Oak Circle
Diare Berulang Disertai Kram Perut? Kenali Tanda Infeksi Usus
Diare, kram perut, dan mual sering dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa. Padahal, kombinasi beberapa keluhan tersebut juga dapat menjadi tanda adanya infeksi pada saluran pencernaan.
Infeksi usus dapat terjadi ketika virus, bakteri, atau parasit masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi saluran pencernaan. Keluhannya dapat berlangsung sementara, tetapi pada kondisi tertentu bisa menyebabkan kehilangan cairan yang cukup banyak.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), gastroenteritis dapat menyebabkan diare, kram atau nyeri perut, mual, muntah, dan demam. Penyebabnya dapat berupa virus, bakteri, maupun parasit.
Apa Itu Infeksi Usus
Infeksi usus merupakan kondisi ketika saluran pencernaan mengalami infeksi akibat mikroorganisme tertentu. Salah satu kondisi yang berkaitan dengan infeksi saluran pencernaan adalah gastroenteritis.
Infeksi dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi, melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, atau menyentuh benda yang tercemar kemudian menyentuh mulut.
Gastroenteritis akibat virus juga sering disebut sebagai flu perut. Namun, kondisi ini berbeda dari influenza karena influenza terutama menyerang sistem pernapasan.
Keluhan berupa sakit perut juga dapat disebabkan oleh kondisi lain. Salah satunya adalah usus buntu, sehingga lokasi dan pola nyeri perlu diperhatikan.
Penyebab Infeksi Usus
Infeksi usus dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun parasit. Jenis mikroorganisme yang menjadi penyebab dapat memengaruhi gejala dan penanganan yang dibutuhkan.
Infeksi Virus
Virus merupakan salah satu penyebab gastroenteritis yang umum. Norovirus dan rotavirus termasuk virus yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan.
Penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan orang yang terinfeksi maupun melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.
Infeksi Bakteri
Bakteri tertentu dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Infeksi bakteri dapat menimbulkan diare, kram perut, mual, muntah, dan demam.
Beberapa infeksi bakteri juga dapat menyebabkan diare yang disertai darah sehingga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Infeksi Parasit
Parasit dapat menginfeksi saluran pencernaan melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi. Gejala dan durasi infeksi dapat berbeda tergantung jenis parasit yang menginfeksi tubuh.
Infeksi juga dapat menyerang organ lain. Jika ingin memahami lebih lanjut mengenai kondisi infeksi yang menyerang hati, Anda dapat membaca memahami jenis infeksi hepatitis.
Gejala Infeksi Usus
Gejala infeksi usus dapat berbeda tergantung penyebab dan kondisi tubuh. Beberapa gejala yang umum meliputi:
- Diare
- Kram atau nyeri perut
- Mual
- Muntah
- Demam
- Nafsu makan menurun
- Tubuh terasa lemas
Diare dan muntah yang terjadi berulang dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan elektrolit. Jika kehilangan cairan cukup banyak, kondisi tersebut dapat menyebabkan dehidrasi.
Tanda dehidrasi yang perlu diperhatikan antara lain rasa haus berlebihan, mulut kering, urine menjadi lebih sedikit atau lebih gelap, pusing, dan tubuh terasa lemah.
Jika keluhan pada perut berlangsung berulang atau disertai perubahan pola buang air besar, kondisi lain seperti tanda radang usus juga perlu diperhatikan.
Sementara itu, nyeri perut yang semakin berat atau terasa pada bagian tertentu perlu dibedakan dari kondisi lain. Mengenali ciri ciri usus buntu dapat membantu mengetahui kapan sakit perut perlu mendapat perhatian medis.
Faktor Risiko Infeksi Usus
Siapa pun dapat mengalami infeksi usus. Namun, beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terpapar mikroorganisme penyebab infeksi.
Faktor risikonya meliputi:
- Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi
- Tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet
- Tidak mencuci tangan sebelum makan
- Mengonsumsi makanan yang tidak dimasak hingga matang
- Mengonsumsi air yang tidak terjamin kebersihannya
- Melakukan kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami infeksi
- Tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik
Bayi, anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah perlu mendapat perhatian lebih ketika mengalami diare atau muntah karena kehilangan cairan dapat terjadi lebih cepat.
Diagnosis Infeksi Usus
Diagnosis dilakukan dengan mempertimbangkan gejala, riwayat kesehatan, kemungkinan paparan, dan pemeriksaan fisik.
Pada kasus yang ringan dan berlangsung singkat, pemeriksaan laboratorium tidak selalu diperlukan. Namun, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan jika gejala berlangsung lama, semakin berat, atau terdapat tanda tertentu yang membutuhkan evaluasi.
Tes Feses
Tes feses menggunakan sampel tinja untuk membantu mengetahui adanya mikroorganisme atau tanda tertentu yang berkaitan dengan infeksi.
Pemeriksaan ini dapat dilakukan ketika dokter perlu mencari penyebab diare atau keluhan pencernaan yang tidak kunjung membaik.
Tes Darah
Tes darah dapat dilakukan sesuai kondisi pasien. Pemeriksaan ini dapat membantu mengevaluasi kondisi tubuh dan mencari tanda tertentu yang mendukung diagnosis.
Keluhan pada sistem pencernaan juga perlu dibedakan dari masalah pada saluran kemih. Jika terdapat nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, informasi mengenai infeksi saluran kemih dapat membantu mengenali kondisi tersebut.
Sementara itu, jika ingin memahami faktor yang dapat memicu kondisi tersebut, Anda dapat membaca penyebab infeksi saluran kemih.
Pengobatan Infeksi Usus
Pengobatan infeksi usus bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.
Pada gastroenteritis akibat virus, penanganan terutama ditujukan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang serta mencegah dehidrasi.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Minum cukup cairan.
- Mengonsumsi larutan rehidrasi oral ketika mengalami diare atau muntah.
- Minum sedikit demi sedikit tetapi lebih sering apabila merasa mual.
- Beristirahat dengan cukup.
- Kembali makan secara bertahap ketika kondisi mulai membaik.
Menurut NIDDK, sebagian besar gastroenteritis akibat virus dapat membaik tanpa pengobatan khusus. Antibiotik juga tidak digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus.
Jika penyebabnya adalah bakteri atau parasit tertentu, dokter dapat menentukan pengobatan berdasarkan jenis infeksi dan kondisi pasien. Karena itu, antibiotik maupun obat lain sebaiknya tidak dikonsumsi secara sembarangan.
Produk Bumame untuk Mendukung Keluhan Pencernaan
Penanganan infeksi usus tetap perlu berfokus pada penyebab dan penggantian cairan yang hilang. Produk tertentu dapat digunakan untuk membantu mengatasi keluhan yang menyertai sesuai rekomendasi tenaga medis.
Bumame menyediakan Gastric Protector sebagai produk yang berkaitan dengan perlindungan lambung. Produk ini bukan pengobatan untuk menghilangkan penyebab infeksi usus.
Untuk keluhan mual dan muntah yang menyertai gangguan pencernaan, Bumame juga menyediakan Anti Nausea. Produk ini ditujukan untuk membantu mengatasi mual dan muntah, bukan mengobati infeksi yang menjadi penyebabnya.
Bumame juga menyediakan Happy Stomach V-Drip Infusion, yang mengandung elektrolit, gastric protector, dan antiemetic. Bumame menjelaskan bahwa layanan ini dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dan mendukung keluhan seperti diare, dehidrasi, mual, dan muntah. Tetap diperlukan konsultasi tenaga medis sebelum tindakan.
Kapan Harus ke Dokter
Infeksi usus ringan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, pemeriksaan medis diperlukan jika keluhan semakin berat, berlangsung lama, atau muncul tanda dehidrasi.
Segera periksakan diri apabila mengalami:
- Diare yang berlangsung lebih dari dua hari pada orang dewasa
- Demam tinggi
- Muntah berulang
- Nyeri perut berat
- Tinja berwarna hitam atau mengandung darah
- Tidak mampu minum cukup cairan
- Urine menjadi sangat sedikit
- Pusing berat atau hampir pingsan
- Tubuh terasa sangat lemas
Menurut NIDDK, diare berkepanjangan, demam tinggi, muntah berulang, nyeri berat, BAB berdarah atau hitam, serta tanda dehidrasi merupakan kondisi yang membutuhkan perhatian medis.
Pada bayi, anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih cepat apabila mengalami diare atau muntah.
Jika keluhan juga disertai gangguan buang air kecil, nyeri pinggang, atau demam yang mengarah pada gangguan ginjal, Anda dapat membaca infeksi ginjal kenali penyebabnya.
Pemeriksaan Kesehatan di Bumame
Diare, kram perut, mual, dan demam dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Jika keluhan berlangsung lama, berulang, atau disertai tanda bahaya, pemeriksaan dapat membantu mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Jenis pemeriksaan yang diperlukan akan disesuaikan dengan gejala dan kondisi pasien. Konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis untuk menentukan pemeriksaan yang sesuai.
Jika mengalami keluhan pencernaan yang menetap dan membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan Bumame, konsultasikan kondisi Anda melalui WhatsApp Bumame.
Sumber
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) - Viral Gastroenteritis: Symptoms & Causes.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) - Viral Gastroenteritis: Treatment.
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa penyebab infeksi usus?
Infeksi usus dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit. Mikroorganisme tersebut dapat masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi maupun kontak dengan sumber infeksi.
Apa saja gejala infeksi usus?
Gejala yang umum meliputi diare, kram atau nyeri perut, mual, muntah, dan demam. Infeksi yang menyebabkan diare atau muntah berat juga dapat menyebabkan dehidrasi.
Apakah infeksi usus bisa sembuh sendiri?
Sebagian infeksi usus, terutama yang disebabkan oleh virus, dapat membaik dengan sendirinya. Penanganan utamanya adalah menjaga asupan cairan dan elektrolit serta memantau kondisi tubuh.
Apakah infeksi usus membutuhkan antibiotik?
Tidak selalu. Antibiotik tidak bekerja untuk infeksi yang disebabkan oleh virus. Jika penyebabnya bakteri atau parasit tertentu, dokter dapat menentukan pengobatan yang sesuai.
Kapan infeksi usus harus diperiksakan?
Pemeriksaan diperlukan jika diare berlangsung lama, muncul demam tinggi, muntah berulang, nyeri perut berat, tinja berdarah atau berwarna hitam, sulit minum, atau terdapat tanda dehidrasi.
