Anak demam sejak semalam, lalu pagi ini muncul bintik merah dan lepuh kecil. Banyak orang tua langsung menduga cacar air, padahal flu singapura juga bisa menimbulkan lepuh pada anak.
Keduanya disebabkan virus berbeda, dengan masa menular dan perawatan yang juga berbeda. Mengenali polanya membantu Anda tahu apa yang perlu diawasi di rumah dan kapan anak perlu ke dokter.
Berikut cara membedakannya, lengkap dengan tanda yang perlu diperiksakan dan langkah pencegahannya.
Apa Bedanya Flu Singapura dan Cacar Air?
Flu singapura adalah sebutan populer untuk penyakit tangan, kaki, dan mulut atau hand, foot, and mouth disease (HFMD). Meski disebut flu, penyebabnya adalah enterovirus, umumnya coxsackievirus A16. Cacar air atau varisela disebabkan oleh virus varicella-zoster.
Tabel berikut merangkum perbedaan yang bisa Anda amati di rumah.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Pada anak yang sudah divaksin, ruam cacar air biasanya lebih ringan sehingga polanya kurang khas.
Mengenal Flu Singapura dan Urutan Gejalanya
Flu singapura banyak dialami anak di bawah 5 tahun, tetapi orang dewasa juga bisa tertular. Menurut Mayo Clinic, di daerah tropis wabahnya cenderung muncul saat musim hujan.
Gejala biasanya muncul 3 sampai 6 hari setelah tertular, dengan urutan berikut:
Demam dan sakit tenggorokan. Anak bisa rewel dan kehilangan nafsu makan. Pada hari pertama, keluhan ini masih mirip infeksi virus lain.
Luka nyeri di mulut. Satu sampai dua hari kemudian, muncul lepuh kecil di lidah, gusi, dan pipi bagian dalam. Luka ini mirip sariawan, tetapi nyerinya bisa membuat anak enggan minum.
Ruam di telapak tangan dan kaki. Ruam juga bisa muncul di bokong, berupa bintik atau bintil kecil yang kadang melepuh. Warnanya bisa merah, putih, atau keabuan tergantung warna kulit.
Sebagian besar anak membaik sendiri dalam 7 sampai 10 hari. Penyakit ini juga tidak berhubungan dengan penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.
Baca Juga: Flu Singapura: Gejala, Penyebab, dan Cara Cegah
Ciri Cacar Air dan Tahapan Ruamnya
Cacar air sangat mudah menular, dan sebagian besar kasusnya terjadi pada anak di bawah 15 tahun. Gejalanya muncul rata-rata 14 sampai 16 hari setelah kontak.
Perjalanan gejalanya biasanya seperti ini:
Keluhan awal. Satu sampai dua hari sebelum ruam, penderita bisa demam, sakit kepala, lelah, dan kehilangan nafsu makan. Keluhan ini sering tidak dialami anak kecil, tetapi cenderung berat pada orang dewasa.
Bintik yang cepat melepuh. Bintik merah datar muncul di dada, punggung, atau wajah, lalu dalam 6 sampai 8 jam berubah menjadi lepuh bulat berisi cairan. Lepuh yang sangat gatal ini bisa muncul juga di kulit kepala, bagian dalam mulut, dan kelopak mata.
Keropeng dan bintik baru bersamaan. Lepuh mengering menjadi keropeng, sementara bintik baru terus bermunculan. Bintik baru biasanya berhenti muncul sekitar hari kelima, dan sebagian besar sudah berkeropeng pada hari keenam.
Secara keseluruhan, masa sembuh cacar air biasanya 5 sampai 10 hari. Setelah sembuh, cacar air umumnya tidak berulang, tetapi virusnya menetap dalam keadaan tidak aktif dan bisa muncul kembali sebagai cacar api atau herpes zoster.
Baca Juga: Cacar Air: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Komplikasi yang Bisa Muncul
Pada anak sehat, komplikasi kedua penyakit jarang terjadi, tetapi bentuknya berbeda:
Kekurangan cairan. Menurut Mayo Clinic, dehidrasi atau kekurangan cairan adalah komplikasi flu singapura yang umum karena menelan terasa nyeri. Kasus yang berat mungkin perlu cairan infus di rumah sakit.
Radang paru dan radang otak. Cacar air bisa menyebabkan pneumonia atau radang paru, khususnya pada orang dewasa, bayi, dan orang berdaya tahan tubuh lemah. Radang otak atau ensefalitis jarang terjadi, tetapi bisa muncul pada kedua penyakit, dan flu singapura juga bisa memicu radang selaput otak atau meningitis virus.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Segera bawa ke IGD bila penderita sesak napas, kejang, tampak bingung, atau berjalan limbung, karena bisa menandakan komplikasi serius.
Hubungi dokter dalam waktu dekat bila:
Usia atau daya tahan tubuh khusus. Bayi di bawah 6 bulan dan anak berdaya tahan tubuh lemah dengan flu singapura perlu diperiksa dokter. Pada cacar air, bayi, remaja, orang dewasa, dan orang berdaya tahan tubuh lemah sebaiknya segera berkonsultasi, karena obat antivirus idealnya diberikan dalam 24 jam sejak gejala muncul.
Kehamilan. CDC menyarankan ibu hamil yang mungkin terpapar flu singapura menghubungi dokter. Cacar air saat hamil bisa menimbulkan komplikasi serius dan bisa menular ke janin.
Anak sulit minum atau tidak membaik. Luka di mulut bisa membuat anak kesakitan saat minum. Demam flu singapura yang tidak turun dalam 3 hari atau gejala yang belum reda setelah 10 hari juga perlu diperiksakan.
Lepuh tampak meradang. Kulit di sekitar lepuh cacar air yang makin meradang bisa menandakan infeksi bakteri. Dokter akan menilai apakah perlu antibiotik.
Bagaimana Dokter Membedakan Keduanya?
Sampaikan dugaan penyakit menular saat mendaftar agar petugas bisa mengatur kedatangan anak tanpa menulari pasien lain. Dokter akan menanyakan awal demam, letak bintik pertama, riwayat kontak, dan status vaksin, lalu memeriksa mulut dan kulit.
Dokter biasanya bisa mengenali cacar air lewat pemeriksaan fisik. Bila perlu konfirmasi, dokter bisa meminta tes PCR dari usapan cairan lepuh atau tes darah untuk mencari antibodi terhadap virusnya.
Ruam yang disertai demam juga bisa berasal dari campak, sedangkan bintik merah pada demam berdarah punya pola lain lagi. Karena itu, ruam yang polanya tidak khas tetap perlu diperiksakan.
Vaksin Cacar Air untuk Menurunkan Risiko
Vaksin cacar air berisi virus varisela hidup yang sudah dilemahkan untuk melatih sistem kekebalan mengenali virus varicella-zoster. Vaksin ini membantu menurunkan risiko cacar air dan membuat gejalanya lebih ringan bila tetap terkena. CDC merekomendasikannya bagi anak, remaja, dan orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksin. Orang tua bisa membicarakannya dengan dokter saat meninjau panduan vaksinasi anak.
Vaksin ini tidak melindungi dari flu singapura. Bumame menyediakan Vaksin Varicella (Cacar Air) Varivax dengan isi tiap dosis 0,5 mL berupa virus varisela hidup yang dilemahkan. Menurut halaman produk, proses pembuatannya melibatkan bahan baku yang bersumber dari babi.
Vaksin hidup tidak diberikan pada ibu hamil dan orang dengan daya tahan tubuh sangat lemah. Untuk vaksinasi anak, hubungi CS Bumame untuk memastikan ketersediaan sesuai usia anak. Jadwal vaksinasi bisa diatur saat Anda chat CS Bumame.
Perawatan di Rumah Selama Masa Sakit
Belum ada pengobatan khusus untuk flu singapura, dan cacar air ringan umumnya cukup ditangani dengan meredakan gejala. Langkah berikut membantu:
Jaga asupan cairan. Pastikan anak minum cukup meski menelan terasa nyeri. Pada flu singapura, langkah ini menjadi kunci untuk mencegah kekurangan cairan.
Pilih obat demam bersama dokter. CDC menyebut obat bebas bisa meredakan demam dan nyeri akibat luka di mulut. Tanyakan jenisnya ke dokter atau apoteker, karena pereda nyeri tertentu bisa memicu sindrom Reye yang langka pada anak dan remaja dengan cacar air.
Redakan gatal dan jaga kebersihan. Kompres basah membantu meredakan gatal cacar air dan mengurangi garukan yang bisa meninggalkan bekas luka. Mandikan anak dengan sabun, potong kukunya pendek, dan jaga pakaiannya tetap bersih sebagai bagian dari perawatan cacar air pada anak.
Dokter bisa memberikan antihistamin untuk gatal berat dan antivirus bagi penderita cacar air yang berisiko sakit berat. Pada penanganan penyakit HFMD, fokusnya tetap pada cairan dan kenyamanan anak.
Cara Mencegah Penularan di Rumah dan Sekolah
Virus flu singapura menyebar lewat percikan, cairan lepuh, permukaan benda, dan tinja, sedangkan virus cacar air menyebar lewat udara dan kontak dengan ruam. Langkah berikut membantu:
Cuci tangan dengan sabun. Cuci tangan minimal 20 detik, khususnya setelah mengganti popok atau dari toilet. Ajari anak melakukannya dan hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci.
Bersihkan mainan dan permukaan. Virus flu singapura bisa bertahan beberapa hari di gagang pintu dan mainan, jadi bersihkan benda yang sering disentuh bersama. Virusnya juga bisa tetap ada di tubuh beberapa minggu setelah gejala hilang, sehingga kebiasaan cuci tangan perlu berlanjut.
Atur waktu kembali ke sekolah. Menurut CDC, anak dengan flu singapura bisa kembali bila sudah tidak demam, merasa cukup sehat, dan tidak terus mengeluarkan air liur. Anak dengan cacar air sebaiknya di rumah sampai semua lepuh berkeropeng, karena penularan sudah dimulai 2 hari sebelum ruam muncul.
Kenali Polanya dan Rawat Anak dengan Tenang
Flu singapura dan cacar air sama-sama sering dialami anak dan umumnya membaik sendiri. Letak ruam, rasa gatal atau nyeri, dan pola bintik membantu Anda membaca kondisi anak, sementara diagnosis tetap ditentukan dokter.
Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, khususnya bagi bayi, ibu hamil, dan orang berdaya tahan tubuh lemah. Untuk pertanyaan seputar vaksin cacar air, silakan hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Centers for Disease Control and Prevention. About Hand, Foot, and Mouth Disease.
Mayo Clinic. Hand-Foot-and-Mouth Disease – Symptoms and Causes.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Chickenpox.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Chickenpox and Shingles Tests.
MSD Manual Consumer Version (Kaye KM). Chickenpox (Varicella).
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apa perbedaan flu Singapura dan cacar air?
Flu Singapura disebabkan enterovirus, umumnya coxsackievirus A16, sedangkan cacar air disebabkan virus varicella-zoster. Flu Singapura biasanya menimbulkan ruam di mulut, telapak tangan, dan telapak kaki, sementara cacar air sering dimulai di dada, punggung, atau wajah dengan lepuh yang sangat gatal.
Bagaimana cara membedakan ruam flu Singapura dan cacar air?
Ruam flu Singapura umumnya berupa bintik atau bintil kecil di mulut, telapak tangan, dan telapak kaki, terkadang disertai lepuh. Cacar air biasanya menimbulkan lepuh yang sangat gatal, dengan bintik baru, lepuh berisi cairan, dan keropeng yang dapat terlihat bersamaan.
Berapa lama flu Singapura dan cacar air biasanya sembuh?
Flu Singapura umumnya membaik dalam 7–10 hari, sedangkan cacar air biasanya berlangsung 5–10 hari. Pada cacar air, sebagian besar lepuh mulai berkeropeng sekitar hari keenam. Periksakan anak jika gejala tidak membaik sesuai waktunya atau kondisinya memburuk.
Apakah orang dewasa bisa terkena flu Singapura dan cacar air?
Bisa. Kedua penyakit dapat menyerang orang dewasa, meskipun lebih sering dialami anak-anak. Cacar air cenderung lebih berat pada orang dewasa, sedangkan flu Singapura juga dapat terjadi tanpa gejala. Orang dengan daya tahan tubuh lemah dan ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter jika terpapar atau mengalami gejala.
Apakah vaksin cacar air dapat melindungi anak dari flu Singapura?
Tidak. Vaksin cacar air ditujukan untuk melindungi dari virus varicella-zoster, bukan enterovirus penyebab flu Singapura. Pencegahan flu Singapura berfokus pada mencuci tangan dengan sabun, membersihkan mainan dan permukaan yang sering disentuh, serta menjaga kebersihan lingkungan.
