Oak Circle
Bersin Berkali-Kali dalam Sehari? Bisa Jadi Bukan Sekadar Pilek
Bersin sesekali merupakan respons alami tubuh untuk membersihkan hidung dari debu, partikel, atau zat yang mengiritasi saluran pernapasan. Namun, jika bersin terjadi terus-menerus, berulang pada waktu tertentu, atau disertai hidung berair dan gatal, ada kemungkinan pemicunya bukan sekadar debu biasa.
Bersin terus-menerus dapat berkaitan dengan alergi, rhinitis non-alergi, infeksi saluran pernapasan, hingga paparan iritan tertentu. Karena penyebabnya beragam, cara mengatasinya juga perlu disesuaikan.
Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI), rhinitis dapat dibedakan menjadi rhinitis alergi dan non-alergi. Keduanya dapat menimbulkan gejala seperti bersin, hidung berair, dan hidung tersumbat, tetapi pemicunya berbeda.[1]
Mengenal Bersin Terus-Menerus dan Rhinitis
Bersin adalah respons tubuh ketika lapisan hidung atau tenggorokan mengalami iritasi. Bersin membantu mengeluarkan partikel yang dianggap mengganggu dari saluran pernapasan.
Jika bersin muncul berulang bersama hidung berair, tersumbat, atau terasa gatal, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan rhinitis. Pada rhinitis alergi, sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap alergen seperti debu, tungau, serbuk sari, jamur, atau bulu dan serpihan kulit hewan.
Sementara itu, rhinitis non-alergi tidak disebabkan oleh alergi. Perubahan suhu, paparan asap rokok, polusi, parfum, bau menyengat, atau makanan pedas dapat menjadi pemicunya pada sebagian orang.
Jika bersin disertai keluhan alergi lain seperti mata berair atau kulit gatal, informasi mengenai alergi bisa terjadi pada siapa saja dapat membantu memahami pola gejalanya.
Penyebab Bersin Terus-Menerus
Beberapa kondisi yang dapat membuat seseorang lebih sering bersin antara lain:
1. Rhinitis Alergi
Alergi merupakan salah satu penyebab umum bersin berulang. Gejala biasanya muncul setelah seseorang terpapar zat tertentu yang dianggap sebagai alergen oleh sistem kekebalan tubuh.
Pemicu dapat berupa tungau debu rumah, serbuk sari, jamur, atau hewan peliharaan. Bersin karena alergi biasanya dapat disertai hidung gatal, hidung berair, hidung tersumbat, serta mata merah atau berair.
2. Debu dan Tungau
Debu rumah dapat membawa berbagai partikel yang mengiritasi hidung. Tungau debu juga dapat menjadi pemicu alergi pada orang yang sensitif.
Bersin yang terutama muncul ketika membersihkan kamar, mengganti seprai, atau berada di ruangan berdebu dapat menjadi petunjuk bahwa lingkungan berperan terhadap keluhan.
3. Serbuk Sari dan Jamur
Serbuk sari dari tanaman dan spora jamur dapat memicu rhinitis alergi. Paparan biasanya lebih sulit dihindari ketika seseorang sering berada di luar ruangan atau tinggal di lingkungan dengan kelembapan tinggi.
4. Rhinitis Non-Alergi
Tidak semua bersin disebabkan alergi. Rhinitis non-alergi dapat dipicu oleh perubahan suhu dan kelembapan, asap rokok, polusi udara, parfum, produk pembersih, atau bau menyengat.
5. Pilek atau Infeksi Saluran Pernapasan
Infeksi virus seperti pilek dan flu juga dapat menyebabkan bersin, terutama jika disertai hidung berair, sakit radang tenggorokan, batuk, atau demam.
Agar lebih mudah membedakan kondisi tersebut, Anda dapat membaca perbedaan flu dan pilek.
6. Paparan Iritan
Asap rokok, polusi udara, parfum, aerosol, atau bahan kimia tertentu dapat mengiritasi saluran hidung dan memicu bersin meskipun seseorang tidak memiliki alergi.
Faktor Pemicu yang Sering Tidak Disadari
Bersin dapat muncul pada situasi tertentu tanpa disadari pemicunya. Misalnya, seseorang mungkin selalu bersin ketika bangun tidur karena terpapar debu dan tungau di tempat tidur.
Pemicu lainnya dapat berupa:
- Perubahan suhu secara tiba-tiba
- Udara yang terlalu kering
- Asap rokok
- Parfum atau pewangi ruangan
- Debu rumah
- Bulu dan serpihan kulit hewan
- Serbuk sari
- Jamur
- Polusi udara
- Makanan pedas pada sebagian orang
Menurut MedlinePlus, bersin dapat dipicu alergi terhadap serbuk sari, jamur, bulu atau serpihan kulit hewan, debu, flu, pilek, polusi udara, udara kering, makanan pedas, dan berbagai iritan lainnya.[2]
Karena pemicu setiap orang berbeda, memperhatikan kapan dan di mana bersin muncul dapat membantu menemukan pola yang lebih jelas.
Gejala yang Sering Menyertai Bersin
Bersin terus-menerus biasanya lebih mudah dikenali ketika muncul bersama gejala lain. Beberapa di antaranya:
- Hidung berair
- Hidung tersumbat
- Hidung terasa gatal
- Mata merah atau berair
- Tenggorokan terasa gatal
- Batuk
- Lendir yang mengalir ke belakang tenggorokan
- Rasa lelah akibat tidur yang terganggu
Jika bersin disertai batuk berkepanjangan atau keluhan pernapasan lain, penyebabnya perlu dievaluasi lebih lanjut. Anda dapat membaca sakit pernapasan dan cara membedakan asma, pneumonia, dan ISPA untuk memahami beberapa kondisi yang dapat memengaruhi saluran pernapasan.
Pada anak, alergi juga dapat berkaitan dengan batuk dan gejala saluran napas berbunyi mengi lainnya.
Cara Mengatasi Bersin Terus-Menerus
Cara mengatasi bersin perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Jika pemicunya adalah alergi, langkah utama adalah mengurangi paparan terhadap alergen yang memicu keluhan.
Beberapa kebiasaan yang dapat membantu antara lain:
- Membersihkan kamar secara rutin untuk mengurangi debu.
- Mencuci seprai dan sarung bantal secara berkala.
- Mengurangi benda yang mudah menumpuk debu di kamar.
- Menghindari asap rokok.
- Menggunakan masker ketika berada di lingkungan berdebu.
- Menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan.
- Menghindari pemicu yang sudah diketahui menyebabkan bersin.
Jika bersin berkaitan dengan alergi, dokter dapat merekomendasikan obat seperti antihistamin atau terapi lain sesuai kondisi.
Menggunakan obat secara sembarangan tidak disarankan, terutama jika bersin terjadi berulang tanpa diketahui penyebabnya. Mengetahui pemicunya dapat membantu menentukan langkah penanganan yang lebih tepat.
Pemeriksaan untuk Mengetahui Pemicu Alergi
Jika bersin terus-menerus terjadi berulang dan dicurigai berkaitan dengan alergi, pemeriksaan dapat membantu mengidentifikasi pemicu yang mungkin berperan.
Salah satu pemeriksaan yang tersedia di Bumame adalah panel alergi anak. Pemeriksaan darah ini dirancang untuk membantu mengidentifikasi berbagai alergen yang umum ditemukan pada anak di Indonesia, termasuk alergen dari debu, tungau, serbuk sari, hewan, dan makanan.
Untuk remaja dan dewasa yang mengalami gejala alergi berulang, IgE Atopy Panel Indonesia dapat membantu mengidentifikasi respons IgE terhadap berbagai alergen makanan dan non-makanan yang relevan dengan lingkungan Indonesia.
Bumame juga memiliki DNAset Lifestyle yang dapat memberikan informasi mengenai kecenderungan alergi sebagai bagian dari profil genetik. Namun, pemeriksaan genetik bukan pengganti diagnosis alergi berdasarkan gejala dan pemeriksaan medis.
Jika ingin mengetahui lebih jauh mengenai jenis pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mencari pemicu alergi, Anda dapat membaca mengenal tes alergi.
Kapan Bersin Terus-Menerus Perlu Diperiksakan?
Bersin yang hanya berlangsung sesekali biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan jika keluhan berlangsung lama, sering kambuh, mengganggu tidur, atau mulai menghambat aktivitas sehari-hari.
Konsultasi juga diperlukan jika bersin disertai sesak napas, mengi, demam berkepanjangan, nyeri wajah yang berat, mimisan berulang, atau keluhan lain yang semakin memburuk.
Pada anak, bersin yang terus berulang tanpa pemicu yang jelas juga dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi kemungkinan alergi, terutama jika disertai hidung tersumbat, ruam kulit, atau mata berair.
Pemeriksaan Bersin Terus-Menerus di Bumame
Bersin terus-menerus tidak selalu berarti alergi. Rhinitis non-alergi, infeksi saluran pernapasan, dan paparan iritan juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Karena itu, jika bersin terus berulang atau mengganggu aktivitas, sebaiknya cari tahu penyebabnya daripada hanya mengandalkan obat untuk meredakan gejala sementara.
Bumame menyediakan pilihan pemeriksaan alergi yang dapat disesuaikan dengan usia dan kondisi. Konsultasikan terlebih dahulu untuk mengetahui pemeriksaan yang paling sesuai dengan keluhan Anda.
Untuk informasi mengenai layanan dan pemeriksaan yang tersedia, Anda dapat menghubungi tim Bumame melalui WhatsApp Bumame.
Sumber
- American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI). Hay Fever / Rhinitis.
- MedlinePlus. Sneezing.
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Apa penyebab bersin terus-menerus?
Bersin terus-menerus dapat disebabkan oleh alergi, rhinitis non-alergi, pilek, flu, debu, polusi, asap rokok, perubahan suhu, atau iritan tertentu.
Apakah bersin terus-menerus berarti alergi?
Tidak selalu. Alergi memang merupakan salah satu penyebab yang umum, tetapi infeksi saluran pernapasan dan rhinitis non-alergi juga dapat menyebabkan bersin berulang.
Apa ciri bersin karena alergi?
Bersin karena alergi biasanya disertai hidung gatal, hidung berair atau tersumbat, serta mata gatal dan berair. Gejala dapat muncul setelah terpapar alergen tertentu.
Bagaimana cara mengurangi bersin karena alergi?
Kurangi paparan terhadap pemicu seperti debu, tungau, serbuk sari, asap, atau bulu hewan. Dokter juga dapat merekomendasikan antihistamin atau penanganan lain sesuai kondisi.
Kapan bersin terus-menerus harus diperiksa?
Periksakan diri jika bersin berlangsung lama, sering kambuh, mengganggu tidur atau aktivitas, atau disertai sesak napas, mengi, demam berkepanjangan, nyeri wajah, atau gejala lain yang semakin berat.
