Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Dada Terasa Panas Setelah Makan? Jangan Langsung Anggap Asam Lambung
Kembali ke Artikel & Berita

Dada Terasa Panas Setelah Makan? Jangan Langsung Anggap Asam Lambung

Oak Circle

Ruam yang Makin Menyebar Setelah Minum Obat Bukan Sekadar Alergi Biasa

Sensasi panas atau terbakar di bagian dada cukup sering dikaitkan dengan asam lambung. Apalagi jika keluhan muncul setelah makan dalam jumlah banyak atau saat berbaring. Namun, dada terasa panas tidak selalu berasal dari masalah pencernaan.
Pada kondisi tertentu, rasa terbakar atau tidak nyaman di dada juga dapat berkaitan dengan masalah jantung. Karena itu, penting mengenali pola keluhan dan gejala lain yang menyertainya.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), heartburn merupakan sensasi terbakar yang terasa di bagian tengah dada di belakang tulang dada dan dapat menjalar ke arah tenggorokan. Kondisi ini umum terjadi pada gastroesophageal reflux (GER) dan GERD, yaitu ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan.[1]

Mengenal Sensasi Dada Terasa Panas

Dada terasa panas atau heartburn biasanya digambarkan sebagai sensasi terbakar di bagian tengah dada. Keluhan dapat muncul setelah makan, terutama ketika seseorang langsung berbaring atau membungkuk.
Pada sebagian orang, sensasi panas juga dapat disertai rasa asam atau pahit di mulut, sendawa, mual, atau isi lambung yang terasa naik ke tenggorokan.
Namun, heartburn berbeda dengan nyeri dada akibat masalah jantung. Keduanya dapat terasa mirip sehingga tidak selalu mudah dibedakan hanya berdasarkan sensasi yang dirasakan.
Untuk memahami kondisi yang berkaitan dengan asam lambung, Anda juga dapat membaca informasi mengenai apa itu GERD dan perbedaannya dengan maag.

Penyebab Dada Terasa Panas

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan dada terasa panas antara lain:

1. Asam Lambung Naik

Refluks asam merupakan salah satu penyebab yang paling umum. Ketika isi lambung naik ke kerongkongan, asam dapat mengiritasi lapisan kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar.
Keluhan biasanya lebih terasa setelah makan dalam jumlah banyak, mengonsumsi makanan tertentu, atau berbaring tidak lama setelah makan.

2. Pola Makan dan Kebiasaan Sehari-hari

Makanan pedas, berlemak, kopi, minuman bersoda, dan alkohol dapat memperburuk gejala pada sebagian orang dengan GERD. Kebiasaan makan dalam porsi besar atau langsung berbaring setelah makan juga dapat membuat keluhan lebih mudah muncul.
Selain pola makan, berat badan berlebih, merokok, dan kehamilan juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya GERD.[1]

3. Gangguan pada Jantung

Sensasi terbakar atau tidak nyaman di dada juga dapat menjadi tanda masalah jantung. Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa dada terasa panas hanya disebabkan oleh asam lambung naik.
Menurut American Heart Association, serangan jantung dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di bagian tengah dada yang terasa seperti tekanan, diremas, penuh, atau nyeri. Keluhan tersebut dapat disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.[2]
Informasi mengenai penyebab nyeri dada juga dapat membantu mengenali berbagai kondisi yang dapat menimbulkan keluhan di area dada.

4. Angina

Angina terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup. Keluhannya dapat berupa rasa tertekan, berat, atau tidak nyaman di dada, terutama ketika beraktivitas.
Jika rasa panas atau tidak nyaman di dada muncul berulang saat berjalan, naik tangga, atau melakukan aktivitas fisik dan membaik ketika beristirahat, kondisi tersebut sebaiknya diperiksa.

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Dada terasa panas akibat refluks biasanya dapat muncul bersama beberapa keluhan lain, seperti:
  • Rasa asam atau pahit di mulut
  • Sendawa
  • Isi lambung terasa naik ke tenggorokan
  • Sensasi terbakar setelah makan
  • Keluhan semakin terasa saat berbaring
Sebaliknya, keluhan dada yang perlu lebih diwaspadai adalah rasa tertekan atau tertindih yang berlangsung beberapa menit, terutama jika disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain.[2]
Keluhan seperti ini sebaiknya tidak ditunda pemeriksaannya. Mengenali faktor risiko sejak awal menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung. Informasi lebih lanjut mengenai deteksi dini penyakit jantung dapat membantu Anda memahami pemeriksaan yang dapat dilakukan..

Cara Meredakan Dada Terasa Panas akibat Asam Lambung

Jika keluhan berkaitan dengan refluks dan tidak disertai tanda kegawatan, beberapa perubahan kebiasaan dapat membantu mengurangi gejala.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
  1. Mengurangi makanan atau minuman yang terbukti memicu keluhan.
  2. Menghindari makan dalam porsi terlalu besar.
  3. Tidak langsung berbaring setelah makan.
  4. Menjaga berat badan tetap sehat.
  5. Berhenti merokok.
  6. Meninggikan posisi kepala saat tidur jika keluhan sering muncul pada malam hari.
Menurut NIDDK, perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari dapat menjadi bagian dari penanganan GERD. Dokter juga dapat merekomendasikan obat seperti antasida atau obat penekan produksi asam sesuai kondisi pasien.[1]
Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai pengelolaan panas tubuh yang berkaitan dengan kondisi lain, Anda juga dapat membaca panas yang berlebihan dan cara mengatasinya.

Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebab Dada Terasa Panas

Pemeriksaan yang diperlukan bergantung pada pola gejala dan kondisi kesehatan masing-masing orang.
Jika keluhan lebih mengarah pada GERD, dokter dapat menilai gejala dan riwayat kesehatan terlebih dahulu. Pemeriksaan lanjutan dapat dipertimbangkan apabila gejala tidak membaik atau terdapat tanda komplikasi.[1]
Sementara itu, jika terdapat dugaan masalah jantung, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan seperti EKG, pemeriksaan darah, atau tes lain sesuai kondisi.
Bumame menyediakan Paket Kesehatan Jantung yang mencakup pemeriksaan seperti EKG, treadmill, profil lipid, HbA1c, serta beberapa pemeriksaan penanda jantung. Pemeriksaan ini dapat membantu mengevaluasi faktor risiko dan kondisi kardiovaskular sesuai indikasi.
Untuk mengetahui kondisi metabolik yang juga berkaitan dengan risiko kesehatan jantung, tersedia MCU Metabolisme Tubuh. Paket ini mencakup pemeriksaan fungsi hati, pankreas, ginjal, gula darah, dan profil lipid.
Jika ingin memantau profil lemak darah secara lebih spesifik, Bumame juga menyediakan pemeriksaan kolesterol lengkap yang mencakup kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida.

Kapan Dada Terasa Panas Perlu Segera Diperiksa?

Tidak semua sensasi panas di dada merupakan keadaan darurat. Namun, jangan menunda pertolongan medis jika keluhan muncul tiba-tiba dan terasa berat atau disertai:
  • Tekanan atau rasa terhimpit di dada
  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Mual atau muntah
  • Pusing atau hampir pingsan
  • Jantung berdebar hebat
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, atau perut
Menurut American Heart Association, gejala serangan jantung dapat muncul secara perlahan maupun tiba-tiba dan tidak selalu terasa sebagai nyeri dada yang sangat berat. Karena itu, ketika terdapat tanda yang mengarah pada kondisi darurat, pertolongan medis sebaiknya segera dicari.[2]

Pemeriksaan Dada Terasa Panas di Bumame

Dada terasa panas dapat berasal dari gangguan pencernaan, tetapi kemungkinan masalah jantung juga perlu diperhatikan ketika terdapat gejala atau faktor risiko tertentu.
Bumame menyediakan berbagai pilihan pemeriksaan untuk membantu memantau kondisi kesehatan, mulai dari pemeriksaan metabolik hingga pemeriksaan yang secara khusus mengevaluasi faktor risiko kardiovaskular.
Jika keluhan muncul berulang, semakin berat, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, konsultasikan kondisi Anda terlebih dahulu agar dapat ditentukan pemeriksaan yang sesuai.
Untuk informasi mengenai pemeriksaan yang tersedia, Anda dapat menghubungi tim Bumame melalui WhatsApp Bumame.

Sumber

  1. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Symptoms & Causes of GER & GERD.
  2. American Heart Association. Warning Signs of a Heart Attack.


Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310 Klinik Bumame Puri Indah Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apakah dada terasa panas selalu disebabkan oleh asam lambung?
Tidak. Sensasi panas di dada dapat berkaitan dengan refluks asam, tetapi juga dapat muncul pada kondisi lain, termasuk masalah jantung. Pola gejala dan keluhan yang menyertai perlu diperhatikan.
Mengapa dada terasa panas setelah makan?
Salah satu penyebabnya adalah refluks asam, terutama jika keluhan disertai rasa asam di mulut, sendawa, atau isi lambung terasa naik ke tenggorokan.
Apa perbedaan dada terasa panas karena GERD dan masalah jantung?
Keluhan akibat GERD sering berkaitan dengan makan dan dapat memburuk saat berbaring. Sementara itu, masalah jantung dapat menimbulkan tekanan atau rasa tidak nyaman di dada yang disertai sesak, keringat dingin, mual, pusing, atau nyeri yang menjalar. Namun, keduanya dapat memiliki gejala yang mirip sehingga pemeriksaan medis diperlukan jika penyebabnya tidak jelas.
Kapan dada terasa panas harus segera diperiksa?
Segera cari pertolongan medis jika rasa panas atau tidak nyaman di dada terasa berat, berlangsung beberapa menit, berulang, atau disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, pingsan, atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.
Apakah perubahan pola makan bisa membantu mengurangi dada terasa panas?
Jika penyebabnya berkaitan dengan GERD, menghindari makanan pemicu, mengurangi porsi makan, tidak langsung berbaring setelah makan, dan menjaga berat badan dapat membantu mengurangi gejala. Jika keluhan terus berulang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.