangat jarang terjadi, limfedema kronis berhubungan dengan risiko penyakit yang dinamakan lymphangiosarcoma.
3. Paparan Bahan Kimia Berbahaya
Paparan arsenik, vinil klorida, dan thorium dioksida juga berhubungan dengan risiko angiosarcoma pada kondisi tertentu, khususnya kanker pembuluh darah di hati. Namun, risiko bergantung pada intensitas, jenis zat, durasi paparan, dan kondisi lingkungan kerja.
4. Kelainan Genetik
Sebagian sindrom genetik yang diwariskan bisa meningkatkan risiko munculnya beberapa jenis kanker, termasuk sarkoma. Akan tetapi, mayoritas sarkoma jaringan lunak tidak berasal dari kelainan keturunan yang diketahui. Ketika terdapat riwayat keluarga yang memiliki kanker, dokter bisa mempertimbangkan konseling genetik sesuai kebutuhan.
Ciri Kanker Pembuluh Darah
Gejala kanker ini bisa berbeda-beda, tergantung pada lokasi tumor dan seberapa jauh pertumbuhannya. Jika sel kanker tumbuh di kulit, maka gejala yang mungkin akan terlihat adalah:
Munculnya bercak ungu, merah, atau kebiruan yang terus membesar dan menetap;
Benjolan yang terasa keras atau lunak dan mengalami perubahan ukuran;
Kulit mudah berdarah atau mudah terluka sehingga sulit sembuh (hemofilia); dan
Pembengkakan atau perubahan warna di area yang sebelumnya terkena limfedema.
Tanda-tanda tersebut juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti infeksi, memar, maupun kelainan pembuluh darah jinak (hemangioma). Untuk itu, Anda perlu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Sementara jika sel kanker tumbuh di dalam tubuh, bisa jadi tidak menimbulkan keluhan saat masih memasuki tahap awal. Saat membesar, gejala akan berupa perut yang membesar atau terasa penuh, nyeri pada area tertentu, benjolan yang bisa diraba, maupun gangguan fungsi organ.
Ketika terjadi pendarahan, Anda juga bisa mengalami kelemahan maupun gejala lain yang sesuai dengan lokasi pendarahan. Meski begitu, gejala yang Anda alami belum cukup untuk memastikan diagnosis. Benjolan yang Anda alami masih harus dievaluasi lebih lanjut oleh dokter.
Diagnosis Kanker Pembuluh Darah
Dokter akan memutuskan pemeriksaan kesehatan berdasarkan riwayat kesehatan, lokasi keluhan, dan hasil pemeriksaan awal. Adapun diagnosis kanker ini mencakup pemeriksaan di bawah ini.
1. Pemeriksaan Fisik
Dokter akan menanyakan apakah ukuran benjolan berubah, kapan keluhan muncul, dan apakah terdapat riwayat limfedema atau radioterapi. Area yang mengalami kelainan akan diperiksa untuk menilai warna, ukuran, tekstur, dan keterlibatan jaringan di sekitarnya.
2. USG
USG (ultrasonografi) menggunakan gelombang suara untuk mengetahui struktur jaringan. Pemeriksaan ini bisa membantu menilai benjolan yang dicurigai sebagai kanker, aliran darah di area tertentu, dan kedalaman benjolan tersebut.
3. MRI, CT scan, dan PET scan
CT scan akan menghasilkan gambar tubuh lewat sinar-X, sementara MRI (Magnetic Resonance Imaging) memanfaatkan medan magnet untuk menghasilkan gambar jaringan lunak secara lebih terperinci.
Keduanya membantu dokter dalam menentukan lokasi tumor, ukuran, dan keterlibatan jaringan sekitar. Sementara PET scan (Positron Emission Tomography) menilai aktivitas metabolik jaringan menggunakan pelacak radioaktif.
4. Biopsi dan Pemeriksaan Mikroskopis
Biopsi merujuk pada prosedur pengambilan sampel jaringan dari area yang dicurigai. Prosedur bisa dilakukan dengan jarum khusus sesuai panduan pencitraan maupun lewat sayatan kecil, menyesuaikan lokasi tumor.
Kemudian, sampel akan diperiksa oleh dokter patologi anatomi menggunakan mikroskop untuk menemukan sel abnormal dan menentukan jenis tumor. Pada dugaan sarkoma, sebaiknya prosedur biopsi direncanakan bersama dengan tim berpengalaman sehingga tidak mengganggu opsi pengobatan selanjutnya.
5. Pemeriksaan Darah
Dokter bisa meminta pemeriksaan darah untuk mengetahui kondisi umum, fungsi organ, dan kebutuhan sebelum tindakan. Namun, pemeriksaan darah lengkap bukan sebuah tes khusus yang memastikan kanker. Biasanya, dokter masih memerlukan penilaian jaringan lewat prosedur biopsi.
Komplikasi Kanker Pembuluh Darah
Ketika terus berkembang, tumor bisa mengakibatkan pendarahan, merusak jaringan sekitar, dan mengganggu fungsi organ yang terdampak. Bahkan, untuk kasus kanker pembuluh darah, sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain lewat aliran darah atau sistem limfa. Kondisi tersebut dinamakan metastasis.
Ada juga komplikasi lain yang sebenarnya tergantung pada lokasi tumor. Misalnya, tumor di kulit bisa mengakibatkan luka dan perdarahan berulang, sementara tumor di organ dalam bisa menekan struktur di sekitarnya.
Cara Mengobati Kanker Pembuluh Darah
Pengobatan kanker umumnya harus disesuaikan dengan lokasi tumor, jenis, stadium, ukuran, dan kondisi kesehatan pasien. Biasanya, penanganannya akan melibatkan tim multidisiplin, termasuk dokter onkologi, dokter bedah, patologi anatomi, dan radiologi.
1. Operasi
Ketika tumor belum terlalu menyebar dan bisa diangkat, dokter bisa melakukan operasi pembuangan tumor dan batas jaringan sehat yang ada di sekitarnya. Tujuannya untuk mengangkat kanker secara menyeluruh dengan berusaha tetap mempertahankan fungsi tubuh.
2. Radioterapi
Radioterapi menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk merusak sel kanker. Terapi tersebut bisa diberikan sebelum maupun sesudah operasi untuk kasus tertentu atau dipakai saat tumor tidak bisa diangkat sepenuhnya.
3. Kemoterapi
Kemoterapi menggunakan obat antikanker yang bertujuan untuk menghambat maupun membunuh sel kanker. Obat antikanker bisa diberikan lewat infus atau cara lain sesuai dengan regimen.
4. Terapi Target atau Pilihan Sistemik Lainnya
Dokter juga bisa mempertimbangkan obat yang berfokus pada jalur molekuler tertentu maupun pada sistemik lainnya. Namun, tidak semua pasien cocok menggunakan pengobatan ini karena tergantung pada bukti ilmiah, karakteristik biologis tumor, dan jenis kanker.
Cara Mencegah Kanker Pembuluh Darah
Secara teori, belum ada metode yang benar-benar terbukti bisa mencegah seluruh jenis kanker ini. Akan tetapi, beberapa langkah praktis berikut bisa membantu mengurangi paparan risiko dan mendukung kesehatan Anda secara umum.
Kurangi paparan bahan kimia berbahaya. Ikuti petunjuk keselamatan kerja dan gunakan alat pelindung sesuai standar.
Jalani pemantauan pasca radioterapi. Ikuti jadwal kontrol sesuai rekomendasi dokter dan sampaikan perubahan baru pada jaringan atau kulit.
Kelola limfedema sesuai rekomendasi medis. Perawatan yang sesuai akan membantu mengendalikan pembengkakan dan menjaga kesehatan kulit.
Perhatikan perubahan tubuh. Segera lakukan pemeriksaan kesehatan ketika muncul luka yang menetap, ukuran benjolan semakin membesar, atau perubahan kulit yang tidak biasa.
Pemeriksaan Kesehatan Pembuluh Darah di Bumame
Pemeriksaan kesehatan dapat membantu memberi gambaran kondisi tubuh dan menjadi langkah awal saat Anda memiliki keluhan tertentu. Bumame telah menyediakan layanan pemeriksaan hematologi lengkap, yang merupakan pemeriksaan darah untuk menilai sel darah merah, hemoglobin, sel darah putih, trombosit, dan komponen darah lainnya.
Hasil pemeriksaan akan membantu dokter dalam mengevaluasi kondisi seperti infeksi, anemia, atau perubahan jumlah sel darah. Untuk jadwal konsultasi, Anda bisa langsung mengunjungi website Bumame.
Kenali Perubahan Tubuh, Ambil Langkah yang Tepat
Kanker pembuluh darah adalah kelompok penyakit langka yang mempunyai ciri khas dan perjalanan yang berbeda-beda. Perubahan kulit atau munculnya benjolan memang tidak otomatis menandakan kanker, tetapi keluhan yang memburuk dan menetap perlu diperiksa.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
National Cancer Institute — Angiosarcoma
National Cancer Institute — Soft Tissue Sarcoma Treatment (PDQ®) – Health Professional Version
Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD) — Angiosarcoma
National Cancer Institute — Epithelioid Hemangioendothelioma (EHE)
National Cancer Institute — Rare Vascular Tumors
Kim, P. J., Mufti, A., Sachdeva, M., et al. — Stewart-Treves Syndrome and Other Cutaneous Malignancies in the Context of Chronic Lymphedema: A Systematic Review
National Center for Biotechnology Information — Stewart-Treves Syndrome. StatPearls
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apakah kanker pembuluh darah sama dengan kanker darah?
Tidak. Kanker pembuluh darah seperti angiosarcoma berasal dari sel pelapis pembuluh darah atau limfa, sedangkan kanker darah seperti leukemia menyerang sel atau jaringan pembentuk darah.
Apa ciri kanker pembuluh darah yang paling umum?
Ciri yang mungkin muncul meliputi bercak merah atau keunguan yang menetap, luka yang mudah berdarah, benjolan yang membesar, dan pembengkakan. Gejala tersebut juga dapat disebabkan kondisi lain sehingga perlu diperiksa dokter.
Apakah angiosarcoma bisa disembuhkan?
Sebagian kasus yang masih terlokalisasi dapat ditangani dengan operasi, terkadang disertai radioterapi atau terapi lain. Pilihan pengobatan bergantung pada jenis, lokasi, stadium tumor, dan kondisi pasien.
Apakah tes darah lengkap dapat mendeteksi angiosarcoma?
Tidak secara langsung. Tes darah lengkap menilai komponen darah dan kondisi umum, sedangkan diagnosis kanker pembuluh darah biasanya memerlukan pemeriksaan jaringan melalui biopsi.
Kapan benjolan atau perubahan kulit perlu diperiksa dokter?
Periksakan diri jika benjolan terus membesar, perubahan warna kulit menetap, atau luka sulit sembuh dan mudah berdarah. Pemeriksaan membantu menentukan penyebab keluhan dan kebutuhan penanganan selanjutnya.
