Bercak putih di punggung tangan yang pelan-pelan melebar. Sisik tebal di siku yang muncul lagi walau sudah dioles krim. Sepetak rambut yang rontok membentuk bulatan. Keluhan seperti ini sering dianggap masalah kulit biasa dan dirawat sendiri berbulan-bulan.
Sebagian keluhan tersebut berasal dari sistem imun yang keliru menyerang kulit, rambut, atau selaput lendir. Penanganannya berbeda dengan iritasi atau infeksi jamur, dan beberapa jenis berkaitan dengan sendi, kelenjar tiroid, atau ginjal.
Artikel ini membahas lima jenis autoimun kulit, ciri pembedanya, pemeriksaan dokter, dan kapan perlu berkonsultasi.
Apa yang Dimaksud dengan Autoimun Kulit?
Autoimun kulit adalah kelompok penyakit yang muncul ketika sistem imun keliru menyerang kulit, rambut, kuku, atau selaput lendir yang sehat. Secara umum, penyakit autoimun bisa mengenai banyak organ, dan pada kelompok ini keluhannya terlihat dari luar.
Sasarannya berbeda pada tiap jenis. Pada psoriasis, sel kulit berganti terlalu cepat. Pada vitiligo, sel pembuat pigmen (melanosit) dirusak, sedangkan pada alopesia areata yang diserang adalah folikel rambut.
NHS menegaskan psoriasis, vitiligo, lupus, dan pemfigus vulgaris tidak menular. Ruam merah pada kulit dan kulit kering bersisik juga bisa dipicu iritasi, alergi, atau infeksi, sehingga polanya perlu dinilai dokter.
Mengapa Sistem Imun Bisa Menyerang Kulit Sendiri?
Penyebab persisnya belum sepenuhnya dipahami. Menurut Kemenkes, pada psoriasis dan lupus, kecenderungan genetik bertemu pemicu dari lingkungan, misalnya:
Stres. Stres bisa memicu kambuhnya psoriasis dan memperberat lupus. Peristiwa yang menekan, seperti persalinan, juga bisa memicu vitiligo.
Infeksi dan obat tertentu. Infeksi virus atau bakteri dan sebagian obat bisa memicu lupus. Pada psoriasis, infeksi seperti strep A dan obat tertentu termasuk pemicu kekambuhan.
Sinar matahari. Paparan matahari termasuk pemicu lupus. Ruam khasnya sering muncul setelah berada di bawah terik.
Luka pada kulit. Goresan, garukan, atau kulit terbakar matahari bisa memicu kekambuhan psoriasis dan munculnya vitiligo. Pada vitiligo, peristiwa ini disebut respons Koebner.
Faktor yang Membuat Seseorang Lebih Rentan
Riwayat keluarga meningkatkan risiko psoriasis dan vitiligo nonsegmental. Risiko vitiligo juga naik bila seseorang atau keluarganya memiliki penyakit autoimun lain. Dari sisi jenis kelamin dan usia, lupus lebih sering dialami perempuan, sedangkan psoriasis sering mulai pada usia 15 sampai 25 atau 50 sampai 60 tahun.
Jenis Autoimun Kulit dan Ciri Gejalanya
1. Psoriasis, Bercak Tebal dengan Sisik Keperakan
Bercak psoriasis berwarna merah, tebal, dan tertutup sisik putih keperakan. Menurut NHS, ukurannya umumnya 1 sampai 2 cm, terasa gatal atau perih, dan sering muncul di kepala, siku, lutut, serta punggung. Pada kulit cokelat, bercak bisa tampak keabuan, dan kuku bisa berlubang kecil. Masa kambuh dan mereda yang bergantian menjadi ciri penyakit kulit psoriasis.
2. Vitiligo, Bercak Putih yang Bisa Meluas
Vitiligo menimbulkan bercak putih pucat karena kulit kekurangan melanin, pigmen pemberi warna kulit. Bercak sering muncul di wajah, leher, tangan, dan lipatan kulit. Rambut di area itu bisa ikut memutih. Sekitar 9 dari 10 penderita mengalami tipe nonsegmental dengan bercak simetris di kedua sisi tubuh. Luas penyebarannya sulit diperkirakan. Penyebab vitiligo berkaitan dengan genetik dan pemicu seperti stres atau kulit yang terluka.
3. Lupus dengan Ruam di Pipi dan Hidung
Lupus adalah peradangan kronis yang bisa mengenai sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru. Tanda kulit yang khas berupa ruam berbentuk sayap kupu-kupu di pipi dan batang hidung (malar rash) yang sering muncul setelah terkena matahari, walau tidak semua penderita mengalaminya. Rambut rontok, luka di mulut, nyeri sendi, dan lelah berat juga bisa menyertai penyakit lupus.
4. Pemfigus Vulgaris, Lepuh yang Mudah Pecah
Pemfigus vulgaris adalah penyakit autoimun langka yang ditandai lepuh kendur dan luka lecet (erosi) di kulit dan selaput lendir. Lepuhnya mudah pecah dan meninggalkan luka yang sangat perih. Bagian dalam mulut dan tenggorokan sering terkena lebih dulu, lalu pada banyak penderita lepuh kulit menyusul beberapa bulan kemudian. Luka di mulut ini bisa menyerupai sariawan, tetapi tidak kunjung hilang atau terus kambuh.
5. Alopesia Areata, Rambut Rontok Membentuk Bulatan
Pada alopesia areata, sistem imun menyerang folikel rambut sehingga muncul area botak berbentuk bulat atau lonjong dengan batas tegas. Selain kulit kepala, alis, bulu mata, dan janggut juga bisa terkena. DermNet mencatat risiko seumur hidupnya sekitar 2%, dan rambut bisa tumbuh kembali dengan sendirinya walau kekambuhan juga sering terjadi. Pola bulatan ini membantu dokter membedakannya dari rambut rontok parah karena sebab lain.
Membandingkan Ciri Kelima Jenis Autoimun Kulit
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Saat Kulit Memberi Petunjuk tentang Organ Lain
Beberapa jenis berkaitan dengan organ lain, sehingga dokter ikut menanyakan keluhan di luar kulit:
Sendi. Sebagian penderita psoriasis mengalami artritis psoriatik, yaitu radang sendi dengan nyeri, kaku, dan bengkak. NHS menyarankan pemeriksaan bila keluhan sendi ini terus kembali.
Ginjal dan organ dalam. Lupus yang tidak diobati bisa merusak ginjal, jantung, paru, dan otak. Gangguan ginjal akibat lupus, atau lupus nefritis, dipantau lewat tes urine berkala.
Kelenjar tiroid. Vitiligo dikaitkan dengan penyakit autoimun lain seperti hipertiroid, walau tidak semua penderita mengalaminya. Penyakit tiroid juga lebih sering ditemukan pada penderita alopesia areata.
Infeksi pada luka. Lepuh pemfigus vulgaris yang terinfeksi bisa menimbulkan masalah serius seperti sepsis. Nyeri saat makan dan minum juga bisa membuat berat badan turun.
Kesehatan mental. Masalah rasa percaya diri umum pada penderita vitiligo. Angka depresi dan kecemasan juga lebih tinggi pada alopesia areata.
Kapan Keluhan Kulit Perlu Diperiksakan ke Dokter Spesialis?
Segera ke IGD bila kulit mendadak memerah lalu muncul bintil putih berisi nanah yang saling menyatu, apalagi disertai demam atau jantung berdebar. Pada penderita psoriasis, NHS menyebut tanda ini bisa mengarah ke kondisi serius atau infeksi. Lepuh yang sangat nyeri, terasa panas, atau mengeluarkan nanah kuning atau hijau juga perlu segera diperiksa.
Jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis kulit bila Anda melihat bercak bersisik yang menetap atau tidak membaik dengan perawatan, atau lepuh dan luka di mulut maupun kulit yang tidak kunjung hilang. Ruam wajah setelah terkena matahari yang disertai nyeri sendi atau lelah berkepanjangan juga perlu dinilai. Bercak putih baru dan kebotakan berbentuk bulatan sebaiknya diperiksakan agar dokter bisa membedakannya dari panu atau kerontokan biasa.
Pemeriksaan untuk Memastikan Jenis Autoimun Kulit
Setelah tanya jawab dan pemeriksaan kulit menyeluruh, termasuk kulit kepala dan kuku, dokter bisa memilih pemeriksaan berikut:
Lampu Wood. Sinar ultraviolet di ruangan gelap membuat bercak vitiligo lebih jelas. Hasilnya membantu membedakan vitiligo dari panu (pitiriasis versikolor).
Trikoskopi. Rambut dan kulit kepala diamati dengan alat pembesar (dermoskop) pada dugaan alopesia areata. Bila hasilnya masih meragukan, dokter bisa melanjutkan dengan biopsi.
Biopsi kulit. Sedikit jaringan kulit diperiksa di bawah mikroskop (histopatologi). Jurnal PERDOSKI menyebut pemeriksaan ini membantu menegakkan diagnosis pemfigus vulgaris.
Tes darah dan urine. Pada dugaan lupus, dokter menilai sel darah, fungsi organ, dan antibodi seperti antinuclear antibody (ANA) lewat pemeriksaan imunologi. Penderita vitiligo juga bisa diminta tes fungsi tiroid.
Pengobatan Berfokus Meredam Reaksi Imun
Kelima jenis ini umumnya belum bisa disembuhkan tuntas, tetapi gejalanya bisa dikendalikan. Pilihan pengobatan disesuaikan dengan jenis dan luas keluhan:
Obat oles. Kortikosteroid topikal meredakan peradangan psoriasis dan bisa mengembalikan sebagian warna kulit pada vitiligo. Pemakaian jangka panjang perlu diawasi dokter karena bisa menipiskan kulit.
Terapi sinar. Sinar UVB dengan dosis terkontrol (fototerapi) membantu meredakan peradangan psoriasis. Menurut NHS, terapi ini dipertimbangkan bila psoriasis lebih berat.
Obat yang menekan sistem imun. Untuk kasus luas atau berat, dokter bisa memberi kortikosteroid minum, imunosupresan, atau obat biologis. Pada pemfigus vulgaris, pengobatan bisa berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Penanganan per jenis. Golongan obat antimalaria membantu keluhan kulit dan sendi pada lupus. Pada alopesia areata, dokter bisa memberi suntikan kortikosteroid di area botak.
Langkah Sehari-hari agar Kulit Lebih Jarang Kambuh
Lindungi kulit dari matahari dengan tabir surya ber-SPF tinggi, khususnya pada bercak vitiligo. NHS menyarankan penderita lupus memakai SPF minimal 50 dan topi saat di bawah terik. Kelola stres lewat relaksasi, olahraga, dan dukungan orang terdekat, karena stres termasuk pemicu kambuhnya psoriasis dan lupus.
Hindari menggaruk atau melukai kulit, dan jaga luka tetap bersih untuk menurunkan risiko infeksi. Berhenti merokok dan batasi alkohol, sebab keduanya termasuk pemicu kambuhnya psoriasis dan merokok memperburuk lupus.
Rawat Kulit dengan Tenang dan Libatkan Dokter Sejak Awal
Bercak, lepuh, atau kebotakan dengan pola tidak biasa layak diperiksakan, karena tiap jenis ditangani dengan cara berbeda. NHS mencatat lupus lebih mudah dikelola bila ditemukan dan diobati lebih awal. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila Anda punya pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan atau medical check up berkala, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Psoriasis
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Lupus
Astarina A, Nababan KA — Klinikopatologi Pemfigus Vulgaris dan Pengukuran Aktivitas Penyakit Pemphigus dengan Pemphigus Disease Area Index
NHS — Psoriasis
NHS — Vitiligo
NHS — Lupus
NHS — Pemphigus vulgaris
Oakley A, Bell H, DermNet — Alopecia areata
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa saja jenis penyakit autoimun kulit?
Lima jenis autoimun kulit yang dibahas adalah psoriasis, vitiligo, lupus dengan ruam kulit, pemfigus vulgaris, dan alopesia areata. Masing-masing menyerang bagian berbeda, seperti sel kulit, sel pigmen, atau folikel rambut.
Apakah autoimun kulit menular?
Tidak. NHS menegaskan bahwa psoriasis, vitiligo, lupus, dan pemfigus vulgaris tidak menular dari satu orang ke orang lain.
Apakah autoimun kulit bisa sembuh total?
Sebagian besar penyakit autoimun kulit belum bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikendalikan melalui pengobatan sesuai jenis dan tingkat keparahan. Pada alopesia areata, rambut juga bisa tumbuh kembali dengan sendirinya.
Bagaimana membedakan vitiligo dengan panu?
Panu disebabkan oleh infeksi jamur, sedangkan vitiligo terjadi ketika sel pembuat pigmen kulit mengalami kerusakan. Dokter dapat menggunakan lampu Wood untuk membantu membedakan kedua kondisi tersebut.
Apakah stres bisa membuat autoimun kulit kambuh?
Bisa. Stres dapat memicu kekambuhan psoriasis dan memperberat gejala lupus. Mengelola stres melalui relaksasi, olahraga, dan dukungan orang terdekat dapat menjadi bagian dari perawatan.
