Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Panic Attack: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Panic Attack: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

SBAOthers

Pernahkah Anda duduk di KRL yang padat, lalu tiba-tiba jantung berdebar kencang, telapak tangan jadi dingin, dan napas terasa sesak? Rasa takut yang kuat datang tanpa permisi, lalu beberapa menit kemudian semuanya mereda. Karena gejalanya ekstrem, banyak orang mengira ini serangan jantung. Padahal, bisa jadi yang Anda alami adalah panic attack.

Singkatnya, ini adalah gelombang ketakutan atau kecemasan intens yang muncul secara mendadak dan memicu reaksi fisik yang kuat, meskipun tidak ada bahaya nyata di sekitar Anda. Meskipun rasanya menakutkan saat terjadi, panic attack sebenarnya tidak berbahaya dan bisa Anda kelola. Mari kenali gejala dan penanganannya!

Panic Attack Adalah: Definisi dan Gambaran Umum

Panic attack adalah rasa takut yang sangat kuat dan muncul mendadak, disertai reaksi fisik yang intens, padahal tidak ada bahaya nyata di sekitar kita. Ketika mengalaminya, Anda bisa merasa kehilangan kendali, mengira sedang sakit jantung, atau takut akan meninggal. Banyak orang hanya mengalaminya satu atau dua kali seumur hidup.

Istilah panic attacks adalah bentuk jamak yang mengacu pada episode serangan yang terjadi berulang kali. Kalau Anda mengalami serangan panik berulang dan terus-menerus khawatir akan datangnya serangan berikutnya, kondisi ini bisa berkembang menjadi gangguan kecemasan yang terpisah.

Lalu, apa itu panic attack disorder? Dalam psikiatri, panic attack disorder adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan munculnya serangan panik secara berkala serta perubahan perilaku yang signifikan karena rasa takut. 

Menurut WHO, sekitar 470 juta orang di dunia hidup dengan gangguan kecemasan pada 2023, dan baru sekitar satu dari empat orang yang mendapat pengobatan. Artinya, Anda tidak sendirian dan kondisi ini bisa dibantu.

Meskipun sering dianggap mirip dengan ciri-ciri anxiety, serangan panik punya perbedaan utama pada cara reaksinya muncul. Kecemasan biasanya bertambah secara perlahan sebagai respons terhadap stresor tertentu, sedangkan serangan panik datang mendadak tanpa pemicu jelas dan menghasilkan intensitas gejala fisik jauh lebih kuat.

Gejala dan Tanda Panic Attack

Serangan panik biasanya datang tiba-tiba. Anda bisa mengalaminya saat berkendara, berbelanja, rapat, bahkan ketika sedang tidur. Gejalanya mencapai puncak dalam hitungan menit. Sebagian besar serangan berlangsung sekitar 5 sampai 20 menit, meski ada yang sampai satu jam.

Beberapa gejala dan tanda panic attack adalah sebagai berikut.

  • Jantung berdebar cepat dan keras,

  • berkeringat dan menggigil,

  • gemetar,

  • sesak napas atau rasa tercekik,

  • nyeri dada,

  • mual atau kram perut,

  • pusing, rasa melayang, atau seperti mau pingsan,

  • kesemutan atau mati rasa,

  • perasaan tidak nyata atau seolah terlepas dari diri sendiri,

  • takut kehilangan kendali atau takut mati.

Setelah serangan reda, tubuh akan sering terasa lemas. Beban terberatnya biasanya adalah rasa takut akan serangan berikutnya, sampai Anda mulai menghindari tempat tertentu. 

Karena sebagian gejalanya mirip dengan keluhan jantung, banyak orang langsung khawatir karena jantung berdebar tanpa alasan. Kalau Anda mengalami gejala seperti ini, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab dan Faktor Risiko Panic Attack

Penyebab pastinya masih belum diketahui. Para ahli menduga ada beberapa hal yang berperan bersamaan, misalnya faktor genetik, stres berat, temperamen yang lebih peka terhadap sensasi tubuh, serta perubahan cara kerja bagian tertentu di otak.

Mereka juga menduga adanya keterlibatan respons "lawan atau lari", yaitu reaksi alami tubuh saat menghadapi bahaya, seperti detak jantung dan napas yang meningkat. Namun, mengapa respons itu bisa aktif tanpa ancaman yang jelas, para ahli belum sepenuhnya memahami. 

Coba bayangkan begini, tubuh seperti punya alarm kebakaran yang kadang berbunyi padahal tidak ada api. Ketika jantung berdebar karena alarm palsu itu, Anda salah mengartikannya sebagai tanda bahaya, lalu Anda takut dan jantung makin berdebar. Siklus inilah yang membuat serangan panik terasa semakin besar. 

Beberapa hal yang meningkatkan risiko panic attack adalah sebagai berikut.

  • Anda memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami serangan panik atau gangguan panik.

  • Anda mengalami stres hidup yang berat, misalnya kehilangan orang terdekat atau sakit serius di keluarga.

  • Anda pernah mengalami peristiwa traumatis, seperti kecelakaan serius.

  • Anda mengalami perubahan besar dalam hidup, seperti perceraian atau kelahiran anak.

  • Anda memiliki kebiasaan merokok atau mengonsumsi kafein berlebihan.

  • Anda memiliki kondisi kesehatan lain, misalnya asma, penyakit jantung, atau gangguan tiroid. 

Gangguan panik umumnya mulai muncul pada akhir masa remaja atau awal dewasa dan lebih sering dialami perempuan. Stres sehari-hari yang menumpuk juga layak Anda perhatikan. Anda bisa mulai dengan tips efektif untuk meredakan stres untuk mencegah serangan panik ini.

Diagnosis dan Pemeriksaan yang Relevan

Mengingat panic attack adalah kondisi yang mirip dengan banyak penyakit lain, langkah pertama yang wajib kita lakukan adalah memastikan tidak ada penyebab medis lain yang mendasarinya. Dokter akan menggali gejala yang Anda alami, seberapa sering muncul, dan berapa lama berlangsung.

Dokter juga bisa meminta tes darah, termasuk cek tiroid, plus tes jantung seperti EKG. Tidak sampai di situ, dokter juga akan mengevaluasi kondisi psikologis, seperti seberapa besar stres yang Anda rasakan, hal-hal apa yang Anda hindari, dan apakah ada riwayat keluarga yang serupa. 

Nah, gangguan panik tadi baru bisa didiagnosis jika serangan sering muncul dan datang tanpa terduga. Setidaknya satu serangan harus diikuti oleh rasa khawatir berlebihan akan serangan berikutnya atau perubahan perilaku, misalnya, Anda jadi menghindari tempat tertentu selama minimal satu bulan. 

Serangan itu juga tidak boleh dipicu oleh zat, kondisi medis, atau gangguan mental lain. Di sinilah pemeriksaan kesehatan umum bisa jadi penyelamat. Salah satu pilihannya adalah paket Medical Check-Up dari Bumame. Paket ini akan memberi gambaran menyeluruh tentang kondisi tubuh, sehingga hasilnya bisa menjadi bahan diskusi yang serius dengan dokter.

Tapi ingat, paket ini bukan tes untuk mendiagnosis panic attack dan tidak bisa menggantikan EKG maupun pemeriksaan tiroid yang mungkin dokter minta. Dokter tetap yang berhak menegakkan diagnosis berdasarkan keluhan dan evaluasi menyeluruh.

Pilihan Pengobatan Panic Attack

Kabar baiknya, panic attack adalah gangguan panik yang umumnya bisa diobati. Anda punya beberapa pilihan, mulai dari psikoterapi, obat-obatan, atau menggabungkan keduanya. Apa pun yang Anda pilih, semuanya butuh waktu dan kesabaran sebelum hasilnya benar-benar terasa.

Psikoterapi

Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy atau CBT) jadi pendekatan yang paling banyak diteliti. Lewat terapi ini, Anda belajar memahami bahwa sensasi panik sebenarnya tidak berbahaya, lalu Anda berlatih bereaksi dengan cara yang berbeda melalui tahapan bertahap yang aman. 

Gejala biasanya mulai berkurang dalam beberapa minggu dan sering membaik secara signifikan dalam beberapa bulan. 

Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan antidepresan golongan SSRI atau SNRI. Keduanya biasanya jadi pilihan pertama karena risiko efek samping seriusnya rendah. 

Obat ini butuh sekitar 2 sampai 4 minggu untuk mulai bekerja, dan Anda tidak boleh menghentikannya sendiri tanpa saran dokter. Sementara itu, dokter hanya memakai obat golongan benzodiazepin untuk jangka pendek karena berisiko menimbulkan ketergantungan. 

Perawatan Mandiri

Anda bisa membantu diri sendiri dengan tidur cukup, olahraga rutin, serta mengurangi kafein dan alkohol. Namun, semua itu tidak menggantikan pengobatan dari tenaga kesehatan. Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen atau herbal, konsultasikan dulu dengan dokter karena manfaat dan risikonya masih perlu diteliti. 

Ketika Serangan Panik Datang

Jika memungkinkan, tetap di tempat yang aman, tarik napas pelan dan dalam, lalu ingatkan diri Anda bahwa serangan ini akan berlalu dan tidak mengancam nyawa. Membayangkan sesuatu yang menenangkan juga bisa membantu Anda melewatinya.

Strategi Pencegahan

Sampai sekarang belum ada cara yang benar-benar bisa memastikan seseorang bebas dari serangan panik. Tapi tenang, ada langkah yang bisa Anda lakukan untuk menekan peluang kambuh atau mencegahnya jadi makin parah. Cara pencegahan panic attack adalah sebagai berikut.

  • Segera cari bantuan begitu serangan mulai sering datang.

  • Jalani rencana pengobatan yang dokter berikan secara konsisten.

  • Rutin berolahraga aerobik karena olahraga dipercaya bisa melindungi Anda dari kecemasan.

  • Jauhi rokok, alkohol, dan kafein berlebihan.

  • Latih relaksasi seperti napas dalam, yoga, atau relaksasi otot progresif.

  • Pastikan tidur Anda cukup setiap malam.

Kapan harus ke Dokter?

Panic attack adalah kondisi yang tidak berbahaya secara fisik. Namun, jika merasakan gejala yang mirip dengan serangan panik, langsung temui dokter. Karena gejalanya bisa sangat mirip dengan kondisi serius seperti serangan jantung, jangan coba-coba menebak sendiri. 

Segera periksa juga kalau serangan itu datang berulang, Anda mulai menghindari tempat atau aktivitas tertentu, atau kecemasan sudah mengganggu pekerjaan, sekolah, dan hubungan dengan orang lain. Sebab, tanpa penanganan, kondisi ini cenderung makin memburuk dan bisa memicu depresi.

Anda juga bisa mengalami agorafobia (takut berada di tempat yang sulit untuk menyelamatkan diri) atau penyalahgunaan alkohol. Jika ingin tahu kondisi tubuh secara umum dulu, Anda bisa booking pemeriksaan Medical Check-Up di Bumame sebagai langkah awal, lalu bawa hasilnya saat berkonsultasi dengan dokter.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Mayo Clinic — Panic Attacks and Panic Disorder: Symptoms and Causes

  2. National Institute of Mental Health — Panic Disorder: When Fear Overwhelms

  3. World Health Organization — Anxiety Disorders

  4. National Health Service — Panic Disorder

  5. Mayo Clinic — Panic Attacks and Panic Disorder: Diagnosis and Treatment

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa yang dimaksud dengan panic attack?

Panic attack adalah serangan rasa takut atau kecemasan intens yang muncul secara mendadak dan disertai reaksi fisik, seperti jantung berdebar, sesak napas, berkeringat, dan pusing.

Apa saja gejala panic attack?

Gejala panic attack dapat berupa jantung berdebar cepat, berkeringat, gemetar, sesak napas, nyeri dada, mual, pusing, kesemutan, serta ketakutan kehilangan kendali atau meninggal.

Apa penyebab panic attack?

Penyebab pasti panic attack belum diketahui. Faktor yang diduga berperan meliputi genetik, stres berat, pengalaman traumatis, sensitivitas terhadap sensasi tubuh, konsumsi kafein berlebihan, merokok, dan kondisi kesehatan tertentu.

Apa perbedaan panic attack dan gangguan panik?

Panic attack adalah episode serangan ketakutan intens yang dapat terjadi sesekali. Gangguan panik merupakan kondisi ketika serangan berulang dan tidak terduga disertai kekhawatiran berkelanjutan terhadap serangan berikutnya atau perubahan perilaku.

Bagaimana cara mengatasi panic attack?

Saat serangan terjadi, tetaplah di tempat yang aman, atur napas secara perlahan, dan ingatkan diri bahwa serangan akan berlalu. Penanganan jangka panjang dapat meliputi terapi perilaku kognitif, obat sesuai resep dokter, tidur cukup, olahraga, serta membatasi kafein dan alkohol.