Sepekan setelah imunisasi campak, si kecil yang sebelumnya ceria mendadak terasa hangat dan rewel. Banyak orang tua lalu mengira anaknya tertular penyakit lain, karena hari suntiknya sudah lewat cukup lama.
Reaksi yang baru muncul beberapa hari kemudian seperti ini cukup umum setelah vaksin yang mengandung komponen campak. Mengetahui polanya membantu Anda tetap tenang dan peka terhadap tanda yang perlu diperiksa dokter.
Berikut penjelasan tentang waktu munculnya demam, efek samping lain, cara merawat anak di rumah, dan jadwal imunisasi yang dianjurkan Kemenkes.
Apakah Suntik Campak Bisa Menyebabkan Demam?
Bisa. Demam termasuk efek samping yang umum setelah vaksin yang mengandung komponen campak, seperti vaksin MMR. CDC mencatat nyeri di bekas suntikan, demam, dan ruam ringan sebagai reaksi yang sering ditemui. Meski begitu, tidak semua anak mengalaminya, dan reaksi yang muncul umumnya ringan.
Waktunya yang sering membuat orang tua bingung. Menurut NHS, demam, ruam yang mirip ruam campak, dan badan yang terasa kurang enak biasanya baru muncul sekitar 7 sampai 11 hari setelah vaksinasi. Keluhan ini umumnya hanya bertahan 2 sampai 3 hari, lalu mereda sendiri.
Jeda tersebut berkaitan dengan cara kerja vaksinnya. Vaksin campak berisi virus hidup yang sudah dilemahkan, sehingga tubuh memerlukan beberapa hari untuk membangun respons kekebalan. Demam sendiri merupakan respons alami tubuh saat melawan infeksi, dan NHS menyebut vaksinasi sebagai salah satu pemicu demam pada anak.
Efek Samping Lain Setelah Imunisasi Campak
Selain demam, beberapa reaksi berikut juga bisa muncul. Sebagian besar ringan dan berlangsung singkat:
Nyeri dan kemerahan di bekas suntikan. Lengan atau paha yang disuntik bisa terasa pegal dan tampak kemerahan. Reaksi lokal ini termasuk yang sering ditemui dan umumnya ringan.
Ruam ringan. Bercak kemerahan yang mirip ruam campak bisa muncul bersamaan dengan demam. Bila ruam disertai batuk, pilek, dan mata merah berair yang menyerupai ciri campak pada anak, periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.
Bengkak kelenjar di pipi dan leher. Pada vaksin MMR yang juga berisi komponen gondongan, kelenjar di sekitar pipi, leher, dan rahang bisa membengkak sekitar 2 sampai 3 minggu setelah suntik. Keluhan ini menyerupai gondongan ringan dan umumnya cepat mereda.
Nyeri atau kaku sendi. Keluhan ini berkaitan dengan komponen rubella pada vaksin MR dan MMR. CDC mencatat nyeri sendi lebih sering dialami remaja dan perempuan dewasa yang belum kebal rubella, muncul 1 sampai 3 minggu setelah vaksinasi, dan biasanya ringan selama sekitar 2 hari.
Kejang demam. Kejang yang dipicu demam ini jarang terjadi setelah vaksinasi. CDC menyebut risikonya sangat kecil dan tidak berkaitan dengan efek jangka panjang, tetapi setiap anak yang kejang tetap perlu mendapat pertolongan medis.
Penurunan trombosit sementara. Vaksin MMR jarang menurunkan jumlah trombosit atau keping darah untuk sementara. CDC menyebut kondisi ini biasanya pulih tanpa pengobatan.
Reaksi alergi berat. Anafilaksis atau reaksi alergi berat sangat jarang terjadi, tetapi bisa mengancam nyawa. Tandanya meliputi biduran, bengkak di wajah dan tenggorokan, sulit bernapas, jantung berdebar cepat, pusing, dan lemas.
Kapan Reaksi Vaksin Campak Biasanya Muncul?
Perkiraan waktu munculnya reaksi berikut berdasarkan data vaksin MMR.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Cara Mengatasi Demam Setelah Suntik Campak
Demam setelah vaksin umumnya bisa dirawat di rumah. Langkah berikut membantu anak tetap nyaman selama masa pemulihan:
Cukupi kebutuhan cairan. Tawarkan minum lebih sering, dan tetap berikan ASI seperti biasa bila anak masih menyusu. Cairan yang cukup membantu mencegah dehidrasi, yaitu kondisi tubuh kekurangan cairan.
Berikan makanan bila anak mau. Nafsu makan anak bisa menurun saat demam. Tawarkan makanan kesukaannya tanpa memaksa ia menghabiskan porsi.
Kenakan pakaian secukupnya. Hindari pakaian atau selimut yang terlalu tebal. NHS juga tidak menganjurkan melepas seluruh pakaian anak atau menyeka tubuhnya dengan air dingin untuk menurunkan suhu.
Pantau suhu dan kondisinya. Ukur suhu dengan termometer digital yang dijepit di ketiak, lalu periksa anak secara berkala, termasuk pada malam hari. Catat suhu beserta waktunya untuk bahan konsultasi.
Gunakan obat penurun demam bila perlu. Obat penurun demam bisa diberikan bila anak tampak gelisah atau tidak nyaman. Pastikan obat sesuai dengan usia anak, baca aturan pakainya, dan tanyakan ke apoteker atau dokter bila ragu.
Biarkan anak beristirahat di rumah. Anak yang sedang demam sebaiknya beristirahat di rumah sampai kondisinya membaik. Waktu istirahat juga memudahkan Anda mengamati perubahan gejalanya.
Jika Anak Kejang Setelah Imunisasi
Segera bawa anak ke IGD bila ini kejang pertamanya, kejang berlangsung lama, anak sulit bernapas, kejang hanya terjadi di satu sisi tubuh, atau anak tetap sangat mengantuk setelah kejang berhenti. Bila anak masih kejang atau belum sadar, panggil ambulans dan hindari mengemudi sendiri ke rumah sakit.
Sambil menunggu bantuan, catat waktu kejang dimulai dan berhenti. Lindungi kepala anak dengan tangan atau benda lembut, lalu jauhkan benda berbahaya di sekitarnya. Hindari menahan gerakan anak atau memasukkan apa pun ke mulutnya. Setelah kejang berhenti, baringkan anak dalam posisi miring dan pastikan tidak ada benda di mulut yang mengganggu napasnya.
Kejang memang terlihat menakutkan, tetapi NHS menyebut kejang demam umumnya tidak membahayakan anak dan jarang menimbulkan efek jangka panjang. Anak yang baru pertama kali kejang tetap perlu diperiksa di rumah sakit, dan dokter akan menentukan langkah penanganan kejang demam selanjutnya.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Sebagian besar reaksi vaksin reda dengan sendirinya. Hubungi dokter bila Anda menemukan kondisi berikut:
Demam bertahan lebih dari 2 sampai 3 hari. Reaksi vaksin umumnya singkat, sehingga demam yang berlangsung lebih lama perlu dicari penyebabnya. Dokter akan menilai kemungkinan infeksi lain yang muncul bersamaan.
Demam muncul di luar pola yang umum. Demam yang timbul jauh dari rentang 7 sampai 11 hari setelah suntik bisa saja berasal dari penyebab demam lain. Sampaikan tanggal vaksinasi kepada dokter agar penilaiannya lebih tepat.
Anak tampak kekurangan cairan. Tandanya antara lain popok jarang basah, mata cekung, dan menangis tanpa air mata. Kondisi ini perlu segera diperiksa.
Anak tampak berbeda dari biasanya. Anak yang menolak makan, terus rewel, atau membuat Anda khawatir sebaiknya diperiksa. Perasaan cemas orang tua tetap layak menjadi alasan untuk berkonsultasi.
Segera ke IGD bila anak sesak napas, wajah atau tenggorokannya bengkak, sangat mengantuk dan sulit dibangunkan, lehernya kaku, atau muncul ruam yang tidak memudar saat ditekan dengan gelas. Tanda-tanda ini memerlukan pertolongan medis segera.
Siapa yang Perlu Menunda Vaksin Campak?
Vaksin campak termasuk vaksin hidup yang dilemahkan, sehingga tidak cocok untuk semua orang. NHS menyebut vaksin MMR tidak diberikan kepada ibu hamil, orang dengan daya tahan tubuh lemah akibat penyakit atau obat penekan kekebalan, serta orang yang pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap kandungan vaksin.
Anak yang sedang demam tinggi atau tampak sangat sakit sebaiknya menunggu hingga pulih sebelum divaksin. Anak dengan keluhan ringan tanpa demam tinggi umumnya tetap bisa divaksin. Diskusikan kondisi anak dengan dokter atau petugas vaksinasi bila Anda ragu.
Jadwal Imunisasi MR dan Vaksin Campak untuk Dewasa
Dalam program imunisasi rutin di Indonesia, suntik campak diberikan dalam bentuk vaksin MR (Measles Rubella) yang membantu menurunkan risiko campak dan penyakit rubella sekaligus. Kemenkes menganjurkan imunisasi MR pada usia 9 bulan, lalu dosis lanjutan pada usia 18 bulan dan saat anak duduk di kelas 1 SD atau sederajat.
Imunisasi MR tersedia gratis di puskesmas, posyandu, rumah sakit pemerintah, dan sekolah melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Simpan catatan setiap suntikan, termasuk reaksi yang muncul sesudahnya, agar jadwal vaksinasi anak berikutnya mudah dipantau.
Vaksin campak juga bisa diberikan kepada orang dewasa. Pada April 2026, BPOM menerbitkan izin perluasan indikasi vaksin MR, MMR, dan campak tunggal untuk kelompok usia dewasa. Kebijakan ini menegaskan peran imunisasi dewasa dalam pencegahan campak.
Vaksin Campak Biofarma di Bumame
Vaksin campak bekerja dengan memperkenalkan virus campak yang sudah dilemahkan kepada sistem kekebalan, sehingga tubuh belajar mengenali virus tersebut dan membentuk kekebalan. Proses inilah yang kadang memicu demam ringan sekitar seminggu setelah suntik. Bumame menyediakan Vaksin Campak Biofarma, yang menurut halaman produknya berisi virus campak hidup yang dilemahkan strain CAM 70 dalam setiap dosis 0,5 ml.
Vaksinasi bisa dilakukan dengan datang langsung ke klinik atau melalui layanan Home Care. Halaman produk meminta pasien memberi tahu staf medis tentang riwayat kesehatan dan alergi, serta menunda vaksinasi saat sedang sakit. Untuk vaksinasi anak, hubungi CS Bumame untuk memastikan ketersediaan sesuai usia anak. Anda juga bisa chat CS Bumame untuk mengatur jadwal.
Rawat dengan Tenang dan Lengkapi Imunisasinya
Demam setelah suntik campak umumnya ringan, muncul sekitar seminggu kemudian, dan reda dalam beberapa hari. Rawat anak dengan tenang di rumah, cukupi cairannya, dan pantau tanda yang memerlukan pertolongan medis.
Melengkapi jadwal imunisasi membantu menurunkan risiko anak tertular penyakit campak beserta komplikasinya. Gambaran layanan vaksin campak di Bumame juga tersedia bila Anda ingin merencanakan vaksinasi berikutnya.
Lokasi Klinik Bumame
Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.
Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.
Referensi
NHS. MMR (Measles, Mumps and Rubella) Vaccine.
Centers for Disease Control and Prevention. Measles, Mumps, Rubella (MMR) Vaccine Safety.
NHS. High Temperature (Fever) in Children.
NHS. Febrile Seizures.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Campak dan Rubella Masih Ada, Tapi Anak Bisa Aman dengan Imunisasi Lengkap.
Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Izin Vaksin MR Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi kepada Tenaga Kesehatan.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apakah suntik campak bisa menyebabkan demam?
Bisa. Demam termasuk efek samping yang umum setelah vaksin yang mengandung komponen campak, seperti MR dan MMR. Demam biasanya muncul sekitar 7–11 hari setelah imunisasi dan umumnya bersifat ringan.
Berapa lama demam setelah imunisasi campak akan berlangsung?
Demam setelah imunisasi campak umumnya berlangsung selama 2–3 hari dan mereda dengan sendirinya. Jika demam bertahan lebih lama atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, konsultasikan kondisi anak kepada dokter.
Bagaimana cara mengatasi demam setelah suntik campak pada anak?
Berikan ASI atau cairan lebih sering, kenakan pakaian yang nyaman, pantau suhu dengan termometer, dan biarkan anak beristirahat. Obat penurun demam dapat diberikan bila anak tidak nyaman, sesuai aturan pakai dan anjuran tenaga kesehatan. Hindari menyeka tubuh dengan air dingin.
Apa yang harus dilakukan jika anak kejang setelah imunisasi campak?
Lindungi kepala anak, jauhkan benda berbahaya, catat durasi kejang, dan jangan menahan gerakannya atau memasukkan benda apa pun ke mulut. Setelah kejang berhenti, baringkan anak dalam posisi miring. Segera cari pertolongan medis, terutama jika ini kejang pertama, berlangsung lama, atau anak sulit bernapas.
Apakah orang dewasa boleh mendapatkan vaksin campak?
Boleh. Vaksin campak dapat diberikan kepada orang dewasa setelah tenaga kesehatan menilai kondisi dan kebutuhan imunisasinya. Namun, vaksin hidup yang dilemahkan seperti MR dan MMR tidak cocok untuk semua orang, termasuk ibu hamil dan orang dengan gangguan kekebalan tertentu.
