Sebuah benjolan merah kecil muncul di pipi menjelang acara penting. Saat disentuh terasa nyeri, tetapi tidak ada titik putih di puncaknya. Banyak orang lalu tergoda memencetnya agar cepat kempis.
Langkah ini justru bisa menambah peradangan dan meninggalkan bekas.
Artikel ini menjelaskan apa itu jerawat papula, cara membedakannya dari komedo, pustula, nodul, dan bintik merah lain yang mirip, serta perawatan yang aman dan kapan perlu ke dokter.
Apa Itu Jerawat Papula?
Jerawat papula adalah benjolan kecil di kulit yang menonjol, terasa padat, dan meradang. Kemenkes menggambarkan kulit di sekitarnya kemerahan dan terasa nyeri bila disentuh, tetapi tidak ada nanah di puncaknya. Pada remaja, komedo dan papula tercatat sebagai bentuk jerawat yang dominan.
Prosesnya berawal dari folikel, yaitu kantong tempat rambut tumbuh, yang tersumbat oleh minyak alami kulit (sebum), sel kulit mati, dan bakteri. Menurut MSD Manual, pori yang tersumbat membuat bakteri Cutibacterium acnes berkembang dan mengurai minyak menjadi zat yang mengiritasi kulit. Peradangan inilah yang memunculkan benjolan jerawat. Kemenkes juga mencatat papula bisa berawal dari komedo hitam dan putih yang dibiarkan hingga mengiritasi kulit di sekitarnya.
Pemicu yang Membuat Papula Mudah Muncul
MSD Manual menyebut jerawat terjadi karena interaksi hormon, minyak kulit, dan bakteri. Pemicu yang sering ditemui antara lain:
Perubahan hormon. Pengaruh hormon membuat jerawat umumnya muncul di masa remaja. Pada perempuan dewasa, AAD mencatat naik turunnya hormon perempuan saat haid, hamil, menjelang menopause, atau setelah mulai maupun berhenti minum pil KB bisa memicu jerawat.
Siklus haid dan PCOS. Jerawat bisa muncul setiap kali haid pada perempuan muda, sehingga sebagian orang menganggapnya salah satu tanda mau haid. PCOS, gangguan hormon yang bisa mengacaukan siklus haid, juga bisa memicu atau memperberat jerawat.
Stres. AAD menyebut penelitian menemukan hubungan antara stres dan kambuhnya jerawat. Bila papula sering muncul di masa sibuk, coba terapkan cara mengelola stres yang cocok.
Produk kulit dan rambut. Kosmetik, pembersih, dan losion tertentu bisa memperburuk jerawat karena menyumbat pori. NHS juga mencatat produk kulit atau rambut yang membuat kulit berminyak bisa memicu jerawat.
Obat tertentu dan riwayat keluarga. Jerawat bisa menjadi efek samping sebagian obat, misalnya glukokortikoid dan steroid anabolik. AAD juga menyebut sebagian orang punya kecenderungan genetik bila keluarga dekatnya berjerawat.
Ciri Jerawat Papula yang Bisa Anda Amati
Ciri berikut membantu mengenali papula.
1. Benjolan Kecil yang Menonjol dan Padat
NHS menggambarkan papula sebagai benjolan yang menonjol, dan MSD Manual menyebutnya padat. Ukurannya kecil, berbeda dengan nodul dan kista yang lebih besar di bawah kulit.
2. Warnanya Merah, Kecokelatan, atau Keunguan
Pada kulit terang, papula tampak merah muda atau merah. Pada kulit cokelat dan gelap, NHS menyebut warnanya bisa cokelat atau ungu, jadi papula tidak selalu tampak merah.
3. Terasa Nyeri saat Disentuh
Benjolan ini sering terasa nyeri bila tersentuh, misalnya saat mencuci muka. Rasa nyeri berkaitan dengan peradangan di dalam pori, dan kulit di sekitarnya biasanya ikut kemerahan.
4. Tidak Ada Nanah di Puncaknya
Puncak papula tidak berisi nanah. Bila benjolan sudah berisi nanah yang tampak di permukaan, jerawat tersebut tergolong pustula.
5. Muncul di Wajah dan Tubuh Bagian Atas
Menurut MSD Manual, jerawat umumnya muncul di wajah dan juga sering di leher, bahu, punggung, serta dada bagian atas. Papula bisa muncul satu per satu atau berkelompok.
Papula, Komedo, Pustula, atau Nodul?
Beberapa jenis jerawat bisa muncul bersamaan dan bentuknya sering tertukar.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Jenis kista sehari-hari dikenal sebagai jerawat batu, dan Kemenkes menyebut nodul tidak bisa diatasi dengan obat bebas.
Rosacea juga bisa menimbulkan papula dan pustula di bagian tengah wajah, umumnya pada usia 30 sampai 50 tahun. MSD Manual menyebut tidak adanya komedo membantu membedakannya dari jerawat, dan rosacea juga ditandai wajah yang lama memerah serta pembuluh darah kecil yang tampak di kulit.
Mengapa Papula Sebaiknya Tidak Dipencet?
Papula berupa benjolan padat tanpa nanah, jadi tidak ada isi yang bisa dikeluarkan. MSD Manual menjelaskan, memencet jerawat menambah peradangan dan memperdalam luka di kulit, sehingga bekas lebih mungkin terbentuk. Padahal, jerawat ringan umumnya tidak meninggalkan bekas.
Dampak yang bisa muncul antara lain:
Bekas cekung. NHS menyebut jerawat bisa meninggalkan lubang dangkal di kulit, misalnya bekas ice pick atau boxcar. Risiko ini meningkat bila jerawat dipencet atau letaknya dalam.
Noda lebih gelap. MSD Manual mencatat bekas jerawat bisa tampak lebih gelap dari kulit sekitarnya. Menurut AAD, retinoid bisa membantu memudarkan noda gelap setelah jerawat sembuh.
Beban pada suasana hati. Jerawat bisa memengaruhi kesehatan mental, misalnya memicu rasa cemas, depresi, dan kurang percaya diri. NHS memasukkan kondisi ini sebagai alasan untuk menemui dokter.
Kapan Papula Perlu Diperiksakan ke Dokter?
NHS menganjurkan ke dokter bila jerawat tidak membaik setelah dirawat sendiri, jumlahnya banyak, terasa dalam dan nyeri, atau mulai meninggalkan bekas. Kulit yang panas, bengkak, dan merah bisa menandakan infeksi dan perlu diperiksa, meski kemerahan ini kadang lebih sulit terlihat pada kulit cokelat dan gelap.
Sampaikan juga kepada dokter bila papula muncul bersama haid yang tidak teratur, atau baru muncul setelah Anda mulai minum obat tertentu. AAD menyarankan menemui dokter spesialis kulit bila tidak ada perawatan yang berhasil membersihkan jerawat.
Cara Dokter Menilai Jerawat Papula
Diagnosis jerawat ditegakkan lewat pemeriksaan kulit. AAD menyebut dokter spesialis kulit akan melihat jenis jerawat dan lokasi kemunculannya. MSD Manual menjelaskan dokter lalu menilai keparahannya, yaitu ringan, sedang, atau berat, berdasarkan jumlah dan jenis lesi atau kelainan kulit.
Pada jerawat sedang, jumlah komedo, benjolan meradang, dan pustula lebih banyak dibanding jerawat ringan. Informasi tentang siklus haid, obat, dan produk yang Anda pakai membantu dokter menelusuri pemicunya.
Pemeriksaan Penunjang bila Papula Terus Kambuh
AAD menyebut jerawat kadang menjadi tanda kondisi medis lain dan sering membaik setelah kondisi itu ditangani, sehingga dokter bisa menyarankan pemeriksaan penunjang sesuai keluhan. Untuk gambaran kesehatan umum dari sampel darah, MCU Skin Panel (Core) mencakup Glukosa Puasa, HbA1c, Vitamin D 25-OH Total, Zn Serum, hs-CRP sebagai penanda peradangan, dan Protein Total. Pemeriksaan ini memerlukan puasa 8 sampai 12 jam dan tersedia secara Walk In maupun Home Care. Hasilnya melengkapi pemeriksaan kulit oleh dokter. Untuk menanyakan jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Pengobatan Papula oleh Dokter Kulit
Pengobatan jerawat disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Untuk jerawat meradang seperti papula, pilihan dari dokter antara lain:
Retinoid oles. AAD menyebut obat ini membantu membersihkan pori dan bisa mengatasi komedo serta sebagian jerawat meradang. Pada sebagian jenis retinoid, jerawat bisa tampak memburuk di awal dan perbaikan kadang baru terlihat setelah 3 sampai 4 minggu.
Antibiotik oles atau minum. Antibiotik oles mengurangi peradangan dan bakteri, dan dipakai bersama obat jerawat lain untuk menekan risiko bakteri kebal obat. Untuk jerawat sedang, dokter bisa memberikan antibiotik minum, yang manfaat penuhnya kadang baru terasa setelah sekitar 12 minggu.
Terapi hormonal untuk perempuan. Pil KB kombinasi bisa membantu mengendalikan hormon yang berperan pada jerawat. MSD Manual menyebut hasil terapi ini butuh waktu lebih dari 6 bulan.
Apa pun pilihannya, AAD menyebut perlu setidaknya 6 sampai 8 minggu sebelum jerawat tampak berkurang, dan jenis obatnya ditentukan dokter. NHS menyebut apoteker juga bisa menyarankan suplemen tablet seperti zinc, niacinamide, dan vitamin A. Diskusikan dulu pemakaian vitamin untuk jerawat dengan dokter atau apoteker.
Rutinitas Lembut selama Papula Masih Muncul
Langkah berikut membantu menjaga kulit tetap bersih tanpa iritasi:
Cuci wajah dengan lembut. Gunakan pembersih yang lembut pada pagi dan malam hari, lalu bersihkan riasan sebelum tidur. Kemenkes mengingatkan, mencuci muka lebih dari dua kali sehari bisa membuat kulit kering, dan MSD Manual menyebut gosokan yang keras bisa mengiritasi kulit serta memperburuk jerawat.
Pilih produk non-komedogenik. Label ini berarti produk tidak menyumbat pori. AAD menyarankan label serupa, seperti oil-free atau non-acnegenic, pada pelembap, pembersih, dan tabir surya.
Tetap gunakan pelembap. Obat jerawat umumnya membuat kulit lebih kering dan bisa memicu iritasi. PERDOSKI menganjurkan pelembap yang banyak mengandung air, bebas minyak, dan non-komedogenik, serta menghindari tekstur pekat dan produk beralkohol.
Pilih pakaian longgar saat berkeringat. Pakaian ketat, udara lembap, dan keringat bisa memicu jerawat. Bila papula muncul di dada atau punggung, NHS menyarankan pakaian longgar yang memungkinkan udara mengalir, terutama saat berolahraga.
Biarkan Papula Mereda, Lindungi Kulit dari Bekas
Jerawat papula adalah peradangan kecil yang bisa dirawat dengan langkah sederhana dan konsisten. Biarkan benjolannya pulih tanpa dipencet dan pilih produk yang tidak menyumbat pori. Keparahan jerawat bisa naik turun secara alami, jadi beri setiap perawatan waktu beberapa minggu sebelum menilai hasilnya.
Bila papula terus berulang, terasa dalam, atau mulai meninggalkan bekas, periksakan ke dokter spesialis kulit. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI — Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya
Kementerian Kesehatan RI — Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat
PERDOSKI — Mengapa Wajah Berjerawat Tetap Butuh Pelembap?
NHS — Acne
Keri JE, MSD Manual Consumer Version — Acne
American Academy of Dermatology — Acne: Diagnosis and Treatment
American Academy of Dermatology — Adult Acne
Keri JE, MSD Manual Consumer Version — Rosacea
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa itu jerawat papula?
Jerawat papula adalah benjolan kecil yang menonjol, padat, dan meradang tanpa nanah di puncaknya. Warnanya bisa merah, kecokelatan, atau keunguan, tergantung warna kulit.
Apa beda jerawat papula dan pustula?
Papula berupa benjolan padat tanpa nanah, sedangkan pustula berisi nanah yang tampak di permukaan kulit. Keduanya termasuk jerawat yang meradang.
Apakah jerawat papula boleh dipencet?
Sebaiknya tidak, karena memencet jerawat dapat menambah peradangan dan memperdalam luka kulit sehingga risiko terbentuknya bekas meningkat.
Berapa lama pengobatan jerawat papula terlihat hasilnya?
Menurut AAD, jerawat biasanya mulai berkurang setelah setidaknya 6–8 minggu pengobatan. Hasilnya dapat berbeda sesuai jenis perawatan dan tingkat keparahan.
Kapan jerawat papula perlu diperiksakan ke dokter?
Periksakan bila jerawat tidak membaik, jumlahnya banyak, terasa dalam dan nyeri, mulai meninggalkan bekas, atau disertai kulit panas, bengkak, dan kemerahan.
