Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Hipertiroid: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Kembali ke Artikel & Berita

Hipertiroid: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Redaksi Bumame

Jantung Sering Berdebar dan Berat Badan Turun Tanpa Sebab? Waspadai Gejala Hipertiroid

Hipertiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah berlebihan sehingga metabolisme tubuh bekerja lebih cepat dari normal. Akibatnya, penderita dapat mengalami berbagai keluhan seperti jantung berdebar, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, mudah berkeringat, hingga tangan gemetar.
Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Salah satu penyebab tersering hipertiroid adalah penyakit Graves, yaitu gangguan autoimun yang merangsang kelenjar tiroid memproduksi hormon secara berlebihan.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), hipertiroid dapat memengaruhi hampir seluruh organ tubuh karena hormon tiroid berperan dalam mengatur metabolisme, suhu tubuh, denyut jantung, hingga penggunaan energi. Oleh karena itu, diagnosis dan penanganan yang tepat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi.¹

Mengenal Hipertiroid dan Gangguan Hormon Tiroid

Hipertiroid adalah kondisi ketika kadar hormon tiroid, terutama tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3), berada di atas kebutuhan tubuh. Produksi hormon yang berlebihan membuat berbagai fungsi tubuh bekerja lebih cepat dibandingkan kondisi normal.
Kelenjar tiroid sendiri merupakan organ berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Organ ini menghasilkan hormon yang membantu mengatur metabolisme, suhu tubuh, pertumbuhan, hingga kerja jantung. Jika ingin memahami lebih jauh mengenai fungsi hormon tiroid, penting diketahui bahwa hormon tersebut memengaruhi hampir seluruh jaringan tubuh.
Selain menghasilkan hormon, fungsi kelenjar tiroid juga dikendalikan oleh hormon Thyroid Stimulating Hormone (TSH) yang diproduksi oleh kelenjar pituitari. Ketika kadar hormon tiroid meningkat terlalu tinggi, keseimbangan hormon dalam tubuh akan terganggu sehingga muncul berbagai gejala khas hipertiroid.
Menurut American Thyroid Association (ATA), penyebab hipertiroid tidak hanya satu, sehingga pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan penyebab yang mendasarinya.²

Penyebab dan Kondisi yang Memicu Hipertiroid

Hipertiroid dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang membuat kelenjar tiroid menghasilkan hormon secara berlebihan. Penyebab paling umum adalah penyakit Graves, tetapi terdapat beberapa kondisi lain yang juga dapat memicu hipertiroid.

1. Penyakit Graves

Graves' disease merupakan penyebab hipertiroid yang paling sering terjadi. Penyakit autoimun ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi yang merangsang kelenjar tiroid untuk terus memproduksi hormon.
Menurut NIDDK, sekitar 70–80% kasus hipertiroid disebabkan oleh penyakit Graves.¹

2. Nodul Tiroid

Sebagian orang memiliki benjolan atau nodul pada kelenjar tiroid yang mampu menghasilkan hormon tiroid secara mandiri tanpa mengikuti regulasi tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai toxic thyroid nodule atau toxic multinodular goiter.

3. Tiroiditis

Peradangan pada kelenjar tiroid dapat menyebabkan hormon yang tersimpan di dalam jaringan tiroid keluar ke aliran darah sehingga kadar hormon meningkat untuk sementara waktu.

4. Konsumsi Yodium Berlebihan

Asupan yodium dalam jumlah sangat tinggi, baik dari obat maupun suplemen tertentu, dapat memicu hipertiroid pada orang yang memiliki gangguan tiroid sebelumnya.

5. Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa obat, seperti amiodarone, diketahui dapat memengaruhi fungsi tiroid sehingga meningkatkan risiko hipertiroid pada sebagian orang.

Gejala Hipertiroid yang Perlu Dikenali

Gejala hipertiroid dapat berkembang secara perlahan maupun muncul lebih cepat, tergantung penyebab dan tingkat keparahan penyakit. Pada tahap awal, keluhan sering kali dianggap sebagai stres atau kelelahan sehingga tidak disadari.
Beberapa gejala awal gangguan tiroid yang sering ditemukan antara lain:
  • Berat badan turun meski nafsu makan meningkat.
  • Jantung berdebar atau denyut jantung lebih cepat.
  • Mudah merasa kepanasan.
  • Berkeringat berlebihan.
  • Tangan gemetar.
  • Sulit tidur.
  • Mudah cemas atau gelisah.
  • Mudah lelah.
  • Buang air besar lebih sering.
Seiring perkembangan penyakit, sebagian pasien juga mengalami pembesaran kelenjar tiroid (gondok), mata tampak lebih menonjol, atau gangguan penglihatan, terutama pada penderita Graves' disease.
Pada beberapa kasus, gejala dapat muncul kembali setelah sebelumnya membaik. Tanda-tandanya dapat dikenali melalui ciri-ciri hipertiroid kambuh seperti jantung kembali berdebar, berat badan kembali turun, hingga tangan yang kembali gemetar. Menurut American Thyroid Association (ATA), kekambuhan dapat terjadi terutama setelah penghentian terapi antitiroid pada sebagian pasien.²

Faktor Risiko Hipertiroid yang Perlu Diperhatikan

Meskipun dapat dialami siapa saja, beberapa faktor diketahui meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertiroid, di antaranya:
  • Wanita, terutama usia 20–40 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tiroid.
  • Menderita penyakit autoimun, seperti diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis.
  • Memiliki riwayat gangguan tiroid sebelumnya.
  • Konsumsi yodium berlebihan.
  • Baru menjalani kehamilan atau masa setelah melahirkan.
Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan tiroid saat hamil apabila terdapat faktor risiko atau keluhan yang mengarah pada gangguan fungsi tiroid, karena kadar hormon tiroid yang tidak terkontrol dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun janin.¹

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Hipertiroid

Diagnosis hipertiroid tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala. Dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah kadar hormon tiroid berada di atas normal dan mencari penyebabnya.
Pemeriksaan utama yang biasanya dilakukan meliputi:
  • TSH (Thyroid Stimulating Hormone)
  • Free T4
  • Free T3
Pada hipertiroid, kadar TSH umumnya rendah, sedangkan hormon T3 dan/atau T4 meningkat.
Menurut American Thyroid Association (ATA), pemeriksaan tes TSH merupakan tes awal yang paling sensitif untuk menilai fungsi tiroid. Bila hasilnya tidak normal, dokter biasanya akan melanjutkan dengan pemeriksaan T3 dan T4 untuk memastikan diagnosis.¹
Selain pemeriksaan hormon, dokter dapat menyarankan pemeriksaan antibodi tiroid, USG tiroid, atau pemeriksaan penunjang lainnya apabila diperlukan untuk mengetahui penyebab hipertiroid secara lebih spesifik.
Di Bumame, kamu dapat melakukan tes hormon tiroid untuk membantu mengevaluasi fungsi kelenjar tiroid sesuai rekomendasi dokter. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi gangguan tiroid sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Pilihan Pengobatan Hipertiroid

Pengobatan hipertiroid bertujuan mengurangi produksi hormon tiroid, mengendalikan gejala, dan mencegah komplikasi. Jenis terapi yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebab, usia pasien, tingkat keparahan penyakit, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Pilihan pengobatan yang dapat diberikan meliputi:
  1. Obat Antitiroid

Obat antitiroid bekerja dengan menghambat pembentukan hormon tiroid. Terapi ini sering menjadi pilihan awal, terutama pada penderita penyakit Graves.
  1. Radioiodine

Radioiodine digunakan untuk menghancurkan sebagian sel kelenjar tiroid sehingga produksi hormon berkurang. Terapi ini banyak digunakan pada pasien dewasa sesuai indikasi dokter.
  1. Operasi Tiroid

Operasi atau tiroidektomi dapat dipertimbangkan bila terdapat gondok berukuran besar, nodul yang dicurigai ganas, atau pasien tidak dapat menjalani terapi lain.
Banyak orang bertanya apakah penyakit tiroid bisa sembuh. Jawabannya bergantung pada penyebabnya. Menurut NIDDK, sebagian penderita dapat mencapai kondisi terkontrol atau remisi setelah pengobatan, sedangkan sebagian lainnya memerlukan pemantauan dan terapi jangka panjang.²
Selama menjalani terapi, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan hormon tiroid secara berkala untuk menilai respons terhadap pengobatan dan memastikan kadar hormon kembali ke rentang yang diharapkan.

Komplikasi Hipertiroid yang Perlu Diwaspadai

Hipertiroid yang tidak ditangani dapat memengaruhi berbagai organ tubuh dan meningkatkan risiko komplikasi serius.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
  • Gangguan irama jantung (aritmia), termasuk fibrilasi atrium.
  • Gagal jantung pada kondisi tertentu.
  • Osteoporosis akibat percepatan pengeroposan tulang.
  • Thyroid storm, yaitu kondisi darurat medis ketika kadar hormon tiroid meningkat sangat tinggi.
Dalam beberapa kasus, dokter juga perlu memastikan bahwa pembesaran tiroid atau nodul bukan merupakan kanker tiroid. Meski sebagian besar kasus hipertiroid bukan disebabkan oleh kanker, evaluasi lebih lanjut tetap diperlukan apabila ditemukan benjolan yang mencurigakan.

Perbedaan Hipertiroid dan Hipotiroid

Hipertiroid dan hipotiroid sama-sama merupakan gangguan pada kelenjar tiroid, tetapi keduanya memiliki kondisi yang berlawanan.
HipertiroidHipotiroid
Produksi hormon tiroid berlebihanProduksi hormon tiroid kurang
Metabolisme tubuh meningkatMetabolisme tubuh melambat
Berat badan cenderung turunBerat badan cenderung naik
Mudah kepanasanMudah kedinginan
Jantung berdebarDenyut jantung melambat
Sulit tidurMudah mengantuk
Untuk memahami lebih lengkap perbedaan dengan hipotiroid, dokter akan melihat hasil pemeriksaan hormon tiroid karena gejala kedua kondisi ini terkadang dapat menyerupai penyakit lain.

Tanda Gangguan Tiroid yang Memerlukan Pemeriksaan

Segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami:
  • Jantung berdebar terus-menerus.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Tremor atau tangan gemetar.
  • Benjolan di leher.
  • Mata tampak menonjol.
  • Sulit tidur yang disertai gejala lain mengarah ke gangguan tiroid.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menentukan penyebab dan mencegah komplikasi.
Jika kamu mengalami gejala yang mengarah ke hipertiroid atau memiliki hasil pemeriksaan hormon tiroid yang tidak normal, kamu dapat melakukan cek fungsi tiroid di Bumame sesuai rekomendasi dokter. Pemeriksaan tersedia dengan proses yang praktis untuk membantu evaluasi kondisi kesehatanmu.
Selain pemeriksaan fungsi tiroid, USG leher dapat dipertimbangkan sebagai pemeriksaan penunjang untuk membantu mengevaluasi kondisi kelenjar tiroid.
Jika gejala tersebut membuat kamu khawatir, kamu dapat chat gratis dengan dokter untuk konsultasi agar kondisi dapat dievaluasi dan kamu mendapatkan rekomendasi pemeriksaan maupun penanganan yang sesuai.

Sumber: National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), American Thyroid Association (ATA), National Health Service (NHS), Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310 Klinik Bumame Puri Indah Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apakah hipertiroid bisa sembuh?
Bisa. Sebagian pasien dapat mencapai remisi setelah pengobatan, sedangkan sebagian lainnya memerlukan terapi atau pemantauan jangka panjang. Hal ini bergantung pada penyebab hipertiroid dan respons terhadap terapi.
Apakah hipertiroid berbahaya?
Jika tidak ditangani, hipertiroid dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan irama jantung, osteoporosis, hingga thyroid storm yang merupakan keadaan darurat medis.
Apakah hipertiroid selalu disebabkan oleh penyakit Graves?
Tidak. Penyakit Graves merupakan penyebab tersering, tetapi hipertiroid juga dapat disebabkan oleh nodul tiroid, tiroiditis, konsumsi yodium berlebih, atau penggunaan obat tertentu.
Apa pemeriksaan utama untuk mengetahui hipertiroid?
Pemeriksaan laboratorium yang umum dilakukan meliputi TSH, Free T4, dan Free T3. Dokter dapat menambahkan pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.
Apakah penderita hipertiroid harus kontrol rutin?
Ya. Pemantauan berkala penting untuk memastikan kadar hormon tiroid tetap terkontrol dan menilai efektivitas pengobatan.