Kenali gejala kanker payudara sejak dini
Sebagian besar wanita pernah merasakan perubahan pada payudara, baik menjelang menstruasi, selama kehamilan, maupun seiring bertambahnya usia. Karena itulah, tidak sedikit perubahan yang akhirnya dianggap sebagai hal biasa dan tidak memerlukan perhatian khusus.
Padahal dalam beberapa kasus, perubahan pada payudara dapat menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami kondisi tertentu yang perlu diperiksakan lebih lanjut.
Kabar baiknya, tidak semua perubahan pada payudara menandakan kanker. Namun mengenali gejala yang perlu diwaspadai tetap penting agar pemeriksaan dapat dilakukan lebih awal apabila diperlukan.
Tidak Semua Benjolan pada Payudara Adalah Kanker
Ketika menemukan benjolan pada payudara, banyak wanita langsung merasa cemas dan membayangkan kemungkinan terburuk.
Padahal benjolan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk perubahan hormonal, kista, fibroadenoma, maupun kondisi kesehatan lainnya yang bersifat jinak.
Meski demikian, benjolan tetap tidak boleh diabaikan begitu saja. Pemeriksaan diperlukan untuk membantu mengetahui penyebab yang mendasarinya dan memastikan apakah diperlukan evaluasi lebih lanjut.
World Health Organization (WHO) menekankan bahwa kesadaran terhadap gejala, deteksi dini, dan akses terhadap diagnosis yang tepat berperan penting dalam meningkatkan penanganan kanker payudara.¹
Gejala Kanker Payudara yang Sering Tidak Disadari
Banyak orang mengira kanker payudara selalu ditandai dengan benjolan yang mudah dirasakan. Faktanya, perubahan yang terjadi bisa sangat beragam.
Beberapa tanda yang sering diperhatikan antara lain:
Benjolan pada payudara atau area ketiak.
Perubahan ukuran atau bentuk payudara.
Kulit payudara tampak menebal atau menyerupai kulit jeruk.
Puting tertarik ke dalam.
Keluar cairan dari puting tanpa sebab yang jelas.
Kemerahan atau perubahan warna pada kulit payudara.
Gejala tersebut tidak selalu berarti kanker payudara. Namun jika perubahan berlangsung terus-menerus atau tidak biasa dibandingkan kondisi sebelumnya, pemeriksaan dapat membantu memberikan kepastian.
Mengapa Banyak Wanita Terlambat Memeriksakan Diri?
Salah satu alasan yang cukup sering ditemukan adalah karena gejala awal kanker payudara tidak selalu menimbulkan rasa sakit.
Akibatnya, banyak orang memilih menunggu hingga perubahan yang terjadi terasa lebih mengganggu atau terlihat semakin jelas.
Selain itu, ada pula yang menganggap benjolan akan hilang dengan sendirinya sehingga menunda pemeriksaan selama berbulan-bulan.
Padahal semakin lama perubahan tersebut tidak dievaluasi, semakin besar kemungkinan kondisi berkembang tanpa disadari.
Karena itu, kesadaran untuk memeriksakan diri saat menemukan perubahan yang tidak biasa menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan payudara.
Pemeriksaan Mandiri Tetap Penting, Tetapi Memiliki Keterbatasan
Pemeriksaan payudara sendiri dapat membantu wanita lebih mengenal kondisi tubuhnya.
Dengan memahami bentuk dan karakteristik payudara yang normal, perubahan yang muncul akan lebih mudah dikenali sejak awal.
Namun pemeriksaan mandiri tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis.
Tidak semua perubahan dapat dikenali hanya dengan perabaan, sehingga evaluasi kesehatan tetap diperlukan apabila ditemukan tanda yang mencurigakan atau terdapat faktor risiko tertentu.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Meskipun kanker payudara dapat terjadi pada siapa saja, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang.
Di antaranya adalah:
Riwayat kanker payudara dalam keluarga.
Pertambahan usia.
Riwayat kondisi tertentu pada payudara.
Faktor hormonal.
Gaya hidup yang kurang sehat.
Memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti akan mengalami kanker payudara. Namun kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk lebih memperhatikan kesehatan payudara dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?
Deteksi dini bertujuan untuk mengenali perubahan pada tahap yang lebih awal sebelum kondisi berkembang lebih jauh.
Semakin cepat perubahan ditemukan dan dievaluasi, semakin banyak pilihan yang tersedia untuk menentukan langkah kesehatan berikutnya.
Karena itu, banyak organisasi kesehatan di berbagai negara menekankan pentingnya kesadaran terhadap gejala serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Jika Masih Ragu, Pemeriksaan Dapat Membantu Memberikan Kepastian
Banyak wanita menunda pemeriksaan karena merasa perubahan yang terjadi belum tentu berbahaya.
Padahal dalam banyak kasus, pemeriksaan justru memberikan ketenangan karena membantu menjelaskan penyebab dari perubahan yang ditemukan.
Daripada terus menduga-duga kondisi yang dialami, evaluasi kesehatan dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi payudara.
Skrining Kanker Payudara di Bumame
Sebagai bagian dari upaya deteksi dini, Bumame menyediakan layanan skrining kanker payudara yang membantu mengevaluasi kesehatan payudara secara lebih menyeluruh.
Layanan ini mencakup pemeriksaan penanda tumor (tumor marker) CEA dan CA 15-3 melalui sampel darah. Pemeriksaan ini membantu memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi kesehatan payudara dan dapat menjadi bagian dari pemantauan kesehatan secara berkala, terutama bagi wanita dengan faktor risiko tertentu. Hasil pemeriksaan dievaluasi bersama dokter untuk membantu menentukan langkah kesehatan berikutnya.
Pemeriksaan ini dapat menjadi pilihan bagi wanita yang ingin melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, memiliki faktor risiko tertentu, atau menemukan perubahan yang perlu dievaluasi lebih lanjut.
Harga mulai dari Rp1.320.000.
FAQ
Q: Apa gejala kanker payudara yang paling sering ditemukan?
A: Salah satu gejala yang paling sering diperhatikan adalah munculnya benjolan pada payudara, meskipun terdapat berbagai perubahan lain yang juga perlu dikenali.
Q: Apakah semua benjolan di payudara merupakan kanker?
A: Tidak. Berbagai kondisi lain juga dapat menyebabkan benjolan sehingga diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.
Q: Mengapa deteksi dini kanker payudara penting?
A: Semakin cepat perubahan dikenali dan dievaluasi, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang sesuai pada tahap yang lebih awal.
Q: Pemeriksaan apa yang dapat membantu mengevaluasi kesehatan payudara?
A: Beberapa pemeriksaan yang umum digunakan antara lain USG Payudara, Mammografi, dan skrining kesehatan payudara sesuai rekomendasi tenaga medis.
Q: Kapan perlu memeriksakan perubahan pada payudara?
A: Jika menemukan benjolan, perubahan bentuk, perubahan kulit, perubahan pada puting, atau kondisi lain yang tidak biasa, pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Konsultasikan Pemeriksaan Payudara Bersama Bumame
Jika Anda menemukan perubahan pada payudara atau ingin mengetahui jenis pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung melalui WhatsApp Bumame.
Tim Bumame siap membantu memberikan informasi mengenai layanan skrining kanker payudara dan pemeriksaan kesehatan wanita yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Pemeriksaan Lebih Awal Memberikan Lebih Banyak Pilihan
Sebagian besar perubahan pada payudara memang tidak selalu berhubungan dengan kanker. Namun satu hal yang perlu diingat adalah bahwa tidak semua kondisi dapat dikenali hanya dari gejalanya saja.
Karena itu, ketika menemukan perubahan yang terasa tidak biasa, pemeriksaan menjadi langkah yang lebih baik dibandingkan menunggu dan berharap keluhan akan hilang dengan sendirinya. Dengan kesadaran yang baik dan pemeriksaan yang tepat, kesehatan payudara dapat dipantau lebih optimal dari waktu ke waktu.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed yang berpraktik di Klinik Bumame.
Sumber:
World Health Organization (WHO). Breast cancer. Tersedia di: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/breast-cancer
Lokasi Klinik Bumame
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Ditinjau oleh: dr. Muhammad Reza Kurniawan











