Memasuki bulan-bulan akhir kehamilan, perut terasa makin berat dan posisi tidur yang nyaman makin sulit ditemukan. Sesekali perut juga mengencang, lalu muncul pertanyaan, apakah ini masih wajar atau sudah tanda persalinan?
Di masa ini janin bertambah berat dengan cepat dan bersiap lahir. Artikel ini merangkum perkembangan janin, keluhan yang umum, tanda bahaya, jadwal kontrol, dan persiapan persalinan agar Anda bisa bertindak tepat tanpa panik.
Kapan Hamil Trimester 3 Dimulai?
Setelah trimester 2 kehamilan, Anda memasuki trimester ketiga, yaitu sekitar 12 minggu terakhir kehamilan cukup bulan atau kurang lebih sejak minggu ke-28 hingga persalinan. Kehamilan cukup bulan berlangsung sekitar 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir (HPHT).
Bayi yang lahir pada minggu ke-37 sampai ke-38 tergolong cukup bulan awal, minggu ke-39 sampai ke-40 cukup bulan, minggu ke-41 cukup bulan akhir, dan minggu ke-42 atau lebih lewat bulan. Bayi yang lahir di periode cukup bulan awal atau lebih dini umumnya lebih berisiko mengalami gangguan napas dibanding bayi cukup bulan.
Perkembangan Janin dari Minggu ke Minggu
Sepanjang trimester ketiga, janin menimbun lemak tubuh yang berguna setelah lahir, dan sekitar minggu ke-28 mulai bisa berputar ke posisi kepala di bawah. Berikut ringkasannya, dengan ukuran sebagai perkiraan umum:
Minggu ke-29 sampai ke-32. Otak berkembang pesat dan janin bisa merespons sebagian besar cahaya serta suara. Tendangan terasa seperti dorongan kecil karena ruang di rahim makin sempit. Di akhir periode ini panjangnya sekitar 43 sampai 46 cm dengan berat hingga sekitar 2,3 kg.
Minggu ke-33 sampai ke-36. Paru-paru hampir matang dan tulang mengeras, kecuali tulang tengkorak yang tetap lunak agar kepala bisa melewati jalan lahir. Bulu halus atau lanugo mulai rontok. Panjangnya sekitar 43 sampai 48 cm dengan berat sekitar 2,7 sampai 3,2 kg.
Minggu ke-37 sampai ke-40. Persalinan bisa terjadi kapan saja, idealnya dengan kepala janin di bawah. Janin turun ke rongga panggul sehingga perut bawah terasa lebih tertekan. Menjelang minggu ke-40, panjangnya sekitar 46 sampai 51 cm dengan berat sekitar 3 sampai 4 kg.
Keluhan yang Umum dan Cara Meredakannya
Rahim yang makin besar dan perubahan hormon membuat beberapa keluhan lebih terasa di akhir kehamilan.
1. Perut Kencang yang Datang dan Pergi
Kontraksi latihan atau Braxton Hicks menjadi salah satu penyebab perut terasa kencang saat hamil trimester 3. Kontraksi ini biasanya tidak nyeri, tidak lama, dan lebih sering muncul sore atau malam hari atau setelah beraktivitas. Hubungi dokter bila muncul lebih dari 6 kali dalam satu jam dan terus menguat.
2. Nyeri Punggung
Hormon kehamilan melonggarkan jaringan ikat di area panggul, sementara rahim yang membesar meregangkan otot perut. Kursi dengan sandaran yang baik, alas kaki berhak rendah, dan rutin berjalan kaki bisa membantu. Hubungi dokter bila nyeri terasa berat atau tidak kunjung reda.
3. Sesak Napas dan Jantung Berdebar
Rahim yang tumbuh menekan area di bawah tulang rusuk, sehingga napas terasa pendek, khususnya saat berbaring telentang. Berbaring miring dan postur tegak memberi ruang lebih bagi paru-paru. Jantung berdebar umumnya tidak berbahaya. Segera ke IGD bila debaran disertai nyeri dada atau sesak berat.
4. Nyeri Ulu Hati dan Sembelit
Hormon kehamilan memperlambat pencernaan dan rahim menekan usus, sehingga nyeri ulu hati dan sembelit lebih sering muncul. Makan porsi kecil tetapi sering, tidak langsung berbaring setelah makan, serta memperbanyak serat dan cairan bisa membantu. Gunakan obat pencahar hanya dengan persetujuan dokter.
5. Sering Buang Air Kecil
Saat janin turun ke panggul, kandung kemih makin tertekan dan urine bisa merembes saat batuk, tertawa, atau bersin. Senam Kegel membantu menguatkan otot pengendali buang air kecil. Hubungi dokter bila buang air kecil terasa perih karena bisa menandakan infeksi.
Keluhan Wajar atau Perlu Diperiksa?
Sebagian keluhan trimester ketiga mirip tanda masalah kehamilan. Tabel berikut membantu membedakannya.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Tanda Bahaya yang Perlu Segera Ditangani
Segera ke IGD rumah sakit atau kamar bersalin bila muncul salah satu tanda berikut, meski tengah malam:
Perdarahan dari jalan lahir. Lendir kemerahan bercampur sedikit darah bisa menjadi tanda awal persalinan. Darah yang lebih banyak dari itu perlu diperiksa saat itu juga.
Ketuban pecah. Air ketuban bisa merembes atau mengalir deras tanpa bisa ditahan. Pakai pembalut agar warnanya bisa dinilai, dan sampaikan bila cairan berbau, berwarna, atau berdarah.
Gerakan janin berkurang. Gerakan yang lebih sedikit, berubah polanya, atau tidak terasa perlu dicek bersama detak jantung janin. Alat Doppler rumahan tidak bisa diandalkan untuk memeriksanya sendiri.
Sakit kepala hebat dan pandangan kabur. Keluhan ini, apalagi disertai nyeri di bawah rusuk, muntah, atau bengkak mendadak, bisa menjadi gejala preeklamsia. Kondisi tekanan darah tinggi dalam kehamilan ini umumnya muncul sejak minggu ke-20.
Kontraksi terlalu sering atau terlalu awal. Kontraksi yang berlangsung lebih dari 2 menit atau muncul 6 kali atau lebih dalam 10 menit perlu segera ditangani. Hal yang sama berlaku bila tanda persalinan muncul sebelum minggu ke-37.
Dorongan kuat untuk mengejan. Bila bayi terasa akan segera lahir, minta bantuan ambulans saat itu juga. Tahap ini membutuhkan pertolongan langsung dari tenaga kesehatan.
Sebagian besar kasus preeklamsia tergolong ringan. Meski begitu, kondisi ini bisa memperlambat pertumbuhan janin, memicu kelahiran prematur, dan kadang menimbulkan kejang atau eklamsia serta sindrom HELLP.
Jadwal Kontrol dan Pemeriksaan di Trimester Akhir
Permenkes Nomor 21 Tahun 2021 menetapkan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali, dengan minimal 3 kali di trimester ketiga. Minimal 2 kunjungan dilakukan dokter pada trimester pertama dan ketiga, termasuk pemeriksaan USG. Saat kontrol, umumnya dilakukan hal berikut:
Pemeriksaan ibu. Berat badan, tekanan darah, dan lingkar lengan atas diukur. Tekanan darah dan tes urine membantu menemukan tanda awal preeklamsia yang biasanya tidak terasa.
Pemantauan janin. Tinggi puncak rahim, letak, dan detak jantung janin diperiksa untuk menilai pertumbuhannya. Menjelang persalinan, dokter juga menanyakan gerakan janin dan memastikan posisinya.
Tes laboratorium. Skrining yang umum di trimester ketiga mencakup diabetes gestasional dan anemia defisiensi besi. Konsensus nasional 2026 menetapkan tes toleransi glukosa oral atau TTGO 75 gram sebagai standar diagnosis diabetes gestasional.
Imunisasi, tablet tambah darah, dan konseling. Tenaga kesehatan memberikan imunisasi sesuai status Anda, tablet tambah darah minimal 90 tablet selama hamil, serta konseling yang mencakup kesehatan jiwa dan rencana rujukan. Tanyakan juga apakah vaksin flu saat hamil sesuai untuk Anda.
Tes Darah dan Urine Menjelang Persalinan
Gula darah tinggi dalam kehamilan berkaitan dengan risiko preeklamsia, persalinan prematur, dan bayi besar atau makrosomia, sedangkan anemia defisiensi besi bisa membuat ibu sangat lelah, sehingga gula darah, cadangan zat besi, dan protein dalam urine perlu diukur lewat tes laboratorium. Hasil tes darah saat hamil membantu dokter menemukan kondisi ini lebih awal.
Bumame menyediakan Paket Kehamilan Trimester III untuk usia kehamilan 28 sampai 40 minggu. Isinya hematologi lengkap, Vitamin D 25-OH Total, Ferritin, urine lengkap, GTT 2 Jam PP untuk menilai toleransi glukosa, dan HBsAg kualitatif, disertai pembacaan hasil dengan dokter.
Persiapannya meliputi puasa 8 sampai 10 jam, membawa buku KIA, menampung urine pertama pagi hari, dan menyediakan waktu minimal 3 jam untuk pengambilan darah berulang pada GTT. Waktu pemeriksaan sebaiknya mengikuti anjuran dokter kandungan. Untuk jadwal di klinik atau Home Care, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Persiapan Persalinan yang Bisa Dimulai Sekarang
Trimester ketiga adalah waktu yang tepat untuk menyiapkan persalinan bersama pasangan dan keluarga, antara lain dengan langkah berikut:
Tentukan tempat bersalin dan pendamping. Persalinan di Indonesia dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan oleh tim tenaga medis dan tenaga kesehatan. Simpan nomor teleponnya, siapkan kendaraan, dan libatkan suami serta keluarga agar semua siaga, termasuk bila perlu rujukan.
Kenali tanda awal persalinan. Tandanya meliputi kontraksi yang makin teratur, keluarnya lendir kemerahan, nyeri punggung, dorongan ke toilet, dan pecahnya ketuban. Hubungi dokter atau bidan bila kontraksi datang teratur setiap 5 menit atau lebih sering.
Jaga asupan gizi. Lanjutkan tablet tambah darah sesuai anjuran dan perbanyak makanan berserat serta air putih. Panduan vitamin ibu hamil setiap trimester membantu menyesuaikan kebutuhan harian.
Latih relaksasi dan buat rencana persalinan. Latihan napas dari kelas persalinan membantu menghadapi kontraksi yang makin kuat. Tuliskan keinginan Anda, misalnya pendamping atau pilihan pereda nyeri, lalu diskusikan dengan dokter.
Sambut Persalinan dengan Persiapan yang Matang
Trimester ketiga membawa banyak perubahan dalam waktu singkat. Kontrol rutin, mengenali tanda bahaya, dan persiapan yang matang membantu Anda melewati minggu-minggu menjelang persalinan dengan lebih tenang. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan kehamilan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.
Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual.
Himpunan Kedokteran Fetomaternal Indonesia, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Konsensus Hiperglikemia pada Kehamilan.
Mayo Clinic. 3rd Trimester Pregnancy, What to Expect.
Cleveland Clinic. Fetal Development, Week-by-Week Stages of Pregnancy.
NHS. Signs That Labour Has Begun.
NHS. Pre-eclampsia.
NHS. Your Baby’s Movements.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Hamil trimester 3 dimulai pada usia kehamilan berapa minggu?
Trimester ketiga dimulai sekitar minggu ke-28 hingga persalinan. Periode ini merupakan sekitar 12 minggu terakhir kehamilan cukup bulan, yang umumnya berlangsung hingga 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir (HPHT).
Berapa kali kontrol kehamilan perlu dilakukan selama trimester 3?
Permenkes Nomor 21 Tahun 2021 menetapkan minimal tiga kali pemeriksaan pada trimester ketiga, sebagai bagian dari sedikitnya enam kali pemeriksaan selama kehamilan. Pemeriksaan meliputi pemantauan kesehatan ibu, pertumbuhan dan posisi janin, serta tes laboratorium sesuai kebutuhan.
Bagaimana membedakan kontraksi palsu dan kontraksi persalinan?
Kontraksi palsu atau Braxton Hicks biasanya datang dan pergi tanpa semakin kuat. Sebaliknya, kontraksi persalinan cenderung makin kuat, lama, dan sering. Hubungi dokter atau bidan bila kontraksi teratur setiap lima menit atau lebih sering, terutama jika usia kehamilan belum mencapai 37 minggu.
Apakah gerakan janin perlu dipantau setiap hari pada trimester 3?
Ibu hamil perlu mengenali pola gerakan janin sehari-hari. Jika gerakan berkurang, berubah dari pola biasanya, atau tidak terasa, segera hubungi dokter atau bidan tanpa menunggu hari berikutnya. Doppler rumahan tidak dapat diandalkan untuk memastikan kondisi janin.
Kapan ibu hamil trimester 3 harus segera ke IGD?
Segera ke IGD atau kamar bersalin jika terjadi perdarahan, ketuban pecah, gerakan janin berkurang, sakit kepala hebat disertai pandangan kabur, atau dorongan kuat untuk mengejan. Kontraksi yang terlalu sering atau tanda persalinan sebelum minggu ke-37 juga memerlukan penanganan segera.
