Pernah melihat kuku yang menebal, berubah warna, atau memiliki lekukan kecil? Perubahan fisik ini bisa menjadi salah satu pertanda psoriasis kuku. Di mana kondisi ini berkaitan dengan peradangan akibat psoriasis yang dapat memengaruhi struktur kuku tangan maupun kaki.
Mengenali gejala psoriasis pada kuku sejak dini pun dapat membantu Anda mendapatkan penanganan yang sesuai dan menjaga kesehatan kuku. Mari simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Psoriasis Kuku?
Psoriasis kuku adalah kondisi peradangan yang memengaruhi kuku jari tangan dan kaki. Keadaan ini memungkinkan kuku berubah warna, menjadi lebih tebal, mudah patah, muncul lubang-lubang kecil, bahkan terlepas dari kulit di bawahnya.
Psoriasis kuku (nail psoriasis) bisa terjadi bersamaan dengan psoriasis pada kulit, seperti psoriasis plak, tetapi terkadang juga muncul tanpa gejala pada kulit. Perubahan kuku akibat kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan memengaruhi kepercayaan diri.
Namun, Anda perlu memahami, bahwa psoriasis yang terjadi pada kuku tidak sama dengan eksim kuku. Sebab, eksim kuku umumnya terjadi karena kontak alergen atau dermatitis atopik dan dapat terjadi di segala usia. Sedangkan nail psoriasis berhubungan dengan sistem imun dan biasanya terjadi pada lansia.
Gejala Psoriasis Kuku yang Perlu Dikenali
Gejala dapat terlihat dari perubahan warna, permukaan, hingga struktur kuku. Kondisi ini bisa memengaruhi kuku tangan maupun kaki dengan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap orang. Berikut beberapa gejala yang perlu Anda kenali.
1. Perubahan Warna Kuku
Psoriasis dapat menyebabkan munculnya bercak berwarna kuning, merah muda, merah, atau kecoklatan di bawah permukaan kuku. Bercak ini terkadang terlihat seperti tetesan minyak yang menempel pada kuku.
2. Muncul Lubang Kecil pada Kuku
Permukaan kuku dapat mengalami lekukan atau lubang-lubang kecil yang menyerupai bekas tusukan jarum. Jumlahnya bisa hanya satu atau dua, tetapi pada sebagian orang dapat muncul banyak lubang pada satu kuku.
3. Perubahan Struktur Kuku
Psoriasis juga dapat menyebabkan garis melintang pada kuku, kuku menjadi tipis dan mudah rapuh, serta penebalan kulit di bawah kuku. Dalam kondisi tertentu, kuku dapat terangkat dan terpisah secara perlahan dari kulit di bawahnya.
Celah yang terbentuk dapat meningkatkan risiko masuknya kotoran dan berkembangnya infeksi, termasuk infeksi jamur.
Penyebab dan Faktor Risiko Psoriasis Kuku
Secara umum, penyebab penyakit ini berhubungan dengan autoimun, faktor genetik dan lingkungan juga berperan dalam meningkatkan risiko seseorang mengalaminya. Beberapa faktor berikut dapat memicu munculnya gejala atau memperburuk kondisi yang sudah ada.
Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan psoriasis.
Infeksi tertentu.
Penggunaan obat-obatan tertentu.
Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
Stres.
Diagnosis dan Pemeriksaan yang Diperlukan
Karena gejala psoriasis kuku bisa menyerupai infeksi jamur atau gangguan kuku lainnya, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan untuk memastikan penyebabnya. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi.
Pemeriksaan fisik kuku: Dokter memeriksa kondisi kuku tangan dan kaki untuk mencari tanda-tanda khas psoriasis.
Pemeriksaan jamur kuku: Sampel dari potongan kuku atau kerokan kuku akan diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat infeksi jamur pada kuku tersebut atau tidak.
Biopsi kulit: Jika diagnosis masih belum jelas, dokter dapat mengambil sampel kecil jaringan kulit untuk diperiksa lebih lanjut.
Pemeriksaan yang tepat membantu dokter membedakannya dari kondisi lain sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya.
Cara Mengatasi Psoriasis Kuku
Cara mengatasi nail psoriasis bergantung pada tingkat keparahan gejala dan kondisi kuku. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), penanganannya dapat meliputi beberapa pilihan berikut.
1. Obat Oles Kortikosteroid
Dokter dapat meresepkan kortikosteroid untuk membantu mengurangi peradangan pada kuku. Obat ini perlu digunakan sesuai petunjuk dokter agar penggunaannya tepat dan aman.
2. Calcipotriol
Selain kortikosteroid, dokter dapat meresepkan calcipotriol, yaitu obat turunan vitamin D yang membantu mengatasi gejala psoriasis. Penggunaannya disesuaikan dengan kondisi kuku dan anjuran dokter.
3. Tazarotene
Jika psoriasis menyebabkan lubang kecil atau perubahan pada permukaan kuku, dokter dapat mempertimbangkan tazarotene. Obat oles ini membantu mengatasi perubahan kuku akibat psoriasis, tetapi hasilnya membutuhkan waktu.
4. Obat Sistemik atau Terapi Biologis
Untuk psoriasis kuku yang lebih berat, dokter dapat mempertimbangkan obat sistemik atau terapi biologis. Berbeda dengan obat oles, pengobatan ini bekerja pada sistem kekebalan tubuh untuk mengendalikan peradangan. Pemilihannya bergantung pada tingkat keparahan dan respons terhadap pengobatan sebelumnya.
5. Perawatan Kuku Sehari-hari
Selain menjalani pengobatan, Anda perlu menjaga kuku agar tidak mengalami kerusakan lebih lanjut. Caranya, potong kuku secara teratur, hindari menggigit atau mengorek kuku, dan gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan yang membuat kuku sering terkena air atau bahan kimia.
Cara Mencegah Psoriasis Kuku Memburuk
Dalam dunia medis, nail psoriasis tidak selalu dapat dicegah, tetapi gejalanya dapat Anda kendalikan dengan perawatan yang tepat. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan kuku.
1. Potong Kuku Secara Teratur
Menjaga kuku tetap pendek dapat membantu mengurangi risiko kuku tersangkut, patah, atau terangkat dari dasar kuku. Kondisi ini penting diperhatikan karena psoriasis dapat membuat kuku lebih rapuh dan rentan mengalami kerusakan. Potong kuku secara hati-hati menggunakan alat yang bersih.
Hindari memotong kuku terlalu pendek atau menggunting kutikula karena dapat melukai kulit di sekitarnya. Jika kuku kaki mengalami penebalan, jangan memaksakan pemotongan yang berisiko menyebabkan cedera.
2. Hindari Cedera pada Kuku
Cedera dapat memperburuk gejala psoriasis kuku pada sebagian orang. Kondisi ini dikenal sebagai fenomena Koebner, yaitu munculnya lesi psoriasis pada area kulit yang mengalami trauma.
Karena itu, penting untuk menghindari kebiasaan menggigit kuku, mengorek bagian kuku yang terangkat, atau mengikis permukaannya secara berlebihan. Selain itu, berhati-hatilah saat melakukan aktivitas yang berisiko membuat kuku terbentur atau terjepit.
Jika kuku mulai terlepas dari dasarnya, jangan menarik bagian yang masih menempel. Biarkan dokter menilai kondisi kuku dan menentukan perawatan yang sesuai.
3. Jaga Kelembapan Kuku
Kuku dan kulit di sekitar kering lebih mudah mengalami iritasi atau kerusakan. Untuk membantu menjaga kelembapannya, gunakan pelembap pada kuku dan kutikula secara rutin, terutama setelah mencuci tangan atau mandi. Namun, gunakan produk yang lembut dan tidak menimbulkan iritasi.
Di samping itu, hindari terlalu sering menggunakan produk yang dapat membuat kuku kering, seperti penghapus cat kuku berbahan aseton. Apabila kuku Anda rawan patah atau kulit di sekitarnya mengalami pecah-pecah, cobalah perawatan dengan pelembap untuk membantu menjaga kondisinya.
4. Lindungi Kuku dari Bahan Iritan
Paparan air dalam waktu lama, deterjen, dan bahan kimia pembersih dapat membuat kulit di sekitar kuku kering atau mengalami iritasi. Oleh sebab itu, gunakan sarung tangan pelindung saat mencuci piring, membersihkan rumah, atau melakukan pekerjaan yang melibatkan air dan bahan kimia.
Pilih sarung tangan yang nyaman dan pastikan tangan tidak terlalu lama berada dalam kondisi lembap di dalamnya. Jika bagian dalam sarung tangan basah, lepaskan dan keringkan tangan sebelum menggunakannya kembali.
5. Ikuti Pengobatan Sesuai Anjuran Dokter
Perawatan kuku sehari-hari perlu disertai pengobatan yang sesuai dengan tingkat keparahan psoriasis. Dokter dapat merekomendasikan obat oles, suntikan obat tertentu, atau terapi sistemik jika kondisi cukup berat. Jenis pengobatan akan disesuaikan dengan gejala dan kondisi kesehatan masing-masing pasien.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan kondisi kuku kepada dokter kulit jika perubahan warna dan bentuk kuku semakin parah, kuku terasa nyeri, mudah terlepas, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan juga penting jika perubahan kuku tidak kunjung membaik, karena gejala psoriasis kuku dapat menyerupai infeksi jamur.
Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter dapat memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai. Selain pemeriksaan oleh dokter, Anda juga dapat mempertimbangkan Paket MCU Skin Panel (Core) dari Bumame untuk membantu mengevaluasi kesehatan kulit secara menyeluruh.
Paket ini menggabungkan enam pemeriksaan yang berkaitan dengan faktor metabolik, nutrisi, hormon, dan alergi. Nanti, hasilnya dapat menjadi acuan informasi pendukung untuk memahami kondisi kesehatan Anda secara lebih detail, tetapi tidak dapat digunakan secara khusus untuk mendiagnosis psoriasis.
Oleh karena itu, tetap konsultasikan perubahan pada kuku kepada dokter kulit agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Kenali Psoriasis Kuku dan Cara Mengatasinya!
Psoriasis kuku dapat menyebabkan perubahan warna, bentuk, dan tekstur kuku yang mengganggu kenyamanan. Namun, dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, gejalanya dapat dikendalikan agar tidak semakin parah.
Jika perubahan kuku semakin memburuk atau disertai nyeri, segera konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Apollo Hospitals — Mengenal Penyakit Emfisema
Cleveland Clinic — Psoriasis Kuku
Mitra Keluarga — Kenali Penyebab Utama Psoriasis, Jenis dan Pengobatannya
American Academy of Dermatology (AAD) — What Is Nail Psoriasis, and How Can I Treat It?
National Institute for Health and Care Excellence (NICE) — Psoriasis: Assessment and Management
Diagnos — Psoriasis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Dr. Dana Stern — What Is Nail Eczema?
Verywell Health — Eczema on Nails, What It Looks Like, and How It's Diagnosed and Treated
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apa itu psoriasis kuku?
Psoriasis kuku adalah kondisi peradangan yang memengaruhi kuku tangan maupun kaki. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan warna, kuku menebal atau rapuh, muncul lekukan kecil, hingga kuku terangkat dari kulit di bawahnya.
Apa penyebab psoriasis kuku?
Psoriasis kuku berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Faktor genetik, riwayat keluarga dengan psoriasis, infeksi tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu, stres, merokok, konsumsi alkohol, dan obesitas juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko atau memperburuk gejala.
Apa perbedaan psoriasis kuku dan infeksi jamur kuku?
Psoriasis kuku dapat menimbulkan lekukan kecil, perubahan warna, garis pada kuku, serta kuku yang terangkat dari dasarnya. Infeksi jamur juga dapat menyebabkan kuku menebal, berubah warna, dan rapuh. Karena gejalanya dapat menyerupai satu sama lain, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan sampel kuku untuk memastikan penyebabnya.
Bagaimana cara mengatasi psoriasis kuku?
Penanganan psoriasis kuku bergantung pada tingkat keparahan dan kondisi pasien. Dokter dapat meresepkan kortikosteroid oles, calcipotriol, atau tazarotene. Untuk kondisi yang lebih berat, obat sistemik atau terapi biologis dapat dipertimbangkan. Perawatan sehari-hari seperti memotong kuku secara teratur, menghindari cedera, dan menggunakan pelembap juga membantu menjaga kondisi kuku.
Apakah psoriasis kuku bisa sembuh?
Psoriasis kuku dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat, tetapi gejalanya bisa kambuh. Konsultasikan dengan dokter kulit jika perubahan kuku semakin parah, terasa nyeri, mudah terlepas, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
