Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Penyebab Kanker Vagina: Kenali Faktor Risiko, Gejala, hingga Pencegahannya
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Kanker Vagina: Kenali Faktor Risiko, Gejala, hingga Pencegahannya

Bumame Editorskrining kanker

Flek di luar jadwal haid atau keputihan yang lebih encer dari biasanya sering dianggap urusan hormon atau kelelahan. Keluhan seperti ini mudah dibiarkan berminggu-minggu sambil menunggu hilang sendiri.

Kanker vagina tergolong jarang. Meski begitu, faktor risikonya sudah cukup banyak diketahui, dan sebagian bisa ditekan lewat vaksinasi dan kebiasaan sehari-hari. Pemeriksaan rutin membantu menemukan kanker pada tahap awal, saat peluang sembuhnya lebih besar.

Berikut penjelasan tentang penyebab kanker vagina dan faktor risikonya, gejala yang perlu dikenali, bedanya dengan kanker serviks, hingga pemeriksaan dan pencegahannya.

Apa Itu Kanker Vagina?

Vagina adalah saluran berotot yang menghubungkan rahim dengan bagian luar tubuh. Kanker vagina terjadi ketika sel di jaringan vagina tumbuh tanpa kendali lalu membentuk tumor.

Kebanyakan kasus berawal dari sel tipis dan pipih yang melapisi permukaan vagina. Jenis ini disebut karsinoma sel skuamosa. Jenis lain lebih jarang, seperti adenokarsinoma dari sel kelenjar, melanoma dari sel penghasil pigmen, dan sarkoma dari jaringan otot atau jaringan ikat.

Artikel ini membahas kanker vagina primer, yaitu kanker yang berawal di vagina. Kanker dari organ lain, misalnya kanker leher rahim (serviks) atau kanker rahim, juga bisa menyebar ke vagina. Kondisi tersebut tergolong penyebaran dari organ asalnya.

Penyebab Kanker Vagina dan Faktor Risikonya

Sebagian besar perubahan sel yang berujung pada kanker vagina diduga dipicu infeksi HPV. Secara umum, kanker muncul ketika sel sehat mengalami perubahan genetik sehingga terus membelah dan tidak mati pada waktunya. Faktor berikut membuat perubahan itu lebih mungkin terjadi.

1. Infeksi HPV

Human papillomavirus (HPV) adalah virus penyebab infeksi menular seksual yang sangat umum. Hampir semua orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi setidaknya sekali, biasanya tanpa gejala, dan sebagian besar infeksi dibersihkan sendiri oleh sistem kekebalan tubuh. Infeksi HPV tipe risiko tinggi yang menetap bisa membuat sel menjadi tidak normal, lalu berkembang menjadi kanker.

HPV dikenal sebagai penyebab kanker serviks, dan Kementerian Kesehatan RI mencatat virus yang sama juga bisa menyebabkan kanker vagina. Memiliki banyak pasangan seksual dan mulai berhubungan seksual di usia muda juga tercatat sebagai faktor risiko.

2. Usia di Atas 60 Tahun

Risiko kanker vagina naik seiring bertambahnya usia, dan kebanyakan kasus ditemukan pada perempuan berusia di atas 60 tahun. Pemeriksaan panggul rutin sesuai anjuran dokter membantu menemukan perubahan lebih awal, termasuk setelah menopause.

3. Riwayat Kanker atau Sel Prakanker di Leher Rahim

Perempuan dengan riwayat kanker serviks atau lesi prakanker di leher rahim, yaitu perubahan sel yang bisa berkembang menjadi kanker, punya risiko lebih tinggi. Hal serupa berlaku bila sel tidak normal ditemukan di lapisan vagina, kondisi yang disebut neoplasia intraepitel vagina (VAIN) dan sering dipicu HPV. Sebagian kecil kasus VAIN berkembang menjadi kanker, sehingga perlu dipantau sesuai anjuran dokter.

4. Kebiasaan Merokok

Merokok tercatat sebagai salah satu faktor risiko kanker vagina. Berbeda dengan usia, kebiasaan ini bisa diubah. Karena itu, berhenti merokok masuk dalam langkah pencegahan yang dianjurkan, dan dokter bisa membantu menyusun caranya.

5. HIV atau Daya Tahan Tubuh Lemah

Orang yang hidup dengan HIV atau kondisi lain yang membuat tubuh sulit melawan infeksi punya risiko lebih tinggi. Daya tahan tubuh yang lemah membuat infeksi HPV lebih sulit dibersihkan sehingga bisa menetap lebih lama. Jadwal pemeriksaan kewanitaan pada kondisi ini sebaiknya dibicarakan dengan dokter yang merawat.

6. Paparan DES Sebelum Lahir

Dietilstilbestrol (DES) adalah obat yang pernah diresepkan pada tahun 1940 hingga 1971 untuk mencegah keguguran. Perempuan yang terpapar obat ini saat dalam kandungan berisiko lebih tinggi terkena jenis kanker vagina tertentu, yaitu adenokarsinoma sel jernih. Bila ibu Anda pernah mendapat DES saat hamil, sampaikan riwayat ini kepada dokter.

Gejala Kanker Vagina yang Perlu Dikenali

Kanker vagina tahap awal sering tidak menimbulkan gejala. Keluhan biasanya muncul ketika kanker berkembang, dan keluhan yang sama juga bisa disebabkan gangguan lain seperti infeksi, sehingga pemeriksaan dokter tetap diperlukan.

1. Perdarahan di Luar Jadwal Haid

Perdarahan bisa muncul setelah berhubungan seksual, di antara dua jadwal haid, atau setelah menopause. Mengenali pola siklus menstruasi normal membantu Anda menyadari perdarahan yang tidak biasa.

2. Keputihan Encer yang Tidak Biasa

Keputihan encer seperti air yang berbeda dari biasanya termasuk gejala yang tercatat pada kanker vagina. Ciri keputihan tidak normal juga bisa muncul karena infeksi, sehingga keluhan yang tidak membaik perlu dicek dokter.

3. Benjolan yang Bisa Diraba

Benjolan atau massa di dalam vagina bisa teraba saat membersihkan diri, atau baru ditemukan dokter saat pemeriksaan panggul. Benjolan yang menetap perlu diperiksakan agar dokter bisa menilai asalnya.

4. Nyeri di Area Panggul

Nyeri panggul yang menetap dan tidak berkaitan dengan haid termasuk gejala yang perlu dicermati. Keluhan ini umumnya muncul ketika kanker sudah berkembang, sehingga nyeri yang tidak membaik sebaiknya segera diperiksakan.

5. Gangguan Buang Air Kecil atau Besar

Seiring berkembangnya kanker, bisa muncul nyeri atau lebih sering buang air kecil, juga sembelit. Keluhan ini mirip gangguan saluran kemih atau pencernaan sehingga mudah terlewat. Bila muncul bersama perdarahan atau nyeri panggul, segera periksakan diri.

Kanker Vagina dan Kanker Serviks, Apa Bedanya?

Letak keduanya berdekatan dan sama-sama berkaitan dengan HPV, sehingga sering tertukar.

Aspek

Kanker vagina

Kanker serviks

Letak

Dinding vagina, saluran dari rahim ke bagian luar tubuh

Leher rahim, bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina

Penyebab utama

Infeksi HPV, ditambah faktor lain seperti usia di atas 60 tahun, riwayat sel prakanker di leher rahim, dan merokok

Infeksi HPV tipe risiko tinggi yang menetap

Skrining yang ada

Belum ada skrining khusus. Pemeriksaan panggul dan Pap smear rutin kadang ikut menemukan kanker ini lebih awal

Skrining terjadwal dengan tes HPV atau Pap smear

Tabel ini merangkum pola yang umum ditemui. Diagnosis tetap ditentukan oleh dokter.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?

Buat janji dengan dokter dalam kondisi berikut:

  • Perdarahan setelah menopause, setelah berhubungan seksual, atau di luar jadwal haid. Keluhan ini tetap perlu dicek walau hanya berupa flek.

  • Benjolan di vagina, keputihan encer, atau nyeri panggul yang menetap. Dokter akan menilai penyebabnya.

  • Riwayat kanker serviks atau sel prakanker, hidup dengan HIV, atau terpapar DES sebelum lahir. Kondisi ini membutuhkan jadwal pemeriksaan yang disesuaikan dokter.

Karena tahap awalnya sering tanpa gejala, ikuti jadwal pemeriksaan panggul rutin sesuai anjuran dokter walau tubuh terasa sehat.

Cara Dokter Mendiagnosis Kanker Vagina

Pemeriksaan biasanya dimulai dari tanya jawab tentang keluhan dan riwayat kesehatan, lalu berlanjut ke tahap berikut:

  1. Pemeriksaan panggul. Dokter memeriksa vagina, leher rahim, dan organ sekitarnya dengan cara melihat dan meraba. Tujuannya mencari benjolan atau perubahan yang tidak biasa.

  2. Pengambilan sampel sel. Lewat Pap smear, sel dari area leher rahim dan vagina diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini bisa menemukan sel tidak normal yang mungkin berasal dari kanker vagina.

  3. Kolposkopi. Bila ada area yang mencurigakan, dokter melihat dinding vagina lebih dekat dengan alat pembesar bercahaya. Cara ini membantu menentukan bagian yang perlu diambil sampelnya.

  4. Biopsi. Dokter mengambil sedikit jaringan dari area yang dicurigai untuk diperiksa di laboratorium. Hasilnya menjadi dasar diagnosis dan menentukan jenis kanker bila ditemukan.

Mengurangi Risiko Infeksi HPV lewat Vaksinasi

Di antara penyebab yang sudah diketahui, infeksi HPV memegang peran utama. Vaksinasi HPV direkomendasikan WHO dan membantu menurunkan risiko infeksi HPV yang berkaitan dengan beberapa kanker, termasuk kanker vagina.

Bumame menyediakan Vaksin HPV Gardasil-9, yaitu vaksin 9-valen yang mencakup sembilan tipe HPV. Usia dan jadwal vaksin HPV mengikuti anjuran dokter. Untuk bertanya soal ketersediaan vaksin di klinik, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Bagaimana Kanker Vagina Diobati?

Rencana pengobatan disusun dokter berdasarkan jenis kanker, tahapnya, dan kondisi kesehatan secara umum. Pilihannya antara lain:

  • Operasi. Tujuannya mengangkat jaringan kanker. Luas tindakan ditentukan dokter sesuai ukuran dan letak kanker.

  • Terapi radiasi (radioterapi). Terapi ini memakai sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker. Terapi radiasi bisa diberikan tersendiri atau bersama pengobatan lain.

  • Kemoterapi. Pengobatan ini memakai obat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Dokter menjelaskan manfaat dan efek sampingnya sebelum pengobatan dimulai.

Kanker yang ditemukan saat masih terbatas di vagina umumnya lebih mudah ditangani dibanding kanker yang sudah menyebar.

Cara Menurunkan Risiko Kanker Vagina

Beberapa langkah berikut membantu menurunkan risiko kanker vagina:

  • Vaksinasi HPV. Vaksin membantu menurunkan risiko infeksi HPV yang berkaitan dengan kanker vagina dan beberapa kanker lain. Waktu pemberiannya bisa dibicarakan dengan dokter.

  • Hubungan seksual yang lebih aman. Penggunaan kondom membantu menurunkan peluang tertular HPV. Membatasi jumlah pasangan seksual juga membantu, karena banyaknya pasangan tercatat sebagai faktor risiko.

  • Berhenti merokok. Merokok termasuk faktor risiko yang bisa diubah. Langkah ini bisa dimulai kapan saja.

  • Skrining leher rahim secara rutin. Pemeriksaan panggul dan Pap smear membantu menemukan sel prakanker di leher rahim dan sebagian kanker vagina lebih awal. Jadwalnya mengikuti anjuran dokter sesuai usia dan riwayat kesehatan.

Rutin Periksa, Rawat Kesehatan Organ Kewanitaan

Kanker vagina memang jarang, dan sebagian faktor risikonya bisa dikendalikan. Vaksinasi HPV, berhenti merokok, dan pemeriksaan panggul rutin adalah langkah yang bisa dimulai sekarang. Makin awal diketahui, makin banyak pilihan penanganan yang tersedia.

Pemeriksaan seperti tes kesehatan seksual dan reproduksi juga bisa menjadi bagian dari perawatan rutin. Untuk bertanya soal jadwal pemeriksaan atau vaksinasi, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Kanker Serviks, Bisa Dicegah, Bisa Dieliminasi. Retrieved 23 September 2026 from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3998/kanker-serviks-bisa-dicegah-bisa-dieliminasi

  2. World Health Organization. Human papillomavirus and cancer. Retrieved 23 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/human-papilloma-virus-and-cancer

  3. Centers for Disease Control and Prevention. Vaginal and Vulvar Cancer Risk Factors. Retrieved 23 September 2026 from https://www.cdc.gov/vaginal-vulvar-cancers/risk-factors/index.html

  4. NHS. Causes of vaginal cancer. Retrieved 23 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-cancer/causes/

  5. Mayo Clinic. Vaginal cancer - Symptoms and causes. Retrieved 23 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginal-cancer/symptoms-causes/syc-20352447

  6. MedlinePlus. Vaginal Cancer. Retrieved 23 September 2026 from https://medlineplus.gov/vaginalcancer.html

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apa penyebab kanker vagina?
Infeksi HPV menjadi faktor utama yang diketahui. Risiko juga naik seiring usia, pada perokok, dan pada orang dengan daya tahan tubuh lemah.
Apakah kanker vagina sama dengan kanker serviks?
Keduanya berbeda letak. Kanker vagina tumbuh di dinding vagina, sedangkan kanker serviks berawal di leher rahim, meski keduanya sama-sama berkaitan dengan infeksi HPV.
Apa saja gejala awal kanker vagina?
Pada tahap awal, kanker vagina sering tidak menimbulkan gejala. Keluhan yang bisa muncul kemudian antara lain perdarahan di luar haid atau setelah menopause, keputihan encer, dan benjolan di vagina.
Apakah Pap smear bisa mendeteksi kanker vagina?
Pap smear bisa menemukan sel tidak normal yang mungkin berasal dari kanker vagina. Diagnosis tetap ditentukan dokter lewat pemeriksaan lanjutan seperti biopsi.
Apa hubungan vaksin HPV dengan kanker vagina?
Vaksin HPV membantu menurunkan risiko infeksi HPV yang berkaitan dengan beberapa kanker, termasuk kanker vagina. Usia dan jadwal pemberiannya mengikuti anjuran dokter.