Hujan deras di akhir bulan atau lapar tengah malam setelah lembur sering berakhir dengan sebungkus mie instan. Harganya murah, memasaknya cepat, dan rasanya akrab sejak kecil. Satu mangkuk pun jarang berisi mie saja, karena telur, sosis, atau nasi kerap ikut menemani.
Tambahan inilah yang membuat kalori sekali makan naik tanpa terasa, sementara bumbunya menyumbang garam yang cukup besar. Mengetahui angkanya membantu Anda menikmati mie instan dengan porsi yang lebih terukur.
Artikel ini membahas kalori mie instan per bungkus, beda mie kuah dan mie goreng, tambahan dari topping, seberapa sering sebaiknya dimakan, dan cara memasak yang lebih ringan.
Berapa Kalori Sebungkus Mie Instan Menurut Label?
Peneliti IPB University menganalisis label gizi 318 produk mie instan yang beredar di Indonesia. Rata-rata energinya 436 kkal untuk mie kuah dan 444 kkal untuk mie goreng per 100 gram. Nilai tiap produk cukup beragam, jadi angka di kemasan Anda tetap menjadi patokan utama.
Kalori per bungkus bergantung pada berat bersihnya. Kalikan energi per 100 gram dengan berat bersih, lalu bagi 100. Contohnya, kemasan 80 gram dengan 440 kkal per 100 gram berisi sekitar 350 kkal. Angka di label dihitung untuk satu takaran saji, jadi cocokkan dulu takaran saji dengan isi satu bungkus.
Sebagai gambaran, Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 menetapkan kebutuhan energi 2.250 kkal per hari bagi perempuan dan 2.650 kkal bagi laki-laki usia 19 sampai 29 tahun. Sebungkus mie 350 kkal mengisi kira-kira 13 sampai 16 persen kebutuhan itu. Angka pribadi Anda bisa berbeda, dan panduan kebutuhan kalori harian membantu memperkirakannya.
Per 100 gram, label rata-rata mencantumkan karbohidrat 60 sampai 62 gram, lemak sekitar 17,6 gram, protein sekitar 9 gram, dan serat sekitar 5,5 gram. Energinya sebagian besar datang dari karbohidrat dan lemak.
Mie Kuah dan Mie Goreng Berbeda di Garam dan Gula
Kalori mie kuah dan mie goreng hampir sama. Perbedaannya ada pada natrium dan gula. Natrium adalah mineral yang sumber utamanya garam dapur dan bumbu. Berikut perbandingannya menurut label:
Natrium lebih tinggi pada mie kuah. Rata-rata 1.628 mg per 100 gram, setara 109 persen AKG natrium orang dewasa yang besarnya 1.500 mg per hari. Bumbu larut dalam kuah, sehingga produsen memakai lebih banyak garam agar rasanya tetap terasa.
Mie goreng tetap tinggi natrium. Rata-rata 1.100 mg per 100 gram atau sekitar 73 persen AKG natrium, masih besar untuk sekali makan.
Gula lebih tinggi pada mie goreng. Rata-rata 6,5 gram per 100 gram, dibanding 4,1 gram pada mie kuah, karena ada kecap manis dalam kemasannya.
Lemak keduanya setara. Keduanya digoreng saat produksi untuk mengeringkan adonan, dengan lemak sekitar 17,6 gram per 100 gram, belum termasuk minyak bumbu.
Kemenkes menetapkan batas konsumsi per orang per hari sebesar 50 gram gula (4 sendok makan), 2.000 mg natrium (1 sendok teh), dan 67 gram lemak (5 sendok makan). Melewati batas ini meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi, stroke, diabetes, dan serangan jantung. WHO juga menganjurkan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2.000 mg natrium atau 5 gram garam per hari.
Pada contoh kemasan 80 gram, mie kuah menyumbang sekitar 1.300 mg natrium atau kira-kira dua pertiga batas harian, sedangkan mie goreng sekitar 880 mg. Bila berlangsung lama, kebiasaan ini menambah dampak gula dan garam bagi kesehatan, terutama naiknya tekanan darah.
Berapa Kalori yang Ditambah Telur, Kornet, dan Nasi?
Kalori semangkuk mie instan bisa naik jauh dari angka di label, tergantung tambahannya. Daftar bahan makanan penukar dalam Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes memberi perkiraan berikut.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Telur ceplok atau dadar membawa tambahan minyak goreng. Kornet dan sosis masuk golongan lauk tinggi lemak, dengan 13 gram lemak per takaran. Mie goreng 80 gram ditambah satu telur rebus dan ¾ gelas nasi sudah mencapai sekitar 600 kkal.
Hitungan kalori mie ayam gerobak berbeda lagi karena ada minyak ayam dan potongan daging di atasnya.
Apakah Mie Instan Membuat Berat Badan Naik?
Berat badan bergantung pada keseimbangan kalori sepanjang hari. Menurut NHS, berat badan cenderung naik bila Anda makan dan minum lebih banyak kalori daripada yang dipakai tubuh. Pedoman Gizi Seimbang juga mencatat bahwa kelebihan gizi timbul dari makanan kaya energi, lemak jenuh, gula, dan garam, ditambah kurangnya sayur, buah, dan aktivitas fisik. Bila berlangsung lama, kondisi ini bisa berujung pada obesitas.
Seberapa Sering Mie Instan Boleh Dimakan?
Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes tidak menetapkan jumlah bungkus mie instan per minggu. Patokannya adalah batas gula, garam, dan lemak dari seluruh makanan dalam sehari, jadi frekuensi yang aman bergantung pada menu Anda yang lain.
Studi pada 3.397 mahasiswa usia 18 sampai 29 tahun di Seoul, Korea Selatan, menemukan bahwa makan mie instan tiga kali seminggu atau lebih berkaitan dengan peluang hipertrigliseridemia sekitar 2,6 kali dibanding yang makan sebulan sekali atau lebih jarang. Hipertrigliseridemia adalah tingginya kadar trigliserida, salah satu jenis lemak darah. Pada mahasiswi, tekanan darah diastolik atau angka bawah tensi juga lebih tinggi pada kelompok yang lebih sering makan mie instan.
Studi potong lintang ini belum membuktikan sebab-akibat. Penulisnya menyimpulkan bahwa konsumsi yang sering mungkin berkaitan dengan naiknya faktor risiko penyakit jantung dan metabolik. Langkah yang wajar adalah menjadikan mie instan menu sesekali dan mengisi sisa hari dengan makanan segar yang minim olahan, sesuai anjuran WHO untuk menekan natrium.
Cara Membuat Semangkuk Mie Instan Lebih Ringan
Beberapa kebiasaan kecil saat memasak bisa memangkas kalori, garam, dan lemak:
Pakai sebagian bumbu. Sebagian produk bahkan menyarankan di labelnya agar jumlah bumbu disesuaikan untuk mengatur kadar garam. Mulailah dari setengah bungkus, lalu perkaya rasa dengan bawang merah, bawang putih, atau jahe.
Sisakan kuahnya. Garam dari bumbu larut ke dalam kuah, sehingga tidak menghabiskan kuah ikut mengurangi natrium yang masuk.
Kurangi minyak bumbu. Konsumen umumnya menuang minyak bumbu untuk menambah cita rasa, padahal mie sudah membawa sekitar 17,6 gram lemak per 100 gram dari proses produksinya.
Tambahkan sayur. Segelas sawi, kol, atau tauge matang hanya sekitar 25 kkal. Pedoman Gizi Seimbang menganjurkan orang dewasa makan 400 sampai 600 gram sayur dan buah per hari, sekitar dua pertiganya sayur.
Pilih lauk yang tidak digoreng. Telur rebus atau tahu memberi protein dengan 75 sampai 80 kkal per takaran, kira-kira separuh energi kornet atau sosis. Lauk ini membantu memenuhi kebutuhan protein harian.
Hindari dobel karbohidrat. Pedoman Gizi Seimbang menempatkan mie dalam kelompok makanan pokok bersama nasi, dengan 1 gelas mie kering (50 gram) setara satu porsi nasi.
Bandingkan label sebelum membeli. Logo "Pilihan Lebih Sehat" dari BPOM hanya boleh dipasang pada mie instan dengan lemak total tidak lebih dari 20 gram dan natrium tidak lebih dari 900 mg per 100 gram. Dari 412 produk yang dikumpulkan peneliti IPB, baru 13 yang memakainya. Produk ini dikeringkan dengan oven tanpa digoreng.
Siapa yang Perlu Lebih Membatasi Mie Instan?
Sebagian orang perlu lebih cermat karena batas natrium, lemak, atau karbohidratnya lebih ketat:
Penderita hipertensi. Efek utama natrium berlebih adalah naiknya tekanan darah. Panduan diet rendah garam yang dimuat Kemenkes membatasi natrium 1.000 sampai 1.200 mg per hari untuk hipertensi ringan, lebih kecil dari natrium dalam 100 gram mie kuah. Mengurangi garam termasuk cara menurunkan darah tinggi sehari-hari.
Orang dengan penyakit ginjal atau jantung. WHO mengaitkan natrium berlebih dengan penyakit kardiovaskular dan penyakit ginjal. Tanyakan batas natrium pribadi ke dokter, dan terapkan kebiasaan menjaga kesehatan ginjal sehari-hari.
Orang dengan trigliserida tinggi atau diabetes. Mie instan sebagian besar berisi karbohidrat dan lemak, jadi porsinya perlu dihitung bersama nasi dan makanan pokok lain dalam sehari.
Anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Sebagian produk mencantumkan peringatan bahwa pemanis buatannya tidak disarankan untuk anak di bawah lima tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui. Baca bagian peringatan di kemasan.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter atau Ahli Gizi?
Bicarakan pola makan Anda dengan dokter atau ahli gizi bila tekanan darah sering tinggi saat dicek, berat badan terus naik meski porsi sudah dikurangi, atau Anda sudah memiliki hipertensi, diabetes, maupun penyakit ginjal. Dokter bisa membantu menentukan target kalori dan natrium yang sesuai.
Pemeriksaan kesehatan atau medical check up membantu dokter melihat tekanan darah, gula darah, kolesterol, trigliserida, dan fungsi ginjal secara menyeluruh sebagai dasar menyusun pola makan.
Mie Instan Tetap Bisa Dinikmati dengan Porsi yang Terukur
Label mie instan rata-rata mencantumkan 436 sampai 444 kkal per 100 gram dengan natrium yang cukup tinggi. Tambahan nasi, minyak, dan lauk bisa menaikkan kalori sekali makan hingga ratusan kkal. Dengan bumbu secukupnya, kuah yang disisakan, serta tambahan sayur dan protein, mie instan bisa menjadi menu sesekali yang lebih seimbang.
Bila mie instan sering dipilih karena hemat, ide menu sehat dengan anggaran terbatas bisa menjadi variasi. Untuk berdiskusi soal pemeriksaan kesehatan dan pola makan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Wibowo L, Andarwulan N, Indrasti D — Kajian Implementasi Informasi "Pilihan Lebih Sehat" Label Kemasan Mi Instan di Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Cara Membaca Label Gizi Pada Kemasan, Jangan Mudah Percaya Klaim.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Mengenal Diet Rendah Garam.
World Health Organization — Sodium Reduction.
Huh IS, Kim H, Jo HK, et al. — Instant Noodle Consumption Is Associated with Cardiometabolic Risk Factors among College Students in Seoul.
NHS — Understanding Calories.
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
Frequently Asked Question
Berapa kalori satu bungkus mie instan?
Kalori bergantung pada berat bersih kemasan. Rata-rata, mie kuah mengandung 436 kkal dan mie goreng 444 kkal per 100 gram. Kemasan 80 gram mengandung sekitar 350 kkal.
Mana yang lebih tinggi kalori, mie kuah atau mie goreng?
Kalori mie kuah dan mie goreng hampir sama. Mie kuah rata-rata lebih tinggi natrium, sedangkan mie goreng memiliki kandungan gula lebih tinggi karena kecap manis dalam bumbunya.
Berapa kalori mie instan pakai telur?
Satu butir telur ayam menambah sekitar 75 kkal. Jika mie instan 80 gram mengandung sekitar 350 kkal, penambahan telur rebus membuat totalnya menjadi sekitar 425 kkal.
Apakah makan mie instan bikin gemuk?
Berat badan cenderung naik ketika kalori yang dikonsumsi terus-menerus melebihi energi yang digunakan tubuh. Tambahan nasi, minyak, dan lauk berlemak dapat meningkatkan total kalori dalam satu kali makan.
Berapa kali seminggu boleh makan mie instan?
Pedoman Gizi Seimbang tidak menetapkan jumlah bungkus mie instan per minggu. Frekuensinya perlu mempertimbangkan total asupan harian, terutama natrium maksimal 2.000 mg, gula 50 gram, dan lemak 67 gram. Sebaiknya jadikan mie instan menu sesekali dan variasikan dengan makanan segar.
