Untuk organ yang menentukan kesuburan dan keseimbangan hormon seorang laki-laki, testis nyaris tidak pernah dibicarakan. Banyak laki-laki lebih hafal spesifikasi ponselnya daripada tanda-tanda sehat organ ini, dan baru mencari tahu ketika ada masalah, itu pun sering sambil menunda karena canggung.
Artikel ini membahasnya secara lugas dan tanpa canggung, mulai dari fungsi testis, ciri yang sehat, gangguan yang umum, sampai kapan harus memeriksakan diri.
Apa Fungsi Testis?
Testis menjalankan dua pekerjaan besar sekaligus. Pertama, memproduksi sperma, sekitar puluhan sampai ratusan juta sel per hari, dalam proses yang memakan waktu sekitar dua setengah bulan dari awal sampai sperma matang. Kedua, memproduksi testosteron, hormon yang mengatur gairah seksual, massa otot, kepadatan tulang, produksi sel darah merah, sampai suasana hati. Selengkapnya tentang hormon ini di artikel hormon pada laki-laki.
Ada satu detail desain yang menarik. Testis berada di luar rongga tubuh karena produksi sperma membutuhkan suhu 2 sampai 4 derajat lebih rendah dari suhu tubuh. Otot di sekitarnya menaik-turunkan posisinya mengikuti suhu lingkungan. Dari detail ini pula lahir saran praktis seperti menghindari celana terlalu ketat dan kebiasaan berendam air panas terlalu sering bagi yang sedang merencanakan momongan.
Seperti Apa Testis yang Sehat?
Berbentuk oval, kenyal seperti telur rebus tanpa cangkang, dengan permukaan mulus.
Ukuran keduanya mirip, umumnya 4 sampai 5 sentimeter panjangnya. Satu sisi sedikit lebih rendah dari yang lain itu normal.
Tidak nyeri saat disentuh dengan wajar.
Ada saluran kenyal di bagian belakang atas yang terasa seperti tali lunak. Itu epididimis, bagian normal, sering dikira benjolan.
Cara mengenalnya adalah pemeriksaan mandiri sebulan sekali, paling mudah saat atau setelah mandi hangat. Gulirkan tiap testis perlahan antara ibu jari dan jari-jari, rasakan permukaan dan konsistensinya. Tujuannya satu, mengenal kondisi normal Anda sendiri sehingga perubahan sekecil apa pun cepat terdeteksi.
Gangguan Umum pada Testis
1. Varikokel
Pelebaran pembuluh darah vena di kantong buah zakar, terasa seperti kumpulan cacing lunak, biasanya di sisi kiri. Umum ditemukan dan menjadi salah satu penyebab gangguan kesuburan yang paling bisa ditangani. Pembahasan lengkapnya di artikel penyebab varikokel.
2. Hidrokel
Penumpukan cairan di sekitar testis yang membuat kantong membesar tanpa nyeri. Umumnya jinak, tetapi perlu dipastikan dokter.
3. Epididimitis dan Orkitis
Peradangan akibat infeksi, dengan nyeri, bengkak, dan kadang demam. Orkitis bisa menjadi komplikasi gondongan pada laki-laki yang terkena setelah pubertas. Keluhan nyeri di area panggul yang mirip juga muncul pada prostatitis.
4. Torsio Testis
Testis terpuntir dan aliran darahnya tercekik. Nyeri hebat yang datang mendadak, sering disertai mual. Ini kegawatdaruratan dengan jendela penyelamatan hanya sekitar 6 jam. Langsung ke IGD, jangan menunggu.
5. Kanker Testis
Justru paling sering menyerang usia muda, 15 sampai 35 tahun. Tandanya khas, benjolan keras atau pembesaran yang umumnya tidak nyeri. Bila ditemukan dini, angka kesembuhannya termasuk yang tertinggi di antara semua kanker. Di sinilah pemeriksaan mandiri bulanan membuktikan nilainya.
Kapan Harus ke Dokter?
Benjolan, pengerasan, atau perubahan ukuran apa pun yang baru.
Nyeri hebat mendadak, langsung ke IGD.
Nyeri tumpul atau rasa berat yang menetap lebih dari beberapa hari.
Bengkak, kemerahan, atau demam yang menyertai.
Sudah setahun lebih berhubungan rutin tanpa kontrasepsi dan belum ada kehamilan.
Rasa canggung adalah penghalang terbesar di sini. Perlu diingat, bagi dokter ini pemeriksaan rutin biasa, dan keterlambatan karena malu jauh lebih mahal harganya daripada beberapa menit pemeriksaan. Pada laki-laki di atas 50 tahun, pemeriksaan berkala biasanya mencakup fungsi prostat.
Cek Kesehatan Testis dan Kesuburan
Fungsi testis dinilai dari dua sisi yang saling melengkapi. Sisi produksi sperma dinilai lewat analisa sperma, pemeriksaan yang mengukur jumlah, gerak, dan bentuk sperma. Sisi hormonal dinilai lewat pemeriksaan darah testosteron, yang idealnya diambil pagi hari saat kadarnya sedang di puncak alaminya. Panduan lengkap pemeriksaan kesuburan tersedia di artikel cek kesuburan pria, dan gambaran menyeluruh tentang kualitas sperma di artikel apa itu sperma. Konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia untuk membantu memilih pemeriksaan yang sesuai.
Menjaga Kesehatan Testis
Perawatannya sederhana dan sebagian besar sama dengan menjaga kesehatan umum, yaitu berat badan terjaga, tidak merokok, alkohol dibatasi, tidur cukup, dan olahraga rutin. Tambahannya yang spesifik, hindari suhu panas berlebihan di area selangkangan secara terus-menerus, gunakan pelindung saat olahraga kontak, dan jalankan pemeriksaan mandiri sebulan sekali. Untuk kesuburan, ingat siklus dua setengah bulan tadi, perbaikan gaya hidup hari ini baru terlihat hasilnya di kualitas sperma sekitar tiga bulan kemudian. Merokok, berat badan berlebih, dan stres berkepanjangan termasuk faktor di balik kesuburan pria yang menurun.
Organ Kecil, Peran Besar, Perhatian Sepadan
Testis bekerja diam-diam mengatur kesuburan, hormon, dan banyak aspek vitalitas laki-laki. Balasannya cukup sederhana, kenali kondisi normalnya lewat pemeriksaan mandiri bulanan, jaga gaya hidup, dan berani datang ke dokter saat ada yang berubah. Kecanggungan beberapa menit tidak sebanding dengan ketenangan yang dibawanya.


.png&w=3840&q=75)
.png&w=3840&q=75)
.png&w=3840&q=75)
.png&w=3840&q=75)





