Rasa berat di ubun-ubun sering muncul menjelang sore, setelah berjam-jam menatap layar atau tidur yang terlalu singkat. Banyak orang menganggapnya lelah biasa dan menunggu nyerinya reda sendiri.
Sebagian besar sakit kepala bagian atas memang berasal dari pemicu sehari-hari. Meski begitu, rasa nyeri dan keluhan yang menyertainya membantu membedakan keluhan ringan dari kondisi yang perlu ditangani segera.
Artikel ini membahas tanda yang perlu ke IGD, penyebab yang umum, pola nyeri, serta cara meredakan dan mencegahnya.
Kapan Sakit Kepala di Ubun-Ubun Perlu Langsung ke IGD?
Segera ke IGD bila sakit kepala disertai salah satu tanda berikut:
Nyeri datang tiba-tiba dan sangat hebat. NHS dan MedlinePlus menggolongkannya sebagai kondisi darurat. Kemenkes juga mencatat sakit kepala hebat yang belum pernah dirasakan sebelumnya sebagai tanda stroke.
Wajah tidak simetris, tubuh melemah mendadak, atau kebas. Bicara pelo dan rabun mendadak juga termasuk tanda stroke dalam SeGeRa Ke RS dari Kemenkes. Periode emas pertolongan stroke sekitar 4,5 jam.
Bingung, sangat mengantuk, atau sulit bicara dan berjalan. NHS juga memasukkan kejang, kehilangan penglihatan, dan sulit menjaga keseimbangan ke dalam tanda darurat. MedlinePlus menekankan tanda ini terutama bila belum pernah muncul bersama sakit kepala sebelumnya.
Leher kaku disertai demam tinggi. NHS memasukkan demam sangat tinggi, leher kaku, mata silau, dan ruam yang tidak memudar saat ditekan gelas ke dalam tanda darurat. MedlinePlus menambahkan muntah berulang sebagai tanda darurat.
Riwayat benturan di kepala. NHS menganjurkan pertolongan segera bila sakit kepala muncul dalam 3 bulan setelah cedera kepala.
Apa Itu Sakit Kepala Bagian Atas?
Sakit kepala bagian atas adalah nyeri di puncak kepala atau ubun-ubun. Kemenkes membagi sakit kepala menjadi dua kelompok. Sakit kepala primer tidak terkait penyakit tertentu, misalnya sakit kepala tegang dan migrain, sedangkan sakit kepala sekunder muncul akibat penyakit lain, seperti sinusitis atau stroke.
Letak nyeri memberi petunjuk awal, tetapi beberapa penyebab bisa sama-sama terasa di ubun-ubun. Rasa nyeri, durasi, dan keluhan penyertanya ikut menentukan arah pemeriksaan. Nyeri yang berpusat di tengkuk lebih dekat dengan sakit kepala belakang.
Tujuh Penyebab Sakit Kepala Bagian Atas
1. Sakit Kepala Tegang
Sakit kepala tegang atau tension-type headache adalah jenis sakit kepala yang umum. MedlinePlus menggambarkan nyerinya tumpul dan menekan, seperti ikatan kencang di atas atau di sekeliling kepala, dan bisa terasa di seluruh kepala. Pemicunya antara lain stres, kelelahan, dan posisi kepala yang menetap lama di depan komputer, dengan serangan 30 menit hingga 7 hari.
2. Serangan Migrain
Menurut Kemenkes, migrain adalah sakit kepala berat yang biasanya kambuh berulang. Nyerinya berdenyut dan sering berpusat di satu sisi, seperti migrain sebelah kanan, disertai mual, muntah, atau peka terhadap cahaya, suara, dan bau. Perubahan hormon saat menstruasi atau menopause, stres, dan kurang tidur termasuk pemicunya.
3. Saraf dan Sendi Leher di Belakang Kepala
Jurnal Pain Practice menjelaskan dua jenis sakit kepala yang berawal di belakang kepala lalu menjalar ke puncak kepala. Pada neuralgia oksipital, yaitu gangguan saraf oksipital di belakang kepala, nyeri datang tiba-tiba seperti ditusuk atau menyentak. Pada sakit kepala servikogenik, nyeri berawal dari leher dan bertambah saat leher digerakkan. Bila keluhan datang bersama leher belakang sakit, sampaikan keduanya kepada dokter.
4. Kurang Tidur, Telat Makan, dan Kurang Minum
Kemenkes mencatat kurang tidur, telat makan, dan kekurangan cairan sebagai pemicu dari kebiasaan sehari-hari. NHS menambahkan alkohol berlebih, postur yang kurang baik, dan gangguan penglihatan. Kebiasaan begadang membuat pemicu ini lebih mudah muncul.
5. Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri
NHS memasukkan konsumsi obat pereda nyeri yang terlalu banyak ke daftar penyebab sakit kepala. MedlinePlus menyebut obat pereda nyeri yang diminum lebih dari 3 hari dalam seminggu bisa memicu sakit kepala yang terus kembali atau rebound headache.
6. Peradangan Rongga Sinus
Peradangan rongga sinus atau sinusitis bisa menimbulkan nyeri di pipi, dahi, di antara kedua mata, hingga seluruh bagian kepala. Kemenkes menyebut keluhan penyertanya berupa hidung tersumbat, ingus kental, demam, lemas, dan penciuman berkurang. Kemenkes menganjurkan pemeriksaan ke dokter agar sinusitis mendapat terapi yang tepat.
7. Tekanan Darah yang Sangat Tinggi
WHO menyebut sebagian besar orang dengan hipertensi tidak merasakan gejala, sedangkan tekanan darah yang sangat tinggi bisa menimbulkan sakit kepala, pandangan kabur, dan nyeri dada. Satu-satunya cara mengetahuinya adalah pengukuran tekanan darah oleh tenaga kesehatan. Sakit kepala hebat yang muncul bersama tekanan darah tinggi perlu segera ditangani.
Faktor yang Membuat Nyeri di Puncak Kepala Lebih Mudah Muncul
MedlinePlus mencatat sakit kepala tegang lebih sering pada orang dewasa dan remaja akhir, sedikit lebih sering pada perempuan, dan cenderung muncul dalam keluarga. Keluhan juga lebih mudah muncul pada orang yang lama bekerja dengan posisi kepala menetap, sedang stres, cemas, atau kurang tidur.
Membaca Pola Nyeri dari Rasa dan Keluhan Penyertanya
Ringkasan berikut membantu Anda dan dokter membedakan penyebab yang umum:
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Sebaiknya Menjadwalkan Pemeriksaan ke Dokter?
MedlinePlus mencatat sakit kepala tegang yang berlangsung lama bisa mengganggu kehidupan sehari-hari dan pekerjaan. Buat janji dengan dokter bila sakit kepala sering kambuh, polanya berubah, perawatan di rumah tidak membantu, atau Anda membutuhkan obat sakit kepala lebih dari 3 hari dalam seminggu.
Minta pemeriksaan pada hari yang sama bila sakit kepala muncul atau bertambah saat batuk, bersin, membungkuk, atau berolahraga. Hal yang sama berlaku bila sakit kepala disertai muntah, gangguan penglihatan, nyeri rahang saat mengunyah, atau kulit kepala yang nyeri saat disentuh. NHS menggolongkannya sebagai keluhan mendesak.
Cara Dokter Menelusuri Asal Nyeri di Ubun-Ubun
Dokter menanyakan letak, rasa, lama, dan pemicu nyeri, juga obat yang sudah diminum beserta frekuensinya. Pain Practice menyebut pemeriksaan fisik pada nyeri dari belakang kepala mencakup gerak leher dan titik yang nyeri saat ditekan. Tekanan darah juga diukur untuk melihat kemungkinan hipertensi.
Menurut MedlinePlus, sakit kepala ringan hingga sedang tanpa keluhan lain yang membaik dalam beberapa jam dengan perawatan di rumah mungkin tidak memerlukan pemeriksaan lanjutan. Bawa catatan berisi tanggal, rasa nyeri, pemicu, obat yang diminum, dan keluhan lain seperti mual atau sering pusing, karena catatan ini membantu mengenali pola.
V-Drip Pain Relief sebagai Pilihan Pendukung
Perawatan sakit kepala ringan mencakup cairan yang cukup dan pereda nyeri yang dipakai sesuai aturan, sementara penyebab dasarnya tetap ditangani lebih dulu. Setelah konsultasi dengan dokter, V-Drip Pain Relief bisa didiskusikan sebagai pilihan pendukung bila aktivitas masih terganggu. Halaman produknya mencantumkan kandungan Electrolytes, Gastric Protector, Analgesic, Thiamine, Pyridoxine, dan Cyanocobalamin, dengan layanan Walk In dan Home Care.
Infus ini disarankan untuk usia di atas 12 tahun dan tidak disarankan bagi ibu hamil atau menyusui, orang dengan riwayat epilepsi, pengguna obat tertentu, atau yang alergi terhadap kandungannya. Karena isinya memuat pereda nyeri, sampaikan juga seberapa sering Anda minum obat sakit kepala. Untuk pertanyaan layanan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Langkah Meredakan Sakit Kepala Bagian Atas
Untuk sakit kepala ringan tanpa tanda bahaya, langkah berikut bisa membantu:
Cukupi minum dan makan tepat waktu. NHS menyebut kekurangan cairan dan melewatkan makan sebagai pemicu sakit kepala.
Istirahat dan rileks. Stres bisa memperberat sakit kepala, jadi beri jeda dari layar dan pekerjaan. MedlinePlus menyebut pijat ringan di kulit kepala, pelipis, atau pangkal leher serta kompres hangat atau dingin.
Pakai obat bebas sesuai aturan. Kemenkes menyebut obat pereda nyeri yang dijual bebas sebagai salah satu cara mengatasi sakit kepala. Batasi agar tidak lebih dari 3 hari dalam seminggu.
Tangani penyebab dasarnya. Migrain yang sering kambuh, sinusitis, neuralgia oksipital, dan tekanan darah tinggi memerlukan penanganan dari dokter. Pada sinusitis, Kemenkes menyebut pilihan obat, cuci hidung dengan cairan garam, dan terapi panas.
Kebiasaan Harian untuk Mengurangi Kekambuhan
Jaga waktu tidur. MedlinePlus menganjurkan tidur dan istirahat yang cukup. Panduan jam tidur normal sesuai usia bisa menjadi patokan.
Atur postur dan gerakkan leher. Duduk dengan postur yang baik dan gerakkan leher serta bahu secara berkala saat lama di depan komputer. Bila sering bangun dengan leher kaku, coba ganti bantal atau posisi tidur.
Kelola stres. Menurut MedlinePlus, latihan relaksasi atau meditasi membantu sebagian orang. Pilih cara mengelola stres yang cocok untuk Anda.
Atur kafein dan alkohol. Batasi keduanya, lalu kurangi kafein secara bertahap karena berhenti mendadak juga bisa memicu sakit kepala.
Catat setiap serangan. Kemenkes menganjurkan mencatat pemicu, gejala, dan tingkat keparahan migrain untuk mengenali polanya.
Dengarkan Sinyal dari Ubun-Ubun dan Rawat dengan Tenang
Sakit kepala bagian atas umumnya berasal dari pemicu yang bisa dikelola, seperti otot tegang, kurang tidur, dan jam makan yang tidak teratur. Mengenali tanda bahaya dan mencatat pola nyeri membantu Anda dan dokter memilih langkah yang sesuai. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar layanan Bumame, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
NHS. Headaches.
MedlinePlus, National Library of Medicine (A.D.A.M. Medical Encyclopedia). Tension headache.
Lefel N, et al. (Pain Practice, PubMed Central). 11. Cervicogenic headache and occipital neuralgia.
World Health Organization. Hypertension.
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Migrain.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas (Ayo Sehat). Kenali Gejala Stroke Dengan SeGeRa Ke RS.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (Tim Promkes RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten). Sakit Kepala.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (RSUP dr. Kariadi Semarang). Nyeri di Kepala, Waspadai Sinusitis.
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
Frequently Asked Question
Sakit kepala bagian atas tanda penyakit apa?
Sakit kepala bagian atas dapat disebabkan sakit kepala tegang, migrain, gangguan saraf di belakang kepala, kurang tidur, atau telat makan. Sinusitis dan tekanan darah yang sangat tinggi juga bisa menjadi penyebab. Dokter akan menilai pola nyeri dan gejala penyerta untuk menentukan penyebabnya.
Apakah sakit kepala di ubun-ubun merupakan tanda darah tinggi?
Belum tentu. Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan gejala. Cara mengetahui tekanan darah adalah melalui pengukuran menggunakan alat tensi, dan hasilnya perlu dinilai oleh tenaga kesehatan.
Kapan sakit kepala bagian atas harus dibawa ke IGD?
Segera ke IGD jika sakit kepala muncul tiba-tiba dengan nyeri sangat hebat, atau disertai kelemahan dan kebas mendadak, kebingungan, sulit bicara, kejang, maupun leher kaku dengan demam tinggi. Gejala tersebut dapat menandakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.
Bagaimana cara meredakan sakit kepala bagian atas di rumah?
Cukupi kebutuhan cairan, makan tepat waktu, istirahat dari layar, dan lakukan relaksasi atau pijatan ringan pada kulit kepala serta leher. Obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat digunakan sesuai aturan. Hindari penggunaan lebih dari tiga hari dalam seminggu tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Berapa lama sakit kepala tegang bisa berlangsung?
Menurut MedlinePlus, sakit kepala tegang dapat berlangsung selama 30 menit hingga tujuh hari. Jika nyeri sering kambuh, polanya berubah, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan dokter.
