Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Nyeri di Sekitar Anus Makin Mengganggu? Kenali Penyebab Abses Anus dan Cara Menanganinya
Kembali ke Artikel & Berita

Nyeri di Sekitar Anus Makin Mengganggu? Kenali Penyebab Abses Anus dan Cara Menanganinya

Oak Circle

Benjolan di Sekitar Anus Terasa Nyeri? Bisa Jadi Tanda Abses yang Perlu Ditangani

Abses anus adalah kumpulan nanah akibat infeksi yang terbentuk di sekitar anus atau rektum. Kondisi ini umumnya terjadi ketika kelenjar kecil di dalam anus mengalami sumbatan dan kemudian terinfeksi bakteri.
Abses biasanya terasa nyeri dan dapat menyebabkan pembengkakan pada area sekitar anus. Rasa sakit juga dapat semakin terasa ketika duduk, bergerak, atau buang air besar.
Abses anus berbeda dengan wasir. Wasir terjadi karena pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau rektum, sedangkan abses merupakan kumpulan nanah akibat infeksi.

Penyebab Abses Anus

Infeksi pada kelenjar anus menjadi salah satu penyebab utama abses. Ketika kelenjar mengalami sumbatan, bakteri dapat berkembang dan memicu peradangan hingga terbentuk kumpulan nanah.
Beberapa kondisi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya abses anus, seperti:
Salah satu kondisi yang dapat menimbulkan luka dan nyeri di sekitar anus adalah fisura anus. Fisura yang mengalami infeksi dapat meningkatkan risiko terbentuknya abses.
Faktor penyebab juga perlu diperhatikan ketika abses muncul berulang. Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mencari kondisi yang mungkin menjadi pemicunya.

Gejala Abses Anus yang Perlu Diperhatikan

Abses anus biasanya menimbulkan keluhan yang cukup jelas. Benjolan atau pembengkakan dapat muncul di sekitar anus dan terasa nyeri ketika disentuh.
Gejala yang dapat muncul meliputi:
Pada abses yang letaknya lebih dalam, benjolan mungkin tidak terlihat dari luar. Rasa nyeri pada anus atau rektum justru dapat menjadi keluhan yang lebih dominan.
Keluhan di area anus juga tidak selalu disebabkan oleh abses. Karena itu, pemeriksaan diperlukan ketika nyeri atau benjolan tidak kunjung membaik.

Faktor Risiko Abses Anus

Beberapa kondisi kesehatan dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami abses anus. Penyakit Crohn, diabetes, dan gangguan sistem kekebalan tubuh termasuk faktor yang perlu diperhatikan.
Riwayat infeksi atau peradangan pada area anus juga dapat meningkatkan risiko. Begitu pula dengan kondisi yang menyebabkan saluran anus mengalami luka atau iritasi berulang.
Selain itu, kesehatan area anus juga perlu diperhatikan karena beberapa infeksi dapat berkaitan dengan aktivitas seksual. Informasi mengenai fakta penting kanker anus dapat membantu memahami kondisi lain yang dapat memengaruhi area anus, meskipun kanker anus berbeda dengan abses dan tidak menjadi penyebab utama abses.
Infeksi HPV juga memiliki kaitan dengan sejumlah kondisi pada area genital dan anus. Anda dapat mengetahui lebih lanjut mengenai dampak hpv kanker penis anus kutil kelamin untuk memahami dampak infeksi HPV dan kondisi yang dapat muncul pada area tersebut.

Diagnosis Abses Anus melalui Pemeriksaan Fisik

Dokter biasanya memulai diagnosis dengan menanyakan keluhan dan melakukan pemeriksaan fisik pada area anus. Benjolan yang berada di permukaan kulit dapat terlihat secara langsung.
Pemeriksaan rektal juga dapat dilakukan untuk mengetahui adanya pembengkakan atau area yang terasa tidak normal. Pada abses yang letaknya lebih dalam, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau MRI.
Diagnosis diperlukan untuk membedakan abses dari kondisi lain yang dapat menyebabkan benjolan, nyeri, atau perdarahan di sekitar anus.
Pemeriksaan juga membantu dokter menentukan lokasi dan tingkat keparahan abses sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi.

Pengobatan Abses Anus

Pengobatan utama abses anus biasanya dilakukan dengan mengeluarkan nanah dari dalam abses. Dokter dapat membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah dan membersihkan area yang terinfeksi.
Pada abses yang lebih besar atau berada di lokasi yang lebih dalam, prosedur dapat dilakukan di rumah sakit dengan anestesi sesuai kebutuhan.
Antibiotik dapat diberikan pada kondisi tertentu, terutama jika infeksi menyebar atau pasien memiliki faktor risiko tertentu. Namun, antibiotik saja tidak selalu cukup untuk mengatasi abses yang sudah terbentuk.
Setelah prosedur, dokter dapat memberikan obat pereda nyeri dan menyarankan perawatan area anus agar tetap bersih. Mandi dengan air hangat juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama masa pemulihan.
Jangan mencoba memecahkan atau mengeluarkan nanah dari abses sendiri. Tindakan tersebut dapat memperburuk luka dan meningkatkan risiko penyebaran infeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Benjolan di sekitar anus yang terasa nyeri dan semakin membesar sebaiknya diperiksa oleh dokter. Pemeriksaan menjadi semakin penting jika keluhan disertai demam, menggigil, keluar nanah, atau rasa sakit yang semakin berat.
Abses yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi. Salah satunya adalah fistula anus, yaitu terbentuknya saluran abnormal antara bagian dalam anus atau rektum dengan kulit di sekitar anus.
Segera cari pertolongan medis jika nyeri sangat berat, demam tinggi, tubuh terasa sangat lemas, atau pembengkakan semakin luas.
Karena tidak ada produk Bumame yang secara spesifik ditujukan untuk diagnosis atau pengobatan abses anus. Jika Anda mengalami benjolan, nyeri, atau pembengkakan di area anus dan masih ragu mengenai kondisi yang dialami, Anda dapat chat gratis dengan dokter untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Sumber:

Cleveland Clinic
NHS

Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310 Klinik Bumame Puri Indah Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu abses anus?
Abses anus adalah kumpulan nanah akibat infeksi yang terbentuk pada jaringan atau kelenjar di sekitar anus atau rektum.
Apa ciri-ciri abses anus?
Ciri yang umum meliputi benjolan yang nyeri, bengkak, kemerahan, rasa hangat pada area tersebut, keluarnya nanah, dan terkadang disertai demam.
Apakah abses anus bisa sembuh sendiri?
Abses yang sudah terbentuk umumnya perlu dievaluasi oleh dokter dan sering kali membutuhkan drainase. Jangan mencoba memecahkan atau mengeluarkan nanah sendiri.
Apakah abses anus sama dengan wasir?
Tidak. Abses merupakan kumpulan nanah akibat infeksi, sedangkan wasir merupakan pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau rektum.