Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan dan Cara Aman Memulainya
Kembali ke Artikel & Berita

Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan dan Cara Aman Memulainya

SBATips Kesehatan

Alarm berbunyi pukul lima. Sepatu lari sudah menunggu di dekat pintu, tetapi perut masih kosong dan badan terasa kaku. Lebih baik berlari sekarang, atau menunggu sore?

Lari pagi memang memberi banyak manfaat bagi jantung, suasana hati, dan tidur. Namun pagi hari punya kondisinya sendiri, mulai dari perut yang belum terisi, otot yang baru bangun, kualitas udara, hingga matahari yang cepat meninggi.

Artikel ini membahas jam lari, manfaatnya, persiapan makan dan pemanasan, program pemula, polusi, panas, dan kapan perlu ke dokter.

Apakah Lari Pagi Lebih Sehat daripada Lari Sore?

Untuk kesehatan umum, keteraturan lebih menentukan daripada jam lari. Cleveland Clinic menyebut waktu olahraga yang cocok adalah waktu yang sesuai dengan gaya hidup Anda dan bisa dijalani rutin.

Orang cenderung lebih konsisten berolahraga pagi karena jadwalnya jarang bentrok dengan pekerjaan, acara sosial, atau rasa lelah di akhir hari. Olahraga pagi juga dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih rendah, tidur yang lebih baik, dan penurunan berat badan yang lebih besar. Sebaliknya, olahraga sore bertepatan dengan puncak suhu tubuh dan kelenturan, sehingga cenderung lebih mendukung performa dan kekuatan.

Artinya, sebagian besar manfaat lari untuk kesehatan datang dari kebiasaan berlarinya. Bila masih ragu, coba lari pagi selama seminggu, lalu lari sore pada minggu berikutnya. Catat energi, kualitas tidur, dan suasana hati Anda, lalu pilih jam yang lebih mudah diulang.

Yang Didapat Tubuh dari Lari Pagi yang Rutin

Manfaat berikut muncul bila lari pagi dijalani secara teratur:

  • Jantung dan pembuluh darah lebih terlatih. Kemenkes menyebut lari pagi meningkatkan aliran darah, memperkuat otot jantung, dan membakar kalori. WHO mengaitkan aktivitas fisik teratur dengan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi yang lebih rendah, serta risiko kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah yang lebih kecil.

  • Berat badan dan gula darah lebih terkendali. Orang dewasa yang aktif memiliki risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah dan ukuran lemak tubuh yang lebih baik. Pada olahraga pagi, penurunan berat badan diduga terbantu oleh pembakaran lemak yang meningkat dan nafsu makan yang lebih terkendali.

  • Suasana hati lebih ringan. Lari pagi meningkatkan produksi hormon endorfin yang membuat perasaan lebih bahagia dan rileks. Aktivitas fisik juga bisa meningkatkan kewaspadaan dan fokus, yang berguna saat Anda mulai bekerja.

  • Tidur malam lebih berkualitas. Olahraga pagi yang rutin membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh, sehingga berpotensi membuat tidur lebih nyenyak. Olahraga berat menjelang tidur bisa mengganggu tidur sebagian orang, dan jadwal pagi menjauhkan Anda dari masalah ini.

  • Target aktivitas mingguan lebih mudah tercapai. Lari pagi beberapa kali seminggu membantu mengumpulkan menit menuju anjuran WHO, yaitu setidaknya 150 menit aktivitas intensitas sedang per minggu. WHO juga menegaskan semua aktivitas fisik ikut dihitung, sehingga sesi singkat tetap bermakna.

Sarapan Dulu atau Langsung Berlari?

Makan terlalu dekat dengan jam olahraga pagi bisa membuat perut tidak nyaman, sementara berlari dengan perut kosong belum tentu cocok untuk semua orang. Kemenkes menyarankan sumber energi ringan sebelum lari, misalnya telur rebus, biskuit, kurma, atau energy bar. Minum air putih setidaknya 15 sampai 30 menit sebelum lari, lalu minum lagi setelahnya. Rasa pusing atau sesak setelah lari pagi bisa menjadi tanda dehidrasi atau kekurangan cairan, yang membuat jantung bekerja lebih keras.

Pemilik diabetes perlu lebih cermat. Menurut NIDDK, lembaga kesehatan pemerintah Amerika Serikat, insulin dan sebagian obat diabetes bisa menurunkan gula darah. Makan yang tertunda juga bisa menurunkan gula darah, dan aktivitas di atas kebiasaan bisa menurunkannya hingga 24 jam setelahnya. Waspadai tanda hipoglikemia atau gula darah rendah, seperti gemetar, lapar, lemas, dan pusing. Diskusikan pengaturan makan, obat, dan cek gula darah sebelum lari dengan dokter.

Otot Baru Bangun, Beri Waktu untuk Pemanasan

Begitu bangun tidur, otot bisa terasa kaku dan tubuh belum selentur biasanya, sehingga lari pagi butuh pemanasan yang cukup. Kemenkes mengingatkan bahwa langsung berlari kencang tanpa pemanasan bisa membuat tekanan darah melonjak tiba-tiba dan menambah risiko cedera pada sendi kaki.

Mulailah dengan jalan santai atau peregangan ringan selama 5 sampai 10 menit. Gerakan berulang yang melibatkan seluruh tubuh membantu melemaskan sendi, otot, dan tendon. Prinsipnya sejalan dengan manfaat pemanasan sebelum olahraga secara umum.

Setelah berlari, hindari langsung duduk. Jalan kaki 5 sampai 10 menit, lalu regangkan seluruh badan agar otot dan jantung kembali ke kondisi normal. Selama berlari, jaga punggung tetap tegak, bahu rileks, dan pandangan lurus ke depan agar napas lebih lega.

Program Lari Pagi Bertahap untuk Pemula

Banyak pemula berhenti karena napas cepat habis, cepat capek, atau kaki sakit. Kemenkes mencatat pemula biasanya terlalu bersemangat dan berlari terlalu jauh melebihi kemampuan tubuh. Langkah berikut membantu Anda memulai dengan aman:

  1. Tidur cukup 7 sampai 8 jam. Tidur lebih awal membuat tubuh lebih segar dan bertenaga saat bangun. Kemenkes menyarankan mulai berlari sekitar pukul 05.00 sampai 06.00, saat udara masih sejuk.

  2. Selingi jalan kaki dan lari. Pola jalan, lari, jalan, lari membuat intensitas menyesuaikan kemampuan tubuh di awal latihan. Pola ini juga menjadi jembatan yang nyaman dari kebiasaan berjalan kaki setiap hari menuju lari.

  3. Mulai 20 sampai 30 menit, 2 sampai 4 kali per minggu. Setelah beberapa minggu rutin, tambahkan durasi 5 sampai 10 menit. Pelari pemula biasanya menjadikan jarak 3 km sebagai target awal.

  4. Sisipkan hari istirahat. Lari dengan intensitas atau durasi berlebihan tanpa pemulihan bisa menaikkan tekanan darah dan memicu cedera, kelelahan, hingga pusing. Hari istirahat memberi tubuh waktu untuk pulih dan menjaga stamina.

Pada minggu-minggu awal, ukur kemajuan dari durasi dan rasa nyaman, lalu pantau pace lari setelah tubuh terbiasa. Saat jarak bertambah, tips agar tidak cepat lelah saat berlari bisa membantu.

Cek Kualitas Udara sebelum Lari di Luar Rumah

Udara pagi memang terasa sejuk. Namun Kemenkes mencatat kualitas udara di Indonesia tergolong tidak sehat, terutama saat musim kemarau. Pada 2024, kadar PM2.5 atau partikel halus di udara Jakarta tercatat lebih dari 10 kali nilai panduan tahunan WHO.

Udara yang buruk bisa memicu serangan asma dengan keluhan batuk, sesak napas, dan mengi. Berlari di tempat berpolusi tinggi juga membuat pembuluh darah tertekan dan berisiko menaikkan tekanan darah. Sebelum keluar rumah, lakukan langkah berikut:

  • Pantau kualitas udara lewat situs BMKG atau aplikasi pemantau kualitas udara. Bila tingkat polusi tinggi, kurangi aktivitas di luar ruangan dan pindahkan latihan ke dalam ruangan.

  • Pilih area hijau seperti taman atau jalur lari yang minim polusi. Jalur seperti ini membantu jantung dan paru bekerja lebih nyaman.

  • Periksa prakiraan cuaca. Hujan deras membuat jalan licin dan menambah risiko terjatuh, sehingga lari di dalam ruangan bisa menjadi pilihan.

Atur Jam dan Cairan saat Matahari Mulai Terik

Lari dalam cuaca sangat panas meningkatkan risiko gangguan akibat panas. Kemenkes menyarankan memilih jam bersuhu lebih rendah seperti pagi atau sore, memakai pakaian ringan yang menyerap keringat, dan selalu membawa air. NHS, layanan kesehatan nasional Inggris, menyarankan menghindari terik matahari pukul 11.00 sampai 15.00 dan olahraga yang terlalu berat saat cuaca panas.

Waspadai heat exhaustion atau kelelahan akibat panas, dengan tanda pusing, sakit kepala, mual, keringat berlebihan, kulit pucat dan lembap, kram, serta rasa sangat haus. Bila muncul, berhenti dan pindah ke tempat sejuk, minum air atau minuman isotonik, lalu dinginkan kulit. Keluhan biasanya membaik dalam 30 menit. Kondisi ini termasuk penyebab tubuh terasa panas berlebihan.

Segera ke IGD bila keluhan tidak membaik setelah 30 menit beristirahat di tempat sejuk, atau muncul kulit panas yang tidak berkeringat, detak jantung cepat, napas cepat atau sesak, kebingungan, kejang, atau hilang kesadaran. Tanda ini mengarah ke heatstroke atau sengatan panas, kondisi darurat yang perlu segera ditangani.

Kapan Perlu Konsultasi Dokter sebelum Lari Pagi?

Menurut NHLBI, lembaga jantung, paru, dan darah Amerika Serikat, gangguan jantung akibat aktivitas fisik jarang terjadi. Risikonya berkaitan dengan tingkat kebugaran dan intensitas latihan. Bicarakan rencana lari pagi dengan dokter lebih dulu bila Anda:

  • Memiliki penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit kronis lain. Dokter bisa membantu menentukan jenis dan porsi aktivitas yang aman.

  • Memiliki asma atau penyakit paru yang mudah kambuh saat kualitas udara buruk. Pilihan jam, tempat, dan intensitas lari sebaiknya dibicarakan sesuai kondisi Anda.

Saat berlari, hentikan latihan dan bicarakan dengan dokter bila muncul nyeri dada atau pusing. Bila nyeri dada terasa berat atau tidak mereda setelah berhenti, segera ke IGD.

Pemeriksaan Dasar sebelum Lari Pagi Menjadi Rutinitas

Lari pagi mengeluarkan cairan lewat keringat dan memakai gula darah sebagai energi, kadang sebelum perut sempat terisi. Karena itu, sebagian orang memeriksakan gula darah, lemak darah, elektrolit, dan fungsi ginjal sebelum berlari secara rutin. Paket Pelari & Pesepeda dari Bumame berisi pemeriksaan natrium, kalium, klorida, ureum, kreatinin, kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, dan glukosa puasa. Pemeriksaan ini memerlukan puasa 8 sampai 12 jam dengan tetap boleh minum air mineral, dan tersedia secara Walk In maupun Home Care. Untuk jadwal kunjungan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Mulai dari Pagi yang Bisa Anda Ulangi

Manfaat lari pagi tumbuh dari langkah kecil yang diulang. Siapkan camilan ringan dan air, beri tubuh waktu untuk pemanasan, cek kualitas udara, lalu nikmati setiap sesi tanpa memaksakan diri. Bila suatu hari Anda ingin ikut lomba, persiapan lari marathon bisa menjadi tujuan berikutnya.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Ketahui Kesalahan Apa Saja Saat Olahraga Lari Pagi.

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Memulai Berlari Bagi Pemula.

  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Bahaya Polusi Udara bagi Kesehatan: Dampak, Penyebab dan Pencegahannya.

  4. Cleveland Clinic. Does It Matter What Time of Day You Exercise?

  5. World Health Organization. Physical Activity.

  6. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Low Blood Glucose (Hypoglycemia).

  7. NHS. Heat Exhaustion and Heatstroke.

  8. National Heart, Lung, and Blood Institute. Physical Activity and Your Heart – Risks.

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apakah lari pagi lebih baik daripada lari sore?

Untuk kesehatan umum, waktu terbaik adalah waktu yang bisa dijalani secara teratur. Lari pagi dapat membantu menjaga konsistensi, sedangkan lari sore cenderung lebih mendukung performa dan kekuatan karena suhu tubuh dan kelenturan meningkat.

Bolehkah lari pagi dengan perut kosong?

Berlari dengan perut kosong belum tentu cocok untuk semua orang. Camilan ringan, seperti kurma atau biskuit, serta air putih sebelum berlari dapat membantu menjaga kenyamanan. Pemilik diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai pengaturan makan, obat, dan gula darah.

Berapa lama pemanasan sebelum lari pagi?

Lakukan jalan santai atau peregangan ringan selama 5–10 menit sebelum berlari. Pemanasan membantu mempersiapkan otot, sendi, dan tendon yang mungkin terasa kaku setelah bangun tidur.

Berapa kali seminggu pemula sebaiknya lari pagi?

Pemula dapat memulai lari pagi 2–4 kali per minggu selama 20–30 menit per sesi. Selingi jalan kaki dan lari, tambahkan durasi secara bertahap setelah beberapa minggu, serta sisipkan hari istirahat untuk pemulihan.

Kapan lari pagi sebaiknya dipindahkan ke dalam ruangan?

Pindahkan latihan ke dalam ruangan saat kualitas udara buruk atau hujan deras membuat jalan licin. Periksa kualitas udara melalui situs BMKG atau aplikasi pemantau kualitas udara sebelum berlari di luar rumah.