Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Ciri-Ciri Anxiety: Fisik, Emosional, dan Cara Atasi
Kembali ke Artikel & Berita

Ciri-Ciri Anxiety: Fisik, Emosional, dan Cara Atasi

SBATips Kesehatan

Pikiran berputar saat malam dan jantung berdebar sebelum presentasi merupakan ciri-ciri anxiety yang kerap muncul tanpa alasan jelas. Banyak orang mengira keluhan fisik ini hanyalah rasa gugup biasa yang akan hilang dengan sendirinya. 

Padahal, kecemasan yang terjadi berulang kali dan menetap dapat mengganggu kegiatan sehari-sehari. Oleh karena itu, dengan mengenali batas kewajaran cemas, Anda bisa mencari penanganan yang lebih cepat dan tepat.

Apa Itu Anxiety (Gangguan Cemas)?

Secara umum, anxiety atau kecemasan merupakan respons emosional yang muncul ketika seseorang merasa terancam, khawatir, atau mengantisipasi sesuatu yang dianggap berbahaya. Dalam kadar tertentu, rasa cemas justru dapat membantu lebih waspada dan mempersiapkan diri menghadapi situasi yang menantang. 

Masalahnya muncul ketika kecemasan menjadi berlebihan, sulit dikendalikan, dan memberikan dampak nyata terhadap kehidupan sehari-hari. Gangguan kecemasan sendiri bukan hanya satu kondisi. Ada beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut.

  • GAD (Generalized Anxiety Disorder): Khawatir berlebihan terhadap berbagai hal sehari-hari secara kronis.

  • Gangguan Panik: Serangan panik intens yang datang tiba-tiba dan berulang.

  • Kecemasan Sosial: Ketakutan kuat akan dihakimi atau malu dalam situasi sosial.

  • Fobia Spesifik: Ketakutan berlebihan terhadap objek, hewan, atau situasi tertentu.

  • Agorafobia: Takut berada di tempat umum atau keramaian yang sulit untuk melarikan diri.

  • Gangguan Kecemasan Perpisahan: Khawatir berlebihan saat harus berpisah dari orang terdekat.

  • Mutisme Selektif: Gagal berbicara secara konsisten pada situasi sosial tertentu.

Pada gangguan kecemasan, seseorang dapat mengalami kombinasi rasa khawatir, ketegangan, perubahan perilaku, dan gejala fisik. Keluhannya juga dapat berbeda dari satu orang ke orang lain.

Menurut World Health Organization (WHO), gangguan kecemasan termasuk gangguan mental yang paling umum dan dapat mengganggu kehidupan sosial, pekerjaan, maupun aktivitas sehari-hari. Meski demikian, kondisi ini juga dapat ditangani dengan pendekatan yang tepat.

Ciri-Ciri Anxiety secara Fisik dan Emosional

Hal yang mungkin sering membingungkan adalah karena gejalanya tidak selalu terasa seperti masalah psikologis. Tubuh juga dapat memberikan respons yang cukup nyata. Berikut beberapa ciri-ciri anxiety yang dapat muncul secara fisik.

  • Jantung berdebar atau terasa berdetak lebih cepat.

  • Napas terasa lebih cepat atau pendek.

  • Telapak tangan berkeringat.

  • Tubuh gemetar.

  • Otot terasa tegang.

  • Pusing atau terasa ringan di kepala.

  • Sakit kepala.

  • Mual atau perut terasa tidak nyaman.

  • Sulit tidur.

  • Mudah merasa lelah.

  • Tubuh terasa panas atau menggigil.

Respons tersebut berkaitan dengan aktivasi sistem tubuh ketika seseorang menghadapi atau memperkirakan adanya ancaman. Karena itu, kecemasan dapat terasa secara fisik meskipun pemicunya tidak selalu terlihat. Selain gejala fisik, kecemasan dapat memengaruhi cara seseorang berpikir dan berperilaku.

  • Terus-menerus memikirkan kemungkinan buruk.

  • Sulit menghentikan rasa khawatir.

  • Merasa gelisah atau selalu “siap” menghadapi sesuatu.

  • Sulit berkonsentrasi.

  • Mudah tersinggung.

  • Sulit merasa rileks.

  • Takut sesuatu yang buruk akan terjadi.

  • Menghindari tempat atau situasi tertentu karena merasa cemas.

  • Kesulitan menikmati aktivitas yang biasanya menyenangkan.

Penting untuk diingat, memiliki satu atau beberapa gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami gangguan kecemasan. Diagnosis perlu mempertimbangkan pola gejala, durasi, tingkat keparahan, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Perbedaan Anxiety dan Panic Attack

Meskipun sering dianggap sama karena sama-sama memicu gejala fisik seperti jantung berdebar dan sesak napas, ciri-ciri anxiety dan panic attack sebenarnya berbeda. Berikut adalah perbandingan lengkap di antara keduanya.

Aspek Perbandingan

Anxiety (Kecemasan)

Panic Attack (Serangan Panik)


Pola Muncul

Berkembang secara bertahap seiring berjalannya waktu.

Muncul secara tiba-tiba dan sangat intens tanpa peringatan.

Durasi

Berlangsung lebih lama (terus-menerus atau kronis).

Berlangsung relatif singkat, biasanya sekitar 5 hingga 20 menit.

Pemicu Utama

Kekhawatiran berlebih terhadap masa depan, pekerjaan, atau masalah hidup.

Bisa muncul mendadak, terkadang tanpa pemicu yang jelas.

Gejala Fisik Utama

Rasa cemas yang mengganggu pikiran, tidur, dan aktivitas harian.

Gejala intens seperti jantung berdebar hebat, gemetar, pusing, nyeri dada, dan rasa takut mati atau kehilangan kendali.

Kaitannya dengan Gangguan

Merupakan respons stres yang dapat menjadi bagian dari gangguan kecemasan umum.

Tidak selalu berarti mengalami panic disorder, kecuali jika terjadi berulang kali.

Penyebab Anxiety

Tidak ada satu penyebab yang berlaku untuk semua orang. Gangguan kecemasan dapat muncul dari kombinasi faktor biologis, psikologis, dan lingkungan. Berikut penjelasannya!

1. Stres dan Pengalaman Hidup

Stres dan depresi akibat beberapa masalah. Seperti pekerjaan, masalah finansial, konflik hubungan, kehilangan orang terdekat, perubahan besar dalam hidup, atau pengalaman traumatis dapat menjadi pemicu kecemasan.

2. Faktor Biologis dan Genetik

Kerentanan terhadap gangguan kecemasan dapat dipengaruhi oleh faktor biologis dan riwayat keluarga. Namun, memiliki anggota keluarga dengan gangguan kecemasan bukan berarti seseorang pasti akan mengalaminya.

3. Kondisi Kesehatan Tertentu

Beberapa kondisi medis dapat menimbulkan keluhan yang mirip dengan ciri-ciri anxiety. Karena itu, terutama bila gejala muncul baru pertama kali, evaluasi kesehatan dapat membantu dokter mempertimbangkan kemungkinan penyebab lain.

Selain itu, konsumsi kafein berlebihan, alkohol, zat tertentu, kurang tidur, dan beberapa obat juga dapat memperburuk rasa cemas pada sebagian orang. Artinya, mencari penyebab anxiety tidak selalu cukup dengan bertanya, “Apa yang sedang saya pikirkan?” Faktor kesehatan fisik dan kebiasaan sehari-hari juga dapat menjadi bagian dari evaluasi.

Cara Mengatasi Anxiety

Penanganan anxiety bergantung pada jenis, tingkat keparahan, dan kondisi setiap orang. Berikut beberapa langkah yang dapat dicoba untuk membantu mengelola kecemasan.

1. Atur Pola Tidur

Usahakan memiliki waktu tidur yang nyenyak dan bangun teratur. Kurang tidur dapat membuat tubuh lebih sulit mengelola stres dan dapat memperburuk rasa cemas pada sebagian orang.

2. Tetap Aktif Secara Fisik

Aktivitas fisik secara teratur dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan anxiety. Tidak harus selalu olahraga berat, berjalan kaki atau aktivitas fisik lain yang sesuai dengan kondisi tubuh juga dapat menjadi pilihan.

3. Perhatikan Konsumsi Kafein dan Alkohol

Pada sebagian orang, kafein dapat memperkuat sensasi seperti jantung berdebar atau rasa gelisah. Alkohol juga bukan solusi jangka panjang untuk mengatasi kecemasan dan dapat memperburuk kondisi tertentu.

4. Gunakan Teknik Relaksasi

Latihan pernapasan perlahan, relaksasi otot, dan mindfulness dapat membantu mengelola respons stres. Tujuannya bukan memaksa rasa cemas hilang seketika, tetapi membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.

5. Ceritakan Kepada Orang yang Dipercaya

Jika pikiran sudah kalut atau tidak memiliki jalan keluar lain, membicarakan apa yang dirasakan dengan orang yang dipercaya dapat membantu seseorang tidak menghadapi kecemasan sendirian.

6. Pertimbangkan Bantuan Profesional

Jika kecemasan terus berulang atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, psikolog atau psikiater dapat membantu melakukan penilaian dan menentukan pendekatan yang sesuai. 

Terapi psikologis yang termasuk ke dalam pendekatan berbasis cognitive behavioural therapy (CBT). Ini merupakan salah satu pendekatan yang memiliki bukti untuk berbagai gangguan kecemasan.

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan penggunaan obat.  Oleh karena itu, jangan memulai atau menghentikan obat untuk anxiety tanpa berdiskusi dengan tenaga kesehatan.

Kapan Harus Konsultasi ke Psikolog/Psikiater?

Tidak perlu menunggu sampai kecemasan terasa sangat berat untuk mencari bantuan. Konsultasi layak Anda pertimbangkan ketika rasa khawatir atau takut mulai menyerang. Selain itu, pertimbangkan hal ini.

  • Sulit dikendalikan dan terjadi berulang kali.

  • Mengganggu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.

  • Membuat tidur terganggu.

  • Membuat seseorang terus menghindari situasi tertentu.

  • Mengganggu hubungan dengan keluarga atau orang lain.

  • Disertai serangan panik yang berulang.

  • Membuat seseorang kesulitan merawat dirinya sendiri

Jika muncul nyeri dada berat, kesulitan bernapas yang baru atau berat, pingsan, atau gejala fisik lain yang terasa sebagai keadaan darurat, jangan langsung menganggapnya sebagai ciri-ciri anxiety. Cari pertolongan medis segera untuk memastikan penyebabnya.

Jika kecemasan disertai pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup, cari bantuan darurat melalui call center Kementerian Kesehatan 119. Anda juga bisa menghubungi orang yang dapat mendampingi sesegera mungkin.

Lebih Mengenal Tubuh, Lebih Siap Menjaga Kesehatan!

Mengenali ciri-ciri anxiety akan membantu memahami bahwa kecemasan tidak hanya berupa rasa khawatir. Jantung berdebar, sulit tidur, tubuh tegang, dan sulit berkonsentrasi juga dapat menjadi gejalanya. Namun, gejala tersebut bisa menyerupai kondisi fisik lainnya.

Karena itu, diagnosis sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan informasi di internet. Jika keluhan menetap atau mengganggu aktivitas, konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah yang tepat. Pemeriksaan rutin juga dapat membantu mengenali kondisi tubuh secara lebih menyeluruh.

Bagi wanita, kesehatan umum dan hormonal dapat dipantau melalui pemeriksaan rutin. Untuk mendukung hal tersebut, Bumame hadir dengan menyediakan Paket MCU Basic & Cek Hormon mulai dari Rp1.810.000, yang mencakup pemeriksaan kesehatan dasar serta hormon LH, FSH, dan estradiol.

Pemeriksaan dilakukan dengan sampel darah dan urin selama sekitar 15–20 menit. Sementara hasilnya dapat selesai dalam 1–3 hari kerja, tergantung jenis pemeriksaan. Dengan mengetahui kondisi tubuh lebih awal, langkah perawatan yang tepat dapat didiskusikan bersama tenaga kesehatan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

References:

  1. World Health Organization. (2026). Anxiety Disorders.

  2. National Library of Medicine. (2022). Anxiety disorders.

  3. Harvard Health Publishing. (2024). Anxiety.

  4. National Library of Medicine. (2023). Clinical Markers of Panic and Generalized Anxiety Disorder: Overlapping Symptoms, Different Course and Outcome. 

  5. John Hopkins Medicine. (2026). How to Help Someone with Anxiety.

  6. Medical News Today. (2025). What to know about anxiety.

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa saja ciri-ciri anxiety yang paling umum?
Ciri-ciri anxiety meliputi jantung berdebar, napas pendek, telapak tangan berkeringat, tubuh gemetar, otot tegang, pusing, mual, sulit tidur, dan mudah lelah. Gejala emosionalnya dapat berupa rasa khawatir berlebihan, gelisah, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, serta takut sesuatu yang buruk akan terjadi.
Apa penyebab anxiety?
Anxiety dapat dipicu oleh kombinasi faktor biologis, psikologis, dan lingkungan, seperti stres pekerjaan atau finansial, konflik hubungan, pengalaman traumatis, riwayat keluarga, serta kondisi kesehatan tertentu. Konsumsi kafein berlebihan, alkohol, zat tertentu, kurang tidur, dan beberapa obat juga dapat memperburuk kecemasan.
Apa perbedaan anxiety dan panic attack?
Anxiety biasanya berkembang secara bertahap dan berlangsung lebih lama, disertai kekhawatiran terhadap masa depan atau masalah sehari-hari. Sementara itu, panic attack muncul tiba-tiba dengan rasa takut yang intens, berlangsung relatif singkat, dan dapat disertai jantung berdebar hebat, gemetar, pusing, atau nyeri dada.
Bagaimana cara mengatasi anxiety?
Anxiety dapat dikelola dengan menjaga pola tidur, rutin melakukan aktivitas fisik, membatasi kafein dan alkohol, serta mencoba teknik relaksasi seperti latihan pernapasan dan mindfulness. Berbagi cerita dengan orang tepercaya juga dapat membantu. Jika kecemasan terus berulang atau mengganggu aktivitas, pertimbangkan bantuan psikolog atau psikiater.
Kapan seseorang perlu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater karena anxiety?
Konsultasi perlu dipertimbangkan jika kecemasan sulit dikendalikan, berulang, mengganggu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, merusak kualitas tidur, menyebabkan seseorang menghindari situasi tertentu, atau mengganggu hubungan dengan orang lain. Jika muncul nyeri dada berat, kesulitan bernapas yang baru atau berat, atau pingsan, segera cari pertolongan medis.