Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Septikemia Adalah: Ciri-Ciri Keracunan Darah
Kembali ke Artikel & Berita

Septikemia: Ciri-Ciri Keracunan Darah dan Cara Menanganinya

SBAOthers

Infeksi ringan seperti batuk dan demam dapat berpotensi memburuk jadi penyakit lebih parah jika tidak segera ditangani. Saat infeksi berkembang, tubuh bisa merasa begitu lemas, sesak napas, bahkan sampai linglung. Itulah dampak dari masalah medis serius akibat infeksi berat yang menyerang aliran darah, atau biasanya disebut dengan istilah septikemia.

Dalam ilmu kedokteran modern, kata “sepsis” lebih sering dibahas oleh para ahli dibanding kata septikemia. Terlepas dari itu, hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah memahami gejala kondisi kesehatan yang satu ini supaya bisa langsung berkonsultasi dengan layanan medis.

Apa Itu Septikemia?

Septikemia adalah kondisi ketika infeksi menyebar ke aliran darah dan memicu reaksi berat pada tubuh. Istilah ini sering disamakan dengan sepsis, meskipun dalam istilah medis modern keduanya memiliki pengertian yang berbeda.

Sepsis adalah kondisi yang mengancam nyawa ketika respons tubuh terhadap infeksi menyebabkan gangguan fungsi organ. Infeksi yang memicunya dapat berasal dari berbagai tempat, seperti di paru-paru, saluran kemih, kulit, jaringan lunak, atau saluran pencernaan.

Jadi, tidak tepat jika sepsis hanya dianggap sebagai “infeksi akibat darah kemasukan patogen”. Seseorang tetap dapat mengalami sepsis meskipun sumber infeksinya tidak berada langsung di dalam aliran darah.

Septikemia vs Sepsis

Dalam banyak kasus, kedua istilah tersebut digunakan secara keliru sebagai sinonim untuk satu sama lain. Padahal sebenarnya ada bedanya antara septikemia dan sepsis.

  • Septikemia adalah istilah lama untuk menyatakan adanya infeksi (kuman) dalam aliran darah (atau patogen yang berkembang biak di darah) hingga memicu reaksi infeksi berat.

  • Sepsis adalah istilah baru yang lebih fokus pada respons tubuh terhadap infeksi yang telah menyebabkan gangguan fungsi organ.

Artinya, seseorang tetap dapat mengalami sepsis meskipun hasil kultur darahnya negatif (tidak ditemukan kuman patogen) atau tidak mengalami septikemia. Jika seseorang mengalami septikemia, risiko terjadinya sepsis jadi lebih tinggi, sehingga harus segera ditangani bersama kondisi klinis lainnya agar tidak memburuk.

Itulah sebabnya mengapa diagnosis sepsis tidak dapat ditegakkan berdasarkan satu hasil pemeriksaan laboratorium saja. Dokter memerlukan gambaran gejala, tanda vital, riwayat infeksi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Ciri-Ciri Septikemia atau Keracunan Darah

Masyarakat awam sering menyebut sepsis atau septikemia adalah “keracunan darah”. Sebutan tersebut memang mudah dipahami, tetapi kondisi sebenarnya lebih kompleks daripada itu.

Berikut beberapa ciri-ciri keracunan darah yang perlu diperhatikan:

  • Demam, menggigil, atau justru merasa sangat dingin.

  • Denyut jantung terasa cepat.

  • Napas lebih cepat atau terasa sesak.

  • Tubuh sangat lemas.

  • Kulit terasa dingin, lembap, atau berkeringat.

  • Kebingungan atau sulit berkonsentrasi.

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman yang berat.

  • Jumlah urine berkurang.

  • Tekanan darah dapat menurun pada kondisi yang lebih berat.

Tidak semua gejala akan muncul bersamaan. Bahkan, pada orang lanjut usia atau seseorang dengan kondisi kesehatan tertentu, tanda infeksi bisa tampak berbeda. Karena itu, perubahan kondisi tubuh yang terasa jauh lebih berat dari infeksi biasa sebaiknya tidak diabaikan.

Penyebab Septikemia

Penyebab septikemia adalah berbagai jenis infeksi. Beberapa sumber infeksi yang cukup sering yakni sebagai berikut.

1. Infeksi Paru-Paru

Pneumonia atau infeksi paru dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat. Risikonya juga lebih tinggi pada lansia, anak kecil, atau orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Selain itu, perhatikan demam, batuk, sesak, dan napas cepat yang menyertainya.

2. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebar hingga ke ginjal dan memicu infeksi yang lebih berat. Keluhan yang perlu diperhatikan mencakup demam, menggigil, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri di pinggang. Jika kondisi semakin memburuk, sebaiknya segera diperiksakan.

3. Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak

Luka terbuka, abses, atau infeksi pada jaringan di bawah kulit dapat menjadi sumber infeksi yang serius. Biasanya, area yang terinfeksi tampak merah, bengkak, terasa hangat, atau nyeri. Jika disertai demam dan kondisi tubuh memburuk, segera lakukan pemeriksaan medis.

4. Infeksi Saluran Pencernaan

Beberapa infeksi pada saluran pencernaan juga dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Gejalanya dapat berupa diare, muntah, nyeri perut, dan demam. Jika keluhan semakin berat atau tubuh menjadi sangat lemas, lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pastinya.

Sebagian besar infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus seperti penyebab demam berdarah dengue, jamur, atau mikroorganisme lainnya. Risiko sepsis juga lebih tinggi pada kelompok tertentu, seperti bayi, lansia, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, serta orang dengan penyakit kronis tertentu.

Gejala Septikemia

Gejala awal septikemia adalah seperti infeksi pada umumnya. Demam, menggigil, lemas, dan rasa tidak enak badan misalnya, cukup umum ditemukan pada banyak penyakit. Yang perlu diperhatikan adalah perubahan kondisi secara keseluruhan.

Seseorang yang awalnya mengalami infeksi kemudian menjadi sangat mengantuk atau bingung, bernapas lebih cepat, mengalami sesak, kulit menjadi dingin dan berkeringat, atau terlihat sangat lemah perlu mendapatkan penilaian medis.

Jika dibiarkan, septikemia dapat memicu sepsis, yaitu kondisi berat yang memicu gangguan pada organ penting seperti ginjal, paru-paru, otak, hingga sistem peredaran darah. Inilah yang membuat sepsis tergolong sebagai kegawatdaruratan medis.

Diagnosis Septikemia

Tidak ada satu tes tunggal yang dapat memastikan seseorang mengalami septikemia. Dokter biasanya menggabungkan informasi dari pemeriksaan fisik, tanda vital, riwayat penyakit, dan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan untuk mengetahui septikemia adalah berupa pemeriksaan darah, seperti kultur darah untuk mencari mikroorganisme tertentu. Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan pendukung seperti cek urine, pemeriksaan fungsi organ seperti hati dan paru-paru, hingga pemeriksaan pencitraan untuk mencari sumber infeksi.

Salah satu pemeriksaan darah dasar yang penting untuk membantu memberikan gambaran umum kondisi tubuh adalah hematologi lengkap. Pemeriksaan ini menilai beberapa komponen darah, termasuk hemoglobin, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Jumlah sel darah putih, misalnya, dapat memberikan informasi mengenai respons tubuh terhadap kondisi tertentu, termasuk infeksi. Namun, hasil hematologi lengkap tidak bisa berdiri sendiri untuk memastikan apakah septikemia telah berkembang menjadi sepsis. Hasilnya perlu dibaca bersama gejala dan pemeriksaan lain oleh tenaga medis.

Pengobatan Septikemia

Karena septikemia adalah kondisi yang dapat berkembang dengan cepat, pengobatannya perlu dilakukan di fasilitas kesehatan dan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Langkah penanganan dapat meliputi pemberian obat untuk mengatasi infeksi, pemberian cairan melalui pembuluh darah, pemberian oksigen bila diperlukan, serta tindakan untuk menjaga fungsi organ dan tekanan darah. Jika ditemukan sumber infeksi tertentu, dokter mungkin perlu melakukan tindakan untuk mengendalikan sumber tersebut.

Jenis obat yang diberikan juga bergantung pada penyebab infeksi dan kondisi pasien. Antibiotik, misalnya, dapat digunakan untuk infeksi bakteri dan bukan untuk semua jenis infeksi.

Kapan Harus ke IGD?

Segera cari pertolongan medis jika seseorang sedang atau baru mengalami infeksi kemudian menunjukkan tanda yang mengkhawatirkan, seperti:

  • Sulit bernapas atau napas terasa sangat cepat.

  • Kebingungan, sulit dibangunkan, atau perubahan kesadaran.

  • Tubuh sangat lemas hingga sulit beraktivitas.

  • Kulit terasa sangat dingin, lembap, atau tampak pucat.

  • Demam tinggi disertai menggigil hebat atau kondisi tubuh yang memburuk.

  • Nyeri yang sangat berat.

  • Urine jauh lebih sedikit dari biasanya.

  • Kondisi memburuk dengan cepat dalam hitungan jam.

Jika ragu, terutama ketika kondisi seseorang memburuk setelah mengalami infeksi, lebih aman mendapatkan penilaian tenaga medis daripada hanya menunggu di rumah.

Pemeriksaan Hematologi Lengkap sebagai Bagian dari Evaluasi Kesehatan

Memahami kondisi tubuh tidak selalu harus menunggu sampai muncul keluhan berat. Pemeriksaan hematologi lengkap dapat menjadi salah satu pemeriksaan dasar untuk mencegah septikemia sebelum menjadi parah dengan melihat kondisi sel darah merah, sel darah putih, trombosit, hemoglobin, hematokrit, serta beberapa indeks sel darah merah.

Pemeriksaan ini dapat membantu memberikan informasi mengenai kondisi seperti anemia, respons sistem imun, dan gangguan darah tertentu. Namun, hasil pemeriksaan bukanlah diagnosis akhir. Jika ada keluhan atau hasil yang berada di luar rentang normal, dokter dapat membantu menilai apakah pemeriksaan lanjutan diperlukan.

Bagi yang ingin melakukan pemeriksaan sebagai bagian dari evaluasi kondisi darah, Hematologi Lengkap dari Bumane dengan harga mulai dari Rp125.000,00 dapat menjadi salah satu pilihan. Layanannya tersedia melalui klinik maupun home care, sehingga pemeriksaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Perlu dicatat, pemeriksaan laboratorium sebaiknya dipandang sebagai sumber informasi untuk membantu memahami kondisi kesehatan. Jika muncul tanda infeksi yang berat atau kondisi tubuh memburuk dengan cepat, prioritaskan cari pertolongan medis segera agar mendapatkan perawatan yang sesuai.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

References:

  1. National Library of Medicine. (2021). Sepsis—Pathophysiology and Therapeutic Concepts.

  2. Journal of Universitas Airlangga. (2025). Bloodstream Infections Leading to Sepsis: Clinical and Microbiological Profiling of Bacteremia among Hospitalized Patients in Surabaya, Indonesia.

  3. The Journal of Infection in Developing Countries. (2026). Mortality rates among adults with sepsis and septic shock in Indonesia: a systematic review and meta-analysis.

  4. BMC Infectious Disease. (2025). Sepsis: pathogenesis, diagnosis, and treatment.

  5. Scientific Journal. (2022). Pathogenesis of Sepsis.

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apakah septikemia sama dengan sepsis?
Tidak sepenuhnya. Septikemia merupakan istilah lama yang merujuk pada infeksi dalam aliran darah, sedangkan sepsis menggambarkan respons tubuh terhadap infeksi yang menyebabkan gangguan fungsi organ. 
Apa saja ciri-ciri septikemia atau keracunan darah?
Ciri-cirinya dapat berupa demam atau menggigil, denyut jantung dan napas cepat, sesak, tubuh sangat lemas, kulit dingin atau lembap, kebingungan, nyeri berat, serta jumlah urine yang berkurang. 
Apa yang menyebabkan septikemia?
Septikemia dapat berasal dari berbagai infeksi, termasuk infeksi paru-paru, saluran kemih, kulit dan jaringan lunak, serta saluran pencernaan. Infeksi tersebut dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau mikroorganisme lainnya. 
Bagaimana septikemia didiagnosis dan ditangani?

Diagnosis dilakukan dengan menggabungkan pemeriksaan fisik, tanda vital, riwayat penyakit, pemeriksaan darah seperti kultur darah, serta pemeriksaan pendukung lainnya. Penanganannya dapat meliputi obat untuk mengatasi infeksi, cairan melalui pembuluh darah, oksigen, dan tindakan untuk menjaga fungsi organ. 

Kapan penderita septikemia harus segera ke IGD?
Segera cari pertolongan medis jika setelah mengalami infeksi muncul sesak atau napas sangat cepat, kebingungan, sulit dibangunkan, tubuh sangat lemas, kulit dingin atau pucat, nyeri berat, urine jauh berkurang, atau kondisi memburuk dengan cepat.