Infeksi Saluran Kemih Tidak Terjadi Tanpa Sebab. Kenali Penyebab dan Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai.
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri yang paling sering terjadi, terutama pada wanita. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, hingga nyeri pada perut bagian bawah. Meski sering dianggap sebagai penyakit ringan, infeksi saluran kemih yang tidak ditangani dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.
Banyak orang bertanya, infeksi saluran kemih karena apa? Jawabannya, sebagian besar kasus disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran kemih dan berkembang biak di dalam kandung kemih.
Menurut World Health Organization (WHO), infeksi saluran kemih merupakan salah satu infeksi bakteri yang paling umum terjadi dan menjadi penyebab penggunaan antibiotik yang cukup tinggi di berbagai negara.[1]
Lalu, apa saja penyebab infeksi saluran kemih dan siapa yang lebih berisiko mengalaminya?
Apa Itu Infeksi Saluran Kemih?
Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi pada salah satu bagian sistem kemih, mulai dari uretra, kandung kemih, ureter, hingga ginjal.
Sebagian besar infeksi terjadi pada kandung kemih (sistitis) dan uretra (uretritis). Namun, apabila infeksi menyebar hingga ginjal (pielonefritis), kondisi ini dapat menjadi lebih serius dan memerlukan penanganan segera.
Infeksi saluran kemih dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada wanita karena saluran uretranya lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.
Infeksi Saluran Kemih karena Apa?
Penyebab paling umum infeksi saluran kemih adalah bakteri Escherichia coli (E. coli).
Bakteri ini sebenarnya hidup secara normal di saluran pencernaan. Namun, ketika berpindah ke area saluran kemih, bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi.
Selain E. coli, beberapa bakteri lain juga dapat menyebabkan ISK, meskipun lebih jarang.
11 Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih
Selain bakteri, terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi saluran kemih.
1. Jenis Kelamin Wanita
Wanita memiliki uretra yang lebih pendek dibandingkan pria sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.
2. Kurang Minum Air Putih
Kurangnya asupan cairan menyebabkan frekuensi buang air kecil berkurang sehingga bakteri lebih mudah berkembang di saluran kemih.
3. Menahan Buang Air Kecil
Kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri di kandung kemih.
4. Aktivitas Seksual
Berhubungan seksual dapat mempermudah perpindahan bakteri menuju saluran kemih, terutama pada wanita.
5. Kehamilan
Perubahan hormon dan tekanan rahim terhadap saluran kemih membuat ibu hamil lebih rentan mengalami ISK.
6. Menopause
Penurunan hormon estrogen setelah menopause dapat mengubah keseimbangan bakteri baik di area saluran kemih sehingga risiko infeksi meningkat.
7. Batu Saluran Kemih
Batu dapat menghambat aliran urine sehingga bakteri lebih mudah berkembang.
8. Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko infeksi, termasuk infeksi saluran kemih.
9. Penggunaan Kateter Urine
Kateter yang digunakan dalam waktu lama dapat menjadi jalan masuk bakteri ke saluran kemih.
10. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah
Orang dengan daya tahan tubuh yang rendah lebih mudah mengalami berbagai jenis infeksi, termasuk ISK.
11. Kebersihan Area Genital yang Kurang Terjaga
Membersihkan area genital dengan cara yang kurang tepat dapat meningkatkan perpindahan bakteri dari area anus ke saluran kemih.
Gejala Infeksi Saluran Kemih
Gejala ISK dapat berbeda pada setiap orang, tetapi yang paling sering meliputi:
Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
Sering ingin buang air kecil meskipun urine yang keluar sedikit.
Urine tampak keruh.
Urine berbau lebih menyengat.
Nyeri pada perut bagian bawah.
Muncul darah dalam urine.
Demam apabila infeksi sudah menyebar ke ginjal.
Apabila infeksi mencapai ginjal, penderita juga dapat mengalami nyeri pinggang, menggigil, mual, dan muntah.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami:
Nyeri saat buang air kecil yang tidak membaik.
Sering buang air kecil disertai rasa nyeri.
Urine berdarah.
Demam atau menggigil.
Nyeri pada pinggang.
Keluhan yang sering kambuh.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah infeksi menyebar ke ginjal.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis ISK?
Dokter akan menanyakan gejala yang dialami serta melakukan pemeriksaan fisik.
Apabila dicurigai mengalami ISK, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan, seperti:
Urinalisis.
Kultur urine untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi.
Pemeriksaan darah apabila dicurigai infeksi telah menyebar.
USG atau CT Scan pada kasus tertentu, misalnya jika dicurigai terdapat batu saluran kemih atau kelainan anatomi.
Hasil pemeriksaan akan membantu dokter menentukan jenis antibiotik maupun terapi yang paling sesuai.
Bagaimana Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih?
Pengobatan utama ISK adalah antibiotik yang diberikan sesuai hasil pemeriksaan dan kondisi pasien.
Selain itu, dokter biasanya menyarankan beberapa hal berikut:
Minum air putih yang cukup.
Tidak menahan buang air kecil.
Menjaga kebersihan area genital.
Menghabiskan antibiotik sesuai resep dokter meskipun gejala sudah membaik.
Hindari mengonsumsi antibiotik tanpa pemeriksaan karena dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri.
Bisakah Infeksi Saluran Kemih Dicegah?
Ya. Risiko ISK dapat dikurangi dengan beberapa kebiasaan sederhana, seperti:
Minum air putih yang cukup setiap hari.
Tidak menahan buang air kecil.
Buang air kecil setelah berhubungan seksual.
Membersihkan area genital dari depan ke belakang, terutama pada wanita.
Mengganti pakaian dalam secara rutin.
Menjaga kadar gula darah tetap terkontrol pada penderita diabetes.
Periksakan Infeksi Saluran Kemih di Bumame
Nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, atau sering ingin buang air kecil sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan biasa. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab infeksi sehingga pengobatan dapat diberikan dengan tepat.
Di Bumame, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai gejala infeksi saluran kemih. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan urine maupun pemeriksaan laboratorium lainnya untuk membantu menegakkan diagnosis.
Mengalami nyeri saat buang air kecil atau gejala yang mengarah pada infeksi saluran kemih? Konsultasikan dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang sesuai. Klik di sini untuk chat WhatsApp Bumame.
Kenali Penyebab Infeksi Saluran Kemih agar Tidak Terlambat Ditangani
Infeksi saluran kemih paling sering disebabkan oleh bakteri, tetapi terdapat berbagai faktor yang dapat meningkatkan risikonya, mulai dari kebiasaan menahan buang air kecil hingga penyakit tertentu seperti diabetes. Mengenali penyebab dan gejalanya sejak dini dapat membantu mencegah infeksi berkembang menjadi lebih serius.
Apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran kemih, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Sumber
World Health Organization. Priority bacterial pathogens list 2024.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Bladder Infection (Urinary Tract Infection).
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Apa penyebab paling umum infeksi saluran kemih?
Apa penyebab paling umum infeksi saluran kemih?
Sebagian besar infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) yang masuk ke saluran kemih dan berkembang biak di kandung kemih.
Apakah infeksi saluran kemih bisa sembuh?
Apakah infeksi saluran kemih bisa sembuh?
Ya. Sebagian besar kasus dapat sembuh dengan pengobatan antibiotik yang sesuai serta menjaga kebersihan dan asupan cairan.
Mengapa wanita lebih sering mengalami infeksi saluran kemih?
Mengapa wanita lebih sering mengalami infeksi saluran kemih?
Karena uretra wanita lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.
Apakah infeksi saluran kemih bisa kambuh?
Apakah infeksi saluran kemih bisa kambuh?
Bisa. Risiko kekambuhan lebih tinggi apabila terdapat faktor risiko tertentu, seperti diabetes, batu saluran kemih, atau kebiasaan menahan buang air kecil.
Kapan saya harus ke dokter jika mengalami gejala ISK?
Kapan saya harus ke dokter jika mengalami gejala ISK?
Segera lakukan pemeriksaan apabila nyeri saat buang air kecil tidak membaik, urine berdarah, demam, nyeri pinggang, atau gejala sering kambuh.



