Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Vasektomi: Metode, Manfaat, dan Apakah Permanen | Bumame
Kembali ke Artikel & Berita

Vasektomi: Manfaat, Metode, dan Efek Samping yang Mungkin Muncul

SBAOthers

Bagi pasangan yang merasa cukup dengan jumlah anak, pilihan kontrasepsi jangka panjang kerap menjadi bahan pertimbangan bersama. Vasektomi bisa menjadi salah satu opsi kontrasepsi bagi pria yang tidak ingin merencanakan kehamilan.

Apa Itu Vasektomi?

Vasektomi adalah metode kontrasepsi pria yang dilakukan dengan memutus atau menutup saluran sperma yang bernama vas deferens. Saluran tersebut membawa sperma dari testis ke saluran reproduksi, sehingga setelah alirannya dihentikan, sperma tidak keluar lagi bersama air mani ketika ejakulasi.

Tindakan medis ini tidak mengangkat testis dan tidak menghentikan produksi hormon testosteron. Pria tetap bisa mengalami ereksi, berhubungan seksual, serta ejakulasi setelah vasektomi. Hanya saja, air mani tidak mengandung sperma yang digunakan untuk membuahi sel telur.

Manfaat Vasektomi

Lantas, apakah vasektomi permanen? Jawabannya adalah bersifat permanen dan sekali seumur hidup bagi pria.

Sehingga, manfaat utama prosedur ini adalah tingkat efektivitasnya yang begitu tinggi dalam mencegah kehamilan setelah tindakan dinyatakan berhasil. CDC mencatat angka kegagalan penggunaan tipikal vasektomi hanya sekitar 0,15% dari 100 pengguna pada tahun pertama.

Manfaat lainnya yaitu vasektomi tidak membutuhkan penggunaan alat kontrasepsi setiap kali ingin berhubungan seksual. Setelah metode ini berhasil, pasangan tidak perlu lagi bergantung pada kontrasepsi harian setiap kali berhubungan.

Selain itu, vasektomi juga menjadi tindakan yang relatif singkat dan umumnya dilakukan dengan anestesi lokal. Biasanya, pasien bisa pulang di hari yang sama dan bisa melakukan aktivitas secara bertahap selama masa pemulihan.

Meski begitu, vasektomi tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV. Kondom tetap dibutuhkan jika perlindungan terhadap IMS diperlukan.

Metode Vasektomi

Secara umum, ada dua metode vasektomi yang dikenal dalam pelayanan medis, yaitu metode konvensional dengan sayatan dan vasektomi tanpa pisau bedah (non-scalpel vasectomy). Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menghambat saluran vas deferens sehingga sperma tidak masuk ke dalam air mani.

1. Konvensional (Sayatan)

Pada metode sayatan, dokter akan memberi anestesi lokal terlebih dahulu agar area skrotum mati rasa. Kemudian, dokter membuat satu atau dua sayatan kecil di kulit skrotum untuk menemukan setiap vas deferens.

Saluran tersebut lalu dikeluarkan lewat sayatan, dipotong, kemudian ditutup atau disumbat dengan menggunakan teknik yang sesuai. Ketika sudah selesai, sayatan bisa ditutup menggunakan jahitan maupun penutupan luka tertentu.

Ini adalah metode yang sudah lama digunakan dan tetap menjadi pilihan saat tenaga medis atau fasilitas yang tersedia masih belum mendukung teknik bedah tanpa pisau bedah.

2. Tanpa Pisau Bedah (No-Scalpel Vasectomy)

Pada metode no-scalpel vasectomy, dokter tidak membuat sayatan menggunakan pisau bedah. Sebagai gantinya, kulit skrotum dibuat melalui satu tusukan kecil menggunakan instrumen khusus untuk mencapai vas deferens.

Lalu, saluran dikeluarkan lewat bukaan kecil tersebut untuk dipotong dan ditutup. Karena bukaan kulit cenderung lebih kecil serta biasanya tidak memerlukan jahitan, metode ini relatif lebih sedikit menyebabkan memar, pendarahan, dan waktu pemulihannya pun lebih cepat daripada teknik sayatan konvensional.

Prosedur Persiapan dan Pemulihan Vasektomi

Tahapan vasektomi tidak hanya berlangsung saat tindakan dilakukan. Persiapan dan perawatan setelah prosedur juga penting sehingga proses pemulihan dan kontrasepsi dapat bekerja sesuai tujuan.

1. Tahap Persiapan

Sebelum tindakan, biasanya pasien akan menjalani konsultasi untuk membahas alasan memilih kontrasepsi, prosedur yang akan dilakukan, kemungkinan risiko, kondisi kesehatan pasien, dan sifat permanennya. Konseling merupakan bagian penting sehingga keputusan benar-benar dibuat secara sukarela dan sadar.

Pasien juga harus mengikuti petunjuk fasilitas kesehatan tentang kebersihan tubuh, penggunaan obat tertentu, persiapan area skrotum, dan kebutuhan pendamping untuk perjalanan pulang. NHS menyarankan pasien untuk mandi sebelum melakukan tindakan dan membawa pakaian dalam yang cukup untuk menopang skrotum.

2. Tahap Pelaksanaan

Pada hari tindakan, area skrotum akan diberikan anestesi lokal sehingga pasien tetap sadar, tetapi rasa nyeri pada area tersebut dikurangi. Lalu, dokter akan mengidentifikasi kedua vas deferens serta memilih teknik sesuai dengan yang disepakati.

Setelah kedua saluran tersebut ditutup, dokter akan memastikan luka dalam kondisi baik sebelum pasien mendapatkan lampu hijau untuk pulang. Prosedur umumnya berlangsung singkat serta bisa dilakukan sebagai tindakan rawat jalan.

3. Tahap Pemulihan

Rasa nyeri ringan, bengkak, maupun memar di sekitar skrotum bisa muncul selama beberapa hari pertama. Sebaiknya Anda mengikuti petunjuk dokter, memakai pakaian dalam yang menopang skrotum, dan menghindari aktivitas berat untuk sementara waktu.

Selain itu, ejakulasi dan aktivitas seksual juga perlu ditunda sesuai dengan instruksi tenaga medis. Tidak kalah penting, Anda belum boleh menganggap diri Anda sudah tidak subur setelah vasektomi.

Sperma masih bisa berada di saluran reproduksi selama beberapa waktu. Maka dari itu, kontrasepsi tambahan tetap perlu digunakan sampai pemeriksaan sperma menunjukkan bahwa vasektomi telah berhasil.

WHO dan Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan pemeriksaan semen sekitar tiga bulan atau 8–16 minggu setelah tindakan, sesuai dengan protokol pelayanan yang digunakan.

Efek Samping dan Risiko Vasektomi

Efek samping jangka pendek yang relatif umum terjadi adalah bengkak, nyeri ringan, memar, serta rasa tidak nyaman pada skrotum. Sebagian pria juga bisa mengalami sedikit darah di air mani atau benjolan kecil karena kumpulan sperma yang dinamakan granuloma sperma.

Komplikasi seperti infeksi atau hematoma, yaitu penumpukan darah di jaringan, masih tergolong jarang. Akan tetapi, Anda tetap harus berkonsultasi jika mengalami demam, pendarahan atau cairan dari luka, pembengkakan yang semakin berat, atau nyeri yang tidak kunjung membaik.

Untuk jangka panjang, sebagian kecil pria bisa mengalami nyeri skrotum yang menetap. American Urological Association memperkirakan nyeri kronis yang cukup berat sampai mengganggu kualitas hidup terjadi pada sekitar 1-2% pria setelah melakukan vasektomi.

Vasektomi dalam Pandangan Agama dan Sosial-Budaya

Pembahasan terkait vasektomi di Indonesia tidak hanya berhubungan dengan aspek medis, melainkan juga bisa menyentuh pertimbangan keluarga, agama, dan nilai sosial.

Untuk itu, sebaiknya keputusan mempertimbangkan keyakinan dan kesepakatan pasangan tanpa mengabaikan informasi medis yang objektif. Dalam konteks agama Islam, Majelis Ulama Indonesia mempunyai keputusan terkait vasektomi.

Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia IV tahun 2012 menyatakan bahwa vasektomi pada dasarnya haram, dengan pengecualian yang mensyaratkan bahwa:

  • Prosedur tidak menimbulkan kemandulan permanen;

  • Tidak bertentangan dengan syariat;

  • Adanya jaminan rekanalisasi; dan

  • Tidak menyebabkan mudharat (mendatangkan bahaya atau kerugian).

MUI menjelaskan kembali terkait hal tersebut di tahun 2025 dengan menegaskan bahwa vasektomi untuk pemandulan secara permanen tidak diperbolehkan. Sementara kondisi tertentu yang memenuhi persyaratan syariat bisa menjadi pengecualian.

Pada aspek sosial, keputusan vasektomi juga sebaiknya tidak muncul karena tekanan dari keluarga, pasangan, atau pihak lain. Prinsip WHO menekankan bahwa sterilisasi harus dilakukan lewat keputusan sukarela berdasarkan informasi yang memadai.

Kenali Kondisi Kesuburan Sebelum Vasektomi

Sebelum mengambil keputusan berkaitan dengan kesehatan reproduksi, penting untuk memahami kondisi kesuburan pria sebagai langkah yang membantu. Pemeriksaan bisa memberikan gambaran tentang beberapa faktor yang berhubungan dengan fungsi reproduksi sehingga kondisi kesehatan bisa diketahui secara lebih jelas.

Pemeriksaan Kesuburan Pria dari Bumame bisa menjadi opsi yang tepat. Paket ini sudah mencakup pemeriksaan LH, urin rutin, FSH, testosteron, dan prolaktin yang berkaitan dengan fungsi hormon dan kondisi reproduksi pria.

Selain itu, Bumame juga menyediakan pilihan pemeriksaan Walk-In dan Home Care sesuai dengan layanan yang tersedia. Pemeriksaan tersebut bisa menjadi bagian dari upaya untuk mengenali kondisi kesehatan reproduksi sebelum berdiskusi lebih lanjut dengan tenaga medis.

Perlu Anda pahami bahwa pemeriksaan kesuburan pria bukanlah pengganti konsultasi vasektomi.  Dokter tetap harus menilai kondisi kesehatan serta memastikan bahwa Anda memahami konsekuensi tindakan.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Sebaiknya, konsultasi dengan dokter dilakukan saat Anda mulai mempertimbangkan vasektomi sebagai pilihan kontrasepsi jangka panjang, khususnya ketika Anda sudah tidak lagi memiliki rencana kehamilan di masa mendatang.

Konsultasi menjadi semakin penting ketika masih terdapat keraguan tentang keputusan tersebut, ketika memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau ketika ingin memahami pilihan kontrasepsi yang lain. Dokter bisa menjelaskan prosedur, pemulihan, risiko, pemeriksaan sperma setelah tindakan, dan konsekuensi bahwa vasektomi adalah kontrasepsi permanen.

Memilih dengan Informasi Lebih Lengkap

Vasektomi adalah metode kontrasepsi pria yang sangat efektif melalui penghentian aliran sperma lewat vas deferens. Prosedurnya bisa dilakukan memakai teknik konvensional melalui metode sayatan atau metode tanpa pisau bedah, dengan keduanya mempunyai tujuan medis yang sama.

Meskipun termasuk tindakan yang umumnya aman, vasektomi tetap memerlukan pertimbangan karena ditujukan sebagai metode permanen. Memahami manfaat, prosedur, masa pemulihan, kemungkinan efek samping, serta pandangan agama, sosial, dan keluarga akan membantu Anda mengambil keputusan secara lebih sadar.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. World Health Organization (WHO). (2022). Family Planning: A Global Handbook for Providers, 4th Edition.

  2. National Health Service. (2024). What is a vasectomy?

  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Contraception and Birth Control Methods.

  4. National Health Service. (2024). Recovering after a vasectomy.

  5. World Health Organization (WHO). Providing Vasectomy – Evidence-Based Guidelines in Family Planning.

  6. National Health Service. (2024). Preparing for a vasectomy.

  7. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). U.S. Selected Practice Recommendations for Contraceptive Use, 2024.

  8. American Urological Association (AUA). (.n.d). Vasectomy Guideline.

  9. Majelis Ulama Indonesia (MUI). (2012). Fatwa Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia IV tentang Vasektomi dan Tubektomi.

  10. Majelis Ulama Indonesia (MUI). (2025). Ketua MUI Prof Asrorun Niam Tegaskan Hukum Vasektomi Haram, Kebijakan Tak Boleh Ditaati.

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa itu vasektomi dan bagaimana cara kerjanya?

Vasektomi adalah metode kontrasepsi pria dengan memutus atau menutup saluran vas deferens agar sperma tidak keluar bersama air mani. Prosedur ini tidak menghentikan produksi testosteron, ereksi, maupun ejakulasi.

Apakah vasektomi langsung mencegah kehamilan?
Tidak. Sperma masih dapat berada di saluran reproduksi setelah tindakan, sehingga kontrasepsi tambahan tetap diperlukan sampai pemeriksaan semen memastikan vasektomi telah berhasil.
Apa saja metode vasektomi yang tersedia?

Ada dua metode utama, yaitu vasektomi konvensional dengan sayatan dan no-scalpel vasectomy tanpa pisau bedah. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menghambat saluran vas deferens agar sperma tidak masuk ke dalam air mani.

Apa efek samping dan risiko vasektomi?
Efek samping yang umum meliputi nyeri ringan, bengkak, memar, rasa tidak nyaman pada skrotum, atau sedikit darah dalam air mani. Komplikasi seperti infeksi dan hematoma tergolong jarang, sementara sebagian kecil pria dapat mengalami nyeri skrotum yang menetap.
Apakah vasektomi bersifat permanen?

Ya, vasektomi harus dianggap sebagai metode kontrasepsi permanen karena ditujukan untuk menghentikan kesuburan pria. Karena itu, keputusan perlu dipertimbangkan secara sadar melalui konsultasi dengan dokter, termasuk memahami konsekuensi dan pilihan kontrasepsi lainnya.