Ketika bayi lahir, biasanya orang tua akan memperhatikan setiap detail tubuh si kecil, termasuk dari bentuk kaki pada saat digendong ataupun diganti pakaiannya. Jika telapak kakinya tampak mengarah ke dalam dan ke bawah, tentu hal ini dapat memicu kekhawatiran karena dapat berhubungan dengan kondisi kaki pengkor.
Kelainan bawaan ini pun membutuhkan penanganan medis sejak dini agar anak bisa berdiri dan berjalan dengan lebih baik saat tumbuh lebih besar nanti. Lantas, apa saja tandanya? Bagaimana cara pencegahannya? Simak selengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Kaki Pengkor?
Kaki pengkor atau clubfoot, biasanya dikenal secara medis sebagai Congenital Talipes Equinovarus (CTEV), merupakan kelainan bentuk kaki yang sudah ada sejak lahir. Biasanya, pada kondisi seperti ini, kaki akan berputar ke dalam dan mengarah ke bawah. Kelainan ini sendiri bisa terjadi pada satu kaki maupun keduanya.
clubfoot bukan hanya sekadar posisi kaki yang terlihat miring. Tulang, sendi, otot, dan tendon, jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang juga biasanya berkembang dengan posisi yang tidak normal.
Tendon Achilles di belakang pergelangan kaki bisa saja menjadi lebih pendek ataupun kaku sehingga kaki sangat sulit digerakkan ke posisi normalnya. Kondisi ini juga berbeda dari kaki yang hanya tertekuk akibat salah posisi bayi selama berada di dalam kandungan.
Kelainan dari posisi yang fleksibel kadang-kadang membaik dengan sendirinya. Namun, untuk clubfoot sejati biasanya akan kaku dan memerlukan penanganan khusus agar bisa kembali normal. Pemeriksaan dokter pun penting untuk membedakan kondisinya.
Gejala dan Tanda Kaki Pengkor
Tanda clubfoot biasanya terlihat sejak bayi lahir. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit pada bayi, perubahan bentuk kaki pun bisa menjadi petunjuk utama bagi orang tua. Gejala yang bisa Anda perhatikan meliputi.
Telapak kakinya mengarah ke dalam dan ke bawah.
Kaki bisa tampak melengkung atau berputar dengan posisi yang tidak biasa.
Kakinya terasa kaku saat digerakkan secara lembut.
Betis pada sisi yang terdampak biasanya bisa terlihat lebih kecil.
Kaki yang terdampak juga bisa sedikit lebih pendek dibandingkan kaki lainnya.
Pada sebagian bayi, clubfoot akan terdeteksi melalui pemeriksaan ultrasonografi selama kehamilan. Tapi, dokter nantinya tetap perlu memeriksa kondisi dari si bayi setelah lahir untuk bisa memastikan diagnosis dan juga menentukan penanganan yang sesuai.
Penyebab dan Faktor Risiko Kaki Pengkor
Sayangnya, penyebab pasti clubfoot belum sepenuhnya diketahui. Para ahli menduga kondisi ini berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan juga lingkungan selama perkembangan janin. Kaki pengkor juga bukan berarti orang tua melakukan kesalahan dalam merawat bayi.
Berikut beberapa faktor yang bisa umumnya berkaitan dengan risiko clubfoot.
Riwayat keluarga: Risiko dapat meningkat jika orang tua ataupun saudara kandung telah memiliki kondisi serupa.
Jenis kelamin: Clubfoot biasanya lebih sering terjadi pada bayi laki-laki.
Kondisi medis tertentu: Biasanya sebagian kasus berkaitan dengan gangguan lain, yang seperti penyakit spina bifida, yaitu kelainan perkembangan tulang belakang dan juga sistem saraf.
Masalah ini juga bisa saja terjadi pada bayi tanpa riwayat keluarga ataupun kondisi medis lain. Maka dari itu, penyebabnya ini tidak bisa dipastikan begitu saja hanya berdasarkan riwayat kehamilan ataupun keluarga.
Diagnosis dan Pemeriksaan Kaki Pengkor
Diagnosis biasanya harus dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter. Nantinya dokter akan mengamati bentuk kaki, menilai kelenturan dan juga posisi pergelangan kaki, serta akan memeriksa tungkai dan juga bagian tubuh lain untuk bisa mengetahui apakah masih terdapat kondisi yang menyertai.
Pada situasi tertentu, dokter bisa saja menyarankan pemeriksaan pencitraan, seperti ultrasonografi ataupun rontgen, sesuai usia dan juga kebutuhan klinis dari anak. Namun, tidak semua bayi membutuhkan pemeriksaan ini karena bentuk kaki sering kali sudah cukup jelas untuk bisa dinilai melalui pemeriksaan fisik.
Untuk bisa memantau kesehatan anak secara umum, orang tua juga dapat mempertimbangkan layanan pemeriksaan tumbuh kembang anak di Bumame. Tujuannya untuk membantu mengevaluasi aspek pertumbuhan dan perkembangan si kecil, tapi tetap tidak bisa menggantikan pemeriksaan oleh dokter ortopedi.
Apakah Kaki Pengkor Bisa Disembuhkan?
Kaki pengkor bisa ditangani dengan hasil yang baik pada banyak anak, apalagi jika terapi dimulai sejak dini dan juga dijalankan sampai tuntas. Tujuan dari penanganannya adalah untuk memperbaiki posisi kaki agar nyaman digunakan untuk berdiri, berjalan, dan juga beraktivitas.
Metode Ponseti sebagai Penanganan Utama
Hasil penanganan pada setiap anak bisa saja berbeda tergantung pada tingkat kelainan, kondisi yang menyertai, dan juga kepatuhan terhadap terapi. Nah, salah satu pendekatan yang umum digunakan untuk mengatasi clubfoot adalah metode ponseti.
Prosedur ini akan dilakukan secara bertahap oleh tenaga kesehatan terlatih, dengan tahapan-tahapan sebagai berikut.
Peregangan dan pemasangan gips: Biasanya dokter akan menggerakkan kaki secara perlahan ke arah yang lebih tepat, lalu memasang gips untuk bisa mempertahankan posisi tersebut. Gips ini akan diganti secara berkala selama beberapa minggu.
Tindakan pada tendon Achilles bila perlu: Sebagian besar bayi tetap membutuhkan prosedur kecil untuk membantu melepaskan kekakuan tendon Achilles. Keputusan ini nantinya akan ditentukan oleh dokter sesuai kondisi kaki si kecil.
Penggunaan sepatu khusus dan penyangga: Setelah posisi kaki terkoreksi, maka bayi perlu memakai sepatu yang bisa terhubung dengan batang penyangga untuk tetap mempertahankan hasil terapi.
Tahap penggunaan penyangga ini sangat-sangat penting. Jika pemakaiannya dihentikan terlalu cepat atau tidak mengikuti jadwal yang dokter anjurkan, maka bisa saja kelainan kaki pengkor akan muncul kembali. Maka dari itu, orang tua tetap perlu mengikuti petunjuk dokter dan juga jadwal kontrol.
Apakah Operasi Selalu Diperlukan?
Tidak selalu. Sudah ada banyak kasus yang bisa ditangani tanpa operasi besar melalui metode Ponseti. Tapi, prosedur kecil pada tendon Achilles cukup sering menjadi bagian dari rangkaian terapi. Jadi, pada kasus tertentu yang berat ataupun berulang, dokter bisa saja mempertimbangkan tindakan tambahan.
Pastikan para orang tua sebaiknya tidak mencoba meluruskan kaki anak secara paksa, memijat keras, ataupun sampai menggunakan alat koreksi tanpa adanya arahan tenaga medis. Karena tindakan ini tidak bisa menyembuhkan atau menggantikan terapi yang teruji, bahkan bisa berpotensi mencederai jaringan bayi.
Cara Membantu Mencegah Kekambuhan
Kaki pengkor bawaan tidak selalu bisa dicegah karena adanya penyebab yang belum diketahui secara pasti. Namun, orang tua bisa membantu mempertahankan hasil pengobatannya dengan cara menjalankan rencana terapi secara konsisten. Berikut cara yang dapat Anda coba.
Ikuti jadwal penggantian gips dan kontrol sesuai anjuran dokter.
Pastikan juga sepatu penyangga dipakai selama durasi yang sudah ditentukan.
Memeriksa kulit kaki secara berkala untuk bisa melihat tanda iritasi ataupun luka akibat gips ataupun penyangga.
Menghubungi tenaga medis jika memang gips terasa terlalu ketat, bergeser, basah, ataupun menimbulkan masalah.
Tidak serta merta menghentikan penggunaan penyangga tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Pemantauan ini tetap perlu setelah posisi kaki terlihat membaik karena kekambuhan bisa saja terjadi selama masa pertumbuhan. Jika bentuk kaki memang kembali berubah, maka dokter bisa mengevaluasi apakah terapi lanjutan diperlukan.
Baca Juga: Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak Plus: Deteksi Dini & Proteksi Masa Emas Si Kecil
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segeralah diskusikan kondisi dengan dokter anak jika memang telapak kaki tampak berputar ke dalam maupun ke bawah sejak lahir. Jika memang ada dugaan kaki pengkor, minta rujukan ke dokter ortopedi anak agar bisa mendapat pemeriksaan dan terapi sedini mungkin.
Bayi yang sudah menjalani terapi juga masih tetap perlu diperiksa kembali jika memang kaki mulai berputar, gerakannya tampak semakin terbatas, ataupun penyangganya menyebabkan luka dan iritasi. Apalagi jika jari kaki terlihat pucat ataupun kebiruan, terasa dingin, atau sampai membengkak saat menggunakan gips.
Bila ingin memantau kesehatan sejak masa kehamilan, Anda pun bisa mempertimbangkan pemeriksaan Paket Kehamilan Trimester II. Namun, perlu Anda ingat, ini bukan pemeriksaan khusus untuk bisa mendiagnosis clubfoot. Penilaian bentuk kaki dan penentuan terapi tetap perlu dilakukan oleh dokter ortopedi.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
World Health Organization Regional Office for Europe — Understanding Clubfoot and Its Treatment
National Health Service — Club Foot
American Academy of Orthopaedic Surgeons, OrthoInfo — Clubfoot
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Congenital Talipes Equinovarus (CTEV)
Mayo Clinic — Clubfoot
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Apakah kaki pengkor bisa sembuh tanpa pengobatan?
Kaki pengkor umumnya tidak membaik hanya dengan pertumbuhan. Penanganan medis diperlukan untuk memperbaiki posisi kaki dan membantu anak beraktivitas dengan baik.
Bagaimana cara menyembuhkan kaki pengkor pada bayi?
Metode Ponseti merupakan pilihan penanganan utama yang meliputi peregangan lembut, pemasangan gips bertahap, tindakan pada tendon Achilles jika diperlukan, serta penggunaan sepatu khusus dan penyangga.
Apakah anak dengan kaki pengkor bisa berjalan normal?
Banyak anak yang mendapat penanganan tepat dapat berjalan, memakai sepatu biasa, dan mengikuti berbagai aktivitas. Hasilnya dapat berbeda, sehingga pemantauan jangka panjang tetap penting.
Apakah kaki pengkor bisa kambuh setelah diterapi?
Ya, kaki pengkor dapat kambuh, terutama jika penggunaan penyangga tidak sesuai anjuran dokter. Kontrol rutin membantu mendeteksi perubahan dan menentukan kebutuhan terapi lanjutan.
Kapan bayi dengan kaki pengkor harus diperiksa dokter?
Periksakan bayi jika telapak kaki tampak berputar ke dalam atau ke bawah sejak lahir. Segera cari bantuan medis jika jari kaki pucat, kebiruan, dingin, atau membengkak saat memakai gips.
