Banyak orang pertama kali mendengar istilah jantung bengkak dari hasil medical check up. Di laporan foto dada tertulis kardiomegali, padahal selama ini tidak ada keluhan berarti.
Pertanyaan berikutnya hampir selalu sama, yaitu apakah kondisi ini bisa sembuh. Jawabannya menentukan langkah selanjutnya, karena sebagian pembesaran jantung bersifat sementara dan sebagian lain menetap. Bila jantung bengkak disertai nyeri dada, sesak napas berat, atau pingsan, segera ke IGD terdekat.
Artikel ini membahas peluang pulih menurut penyebab, cara memastikan pembesaran, dan soal melanjutkan obat.
Jadi, Apakah Jantung Bengkak Bisa Sembuh?
Bisa, pada sebagian orang. Mayo Clinic menggolongkan jantung bengkak sebagai tanda dari kondisi lain, dan pembesarannya bisa sementara atau menetap tergantung pemicunya. Secara umum, ada tiga kemungkinan:
Kembali ke ukuran biasa. Ini bisa terjadi bila pemicunya sementara, misalnya beban selama kehamilan. Pembesaran akibat irama jantung yang terlalu cepat juga sering pulih setelah iramanya terkendali.
Membaik, tetapi perlu dijaga. Pada sebagian penyakit otot jantung (kardiomiopati), pengobatan bisa memulihkan ukuran dan kekuatan pompa jantung. Pemulihan ini bisa hilang lagi bila obat dihentikan.
Menetap. Penebalan dinding jantung akibat penumpukan protein amiloid, misalnya, tidak bisa pulih. Pengobatannya bertujuan menjaga kerja jantung dan mencegah komplikasi.
Mengenal Jantung Bengkak dan Cara Mengukurnya
Jantung bengkak atau kardiomegali adalah jantung yang tampak lebih besar dari ukuran yang diharapkan pada pemeriksaan pencitraan. Pembesarannya bisa berupa ruang jantung yang melebar atau dinding otot yang menebal.
Pada foto rontgen dada posisi PA (dari arah punggung), dokter menghitung rasio kardiotoraks, yaitu perbandingan lebar bayangan jantung dengan lebar rongga dada. StatPearls menyebut jantung dianggap membesar bila rasionya 50% atau lebih, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.
Foto dari arah depan (AP), napas yang belum ditarik penuh, timbunan lemak di sekitar jantung, atau cairan di selaput jantung (efusi perikardium) bisa membuat bayangan jantung tampak lebih lebar. Karena itu, Mayo Clinic menyebut temuan di foto rontgen biasanya perlu pemeriksaan lain untuk memastikan pembesarannya nyata.
Peluang Pulih Menurut Penyebabnya
Pemicu pembengkakan jantung beragam, dan masing-masing punya arah perjalanan sendiri.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Faktor Risiko Jantung Membesar
Riwayat keluarga. Sebagian jenis penyakit otot jantung diturunkan dalam keluarga. Sampaikan kepada dokter bila orang tua atau saudara kandung Anda punya riwayat jantung yang menebal atau membesar.
Tekanan darah tinggi. Mayo Clinic menyebut tekanan darah di atas 140/90 mmHg sebagai faktor risiko. Kemenkes mencatat hipertensi kronis sebagai pemicu penyakit otot jantung yang sering pada orang dewasa.
Penyakit dan kebiasaan lain. Kelainan katup atau sekat seperti jantung bocor dan riwayat serangan jantung bisa memicu pembesaran. Kemenkes juga mencatat obesitas, diabetes, penyakit tiroid, alkohol berlebihan, dan kemoterapi sebagai faktor risiko penyakit otot jantung.
Gejala yang Sering Menyertai Jantung Bengkak
Sebagian orang tidak merasakan keluhan apa pun. Pada yang lain, gejala muncul seiring menurunnya kemampuan jantung memompa darah.
1. Sesak Napas, Khususnya Saat Berbaring
Sesak bisa terasa saat tidur telentang, dan sebagian orang terbangun malam hari karena napas pendek. Pada jantung yang melemah, cairan bisa menumpuk di paru atau edema paru, sehingga sesak yang memburuk perlu segera diperiksakan.
2. Bengkak di Tungkai atau Perut
Cairan yang tertahan membuat pergelangan kaki, tungkai, atau perut membengkak (edema). Kemenkes mencatat tanda ini pada gangguan otot jantung. Bengkak yang bertambah cepat perlu dinilai dokter.
3. Jantung Berdebar atau Iramanya Tidak Teratur
Mayo Clinic menyebut jantung yang membesar bisa berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat, yang dikenal sebagai aritmia. Debar yang disertai pusing perlu diperiksa lebih lanjut.
4. Mudah Lelah atau Pusing
Aliran darah yang berkurang membuat badan cepat lelah dan kemampuan beraktivitas menurun. Keluhan ini sering dikira kurang istirahat, padahal bisa menjadi tanda jantung lemah.
Komplikasi Bila Pembesaran Terus Berlanjut
Menurut Mayo Clinic, komplikasinya bergantung pada bagian jantung yang membesar dan penyebabnya:
Gagal jantung. Bila bilik kiri membesar, jantung bisa tidak mampu memompa darah sesuai kebutuhan tubuh. Keluhan gagal jantung umumnya berupa sesak, bengkak, dan cepat lelah.
Gumpalan darah. Gumpalan bisa terbentuk di dalam jantung. Bila terlepas, gumpalan bisa memicu emboli paru, serangan jantung, atau stroke.
Gangguan irama berat. Detak yang terlalu cepat atau lambat bisa membuat seseorang pingsan. Pada kasus berat, gangguan ini bisa memicu henti jantung.
Kapan Harus ke Dokter atau IGD?
Segera ke IGD bila Anda mengalami nyeri dada, sesak napas berat, pingsan, atau rasa tidak nyaman di lengan, punggung, leher, atau rahang. Mayo Clinic menyebut tanda ini bisa mengarah ke serangan jantung.
Jadwalkan konsultasi bila hasil rontgen menyebut jantung membesar, sesak muncul saat berbaring, tungkai bengkak, atau ada riwayat penyakit otot jantung di keluarga. Ibu yang baru melahirkan dengan sesak baru atau bengkak juga perlu segera diperiksa, karena AHA menyebut gejalanya mudah tertukar dengan perubahan kehamilan.
Cara Dokter Memastikan Jantung Benar-Benar Membesar
Setelah tanya jawab dan pemeriksaan fisik, dokter bisa meminta pemeriksaan berikut:
Ekokardiografi atau USG jantung. Pemeriksaan dengan gelombang suara ini memperlihatkan ukuran, gerakan, dan katup jantung. Hasilnya juga menunjukkan fraksi ejeksi, yaitu persentase darah yang dipompa bilik kiri setiap kali berkontraksi.
Elektrokardiogram. Pemeriksaan EKG merekam aktivitas listrik jantung dengan cepat dan tanpa rasa sakit. Hasilnya menunjukkan detak yang terlalu cepat atau lambat dan tanda otot jantung yang menebal.
Tes darah. Tes ini membantu memastikan atau menyingkirkan penyebab, misalnya gangguan tiroid, anemia, atau kadar zat besi yang tidak normal. Kadar NT-proBNP membantu menilai beban pada jantung.
Peran Foto Dada dalam Memantau Ukuran Jantung
Foto dada memperlihatkan bayangan jantung di antara kedua paru, sehingga dokter bisa menghitung rasio kardiotoraks dan membandingkannya dengan foto sebelumnya. Di Bumame, pemeriksaan ini tersedia sebagai Rontgen - Thorax, yang menurut halaman produknya membantu mendeteksi pembesaran jantung dan mendukung pemantauan respons terapi. Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa.
Kekuatan pompa jantung tetap dinilai lewat USG jantung. Hasil foto keluar dalam lebih dari 1x24 jam, jadi keluhan berat ditangani di IGD. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Pengobatan dan Tanda Jantung Mulai Membaik
Menurut Mayo Clinic, pengobatannya bergantung pada penyebab. Langkahnya biasanya mencakup:
Mengatasi pemicu. Tekanan darah diturunkan, anemia dan gangguan tiroid diobati, dan irama yang terlalu cepat dikendalikan. Langkah ini menjadi inti penanganan pembesaran ringan.
Obat sesuai resep. Pilihannya antara lain obat peluruh cairan (diuretik), obat penurun tekanan darah yang membantu kerja jantung, pengencer darah, dan obat pengatur irama. Jenis dan dosisnya ditentukan dokter.
Tindakan. Bila obat belum cukup, dokter bisa mempertimbangkan alat pacu jantung, operasi katup, atau operasi pintas koroner. Transplantasi jantung menjadi pilihan akhir.
Tanda membaik dinilai dari keluhan dan pemeriksaan ulang. Studi TRED-HF menganggap pasien pulih bila tidak bergejala, fraksi ejeksi naik dari di bawah 40% menjadi 50% atau lebih, ukuran bilik kiri normal, dan kadar NT-proBNP rendah. Ambang tiap pasien ditentukan oleh dokter.
Sudah Membaik, Apakah Obat Boleh Dihentikan?
Studi TRED-HF di jurnal The Lancet mengujinya pada 51 orang dengan kardiomiopati dilatasi yang sudah pulih. Dari 25 peserta yang obatnya dihentikan bertahap, 11 orang atau 44% kambuh dalam 6 bulan, sedangkan tidak ada yang kambuh pada kelompok yang tetap minum obat.
Peneliti menyimpulkan pengobatan sebaiknya dilanjutkan selama belum ada cara yang andal untuk memprediksi kekambuhan. Karena itu, perubahan dosis atau penghentian obat selalu diputuskan bersama dokter. AHA juga menyebut ibu dengan riwayat kardiomiopati peripartum berisiko tinggi kambuh pada kehamilan berikutnya bila fungsi jantungnya belum pulih penuh.
Cara Menjaga Jantung agar Tidak Kembali Membesar
Mayo Clinic menyebut pengobatan pemicu sejak awal bisa mencegah pembesaran bertambah parah. Kebiasaan berikut membantu menjaganya:
Kendalikan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah. Ketiganya termasuk faktor risiko penyakit jantung yang bisa dikendalikan. Minum obat sesuai resep walau Anda merasa lebih baik.
Batasi garam, hindari rokok dan alkohol. Pilih makanan bergizi seimbang dan bergerak aktif secara teratur. Jenis olahraga sebaiknya disesuaikan dengan arahan dokter.
Periksakan jantung secara berkala. Kemenkes menganjurkan pemeriksaan rutin bagi orang dengan hipertensi, diabetes, atau penyakit tiroid. Medical check up jantung membantu menemukan perubahan lebih awal.
Kenali Pemicunya Lebih Awal, Jaga Pemulihannya
Jantung bengkak bisa membaik bila pemicunya ditangani lebih awal, dan kondisi yang menetap tetap bisa dijaga dengan pengobatan teratur. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan jantung, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.
Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.
Referensi
Mayo Clinic. Enlarged Heart - Symptoms and Causes.
Mayo Clinic. Enlarged Heart - Diagnosis and Treatment.
Amin H, Siddiqui WJ. Cardiomegaly. StatPearls, NCBI Bookshelf.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Mengenal Kardiomiopati.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Melemahnya Kemampuan Jantung untuk Memompa Darah.
American Heart Association. Peripartum Cardiomyopathy.
Patel JJ, Whittaker CT. Tachycardia-Induced Heart Failure. The Permanente Journal.
Halliday BP, et al. Withdrawal of Pharmacological Treatment for Heart Failure in Patients with Recovered Dilated Cardiomyopathy (TRED-HF), an Open-Label, Pilot, Randomised Trial. The Lancet.
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apakah jantung bengkak bisa sembuh dan kembali normal?
Bisa, pada sebagian orang, terutama jika penyebabnya bersifat sementara atau ditangani sejak awal. Namun, pembesaran akibat kondisi yang menetap mungkin memerlukan pengobatan jangka panjang untuk menjaga fungsi jantung dan mencegah komplikasi.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar jantung bengkak pulih?
Waktu pemulihan bergantung pada penyebabnya. Pada kardiomiopati peripartum, banyak ibu pulih dalam 3 sampai 6 bulan pertama pengobatan. Pembesaran akibat irama jantung yang terlalu cepat juga dapat membaik dalam beberapa minggu hingga bulan setelah irama terkendali.
Apakah hasil rontgen dengan tulisan kardiomegali selalu berarti jantung membesar?
Belum tentu. Posisi foto, tarikan napas yang kurang maksimal, timbunan lemak, atau cairan di selaput jantung dapat membuat bayangan jantung tampak lebih lebar. Dokter dapat meminta pemeriksaan lanjutan, seperti ekokardiografi atau USG jantung, untuk memastikannya.
Apakah obat jantung boleh dihentikan setelah kondisi membaik?
Jangan menghentikan obat tanpa persetujuan dokter. Studi TRED-HF menemukan bahwa 44% pasien kardiomiopati dilatasi yang menghentikan pengobatan mengalami kekambuhan dalam enam bulan. Dokter perlu menentukan apakah pengobatan harus dilanjutkan atau disesuaikan.
Apa perbedaan jantung bengkak dan gagal jantung?
Jantung bengkak atau kardiomegali adalah kondisi ketika jantung tampak lebih besar pada pemeriksaan pencitraan. Sementara itu, gagal jantung terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah sesuai kebutuhan tubuh. Jantung bengkak dapat meningkatkan risiko gagal jantung, tetapi keduanya bukan kondisi yang sama.
