Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mengenal Steatorrhea: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Mengenal Steatorrhea: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

SBAOthers

Pernahkah melihat ke kloset setelah buang air besar, lalu kaget karena tinja terlihat pucat, berminyak, dan sulit tersiram? Jika hanya terjadi sekali setelah makan gorengan atau masakan bersantan, tidak perlu terlalu khawatir. Tapi kalau kondisi ini muncul berulang, tubuh sedang memberi sinyal bahwa lemak dari makanan tidak terserap dengan baik atau steatorrhea. 

Lantas, apa saja gejala yang perlu Anda kenali? Mari simak untuk mengenali penyebab, cara pemeriksaan, pilihan penanganan, hingga langkah pencegahannya! Anda juga akan tahu kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter supaya keluhan tidak dibiarkan berlarut-larut.

Apa Itu Steatorrhea?

Steatorrhea terjadi saat tinja mengandung lemak berlebih. Kondisi ini bukan penyakit yang berdiri sendiri, melainkan gejala malabsorpsi lemak, yaitu saat sistem pencernaan kesulitan memecah dan menyerap lemak dari makanan. Secara medis, dokter menyatakan tinja mengandung lemak berlebih jika kadarnya melebihi 7 gram dalam 24 jam.

Agar tubuh bisa menyerap lemak, tiga “pemain” harus bekerja sama. Empedu dari hati yang menguraikan lemak, enzim lipase dari pankreas yang memecahnya menjadi bagian lebih kecil, dan dinding usus halus yang sehat yang menyerapnya. Jika salah satu terganggu, sebagian lemak akan ikut terbuang bersama tinja.

Banyak orang menyebutnya steatorrhea diarrhea karena tinjanya sering lembek atau encer. Padahal keduanya tidak selalu sama. Diare ditandai dengan tinja cair dan buang air besar yang sering, sedangkan steatorrhea ditandai dengan kandungan lemak berlebih pada tinja. 

Keduanya bisa muncul bersamaan, terutama bila gangguan penyerapan sudah berlangsung lama. Sebagai pembanding, Anda juga perlu mengetahui penyebab diare dan cara mengatasinya.

Gejala dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Coba perhatikan apakah tinja Anda menunjukkan hal berikut.

  • Tampak lebih pucat, kadang seperti tanah liat.

  • Lembek, berminyak atau berbusa, dan jumlahnya banyak.

  • Baunya jauh lebih menyengat dari biasanya.

  • Mengapung dan sulit dibilas.

Selain perubahan tinja, keluhan yang sering muncul adalah diare yang berlangsung lama, perut sering kembung, rasa tidak nyaman di perut, dan berat badan turun meski porsi makan tetap cukup. Lemak juga membantu tubuh mengangkut vitamin A, D, E, dan K. 

Jika penyerapan lemak terganggu dalam waktu lama, tubuh bisa kekurangan vitamin-vitamin tersebut. Akibatnya, Anda mungkin sulit melihat pada malam hari ( kekurangan vitamin A), mengalami nyeri tulang atau tulang menipis ( kekurangan vitamin D), atau mudah memar dan berdarah ( kekurangan vitamin K). 

Pada anak, gangguan ini bisa menghambat pertumbuhan. Jika Anda membiarkannya lebih lama, gangguan penyerapan ini dapat menyebabkan malnutrisi, tulang yang rapuh, dan anemia. 

Anemia bisa muncul karena kekurangan zat besi pada penyakit pencernaan celiac, atau kekurangan vitamin B12 pada penyakit di ujung usus halus maupun gangguan pertumbuhan bakteri di usus.

Penyebab dan Faktor Risiko

Steatorrhea muncul ketika salah satu dari tiga bagian proses pencernaan lemak mengalami gangguan. Kita bisa mengelompokkan penyebabnya sebagai berikut.

  • Pankreas: Gangguan ini terjadi saat pankreas tidak menghasilkan cukup enzim pencernaan. Kondisi ini sering muncul pada radang pankreas kronis, cystic fibrosis (kelainan genetik yang membuat lendir tubuh mengental), tumor, atau setelah operasi pankreas. 

Alkohol menjadi penyebab utama radang pankreas kronis, sementara batu empedu juga dapat memicu peradangan tersebut.

  • Hati dan Saluran Empedu: Ketika aliran empedu ke usus berkurang pada kondisi kolestasis, sirosis, atau penyakit seperti primary biliary cholangitis. Anda juga perlu mewaspadai gejala batu empedu karena dapat mengganggu aliran empedu.

  • Usus Halus: Dinding usus mengalami kerusakan atau gangguan akibat penyakit celiac (gangguan pencernaan dan imun kronis yang dipicu oleh gluten), penyakit Crohn, infeksi Giardia, pertumbuhan bakteri berlebih di usus halus, atau usus yang memendek setelah operasi.

Obat juga dapat menghambat penyerapan lemak, seperti orlistat. Lalu, faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan gangguan ini antara lain kebiasaan minum alkohol berat, merokok, riwayat penyakit pankreas atau pencernaan, riwayat operasi pada saluran cerna atas atau pankreas, serta kelainan genetik tertentu.

Pada penyakit celiac, gluten memicu reaksi imun yang merusak lapisan usus halus sehingga tubuh kesulitan menyerap lemak dan vitamin larut lemak. Pada gangguan pertumbuhan bakteri di usus halus, bakteri yang berlebih mengganggu fungsi empedu sehingga lemak tidak terurai sempurna. 

Sementara pada cystic fibrosis, lendir yang kental menghambat aliran cairan pencernaan dari pankreas. 

Diagnosis dan Pemeriksaan

Karena penyebab steatorrhea bisa beragam, dokter biasanya akan mulai dengan menanyakan riwayat kesehatan Anda lalu melakukan pemeriksaan fisik dan tes yang sesuai. Untuk memastikan apakah kadar lemak dalam tinja memang berlebih, dokter biasanya meminta analisis lemak feses. 

Dokter akan meminta Anda mengumpulkan sampel tinja selama 24–72 jam, lalu tim laboratorium menghitung kadar lemaknya. Jika dokter mencurigai adanya gangguan pankreas, dokter akan melakukan tes elastase feses (untuk mengukur enzim pankreas dalam tinja) atau tes fungsi pankreas.

Dokter juga dapat melakukan pencitraan medis (medical imaging) seperti CT scan atau MRI, tes D-xylose untuk menilai penyerapan di usus halus, serta biopsi atau tes darah untuk celiac, agar bisa menemukan sumber masalahnya.

Karena itu, di Bumame, Anda bisa memilih pemeriksaan yang relevan sesuai arahan dokter. Jika dokter menyarankan evaluasi kesehatan hati sebagai penunjang, tersedia paket MCU plus hati lengkap yang berisi 19 pemeriksaan darah dan urine.

Paket ini mencakup fungsi hati (SGOT, SGPT, Gamma GT, alkali fosfatase, bilirubin), profil kolesterol, gula darah, fungsi ginjal, hematologi lengkap, dan vitamin D 25-OH. Fungsinya membantu menilai kondisi hati serta memberikan informasi tambahan yang bisa Anda diskusikan bersama dokter.

Pilihan Penanganan

Cara mengatasi steatorrhea bertumpu pada satu prinsip, yaitu menangani penyebabnya sambil mencegah kekurangan gizi. Berikut beberapa contoh penanganannya.

  • Gangguan pankreas: Dokter biasanya memberikan terapi pengganti enzim pankreas yang Anda minum bersama makanan. Dokter atau ahli gizi juga dapat menyarankan Anda untuk makan dalam porsi kecil tapi sering, menghindari alkohol, dan berhenti merokok.

  • Pertumbuhan bakteri berlebih di usus halus: Dokter memberikan antibiotik.

  • Penyakit celiac: Anda perlu menjalankan diet bebas gluten seumur hidup dengan pendampingan ahli gizi.

  • Primary biliary cholangitis: Dokter meresepkan obat asam ursodeoksikolat (ursodiol).

Jika ternyata Anda kekurangan vitamin A, D, E, atau K, dokter dapat memberikan suplemen. Soal makanan, bila gangguan hanya terjadi sesekali, Anda bisa mengurangi konsumsi kacang utuh, minyak kelapa dan sawit, mentega, daging merah, serta alkohol. 

Pada gangguan penyerapan lemak, dokter lebih menganjurkan lemak tak jenuh seperti ikan berminyak, alpukat, dan minyak zaitun.

Strategi Pencegahan

Tidak semua kasus steatorrhea bisa dicegah, terutama bila penyebabnya kelainan bawaan atau penyakit autoimun. Namun, Anda tetap bisa menurunkan risiko sebagian penyebabnya dengan beberapa langkah berikut.

  • Batasi atau hindari alkohol karena alkohol menjadi penyebab tersering radang pankreas kronis.

  • Berhenti merokok.

  • Jika Anda sudah memiliki penyakit celiac atau penyakit pencernaan lain, patuhi diet dan jadwal kontrol dari dokter.

  • Penuhi kebutuhan vitamin D dari makanan. Anda bisa melihat sumber makanan yang mengandung vitamin D, terutama bila penyerapan lemak Anda pernah bermasalah.

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan berkala agar dokter dapat memantau kondisi hati dan tubuh Anda lebih awal.

Kapan harus ke Dokter?

Steatorrhea sendiri bukan keadaan darurat yang mengancam jiwa, tetapi gangguan penyerapan lemak yang Anda biarkan sehingga dapat menimbulkan masalah gizi dari waktu ke waktu. Segera jadwalkan konsultasi bila:

  • Tinja berminyak, pucat, dan berbau menyengat terjadi berulang atau tidak membaik.

  • Penyebabnya belum jelas.

  • Berat badan Anda turun tanpa sebab yang jelas.

  • Diare berlangsung lama.

  • Kulit atau mata Anda menguning.

  • Anda mudah memar atau berdarah.

  • Anak tampak tumbuh lebih lambat dari seharusnya.

Sebelum berkonsultasi, catat sudah berapa lama keluhan berlangsung, seberapa sering terjadi, seperti apa tampilan tinjanya, serta obat dan suplemen yang rutin Anda konsumsi. Catatan sederhana ini membantu dokter menyusun pemeriksaan yang lebih tepat.

Kenali Gejala Steatorrhea dan Segera Lakukan Penanganan!

Anda tidak perlu menunggu gejala memberat. Jadwalkan paket MCU plus hati lengkap di Bumame untuk melihat kondisi hati dan beberapa penanda kesehatan lain, lalu bawa hasilnya ke dokter agar dapat pemeriksaan lanjutan yang tepat. Semakin cepat pengobatan Anda dapatkan, semakin kecil risiko komplikasinya!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Cleveland Clinic — Steatorrhea (Fatty Stool)

  2. Azer, S. A. & Sankararaman, S. — Steatorrhea

  3. MSD Manuals — Gambaran Umum Malabsorpsi

  4. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases — Exocrine Pancreatic Insufficiency

  5. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases — Definition & Facts for Celiac Disease

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu steatorrhea?

Steatorrhea adalah kondisi ketika tinja mengandung lemak berlebih akibat gangguan pemecahan atau penyerapan lemak dalam sistem pencernaan.

Apa saja gejala steatorrhea?

Gejala steatorrhea meliputi tinja pucat, berminyak, berbau menyengat, mengapung, dan sulit disiram. Keluhan lain dapat berupa diare berkepanjangan, perut kembung, serta penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Apakah steatorrhea sama dengan diare?

Tidak. Steatorrhea ditandai kandungan lemak berlebih dalam tinja, sedangkan diare ditandai tinja cair dan frekuensi buang air besar yang meningkat. Keduanya dapat terjadi bersamaan.

Apa penyebab steatorrhea?

Steatorrhea dapat disebabkan gangguan pankreas, masalah hati dan saluran empedu, serta penyakit usus halus seperti penyakit celiac, penyakit Crohn, dan infeksi Giardia. Obat-obatan tertentu juga dapat mengganggu penyerapan lemak.

Bagaimana cara mengatasi steatorrhea?

Penanganan steatorrhea bergantung pada penyebabnya, misalnya terapi pengganti enzim pankreas, antibiotik untuk kondisi tertentu, atau diet bebas gluten pada penyakit celiac. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan penanganan dan kebutuhan suplemen yang sesuai.