Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Senam Lansia: Manfaat, Gerakan yang Aman, dan Persiapan sebelum Memulai
Kembali ke Artikel & Berita

Senam Lansia: Manfaat, Gerakan yang Aman, dan Persiapan sebelum Memulai

SBATips Kesehatan

Minggu pagi di balai warga, musik senam mulai diputar dan barisan lansia mengikuti aba-aba instruktur. Ada yang bersemangat sejak lagu pertama, ada pula yang memilih duduk di pinggir karena lutut terasa kaku atau khawatir terjatuh.

Rasa ragu itu wajar. Gerakan yang terlalu cepat atau dipaksakan memang bisa memicu nyeri dan cedera. Di sisi lain, anggapan bahwa lansia sebaiknya banyak berdiam diri justru keliru, karena kurang gerak menaikkan risiko penyakit kronis dan lama-kelamaan mengurangi kemandirian.

Artikel ini membahas manfaat senam lansia, pemeriksaan kesiapan sebelum mulai, contoh gerakan untuk keseimbangan dan kekuatan, takaran latihan per minggu, serta tanda latihan perlu dihentikan.

Apa Itu Senam Lansia dan Seberapa Besar Manfaatnya?

Senam lansia adalah bentuk olahraga berirama yang disusun untuk orang berusia lanjut. Isinya biasanya memadukan gerakan aerobik ringan dengan latihan kekuatan, keseimbangan, dan kelenturan, empat jenis latihan yang dianjurkan untuk lansia dari sisi rehabilitasi medik. Senam bisa diikuti bersama kelompok warga atau dilakukan sendiri di rumah.

Jawaban jujurnya, tidak ada satu gerakan yang langsung membuat tubuh bugar atau mencegah jatuh. Manfaatnya terkumpul dari latihan yang rutin, bertahap, dan sesuai kemampuan. MSD Manual bahkan mencatat latihan keseimbangan saja belum tentu efektif dan bisa memicu jatuh. Bagi sebagian besar lansia, latihan kekuatan dan kelenturan lebih efektif membantu mencegah jatuh karena otot di sekitar sendi menjadi lebih kuat dan tubuh lebih stabil saat berdiri maupun berjalan.

Kabar baiknya, sebagian besar lansia bisa berolahraga, termasuk yang memiliki gangguan jantung. Bila target latihan terasa berat, CDC menganjurkan untuk tetap aktif sesuai kemampuan dan kondisi tubuh, karena sedikit aktivitas fisik lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.

Manfaat Senam Lansia untuk Jantung, Otot, dan Suasana Hati

Manfaatnya bisa terasa dalam waktu singkat maupun jangka panjang:

  • Menjaga jantung dan pembuluh darah. Aktivitas fisik membantu memperkuat jantung dan melancarkan aliran darah. Dalam jangka panjang, latihan yang rutin membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah lansia.

  • Merawat otot dan tulang. Latihan kekuatan dengan beban ringan membantu mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang, sekaligus menjaga massa otot yang berkurang seiring usia. Sebaliknya, kurang bergerak menaikkan risiko sarkopenia, yaitu berkurangnya massa dan fungsi otot.

  • Melatih keseimbangan dan kelenturan. Latihan yang teratur membantu menjaga kelenturan tubuh serta mencegah atau menunda gangguan koordinasi dan keseimbangan akibat penuaan. Tubuh yang lentur memudahkan lansia berjalan, membungkuk, dan meraih barang sehari-hari.

  • Mengatur gula darah dan memperbaiki tidur. Manfaat yang terasa lebih cepat antara lain kadar gula darah yang lebih teratur dan kualitas tidur yang meningkat. Peregangan yang dipadukan dengan napas dalam juga memberi efek relaksasi yang membuat tubuh lebih tenang.

  • Menenangkan pikiran dan menambah teman. Bergerak aktif membantu lansia merasa rileks, mengurangi stres dan kecemasan, serta menjaga suasana hati. Bila dilakukan bersama, senam juga memberi rasa berdaya dan memperluas pertemanan.

Pemeriksaan Kesiapan sebelum Lansia Mulai Bersenam

MSD Manual menganjurkan lansia diperiksa dokter sebelum memulai program latihan untuk mendeteksi gangguan jantung dan keterbatasan fisik. Beberapa gangguan jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes yang belum terkontrol bisa membuat olahraga berisiko.

Sebelum sesi pertama, siapkan hal-hal berikut:

  • Catatan kesehatan. Bawa daftar penyakit yang pernah didiagnosis dan obat yang rutin diminum saat berkonsultasi. Bila ada nyeri atau keterbatasan gerak, dokter atau fisioterapis bisa menyesuaikan jenis gerakan dengan kemampuan tubuh.

  • Pakaian dan alas kaki. Pilih pakaian yang longgar dan nyaman serta alas kaki yang sesuai. Pakaian yang nyaman membuat gerakan lebih leluasa.

  • Tempat latihan dan air minum. Gunakan lantai yang stabil dan tidak licin agar tidak mudah tergelincir. Berlatihlah dekat dinding atau kursi yang kokoh sebagai pegangan bila tubuh kehilangan keseimbangan. Letakkan air minum di dekat Anda agar mudah dijangkau di sela gerakan.

Kondisi yang Membutuhkan Penyesuaian Gerakan

Sebagian lansia tetap bisa bersenam dengan beberapa penyesuaian:

  • Nyeri sendi atau pengapuran sendi (osteoartritis). Aktivitas berdampak rendah seperti aerobik air, tai chi, dan yoga ringan mengurangi tekanan pada sendi namun tetap memberi manfaat latihan. Berenang juga cocok bagi lansia dengan masalah sendi karena minim tekanan pada persendian.

  • Pengeroposan tulang. Pada kondisi ini, latihan keseimbangan berperan mencegah jatuh yang bisa berujung patah tulang. Susun jenis dan beban latihannya bersama dokter.

  • Penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes. Kebanyakan lansia dengan kondisi ini tetap bisa berlatih, kadang dengan program khusus atau di bawah pengawasan dokter, fisioterapis, atau pelatih bersertifikat. Tanyakan ke dokter jenis gerakan dan intensitas yang aman.

Susunan Satu Sesi Senam Lansia

Satu sesi senam lansia umumnya berjalan dalam tiga bagian:

  1. Pemanasan. Awali dengan gerakan ringan untuk menyiapkan otot dan sendi. Pemanasan sebelum latihan fisik membantu mengurangi risiko cedera, sejalan dengan manfaat pemanasan sebelum olahraga pada umumnya.

  2. Latihan inti. Bagian ini berisi gerakan aerobik berirama, lalu latihan kekuatan dan keseimbangan. Jaga intensitasnya di tingkat sedang, sehingga Anda masih bisa bercakap dengan nyaman selama bergerak. Bila kata-kata keluar dengan terengah-engah, intensitas sudah melewati batas yang dianjurkan.

  3. Pendinginan dan peregangan. Peregangan ideal dilakukan setelah latihan, saat otot lebih mudah diregangkan. Lakukan perlahan, tahan setiap gerakan selama 10 sampai 30 detik, dan berhenti di batas yang nyaman tanpa memaksakan posisi yang menyakitkan.

Contoh Gerakan Senam Lansia untuk Keseimbangan dan Kekuatan

Gerakan berikut mengacu pada panduan latihan NHS. Gunakan kursi kokoh tanpa roda dan tanpa sandaran tangan, karena sandaran tangan membatasi gerakan.

1. Duduk lalu Berdiri dari Kursi

Duduk di tepi kursi dengan kedua kaki dibuka selebar pinggul dan badan sedikit condong ke depan. Berdiri perlahan dengan tenaga kaki, lalu duduk kembali secara perlahan. Mulailah dengan 5 kali ulangan. Bangun dari kursi termasuk latihan kekuatan dengan beban ringan yang cocok untuk lansia yang baru mulai.

2. Jinjit sambil Berpegangan Kursi

Berdiri di belakang kursi dan letakkan kedua tangan di sandarannya agar stabil. Angkat kedua tumit setinggi yang terasa nyaman, lalu turunkan kembali secara perlahan dan terkendali. Ulangi 5 kali.

3. Push-Up Dinding

Berdiri sejauh satu lengan dari dinding dan letakkan telapak tangan rata di dinding setinggi dada. Dengan punggung tetap lurus, tekuk lengan perlahan hingga badan mendekati dinding, lalu kembali ke posisi awal. NHS menyarankan 3 set berisi 5 sampai 10 ulangan.

4. Jalan Menyamping

Berdiri dengan kaki rapat dan lutut sedikit ditekuk. Melangkahlah ke samping secara perlahan dan terkendali sebanyak 10 langkah ke tiap arah, atau dari satu sisi ruangan ke sisi lainnya.

5. Jalan Tumit ke Ujung Jari

Letakkan tumit kanan tepat di depan ujung jari kaki kiri, lalu lakukan hal yang sama dengan tumit kiri sambil tetap memandang ke depan. Bila perlu, sentuhkan jari tangan ke dinding agar tetap stabil, dan cobalah setidaknya 5 langkah. CDC juga menyebut gerakan ini sebagai contoh latihan keseimbangan untuk lansia.

6. Berdiri dengan Satu Kaki

Berdiri menghadap dinding dengan lengan lurus ke depan dan ujung jari menyentuh dinding. Angkat satu kaki dengan pinggul tetap sejajar, tahan 5 sampai 10 detik, lalu ulangi 3 kali di tiap sisi. Selalu lakukan gerakan ini dekat penopang karena latihan keseimbangan sendiri bisa memicu jatuh.

NHS menganjurkan latihan kekuatan dan keseimbangan ini dilakukan setidaknya dua kali seminggu. Tambahkan jumlah ulangan sedikit demi sedikit seiring tubuh terbiasa.

Berapa Kali Seminggu Lansia Sebaiknya Bersenam?

Dari sisi rehabilitasi medik, latihan fisik lansia sebaiknya dilakukan 3 sampai 5 kali per minggu dengan selang istirahat 1 hari, selama 30 sampai 60 menit per sesi. Frekuensinya bisa ditingkatkan bertahap sesuai toleransi tubuh, dengan intensitas sedang.

CDC menganjurkan orang berusia 65 tahun ke atas mengumpulkan setidaknya 150 menit aktivitas intensitas sedang per minggu, misalnya 30 menit sehari selama 5 hari. Anjuran ini dilengkapi latihan penguatan otot minimal 2 hari per minggu dan aktivitas yang melatih keseimbangan. Senam bisa dipadukan dengan berjalan kaki setiap hari atau olahraga kardio lain yang disukai.

Bagi yang lama tidak berolahraga, awali dengan sesi singkat dan olahraga ringan untuk pemula, lalu tambah durasinya perlahan.

Keluhan yang Menjadi Tanda Senam Perlu Dihentikan

Segera hentikan senam lalu konsultasikan ke dokter bila muncul pusing, keringat dingin, nyeri dada, sesak napas, atau nyeri mendadak pada sendi. MSD Manual juga menyebut kepala terasa melayang serta jantung berdebar tidak teratur atau terlalu cepat, yang dikenal sebagai palpitasi, sebagai alasan untuk berhenti dan mencari pertolongan medis.

Bila keluhan terasa berat, segera cari pertolongan ke IGD. Di luar itu, berlatihlah sesuai toleransi tubuh dan hindari memaksakan diri.

Pemeriksaan Kesehatan sebelum Rutin Bersenam

Diabetes yang belum terkontrol termasuk kondisi yang perlu diketahui sebelum latihan rutin dimulai, dan kendali gula darah bisa dipantau lewat pemeriksaan laboratorium. Bila Anda atau orang tua Anda ingin melihat gambaran kesehatan lebih dulu, Medical Check Up Lansia mencakup hematologi lengkap, fungsi hati, elektrolit, ureum, asam urat, profil lemak, gula darah puasa, HbA1c, vitamin D (25-OH), dan urine rutin. Pemeriksaan ini memerlukan puasa 8 sampai 12 jam, dan hasilnya bisa menjadi bahan diskusi dengan dokter tentang latihan yang sesuai.

Tetap Aktif di Usia Lanjut, Selangkah demi Selangkah

Senam lansia memberi manfaat bila dijalani rutin, dimulai dari porsi kecil, dan dinaikkan sesuai kemampuan. Siapkan pemeriksaan kesiapan, pilih gerakan dengan penopang, dan ajak teman atau keluarga agar latihan terasa lebih menyenangkan.

Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, termasuk pilihan latihan yang sesuai kondisi tubuh. Bila Anda ingin berdiskusi soal pemeriksaan kesehatan sebelum mulai rutin bersenam, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI (RSUP dr. Kariadi Semarang) — Aktivitas Fisik untuk Menjaga Kebugaran Lansia

  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI (RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta) — Olahraga bagi Lanjut Usia adalah Kunci Menjaga Kesehatan dan Meningkatkan Kualitas Hidup

  3. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI (RSUP Fatmawati Jakarta) — Latihan Peregangan Sederhana, Bermanfaat, dan Penting untuk Lansia

  4. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI (RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta) — Latihan Fisik yang Baik untuk Kesehatan Tulang dan Sendi

  5. MSD Manual Consumer Version — Exercise in Older Adults

  6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Older Adult Activity, An Overview

  7. NHS — Balance Exercises

  8. NHS — Strength Exercises

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa saja manfaat senam lansia?

Senam lansia membantu menjaga kesehatan jantung, kekuatan otot, kelenturan, dan keseimbangan. Latihan rutin juga dapat membantu mengatur gula darah, memperbaiki kualitas tidur, mengurangi stres, dan menjaga suasana hati.

Berapa kali seminggu lansia sebaiknya senam?

Latihan fisik lansia dianjurkan 3–5 kali per minggu selama 30–60 menit per sesi, dengan penyesuaian sesuai kemampuan tubuh. Latihan kekuatan dan keseimbangan sebaiknya dilakukan setidaknya dua kali seminggu.

Apakah lansia perlu ke dokter sebelum mulai senam?

Sebaiknya, terutama bagi lansia dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, atau keterbatasan gerak. Dokter dapat menilai kesiapan fisik dan membantu menentukan jenis serta intensitas latihan yang sesuai.

Gerakan senam apa yang aman untuk lansia?

Gerakan awal dapat berupa duduk lalu berdiri dari kursi, jinjit sambil berpegangan, push-up dinding, jalan menyamping, dan jalan tumit ke ujung jari. Gunakan kursi kokoh atau dinding sebagai penopang untuk mengurangi risiko jatuh.

Kapan senam lansia harus dihentikan?

Hentikan senam jika muncul pusing, keringat dingin, nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar tidak teratur, atau nyeri sendi mendadak. Konsultasikan keluhan kepada dokter; segera cari pertolongan di IGD jika gejalanya berat.