Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Berapa Tekanan Darah Normal Wanita? Cek di Sini!
Kembali ke Artikel & Berita

Tekanan Darah Normal Wanita: Rentang dan Harga Cek

SBA

Rutin mengecek kesehatan darah, termasuk tensi atau tekanan darah dapat menjadi upaya kecil tetapi berdampak besar untuk memantau kesehatan tubuh. Tekanan darah normal wanita dewasa umumnya di bawah 120/80 mmHg dan di atas 90/60 mmHG. Namun, angka ini bisa mengalami perubahan karena pengaruh hormon hingga bertambahnya usia. 

Itulah sebabnya memahami rentang ukuran tekanan darah yang normal serta faktor yang memengaruhinya penting agar Anda mampu menjaga tensi darah tetap stabil sehingga terhindar dari risiko darah tinggi (hipertensi) maupun darah rendah (hipotensi). Simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini. 

Apa Itu Tekanan Darah dan Cara Membacanya

Tekanan darah adalah jumlah kekuatan yang dibutuhkan darah untuk mendorong dinding arteri. Ketika Anda mengecek tensi darah di puskesmas atau fasilitas kesehatan, petugas medis akan melilitkan manset 1-2 cm di atas lipatan siku. Kemudian, Anda akan merasakan sensasi manset mengembang dan menekan lengan lalu mengempis.

Anggaplah angka tensi darah yang keluar 120/80 mmHg. Anda mungkin bertanya-tanya mengapa ada dua angka yang berbeda. Bagaimana cara membacanya? Sebelum menjawab persoalan ini, perlu Anda ketahui terdapat dua jenis tekanan darah, yakni sistolik dan diastolik. 

Tekanan sistolik adalah angka atas atau pertama, yaitu 120, yang mengukur saat jantung dalam kondisi aktif berdetak dan memompa darah. Sementara itu, tekanan diastolik adalah angka bawah atau kedua, yaitu 80, yang mengukur saat jantung dalam kondisi istirahat. Jadi, penulisan hasil tensi darah menjadi 120/80 mmHg.

Rentang Tekanan Darah Normal Wanita Berdasarkan Usia

Semakin bertambahnya usia, tekanan darah wanita bisa naik turun. Penyebabnya beragam, mulai dari faktor hormonal, biologis, hingga gaya hidup. Berikut adalah rata-rata rentang tekanan darah normal wanita berdasarkan usianya.

Usia

Sistolik Normal

Diastolik Normal

18-39 tahun

110

68

40-59 tahun

122

74

60+ tahun

139

68


Perbedaan Tekanan Darah Normal Wanita dan Pria

Orang dewasa punya tekanan darah ideal, yaitu 120/80 mmHg. Angka tensi ini berlaku baik untuk wanita maupun pria. Namun, tekanan darah juga dapat berubah sesuai karakteristik biologis masing-masing jenis kelamin.

Misalnya, wanita sebelum menopause memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami hipertensi daripada pria karena mendapatkan perlindungan dari hormon estrogen. Itulah mengapa pria lebih mungkin mengalami hipertensi lebih dulu di usia muda, sedangkan wanita baru mengalaminya di usia lebih lanjut setelah menopause.

Selain itu, perlu Anda ingat bahwa tekanan darah ideal untuk orang dewasa bisa berbeda-beda setiap orangnya. Ada kemungkinan seseorang memiliki target tekanan darah tertentu akibat kondisi medis atau konsumsi obat-obatan tertentu.

Faktor yang Memengaruhi Tekanan Darah

Pastinya semua orang ingin menjaga tekanan darahnya tetap dalam kisaran normal. Bagi Anda yang ingin meraihnya, ketahui terlebih dahulu apa saja faktor yang menyebabkan naik turunnya tekanan darah supaya dapat mengontrolnya dengan lebih baik. 

1. Perubahan Hormon

Hormon estrogen pada wanita berperan menjaga pembuluh darah tetap fleksibel dan memungkinkan aliran darah yang lancar. Akan tetapi, ketika memasuki menopause, kadar estrogen akan menurun sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi akibat pembuluh darah menjadi lebih kaku.

Selain itu, wanita yang sedang hamil biasanya mengalami penurunan tekanan darah sementara pada awal kehamilan, sekitar trimester pertama dan kedua. Namun, mereka juga rentan mengalami preeklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi mendadak serta berisiko mengganggu pertumbuhan janin dan fungsi organ ibu. 

Oleh karena itulah penting untuk rutin mengecek tensi darah selama kehamilan guna memantau kondisi kesehatan ibu dan janinnya.

2. Stres

Stres memang menjadi sumber masalah berbagai penyakit, termasuk memicu tekanan darah tinggi. Kadar kortisol dalam tubuh akan naik saat seseorang sedang stres sehingga tekanan darah cenderung melonjak pada waktu itu. Namun, kondisi ini biasanya bersifat sementara dan kembali normal setelah emosi mereda.

Meski begitu, perlu berhati-hati jika stres mulai berkembang ke tingkat parah sampai memengaruhi kualitas hidup, seperti kurang tidur atau makan makanan tidak sehat. Sebab efek sampingnya pada tubuh juga kurang bagus.

3. Gaya Hidup

Pola makan yang tidak sehat seperti sering mengonsumsi makanan tinggi garam dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga volume darah jadi meningkat.

Selain itu, minimnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol secara berlebihan, hingga merokok juga memperbesar kemungkinan Anda mengalami tekanan darah tinggi dan kondisi lainnya seperti penggumpalan darah. Itulah mengapa penting menerapkan gaya hidup sehat, seperti rutin olahraga untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

4. Berat Badan

Bagi seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, mereka lebih berisiko terkena tekanan darah tinggi. Sebab, jantung perlu bekerja lebih keras untuk memasok darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Tak hanya itu, obesitas juga dapat mengembangkan kondisi kesehatan lainnya seperti diabetes tipe 2.

Namun jangan khawatir, Anda bisa mengurangi risikonya dengan melakukan diet sehat untuk menurunkan berat badan. 

5. Riwayat Keluarga

Faktor yang memengaruhi tekanan darah berikutnya adalah riwayat kesehatan keluarga. Seseorang lebih mungkin mengalami tekanan darah tinggi jika keluarga dekatnya menderita penyakit yang sama.

Karena itulah, Anda perlu mengetahui riwayat kesehatan keluarga supaya dapat merencanakan pemeriksaan dan mengonsultasikan penanganan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih parah. 

Kapan Disebut Darah Tinggi atau Darah Rendah

Seseorang disebut mengalami tekanan darah tinggi apabila angka sistolik di atas atau sama dengan 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Penyakit ini sering diwaspadai karena muncul tanpa gejala yang jelas. Akan tetapi, beberapa tanda umum yang menyertai darah tinggi adalah pusing, sesak napas, hingga detak jantung tidak teratur.

Untuk mendiagnosis darah tinggi, beberapa prosedurnya bisa melibatkan pemeriksaan tensi darah dengan alat sfigmomanometer atau tensimeter, tes darah, hingga pemeriksaan fisik. Tergantung dari hasil tesnya, dokter akan menyarankan langkah pengobatan sesuai kebutuhan Anda.

Sementara itu, seseorang disebut mengalami tekanan darah rendah terjadi apabila angka sistolik di bawah 90 mmHg dan diastolik di bawah 60 mmHg. Gejala yang biasa menandainya antara lain pusing, pandangan kabur, mudah lelah, mual, dan tubuh terasa lemas.

Selain pengukuran tekanan darah, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) atau ekokardiografi untuk menemukan penyebab darah rendah.

Cara Memantau Tekanan Darah secara Rutin di Bumame

Penting bagi Anda untuk memantau tekanan darah secara rutin karena darah tinggi maupun rendah tidak selalu memunculkan gejala yang jelas. Merasa tubuh baik-baik saja belum tentu tekanan darah dalam rentang normal. Itu karena tekanan darah tidak bisa dirasakan hanya dengan perasaan, tetapi butuh alat tensi untuk mengetahui hasilnya secara lebih akurat. 

Sebelum pengukuran, ada beberapa hal yang mesti Anda persiapkan. Di antaranya tidak makan besar atau minum alkohol 30 menit sebelum mengukur tensi, mengosongkan kandung kemih, duduk dalam posisi nyaman, kaki tidak menyilang, pastikan manset terpasang dengan benar, dan jangan berbicara saat pengukuran.

Pemeriksaan tekanan darah ini bisa Anda lakukan di klinik Bumame. Apabila hasil pengukuran tensi berada di luar rentang normal, dokter akan memberikan rekomendasi pemeriksaan lanjutan (jika perlu) dan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan Anda dalam jangka panjang. 

Selain itu, Bumame juga menyediakan layanan Medical Check Up Metabolisme Tubuh yang mencakup pemeriksaan kesehatan metabolik secara menyeluruh, meliputi fungsi hati, ginjal, dan pankreas.

Hanya dengan biaya Rp1.780.000,00, Anda sudah mendapatkan beberapa pemeriksaan yang menilai fungsi hati, profil lipid, enzim pankreas, sampai pemantauan kadar gula darah beserta rekomendasi pola hidup yang sesuai.

Baca Juga: Gejala dan Penyebab Gula Darah Rendah 

Tips Menjaga Tekanan Darah Normal Wanita

Tekanan darah tinggi memang bukan tipe penyakit yang bisa sembuh total sebab risikonya makin tinggi seiring bertambahnya usia. Namun, Anda tetap bisa mengendalikan tekanan darah dalam rentang normal untuk mencegah komplikasi yang lebih buruk nantinya. 

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

  • Batasi konsumsi makanan yang tidak sehat secara berlebihan, seperti asupan tinggi garam, dan mulai beralih ke menu bergizi dengan buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh.

  • Hindari atau hentikan kebiasaan merokok maupun minum-minuman alkohol.

  • Kelola stres dengan baik melalui aktivitas yang menenangkan seperti meditasi, yoga, dan tidur berkualitas.

  • Pertahankan berat badan yang ideal, tidak sampai obesitas tetapi juga tidak terlalu kurus.

  • Berolahraga secara teratur untuk menjaga tekanan darah normal.

Jaga Kesehatan Sejak Dini dengan Pemantauan Kesehatan Rutin!

Rutin medical check-up walaupun tubuh terasa baik-baik saja bukanlah hal yang aneh. Tujuan pemeriksaan ini untuk mendeteksi gangguan kesehatan yang mungkin ada di dalam tubuh tetapi tidak bergejala. Misalnya, seperti risiko tekanan darah tinggi yang sering tidak terasa gejalanya. 

Selain itu, jika Anda sudah terdiagnosis terkena darah tinggi atau rendah, hasil pengukuran tensi darah berguna untuk memantau kondisi tubuh dari waktu ke waktu agar meminimalkan komplikasi.

Yuk, periksa kesehatan di Bumame sekarang untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai kondisi tubuh, termasuk kondisi tekanan darah!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Referensi:

  • Cleveland Clinic. (2025). Blood Pressure.

  • Ubie Health. (2026). Normal Blood Pressure for Women 30-45: Signs & Next Steps.

  • Medical News Today. (2025). Systolic vs. diastolic blood pressure: How do they differ?.

  • Health. (2026). Understanding Normal Blood Pressure for Women by Age.

  • Heart Research Institute. What is normal blood pressure by age?.

  • Dr. Cynthia. (2026). Gender Differences in High Blood Pressure Causes: What Science Reveals. Personal Labs. The Hidden Risks: Unique Causes of High Blood Pressure in Women.

  • Ayo Sehat Kemenkes. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi).

  • Kemenkes. (2022). Kenali Penyebab Tekanan Darah Rendah Dan Cara Mengatasinya.

  • Ayo Sehat Kemenkes. (2024). Kenali Dan Kendalikan Hipertensi, Sebelum Hipertensi Mengendalikan Kita.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Berapa tekanan darah normal wanita?
Tekanan darah normal wanita dewasa umumnya berada di bawah 120/80 mmHg dan di atas 90/60 mmHg.
Apa arti angka sistolik dan diastolik pada tekanan darah?
Sistolik adalah angka atas yang mengukur tekanan saat jantung memompa darah, sedangkan diastolik adalah angka bawah saat jantung beristirahat.
Apa saja faktor yang memengaruhi tekanan darah wanita?
Tekanan darah dapat dipengaruhi perubahan hormon, stres, gaya hidup, berat badan, dan riwayat kesehatan keluarga.
Kapan tekanan darah disebut tinggi atau rendah?
Tekanan darah tinggi terjadi saat sistolik ≥140 mmHg dan diastolik >90 mmHg, sedangkan tekanan darah rendah saat sistolik <90 mmHg dan diastolik <60 mmHg.
Bagaimana cara menjaga tekanan darah tetap normal?
Batasi makanan tinggi garam, hindari rokok dan alkohol, kelola stres, jaga berat badan, dan rutin berolahraga.