Sering Lelah, Mudah Kedinginan, dan Berat Badan Naik? Bisa Jadi Gejala Hipotiroid.
Merasa mudah lelah setelah beraktivitas memang merupakan hal yang wajar. Namun, jika rasa lelah tidak kunjung membaik meski sudah cukup beristirahat, disertai berat badan yang meningkat tanpa sebab yang jelas, kulit menjadi kering, atau sering merasa kedinginan, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Keluhan tersebut dapat menjadi tanda hipotiroid.
Hipotiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Padahal, hormon ini berperan penting dalam mengatur metabolisme, suhu tubuh, detak jantung, hingga penggunaan energi oleh tubuh.
Menurut World Health Organization (WHO), gangguan akibat kekurangan hormon tiroid masih menjadi masalah kesehatan di berbagai negara, terutama yang berkaitan dengan kekurangan yodium. Deteksi dan penanganan sejak dini penting untuk mencegah komplikasi serta menjaga kualitas hidup penderita.[1]
Lalu, apa saja gejala hipotiroid yang perlu dikenali?
Apa Itu Hipotiroid?
Gejala hipotiroid atau hipotiroidisme adalah kondisi ketika kelenjar tiroid tidak mampu menghasilkan hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh.
Akibatnya, proses metabolisme menjadi lebih lambat sehingga berbagai fungsi tubuh ikut terganggu.
Hipotiroid dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada wanita, terutama yang berusia di atas 60 tahun.
Penyebab Hipotiroid
Hipotiroid dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, antara lain:
Penyakit autoimun, seperti hashimoto thyroiditis.
Kekurangan yodium.
Operasi pengangkatan kelenjar tiroid.
Terapi radiasi pada leher.
Efek samping obat tertentu.
Gangguan pada kelenjar hipofisis (jarang terjadi).
Dokter akan menentukan penyebab hipotiroid melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.
9 Gejala Hipotiroid yang Sering Dianggap Kelelahan Biasa
1.Mudah Lelah
Keluhan yang paling sering dialami penderita hipotiroid adalah tubuh terasa lemas dan cepat lelah meskipun aktivitas tidak terlalu berat.
Rasa lelah biasanya tidak membaik hanya dengan tidur atau beristirahat.
2.Berat Badan Naik
Metabolisme tubuh yang melambat membuat berat badan dapat meningkat meskipun pola makan tidak banyak berubah.
Kenaikan berat badan umumnya terjadi secara bertahap.
3.Sering Merasa Kedinginan
Penderita hipotiroid lebih sensitif terhadap suhu dingin karena tubuh menghasilkan energi dan panas lebih sedikit.
4.Kulit Menjadi Kering
Kulit dapat terasa lebih kasar, kering, dan mudah pecah-pecah akibat menurunnya aktivitas metabolisme.
5.Rambut Rontok
Hipotiroid dapat memengaruhi pertumbuhan rambut sehingga rambut menjadi lebih tipis, mudah patah, atau rontok.
6.Sembelit
Proses pencernaan yang melambat menyebabkan penderita lebih sering mengalami konstipasi atau sembelit.
7.Detak Jantung Lebih Lambat
Sebagian penderita mengalami penurunan denyut jantung sehingga tubuh terasa lebih lemas saat beraktivitas.
8.Sulit Berkonsentrasi
Hipotiroid dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, mudah lupa, atau sulit berpikir jernih yang sering disebut sebagai brain fog.
9.Wajah Tampak Bengkak
Pada beberapa penderita, wajah terlihat lebih bengkak, terutama di sekitar mata, akibat penumpukan cairan di jaringan tubuh.
Kapan Gejala Hipotiroid Harus Diperiksakan?
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami:
Tubuh mudah lelah dalam waktu lama.
Berat badan meningkat tanpa sebab yang jelas.
Sering merasa kedinginan.
Rambut rontok berlebihan.
Sembelit yang berlangsung lama.
Gangguan konsentrasi.
Riwayat penyakit tiroid dalam keluarga.
Gejala hipotiroid berkembang secara perlahan sehingga sering kali baru disadari setelah berlangsung cukup lama.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Hipotiroid?
Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, riwayat kesehatan, serta melakukan pemeriksaan fisik pada area leher untuk menilai kondisi kelenjar tiroid.
Apabila dicurigai mengalami hipotiroid, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan laboratorium, seperti:
TSH (Thyroid Stimulating Hormone).
Free T4 (FT4).
Pemeriksaan antibodi tiroid apabila dicurigai penyakit autoimun.
USG tiroid pada kondisi tertentu.
Pemeriksaan hormon tiroid menjadi cara utama untuk memastikan diagnosis hipotiroid.
Apakah Hipotiroid Bisa Diobati?
Hipotiroid umumnya dapat dikendalikan dengan terapi pengganti hormon tiroid sesuai resep dokter.
Pengobatan bertujuan mengembalikan kadar hormon tiroid ke tingkat normal sehingga metabolisme tubuh dapat kembali bekerja dengan baik.
Selama menjalani terapi, penderita perlu melakukan kontrol rutin untuk memantau kadar hormon tiroid dan menyesuaikan dosis obat apabila diperlukan.
Apa yang Terjadi Jika Hipotiroid Tidak Diobati?
Hipotiroid yang tidak ditangani dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:
Penyakit jantung.
Pembesaran kelenjar tiroid (gondok).
Myxedema, yaitu komplikasi hipotiroid berat yang jarang terjadi tetapi dapat mengancam jiwa.
Karena itu, pemeriksaan sejak dini sangat penting, terutama jika gejala muncul secara bertahap dan semakin mengganggu aktivitas.
Periksakan Gejala Hipotiroid di Bumame
Tubuh yang mudah lelah, berat badan naik tanpa sebab yang jelas, atau sering merasa kedinginan sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai akibat aktivitas yang padat. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan gangguan hormon tiroid.
Di Bumame, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai gejala yang dialami. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan fungsi tiroid maupun pemeriksaan laboratorium lainnya sesuai kondisi kesehatan Anda.
Sering merasa mudah lelah atau mengalami gejala yang mengarah pada hipotiroid? Konsultasikan dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan fungsi tiroid yang sesuai. Klik di sini untuk chat WhatsApp Bumame.
Kenali Gejala Hipotiroid Sebelum Menimbulkan Komplikasi
Hipotiroid sering berkembang secara perlahan sehingga gejalanya kerap disalahartikan sebagai kelelahan akibat aktivitas sehari-hari. Padahal, apabila tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi metabolisme dan berbagai fungsi penting di dalam tubuh.
Apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada hipotiroid, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Sumber
World Health Organization. Iodine deficiency.
American Thyroid Association. Hypothyroidism (Underactive Thyroid).
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Apa gejala awal hipotiroid?
Apa gejala awal hipotiroid?
Gejala awal yang paling sering adalah mudah lelah, sering merasa kedinginan, kulit kering, berat badan naik, dan sembelit.
Apakah hipotiroid bisa sembuh?
Apakah hipotiroid bisa sembuh?
Tergantung penyebabnya. Sebagian besar penderita memerlukan terapi hormon tiroid jangka panjang untuk menjaga kadar hormon tetap normal.
Bagaimana cara memastikan seseorang mengalami hipotiroid?
Bagaimana cara memastikan seseorang mengalami hipotiroid?
Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan hormon tiroid, terutama TSH dan Free T4, yang dikombinasikan dengan evaluasi gejala oleh dokter.
Apakah hipotiroid menyebabkan berat badan naik?
Apakah hipotiroid menyebabkan berat badan naik?
Ya. Metabolisme yang melambat dapat menyebabkan kenaikan berat badan meskipun pola makan tidak banyak berubah.
Siapa yang lebih berisiko mengalami hipotiroid?
Siapa yang lebih berisiko mengalami hipotiroid?
Wanita, orang berusia lanjut, penderita penyakit autoimun, serta individu dengan riwayat penyakit tiroid dalam keluarga memiliki risiko yang lebih tinggi.



