Redaksi Bumame
Klamidia Sering Tidak Bergejala? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara MengobatinyaMengenal Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Sering Tanpa Gejala
Klamidia merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang dapat dialami pria maupun wanita. Infeksi ini perlu diwaspadai karena banyak orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala sehingga penularan dapat terjadi tanpa disadari.
Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Jika tidak ditangani, infeksi dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada sistem reproduksi. Meski demikian, klamidia dapat diobati dan disembuhkan dengan antibiotik yang tepat.
Mengenali cara penularan, gejala, serta kapan perlu melakukan pemeriksaan dapat membantu mendeteksi infeksi lebih dini sekaligus mengurangi risiko penularan kepada pasangan.
Pengertian Klamidia
Klamidia adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi dapat terjadi pada area genital, rektum, maupun tenggorokan, tergantung lokasi paparan.
Menurut World Health Organization (WHO), klamidia merupakan salah satu IMS yang dapat dicegah dan disembuhkan. Pada 2020, diperkirakan terdapat sekitar 128,5 juta infeksi baru klamidia pada kelompok usia 15–49 tahun di seluruh dunia. [1]
Salah satu karakteristik klamidia adalah infeksi dapat berlangsung tanpa menimbulkan keluhan yang jelas. Artinya, seseorang dapat terinfeksi meskipun merasa sehat dan tidak menemukan perubahan tertentu pada area genital.
Cara Penularan Klamidia
Penularan klamidia terutama terjadi melalui aktivitas seksual dengan seseorang yang telah terinfeksi Chlamydia trachomatis.
Bakteri dapat berpindah melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral. Selain itu, ibu yang mengalami klamidia juga dapat menularkan bakteri kepada bayi saat proses persalinan.
Risiko paparan dapat meningkat pada orang yang memiliki pasangan seksual baru atau lebih dari satu pasangan, melakukan hubungan seksual tanpa kondom secara konsisten, atau memiliki pasangan yang diketahui mengalami IMS.
Jika seseorang terdiagnosis klamidia, pasangan seksualnya juga perlu menjalani evaluasi dan mendapatkan pengobatan apabila diperlukan. Hal ini penting untuk mencegah penularan lebih lanjut sekaligus mengurangi risiko infeksi berulang.
2 Gejala Klamidia pada Wanita dan Pria
Gejala klamidia dapat berbeda pada pria dan wanita. Pada sebagian orang, keluhan baru muncul beberapa minggu setelah terpapar.
Gejala Klamidia pada Wanita
Beberapa keluhan yang dapat muncul pada wanita antara lain:
- Perubahan atau peningkatan cairan vagina
- Sensasi terbakar ketika buang air kecil
- Perdarahan di antara periode menstruasi
- Perdarahan setelah berhubungan seksual
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah
Keluhan tersebut dapat menyerupai masalah kesehatan reproduksi lainnya. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Gejala Klamidia pada Pria
Pada pria, beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:
- Keluar cairan dari penis
- Rasa terbakar atau nyeri ketika buang air kecil
- Nyeri atau pembengkakan pada testis
Klamidia pada rektum juga dapat menimbulkan nyeri, cairan, atau perdarahan. Sementara infeksi pada tenggorokan sering kali tidak menimbulkan keluhan yang khas.
Faktor Risiko Klamidia
Siapa pun yang aktif secara seksual dapat terinfeksi klamidia. Namun, beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terpapar.
Faktor risiko tersebut antara lain melakukan hubungan seksual tanpa kondom secara konsisten, memiliki pasangan seksual baru atau lebih dari satu pasangan, serta memiliki pasangan dengan IMS.
Riwayat IMS sebelumnya juga perlu diperhatikan karena seseorang dapat mengalami lebih dari satu jenis infeksi secara bersamaan.
Sebagai contoh, klamidia dan sifilis sama-sama disebabkan oleh bakteri, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Memahami gejala sifilis dapat membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap IMS lain, meskipun diagnosis tetap harus dilakukan melalui pemeriksaan yang sesuai.
Pemeriksaan untuk Mendeteksi Klamidia
Klamidia tidak dapat didiagnosis hanya berdasarkan keluhan karena gejalanya dapat menyerupai kondisi lain dan sebagian infeksi tidak menimbulkan keluhan sama sekali.
Diagnosis membutuhkan pemeriksaan laboratorium. Sampel yang digunakan dapat berupa urine atau swab dari area tertentu, tergantung jenis pemeriksaan dan kemungkinan lokasi infeksi.
Melakukan tes infeksi menular seksual dapat membantu mendeteksi klamidia maupun IMS lainnya sesuai jenis pemeriksaan yang dilakukan.
Pemeriksaan dapat dipertimbangkan apabila seseorang mengalami keluhan yang mengarah pada IMS, pernah melakukan hubungan seksual tanpa proteksi, memiliki pasangan seksual baru, pasangan terdiagnosis IMS, atau memiliki riwayat IMS sebelumnya.
Jika belum mengetahui pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi dan riwayat paparan, kamu dapat melakukan chat gratis dengan dokter untuk konsultasi terlebih dahulu.
Pengobatan Klamidia dengan Antibiotik
Klamidia merupakan infeksi bakteri sehingga dapat diobati menggunakan antibiotik.
WHO merekomendasikan antibiotik tertentu untuk menangani infeksi Chlamydia trachomatis. Jenis antibiotik, dosis, serta durasi pengobatan perlu ditentukan berdasarkan kondisi pasien dan evaluasi tenaga kesehatan.
Antibiotik harus digunakan sesuai petunjuk dokter. Hindari menggunakan antibiotik sisa, menentukan dosis sendiri, atau menghentikan pengobatan sebelum waktunya tanpa arahan medis.
Pasangan seksual juga perlu diberi tahu agar dapat menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan apabila diperlukan. Langkah ini membantu mencegah seseorang kembali terinfeksi setelah menyelesaikan terapi.
Risiko Komplikasi Klamidia jika Tidak Diobati
Klamidia yang tidak mendapatkan penanganan dapat menyebar dan menimbulkan komplikasi pada sistem reproduksi.
Pada wanita, infeksi dapat berkembang menjadi penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID). Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada saluran reproduksi serta meningkatkan risiko infertilitas dan kehamilan ektopik.
Pada pria, salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah epididimitis, yaitu peradangan pada saluran di sekitar testis yang dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan.
Klamidia pada ibu hamil juga membutuhkan penanganan karena infeksi dapat berkaitan dengan komplikasi kehamilan. Bayi yang terpapar Chlamydia trachomatis ketika proses persalinan dapat mengalami infeksi mata atau pneumonia.
5 Langkah Pencegahan Klamidia
Pencegahan klamidia berfokus pada mengurangi kemungkinan paparan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan seksual.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Menggunakan kondom secara benar dan konsisten saat berhubungan seksual.
- Mengomunikasikan riwayat dan status kesehatan seksual dengan pasangan.
- Melakukan pemeriksaan IMS sesuai faktor risiko.
- Menjalani pengobatan sampai selesai apabila terdiagnosis.
- Memastikan pasangan mendapatkan pemeriksaan atau pengobatan apabila diperlukan.
Selain klamidia, penting untuk mengenali jenis infeksi menular seksual lainnya karena setiap IMS memiliki penyebab, karakteristik, dan metode pemeriksaan yang berbeda.
Salah satunya adalah HPV. Berbeda dengan klamidia yang disebabkan bakteri, HPV disebabkan oleh virus. Memahami cara mencegah HPV dapat membantu melengkapi langkah pencegahan kesehatan seksual.
Beberapa tipe HPV dapat menyebabkan kutil kelamin akibat HPV, sedangkan tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan perubahan sel yang berkaitan dengan kanker tertentu.
Pemeriksaan Kesehatan Seksual di Bumame
Jenis pemeriksaan kesehatan seksual perlu disesuaikan dengan riwayat paparan, faktor risiko, serta kondisi masing-masing orang. Hal ini karena satu jenis pemeriksaan tidak dapat digunakan untuk mendeteksi seluruh IMS.
Bagi wanita yang ingin melakukan skrining HPV, Bumame menyediakan HPV DNA Swab 14 Tipe untuk mendeteksi 14 tipe HPV berisiko tinggi menggunakan sampel swab serviks.
Alternatif lainnya adalah HPV DNA Urine 14 Tipe yang menggunakan sampel urine untuk mendeteksi HPV berisiko tinggi.
Bagi pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan, tersedia Medical Check Up Pranikah Wanita serta Medical Check Up Pranikah Pria. Pemeriksaan pranikah dapat membantu calon pasangan mengetahui kondisi kesehatan sebelum menikah dan menentukan pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan.
Perlu dipahami bahwa pemeriksaan HPV DNA dan medical check up pranikah tersebut bukan pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis klamidia. Jika terdapat dugaan paparan Chlamydia trachomatis, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan jenis pemeriksaan IMS yang sesuai.
Jaga Kesehatan Seksual dengan Pemeriksaan yang Tepat
Klamidia dapat terjadi tanpa menimbulkan keluhan yang mudah dikenali. Karena itu, orang dengan faktor risiko atau riwayat paparan tertentu dapat mempertimbangkan pemeriksaan meskipun tidak sedang mengalami gejala.
Mengetahui kondisi kesehatan seksual juga penting bagi pasangan yang sedang merencanakan pernikahan. Pemeriksaan sebelum menikah dapat membantu calon pasangan mengetahui kondisi kesehatan masing-masing dan menentukan pemeriksaan tambahan berdasarkan kebutuhan.
Melalui Bumame, kamu dapat mengakses berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi untuk menentukan jenis pemeriksaan yang sesuai.
Jika kamu mengalami gejala yang mengarah pada klamidia atau khawatir pernah terpapar infeksi menular seksual, kamu dapat chat gratis dengan dokter untuk konsultasi agar kondisi dapat dievaluasi dan kamu mendapatkan rekomendasi pemeriksaan serta langkah selanjutnya.
Sumber: World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Bumame
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
Frequently Asked Question
Apakah klamidia bisa sembuh?
Bisa. Klamidia merupakan infeksi bakteri yang dapat disembuhkan dengan antibiotik. Pengobatan perlu dilakukan sesuai arahan dokter dan diselesaikan sesuai durasi yang dianjurkan.
Apakah klamidia selalu menimbulkan gejala?
Tidak. Banyak orang yang mengalami klamidia tidak merasakan gejala. Pada orang yang bergejala, keluhan juga dapat muncul beberapa minggu setelah terpapar.
Apa perbedaan klamidia dan sifilis?
Keduanya merupakan infeksi menular seksual akibat bakteri, tetapi disebabkan oleh bakteri yang berbeda. Klamidia disebabkan Chlamydia trachomatis, sedangkan sifilis disebabkan Treponema pallidum. Gejala dan metode pemeriksaannya juga berbeda.
Apakah klamidia sama dengan HPV?
Tidak. Klamidia disebabkan oleh bakteri dan dapat diobati dengan antibiotik, sedangkan HPV merupakan infeksi virus. Pencegahan dan pemeriksaan keduanya juga berbeda.
Apakah klamidia dapat menyebabkan infertilitas?
Bisa. Pada wanita, klamidia yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi penyakit radang panggul dan menyebabkan kerusakan pada saluran reproduksi yang meningkatkan risiko infertilitas.
Apakah pasangan perlu diperiksa jika seseorang positif klamidia?
Ya. Pasangan seksual perlu mendapatkan evaluasi dan pengobatan apabila diperlukan. Hal ini penting untuk mengurangi risiko penularan dan terjadinya infeksi berulang.
Kapan sebaiknya melakukan tes klamidia?
Pemeriksaan dapat dipertimbangkan apabila terdapat gejala, riwayat paparan berisiko, pasangan terdiagnosis IMS, atau berdasarkan rekomendasi dokter. Jenis dan waktu pemeriksaan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
.jpg&w=3840&q=75)