Mampu memberi ASI eksklusif kepada Si Kecil merupakan salah satu momentum paling membahagiakan bagi seorang ibu. Sayangnya, tidak semua ibu memiliki ASI yang deras dan mengalir lancar. Meskipun demikian, ada banyak solusi yang bisa dicoba, salah satunya dengan pijat laktasi.
Apa itu Pijat Laktasi?
Secara sederhana, pijat laktasi adalah teknik memijat dengan sentuhan lembut yang berfokus pada area payudara. Banyak orang keliru antara metode pijat ini dengan pijat oksitosin. Padahal, beda pijat oksitosin dan pijat laktasi cukup signifikan, yaitu dari area pijat maupun tujuannya.
Pijat oksitosin berfokus pada area punggung, tengkuk, dan tulang belakang. Tujuannya adalah memberi sinyal pada otak untuk melepaskan hormon oksitosin, alias hormon cinta dan relaksasi, yang memicu refleks keluarnya air susu (let-down reflex).
Sementara pijat laktasi menyasar langsung kelenjar penghasil susu dan saluran ASI agar tidak ada sumbatan fisik yang menghalangi laju keluarnya air susu ibu. Pada praktiknya, kolaborasi antara pijat oksitosin dan laktasi bisa memaksimalkan produksi air susu ibu.
Tujuan dan Manfaat Pijat Laktasi bagi Ibu Menyusui
Secara teknis, pijat oksitosin juga bertujuan untuk memperlancar air susu ibu. Meskipun begitu, target utamanya adalah memproduksi hormon yang dapat melancarkannya. Sementara itu, tujuan sekaligus manfaat pijat laktasi lebih spesifik, yaitu:
Membuka saluran ASI yang tersumbat agar produksi air susu ibu lebih lancar dan deras.
Mengurangi risiko pembengkakan payudara yang biasanya terjadi pada ibu baru dengan pemahaman minim tentang teknik pelekatan atau frekuensi menyusui yang benar. Sehingga, ASI terlalu penuh dan menyebabkan payudara terasa nyeri dan membengkak.
Meningkatkan produksi ASI secara alami tanpa konsumsi obat-obatan dengan efek samping. Area payudara yang menerima pijatan akan otomatis menerima sinyal biologis untuk terus memproduksi ASI baru.
Memperkuat ikatan atau bonding dengan Si Kecil melalui proses menyusui yang lancar dan bahagia.
Membantu pengeluaran hindmilk atau ASI kental yang kaya lemak dan kalori. Asupan hindmilk dapat membuat bayi kenyang lebih lama dan menambah bobot tubuh mereka secara optimal.
Merelaksasi tubuh dan pikiran ibu karena pijatan ringan akan mengusir rasa lelah ibu, sehingga menurunkan produksi hormon stres (kortisol) dalam darah. Stabilitas emosi ibu menyusui berkaitan erat dengan kualitas nutrisi yang dihasilkan untuk bayi melalui ASI.
Kapan Pijat Laktasi Sebaiknya Dilakukan?
Keberhasilan mewujudkan tujuan sekaligus manfaat dari pemijatan di area payudara ini tidak hanya bergantung pada teknik yang tepat, tetapi juga pemilihan waktu dan konsistensi. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, lakukan stimulasi ringan selama 5–10 menit sebelum menyusui atau memompa ASI.
Sebab, pada waktu tersebut, kelenjar ASI berada dalam kondisi penuh. Pijatan lembut akan memancing refleks tubuh untuk mengeluarkan ASI sederas mungkin. Selain itu, Anda juga bisa memijatnya saat mandi air hangat untuk membuat pori-pori terbuka, sehingga ASI tidak tersumbat.
Namun, pijat laktasi hanya ditujukan untuk ibu yang sedang menyusui. Pantangan utamanya adalah mempraktikkan pada ibu hamil trimester ketiga. Sebab, pijatan pada area payudara di usia kehamilan tersebut dapat disalahpahami tubuh sebagai upaya memancing kontraksi melahirkan secara alami.
Cara Pijat Laktasi ASI yang Aman
Metode pijat untuk melancarkan air susu ibu ini sangatlah mudah dan tidak membutuhkan bantuan alat yang rumit. Anda bisa mempraktikkan secara mandiri di rumah melalui langkah-langkah berikut.
Ciptakan suasana yang mendukung relaksasi selama pemijatan, bisa dengan menggunakan aromaterapi atau memutar musik favorit.
Cuci tangan sebelum melakukan pemijatan, bisa menggunakan sabun maupun cairan antiseptik. Jangan sampai memegang payudara dengan tangan yang kotor karena dapat terjadi kontaminasi bakteri dan virus.
Kompres area payudara dengan handuk bersih yang sudah direndam air hangat. Tempelkan di dada selama 3–5 menit untuk melancarkan peredaran darah sekaligus mengencerkan konsistensi ASI yang menggumpal.
Oleskan minyak zaitun di permukaan tangan secara merata. Bisa juga menggunakan jenis minyak lainnya seperti virgin coconut oil atau baby oil.
Buat gerakan melingkar menggunakan tiga jari tengah. Mulai dari batas luar dada dari dekat area ketiak dan di bawah tulang selangka, perlahan bergerak memutar menuju arah puting. Berikan tekanan lembut, layaknya membelai.
Berikan usapan panjang dari bagian pangkal menuju puting, seperti gerakan menyisir untuk merapikan helaian rambut yang kusut.
Saat memijat, Anda wajib mengontrol kekuatan tekanannya dan gerakannya. Jangan menekan terlalu keras, meremas kuat, maupun memijat terlalu ekstrem. Alih-alih melancarkan ASI yang tersumbat, justru mengakibatkan peradangan pada payudara sampai membengkak.
Sebagai tambahan, bila payudara sudah dalam kondisi peradangan (mastitis), jangan memaksakan untuk melakukan pijatan secara mandiri. Anda hanya boleh melakukannya dengan pendampingan tenaga medis profesional agar tidak membuat kondisi peradangan semakin parah.
Komplikasi Akibat Teknik Pijat Laktasi yang Salah
Pentingnya pijat laktasi yang tepat secara teknik maupun waktu pengaplikasian dapat meminimalisir terjadinya beragam komplikasi berikut.
Area infeksi yang meluas jika memaksa melakukan pijatan di area payudara yang membengkak (mastitis). Tidak berujung kesembuhan dan kelancaran produksi ASI, justru kerusakan jaringan yang lebih parah.
Munculnya memar akibat teknik pijat yang salah, seperti terlalu keras. Hal ini berisiko menyebabkan penyumbatan ASI pada area tersebut.
Peningkatan rasa nyeri karena infeksi yang semakin parah.
Berkurangnya produksi ASI akibat peradangan atau infeksi.
Tentu Anda tidak menginginkan komplikasi tersebut sampai terjadi. Sebab itu, lakukan pemijatan payudara sesuai teknik dan waktu yang tepat dalam penjabaran sebelumnya. Frekuensi yang cukup dan konsisten serta intensitas pijatan sedang sudah cukup membuat produksi ASI melimpah.
Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Bumame
Tidak hanya melancarkan ASI, membiasakan diri memijat payudara juga membuat Anda lebih familiar dengan bentuk dan kepadatannya. Jadi, saat ada perubahan sekecil apapun, pasti langsung terasa. Apalagi jika menemukan benjolan yang mendadak muncul dan berpotensi menjadi gejala kanker payudara.
Namun, menjadikan benjolan tersebut sebagai acuan utama tanpa pemeriksaan medis tentu kurang tepat. Anda dapat mengandalkan paket Skrining Kanker Payudara dari Bumame untuk diagnosis pasti. Sampel pengujian hanya berupa sampel darah tanpa persyaratan yang rumit.
Pemeriksaan akan berfokus pada pengukuran tumor CEA dan CA-15 untuk memperhitungkan risiko kanker payudara. Laporannya akan dikirim melalui WhatsApp maksimal 24 jam setelah pemeriksaan. Mudah, cepat, dan pastinya aman tanpa efek samping.
Kapan Harus ke Dokter?
Selain mengikuti panduan skrining kanker payudara sebelum dan setelah pemeriksaan, ada beberapa kondisi lain yang perlu Anda perhatikan selama periode menyusui. Jika menemukan beberapa situasi berikut setelah melakukan rutinitas pijat laktasi, jangan menunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Mengalami demam tinggi dan tubuh sampai menggigil, karena besar kemungkinan terjadi peradangan pada payudara dan dalam masa inkubasi menjadi infeksi.
Payudara membengkak dan terdapat ruam atau garis merah menjalar hingga ketiak dan leher.
Rasa nyeri ekstrem hingga mengganggu aktivitas, karena membuat Anda kesulitan tidur dan berkonsentrasi.
Area puting mengeluarkan cairan berbau tidak sedap, apalagi bercampur nanah dan darah dalam volume yang cukup banyak.
Benjolan di dada semakin membesar, serta terasa semakin panas dan berdenyut.
Selain teknik memijat yang salah, keterlambatan penanganan medis saat mendapati gejala-gejala di atas juga berisiko membawa komplikasi lebih serius, seperti:
Abses atau pembengkakan berisi nanah pada payudara;
Nekrosis atau kematian jaringan di area payudara;
Kanker payudara.
Langkah Kecil untuk Proses Menyusui yang Lebih Nyaman
Menjalani peran sebagai ibu memang memberikan banyak pengalaman berharga. Termasuk tentang teknik dan manfaat dari pijat laktasi secara rutin. Bukan hanya itu, Anda juga bisa cepat tanggap dengan perubahan area payudara yang berpotensi menjadi gejala penyakit serius.
Nikmati pengalaman menyusui sebagai aktivitas yang menyenangkan. Pola pikir tersebut bisa mendatangkan kebahagiaan dan pikiran menjadi lebih tenang. Namun, jangan mengendurkan kewaspadaan dan senantiasa memantau kesehatan tubuh melalui skrining kesehatan rutin MCU Plus dari Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
National Library of Medicine — Therapeutic Breast Massage in Lactation for the Management of Engorgement, Plugged Ducts, and Mastitis
Primecare Clinic — Seberapa Efektif Pijat Laktasi untuk Mengatasi Mastitis?
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan STIKES Bhakti Utama Pati — Pengaruh Pijat Laktasi terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Menyusui Baby Spa Pati
Siloam Hospitals — Cara Pijat Laktasi yang Benar untuk Memperlancar ASI
Kementerian Kesehatan — Payudara Nyeri dan ASI Tersumbat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Eka Hospital — Mengenal Peran Dokter Laktasi dan Kapan Harus Konsultasi?
Rumah Sakit Pondok Indah Group — Ragam Kelainan Payudara: Kenali Sedini Mungkin
Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
Frequently Asked Question
Apa itu pijat laktasi?
Pijat laktasi adalah teknik memijat area payudara dengan sentuhan lembut untuk membantu mendukung proses menyusui dan pengeluaran ASI.
Apa perbedaan pijat laktasi dan pijat oksitosin?
Pijat laktasi berfokus pada area payudara, sedangkan pijat oksitosin dilakukan di area punggung, tengkuk, dan tulang belakang untuk membantu merangsang refleks keluarnya ASI.
Kapan waktu terbaik untuk melakukan pijat laktasi?
Pijat atau stimulasi lembut dapat dilakukan selama 5–10 menit sebelum menyusui atau memompa ASI. Hentikan jika terasa sakit atau muncul ketidaknyamanan.
Bagaimana cara melakukan pijat laktasi dengan aman?
Cuci tangan, gunakan kompres hangat bila nyaman, lalu lakukan gerakan melingkar dan usapan lembut menuju puting. Hindari tekanan keras atau meremas payudara. Jika mengalami mastitis, konsultasikan dengan tenaga medis sebelum memijat.
Kapan ibu menyusui perlu berkonsultasi dengan dokter?
Segera konsultasikan jika mengalami demam atau menggigil, payudara membengkak disertai kemerahan, nyeri berat, cairan puting berbau tidak sedap atau bercampur darah maupun nanah, atau benjolan yang membesar.
.jpg&w=3840&q=75)