Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Tinea Unguium: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Kembali ke Artikel & Berita

Tinea Unguium: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

SBAOthers

Tanda kita sadari kesehatan kuku seringkali terabaikan. Padahal, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan masalah pada kuku, seperti tinea unguium. Jamur ini akan membuat kuku berubah warna, semakin tebal/rapuh, dan mengganggu aktivitas. Mari kenali gejala dan pengobatannya sebelum kondisi ini semakin tidak nyaman!

Apa Itu Tinea Unguium?

Tinea unguium adalah infeksi jamur pada kuku yang bisa menyerang kuku tangan dan kaki. Kondisi ini biasanya lebih sering menyerang kuku kaki, khususnya kuku jempol kaki dan kelingking kaki.

Mengapa bisa begitu? Alasannya sederhana, karena kaki lebih sering berada di lingkungan yang lembap dan tertutup sepatu. Bahkan, jika keluar tidak memakai sepatu, kaki juga rentan terpapar jamur. 

Perkembangan jamur ini juga bisa menyerang kulit kaki. Kondisi infeksi yang mencapai kulit sendiri disebut tinea pedis atau kaki atlet. Kabar baiknya, kondisi ini tidak selalu berbahaya. Banyak kasus mengalami gangguan penampilan saja, atau paling parah ketidaknyamanan.

Di sisi lain, pada penderita diabetes atau gangguan sistem imun, infeksi bisa memburuk. Infeksi pun bisa terasa menyakitkan, mempersulit berjalan atau memakai sepatu, hingga membuka peluang infeksi bakteri tambahan. Lebih baik lakukan pemeriksaan Paket MCU Plus dari Bumame agar pengobatan tidak berbenturan.

Gejala dan Tanda-Tanda Peringatan 

Tinea unguium biasanya datang tanpa menyebabkan kepanikan. Gejalanya pelan-pelan, sehingga banyak orang baru sadar setelah kukunya sudah berubah. 

Di tahap awal, Anda mungkin hanya melihat bercak kecil pucat di kuku. Seiring waktu, jamur menyebar lebih dalam dan kuku semakin tidak normal. Berikut tanda-tanda umum yang terlihat.

  • Perubahan warna: menjadi putih, kuning, cokelat, atau kehitaman.

  • Kuku menebal: terasa keras, sulit potong kuku, dan kadang menekan kulit di sekitarnya.

  • Kuku rapuh atau mudah remuk, terutama di tepi.

  • Kuku terkelupas atau terangkat dari dasarnya.

  • Serpihan di bawah kuku: tampak seperti kotoran. Padahal bisa berupa sel kulit yang menebal akibat infeksi.

  • Bentuk kuku berubah: tidak rata, melengkung tidak wajar, atau terlihat tidak sehat.

  • Bau tidak sedap, terutama pada infeksi yang sudah lama.

  • Nyeri atau tidak nyaman, khususnya saat kuku menebal, terangkat, atau menekan jari.

Menariknya, tampilan infeksi pada setiap pasien tidak seragam. Pola yang berbeda ini menjelaskan mengapa kuku satu orang bisa terlihat lain dari kuku orang lain. Pada kasus lanjut, hampir seluruh kukunya rusak, menebal, dan sudah kehilangan bentuk normalnya.

Selain tampilan kuku yang berubah, gejala lain bisa muncul di seluruh tubuh. Bila muncul nyeri hebat, bengkak, kemerahan, nanah, atau rasa hangat di sekitarnya, kondisi tersebut bisa jadi sudah serius. Terlebih pada penderita penyakit diabetes, gangguan peredaran darah, atau sistem imun lemah. 

Curigai juga bila muncul garis hitam, bercak gelap yang menyebar, atau perubahan kuku lain yang penyebabnya tidak jelas. Ingat! Tidak semua perubahan kuku adalah tinea unguium, itu bisa juga penyakit kulit yang membuat sel kulit menumpuk (psoriasis). Karena itu, pemeriksaan medis dan laboratorium sangat penting.

Penyebab Tinea Unguium

Penyebab utama tinea unguium adalah jamur tipe dermatofita, khususnya Trichophyton rubrum dan Trichophyton interdigitale. Jamur-jamur tersebut sangat senang dengan lingkungan yang hangat dan lembap. 

Infeksi jamur di kuku (onikomikosis), juga bisa disebabkan oleh khamir (jamur bersel tunggal), seperti Candida, Fusarium, atau Aspergillus. Tapi, untuk tinea unguium pelakunya adalah tipe dermatofita. Soal penularannya, jamur ini bisa berpindah lewat beberapa jalur.

  • Dari orang atau hewan yang sudah terinfeksi.

  • Permukaan lembap yang terkontaminasi, seperti lantai kamar mandi umum, kolam renang, atau ruang ganti.

  • Luka kecil atau bukaan di kulit sekitar kuku.

  • Kaki atlet di sela jari yang menjalar ke kuku kaki.

Faktor Risiko

Apa yang membuat seorang terjangkit jamur ini? Siapa yang berisiko? Berikut faktor-faktor yang meningkatkan peluangnya.

  • Usia: Ketika menua, pertumbuhan kuku melambat, sirkulasi darah bisa menurun, dan paparan jamur sepanjang hidup lebih banyak.

  • Kaki atlet atau infeksi jamur kulit lain: jamur di kulit mudah menyebar ke kuku.

  • Kuku rusak atau cedera: memotong terlalu pendek, terbentur, tertekan sepatu sempit, atau mengalami trauma yang berulang.

  • Kelembapan berlebih dan lama: kaus kaki basah, sepatu tanpa ventilasi, dan  keringat berlebihan.

  • Diabetes: risikonya lebih tinggi, dan memungkinkan komplikasi.

  • Gangguan imun: tubuh jadi lebih sulit mengendalikan infeksi jamur.

  • Gangguan peredaran darah di kaki: membuat pemulihan lebih lambat dan kuku jadi lebih rentan infeksi.

  • Paparan dari tempat umum: berjalan tanpa alas kaki di kolam renang, gym, kamar mandi bersama, atau ruang ganti.

  • Kuku palsu atau cat kuku jangka panjang: kelembapan yang tertahan dan trauma pada kuku bisa memperbesar risiko, walau cat kuku sendiri bukan penyebab langsung.

  • Alat manikur-pedikur yang kurang bersih: alat yang tidak disterilkan bisa memindahkan jamur dari satu orang ke orang lain.

Diagnosis dan Tes

Selain melihat perubahan warna dan ketebalan kuku, diagnosis dokter lebih menyeluruh daripada itu. Masih banyak kondisi lain yang gejalanya mirip tinea unguium, jadi melihat kuku saja belum cukup. Mereka akan melakukan pemeriksaan klinis, dan mungkin mengambil sampel kuku untuk pemeriksaan di laboratorium.

Biasanya, proses berawal dari anamnesis, lalu pemeriksaan kuku dan kulit. Selanjutnya, pemeriksaan potongan kuku, kerokan permukaan kuku atau material dari bawah kuku akan diperiksa di bawah mikroskop.

Dokter juga akan mengembang-biakkan jamur di tempat lain agar lebih mudah mengidentifikasi jenisnya. Mungkin beberapa minggu. Setelah itu, pengobatan akan lebih akurat. Pada kondisi tertentu, dokter memakai pewarnaan PAS atau tes PCR (tes yang mendeteksi materi genetik jamur) untuk memastikan.

Pilihan Pengobatan atau Opsi Perawatan

Ada satu mindset yang perlu Anda ketahui, pertumbuhan kuku sangat lambat. Kuku tangan biasanya tumbuh lebih cepat daripada kuku kaki. Bahkan, setelah jamurnya terkendali, kuku sehat butuh waktu lama hingga terlihat sempurna lagi. Berikut pengobatan dan perawatan yang dapat Anda terapkan.

Pengobatan Topikal

Obat topikal adalah obat oles langsung ke kuku. Ini pilihan untuk infeksi ringan hingga sedang. Terutama bila hanya satu atau dua kuku yang terlibat, dan belum meluas. Krim atau salep urea juga bisa membantu melunakkan kuku yang sangat tebal.

Obat Antijamur Oral

Kalau infeksi tinea unguium lebih luas, melibatkan banyak kuku, atau tidak membaik dengan obat oles, dokter bisa meresepkan obat minum. Obat ini bekerja dari dalam tujuannya agar lebih efektif untuk kuku kaki.

Tindakan Medis

Pada kasus-kasus tertentu, dokter mungkin harus turun tangan secara langsung. Beberapa tindakan yang memungkinkan adalah sebagai berikut.

  • Pemotongan kuku medis, agar obat lebih efektif

  • Debridement kuku, menipiskan kuku hingga nyeri hilang

  • Abrasi (pengikisan) kuku untuk infeksi permukaan

  • Microdrilling: pembuatan lubang-lubang mikro agar obat topikal lebih merasuk.

  • Pencabutan kuku (sebagian atau seluruhnya): Hanya bila kuku sudah sangat rusak atau pengobatan gagal.

Perawatan di Rumah

Perawatan di rumah tujuannya untuk membantu strategi pengobatan dari dokter. Tujuannya agar pasien lebih cepat merasa nyaman dan menekan risiko infeksi berulang. Contohnya sebagai berikut.

  • Jaga kuku tetap pendek, bersih, dan kering.

  • Potong kuku lurus, haluskan yang tajam, dan jangan terlalu pendek.

  • Bersihkan gunting atau sisir kuku setelahnya.

  • Rutin ganti kaus kaki apabila terasa basah.

  • Hindari cat kuku atau kuku palsu selama pengobatan.


Strategi Pencegahan

Tujuan strategi ini adalah menjaga agar tinea unguium tidak kambuh, karena orang yang pernah terinfeksi akan lebih rentan terkena lagi. Kabar baiknya, caranya cukup sederhana dan bisa menjadi rutinitas.

Kebersihan dan kelembapan:

  • Rutin cuci tangan dan kaki, lalu keringkan.

  • Pakai kaus kaki yang menyerap keringat atau rutin ganti.

  • Pilih sepatu berbahan bernapas.

  • Keringkan sepatu sebelum memakainya.

  • Ganti atau bersihkan sepatu lama yang mungkin terkontaminasi.

Tempat umum dan barang pribadi:

  • Jangan berjalan tanpa alas kaki di kolam renang, kamar mandi umum, atau ruang ganti.

  • Gunakan alas kaki pribadi. Jangan berbagi handuk, gunting kuku, sepatu, kaus kaki, atau alat manikur.

  • Pilih salon kuku yang mensterilkan peralatannya dulu.

Perawatan kuku:

  • Potong kuku lurus dan jangan terlalu pendek.

  • Hindari trauma berulang. Misalnya sepatu terlalu sempit atau kebiasaan mengutak-atik kuku.

  • Segera obati kaki atlet agar tidak menjalar ke kuku.

Kapan Harus Ke Dokter?

Tinea unguium berkembang pelan-pelan. Namun, gejalanya bisa tertukar dengan penyakit lain. Jadi, segera ke dokter jika perubahan kuku tidak membaik, menyebar, atau mulai mengganggu aktivitas.

Kosultasikan juga bila Anda sedang mengonsumsi obat untuk penyakit hati karena beberapa antijamur oral bisa berinteraksi dengan obat-obatan untuk itu. Selain itu, keanehan yang kasat mata, seperti adanya garis gelap yang melebar tanpa penyebab yang pasti, jelas segera bicarakan dengan dokter.

Jaga Kuku Tetap Sehat, Jauhi Tinea Unguium Mulai Hari Ini!

Kuku yang berubah warna memang biasa dianggap sepele. Apalagi, dengan banyaknya sumber informasi di internet, orang lebih memilih mengobatinya sendiri. Namun, Anda sebaiknya tidak menerka-nerka dan mengobatinya sendiri karena penyakit ini mirip dengan banyak penyakit lain. 

Anda juga bisa melakukan Medical Check Up Plus di Bumame. Tujuannya untuk melihat kondisi kesehatan secara menyeluruh. Meski tidak bisa mendiagnosis kondisi kuku secara khusus, tenaga kesehatan dapat memberikan anjuran pengobatan lenbih baik dari hasil tes Anda.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Clinical Overview of Ringworm

  2. DermNet — Fungal Skin Infections: Tinea Unguium

  3. Mayo Clinic Staff — Nail Fungus: Symptoms and Causes

  4. American Academy of Dermatology Association — Nail Fungus: Diagnosis and Treatment

  5. Frazier, W. T., Santiago-Delgado, Z. M., dan Stupka, K. C. — Onychomycosis: Rapid Evidence Review

  6. Fonna, Tischa Rahayu, dan Haura, Jihan — Gambaran Klinis pada Penderita Tinea Unguium, Penyuluhan di Puskesmas Syamtalira Bayu, Aceh Utara

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu tinea unguium?

Tinea unguium adalah infeksi jamur dermatofita pada kuku tangan atau kaki yang dapat menyebabkan perubahan warna, penebalan, dan kerapuhan kuku.

Apa saja gejala tinea unguium?

Gejalanya meliputi kuku berubah warna menjadi putih, kuning, cokelat, atau kehitaman, kuku menebal dan rapuh, kuku terangkat dari dasarnya, perubahan bentuk, bau tidak sedap, serta nyeri atau rasa tidak nyaman.

Apa penyebab dan faktor risiko tinea unguium?

Tinea unguium terutama disebabkan oleh jamur dermatofita. Risikonya meningkat akibat kelembapan berlebih, kuku cedera, infeksi jamur kaki, diabetes, gangguan sistem imun, sirkulasi darah yang buruk, dan penggunaan alat manikur yang tidak steril.

Bagaimana cara mengobati tinea unguium?

Pengobatan dapat berupa obat antijamur topikal untuk infeksi tertentu atau obat antijamur oral sesuai resep dokter. Pada kasus tertentu, dokter juga dapat melakukan penipisan atau pencabutan kuku. Pemulihan membutuhkan waktu karena kuku tumbuh perlahan.

Bagaimana cara mencegah tinea unguium?

Jaga kuku tetap bersih dan kering, ganti kaus kaki yang basah, gunakan sepatu dengan ventilasi baik, kenakan alas kaki di kamar mandi umum, hindari berbagi alat manikur, dan pilih salon yang mensterilkan peralatannya.