Bintik hitam di hidung terlihat jelas saat Anda bercermin, dan jari pun refleks memencetnya. Seminggu kemudian, bintik itu muncul lagi di tempat yang sama, kali ini dengan kulit yang memerah.
Komedo umumnya tidak berbahaya, tetapi cara mengatasinya menentukan hasilnya. Memencet atau menggosok wajah terlalu keras bisa memicu peradangan, infeksi, hingga bekas.
Artikel ini membahas perbedaan komedo hitam dan putih, alasan komedo mudah kembali, langkah aman di rumah, perawatan di dokter kulit, serta kapan perlu ke dokter.
Apa Itu Komedo dan Mengapa Warnanya Berbeda?
Komedo adalah pori yang tersumbat oleh minyak alami kulit atau sebum dan sel kulit mati. Pori yang dimaksud sebenarnya adalah folikel rambut, saluran kecil tempat rambut halus tumbuh dan kelenjar minyak bermuara. Komedo merupakan bentuk awal jerawat, dan pada remaja sering muncul di dahi, hidung, serta dagu.
StatPearls memperkirakan 35% hingga lebih dari 90% remaja mengalami jerawat, dan pada sebagian orang jerawat berlanjut atau baru muncul saat dewasa.
Sumbatan yang tetap tertutup di bawah permukaan kulit disebut komedo putih. Bila sumbatan terus menumpuk, lubang pori melebar dan terbuka sehingga terbentuk komedo hitam. Warna gelapnya berasal dari lemak yang teroksidasi dan melanin, pigmen alami kulit, di dalam sumbatan. Menggosok wajah lebih keras justru berisiko mengiritasi kulit.
Tabel berikut membandingkan keduanya dengan jerawat yang sudah meradang.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Tiap jenis bisa membutuhkan perawatan berbeda. Komedo putih inilah yang sehari-hari sering disebut close komedo.
Alasan Komedo Mudah Muncul Lagi
Komedo yang tampak di permukaan adalah ujung dari proses yang dimulai lebih dalam. Menurut StatPearls, semua jenis jerawat berawal dari mikrokomedo, sumbatan kecil di bagian dalam pori yang belum terlihat mata. Sumbatan ini perlahan membesar menjadi komedo putih, komedo hitam, atau jerawat meradang.
Itulah sebabnya mengeluarkan isi komedo hanya mengangkat sumbatan yang sudah jadi. American Academy of Dermatology (AAD) mengingatkan bahwa komedo hitam dan putih bisa kembali, sehingga perawatan kulit perlu dijalankan jangka panjang.
Beberapa faktor berikut membuat pori lebih mudah tersumbat lagi:
Perubahan hormon. Hormon androgen, termasuk testosteron, membuat kelenjar minyak lebih aktif. NHS mencatat jerawat sering dipicu perubahan hormon saat pubertas, haid, kehamilan, dan menopause. Sekitar 70% perempuan dengan jerawat mengalami perburukan menjelang haid, saat hormon perempuan berubah mengikuti siklus.
Gangguan hormon. Pada sindrom ovarium polikistik atau PCOS, kelebihan androgen bisa memicu jerawat. Menangani penyebab ini sejak awal membantu jerawat lebih terkendali.
Produk yang menyumbat pori. Kosmetik berbahan dasar minyak serta produk kulit dan rambut yang membuat kulit berminyak bisa memicu komedo. Tidur dengan riasan dan berbagi kuas rias juga bisa memicu jerawat.
Tekanan dan iklim. Benda yang lama menekan kulit, misalnya ikat kepala, bisa memicu jerawat. Kemenkes juga memasukkan iklim, suhu, dan lingkungan sebagai pemicu, hal yang dekat dengan cuaca Indonesia yang panas.
Keturunan. Risiko jerawat bisa hingga 3 kali lebih tinggi bila orang tua atau saudara kandung juga berjerawat. Faktor genetik ikut menentukan komposisi minyak kulit.
Obat dan stres. Beberapa obat, misalnya golongan steroid, bisa memicu jerawat. Stres juga berkaitan dengan jerawat yang lebih berat, sehingga cara meredakan stres ikut membantu perawatan kulit.
Peran susu dan makanan dengan beban glikemik tinggi terhadap jerawat masih diteliti, dan StatPearls mencatat belum ada anjuran resmi untuk membatasinya.
Cara Menghilangkan Komedo di Rumah secara Bertahap
Komedo ringan umumnya bisa dikendalikan dengan rutinitas sederhana yang konsisten. Kuncinya adalah membuka sumbatan perlahan sambil menjaga kulit tetap tenang.
1. Cuci Wajah Dua Kali Sehari dengan Lembut
Cuci wajah saat bangun tidur, sebelum tidur, dan setelah berkeringat. Pakai pembersih lembut yang tidak menyumbat pori, usapkan dengan ujung jari, bilas dengan air hangat, lalu tepuk kering dengan handuk bersih. Mencuci wajah berkali-kali dalam sehari justru bisa mengiritasi kulit.
Kemenkes juga menyarankan menghindari sabun batangan yang mengeringkan kulit serta pembersih dengan butiran scrub yang kasar.
2. Pilih Produk Berlabel Nonkomedogenik
Label nonkomedogenik berarti produk dibuat agar tidak menyumbat pori. AAD menyarankan label ini untuk riasan, tabir surya, perawatan kulit, hingga produk rambut. Hapus riasan sebelum tidur, dan gunakan kuas rias milik sendiri.
Untuk produk yang beredar di Indonesia, cek izin edarnya di situs Cek BPOM, yang juga memuat daftar produk yang ditarik dari peredaran.
3. Pakai Retinoid Oles dengan Sabar
Retinoid oles adalah turunan vitamin A yang menormalkan pergantian sel kulit di dalam pori sehingga mikrokomedo lebih jarang terbentuk. Menurut AAD, retinoid oles bisa mengatasi komedo hitam dan putih serta dipakai sebagai perawatan lanjutan. Sebagian jenisnya memerlukan resep, jadi tanyakan pilihan yang sesuai kepada dokter atau apoteker.
Oleskan lapisan tipis secara merata di area yang sering berjerawat, umumnya pada malam hari. Efek samping yang sering muncul adalah kulit kering, mengelupas, iritasi, dan lebih peka terhadap matahari. Retinoid oles tidak dianjurkan selama kehamilan, jadi konsultasikan dulu bila Anda hamil atau merencanakannya.
Produk dengan bahan eksfoliasi yang mengangkat sel kulit mati juga sering dipakai. Apa pun produknya, beri waktu 6 sampai 8 minggu sebelum menilai hasil. Menurut AAD, kulit umumnya baru bersih menyeluruh setelah 3 sampai 4 bulan, dan berganti produk setiap minggu bisa mengiritasi kulit.
Menurut NHS, apoteker juga bisa menyarankan produk oles maupun suplemen untuk jerawat. Bila tertarik mencoba vitamin untuk jerawat, diskusikan dulu dengan apoteker atau dokter.
4. Jaga Kelembapan dan Lindungi Kulit dari Matahari
Kulit berjerawat memang cenderung berminyak, tetapi kulit kering adalah kulit yang teriritasi. AAD menyarankan menghindari astringen dan alkohol gosok, lalu memakai pelembap untuk kulit berjerawat setelah mencuci wajah.
Kemenkes menganjurkan pelembap bebas minyak dan tabir surya SPF 30 yang ringan serta nonkomedogenik. Perlindungan ini makin penting saat memakai retinoid karena kulit lebih peka terhadap matahari.
Bolehkah Komedo Dipencet Sendiri?
Sebaiknya tidak. AAD menjelaskan bahwa memencet sering mendorong sebagian isi pori lebih dalam ke kulit, sehingga peradangan bertambah, jerawat tampak lebih jelas, dan terasa lebih nyeri.
Risiko lainnya adalah infeksi dari bakteri di tangan dan bekas yang menetap. Memencet komedo selama perawatan juga bisa memperlambat kulit menjadi bersih, jadi biasakan menjauhkan tangan dari wajah.
Hal yang sama berlaku untuk scrub kasar dan bahan dapur yang ramai dibagikan sebagai penghilang komedo. Bila sebuah bahan membuat kulit perih, kering, atau kemerahan, hentikan karena kulit yang teriritasi lebih mudah berjerawat.
Pilihan Perawatan Komedo di Dokter Kulit
Dokter kulit mengenali jenis jerawat dengan melihat kondisi kulit. Untuk komedo yang banyak atau tidak membaik, pilihan berikut bisa dipertimbangkan:
Ekstraksi komedo. Dokter mengeluarkan komedo hitam dan putih memakai alat steril. Tindakan ini biasanya ditawarkan bila perawatan lain belum berhasil, dan sebaiknya hanya dilakukan dokter terlatih untuk mencegah bekas dan infeksi.
Chemical peeling. Cairan khusus dioleskan untuk mengangkat sel kulit mati dan minyak berlebih yang menyumbat pori. Prosedur ini dikerjakan oleh dokter kulit.
Obat resep. Dokter bisa meresepkan retinoid yang lebih kuat atau menggabungkan beberapa obat oles. Kombinasi ini membantu mengatasi beberapa penyebab jerawat sekaligus.
Laser atau terapi cahaya. Pilihan ini bisa menjadi bagian dari perawatan jerawat ringan sampai sedang. Dokter menilai dulu kesesuaiannya untuk kulit Anda.
Kapan Komedo Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Periksakan ke dokter bila Anda mengalami hal berikut:
Tidak membaik setelah perawatan rutin. Bila belum ada perbaikan setelah 6 sampai 8 minggu, dokter kulit bisa membantu memilih perawatan lain. Sebagian orang memang membutuhkan obat dengan resep.
Benjolan dalam, nyeri, atau berbekas. Benjolan besar di bawah kulit dan bekas berupa cekungan sebaiknya ditangani lebih awal. Pada kulit sawo matang hingga gelap, bekas jerawat juga mudah menjadi bercak gelap.
Tanda infeksi. Kulit yang panas, bengkak, dan merah perlu diperiksakan ke dokter. Kemerahan bisa lebih sulit terlihat pada kulit gelap.
Tanda gangguan hormon. Jerawat yang muncul bersama haid tidak teratur, rambut tumbuh berlebihan, atau berat badan naik perlu dievaluasi. Jerawat berat yang muncul tiba-tiba juga perlu diperiksa, dan dokter bisa meminta tes hormon.
Memengaruhi kesehatan mental. Jerawat bisa memicu cemas, depresi, dan rasa rendah diri. Kondisi ini juga alasan yang wajar untuk mencari bantuan.
Tidak semua bintik di wajah adalah komedo. Salah satu jenis dermatitis, yaitu dermatitis perioral, sering memunculkan bintik mirip jerawat di sekitar mulut, dan folikulitis atau infeksi folikel rambut juga bisa tampak serupa. Bintik putih kecil yang tidak berubah dengan perawatan komedo bisa merupakan kondisi lain, misalnya milia.
Kulit Lebih Bersih Berawal dari Rutinitas yang Konsisten
Komedo hitam dan putih bisa dikendalikan dengan langkah sederhana dan kesabaran. Cuci wajah dengan lembut, pilih produk nonkomedogenik, beri waktu bagi perawatan untuk bekerja, dan serahkan ekstraksi kepada dokter.
Bila jerawat datang bersama tanda gangguan hormon, pemeriksaan kesehatan membantu dokter menemukan penyebabnya. Medical check up rutin juga memberi gambaran kondisi tubuh secara menyeluruh. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.
Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.
Referensi
NHS. Acne.
American Academy of Dermatology. Acne: Diagnosis and Treatment.
American Academy of Dermatology. Pimple Popping: Why Only a Dermatologist Should Do It.
American Academy of Dermatology. 10 Skin Care Habits That Can Worsen Acne.
Sutaria AH, Masood S, Saleh HM, Schlessinger J. Acne Vulgaris. StatPearls, NCBI Bookshelf.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat.
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Cek Produk BPOM.
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apakah komedo hitam disebabkan oleh kotoran?
Tidak. Warna gelap komedo hitam berasal dari oksidasi minyak dan melanin di dalam sumbatan pori, bukan sekadar kotoran. Menggosok wajah terlalu keras justru dapat mengiritasi kulit.
Berapa lama komedo bisa membaik dengan perawatan?
Perbaikan biasanya mulai terlihat setelah 6–8 minggu perawatan rutin. Untuk mendapatkan hasil yang lebih menyeluruh, kulit bisa membutuhkan waktu 3–4 bulan.
Apakah komedo boleh dipencet sendiri?
Sebaiknya tidak. Memencet komedo dapat mendorong sumbatan lebih dalam dan memicu peradangan, infeksi, serta bekas luka. Ekstraksi komedo sebaiknya dilakukan dokter terlatih menggunakan alat steril.
Mengapa komedo muncul kembali setelah dibersihkan?
Membersihkan komedo hanya mengangkat sumbatan yang sudah terbentuk, sedangkan pori dapat tersumbat kembali. Rutinitas perawatan yang konsisten membantu mengendalikan pembentukan komedo baru.
Kapan komedo perlu diperiksakan ke dokter kulit?
Periksakan ke dokter jika komedo tidak membaik setelah 6–8 minggu perawatan, berkembang menjadi benjolan nyeri, atau meninggalkan bekas. Jerawat yang disertai haid tidak teratur juga perlu dievaluasi.
