Sebuah motor tiba-tiba memotong jalan, dan kaki Anda sudah menginjak rem sebelum sempat berpikir. Setelahnya jantung masih berdegup kencang, napas memburu, dan tangan sedikit gemetar.
Reaksi kilat itu digerakkan oleh adrenalin. Hormon yang sama juga bisa melonjak di tengah rapat yang menegangkan, setelah cangkir kopi kedua, atau saat rasa cemas datang tanpa sebab yang jelas. Memahami cara kerjanya membantu Anda membedakan debaran yang wajar dari keluhan yang perlu diperiksa.
Artikel ini membahas fungsi adrenalin, respons fight-or-flight, rasa saat adrenaline rush, pemicunya, pemakaiannya sebagai obat darurat, dan cara menenangkan tubuh setelahnya.
Apa Itu Adrenalin dan Di Mana Hormon Ini Dibuat?
Adrenalin adalah hormon yang menyiapkan tubuh untuk melawan atau menghindari bahaya. Dalam istilah medis, hormon ini disebut epinefrin. Menurut Cleveland Clinic, adrenalin dilepaskan dengan cepat ke aliran darah saat Anda tiba-tiba merasa takut atau tertekan.
Hormon ini dibuat oleh dua kelenjar adrenal, yang masing-masing berada tepat di atas ginjal kanan dan kiri. Kelenjar yang sama juga melepaskan kortisol. Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa kortisol bekerja pada tahap berikutnya, bila otak masih menilai ada bahaya setelah lonjakan adrenalin pertama mereda.
Respons Fight-or-Flight Bekerja Sebelum Anda Sempat Berpikir
Menurut Harvard Health Publishing, saat mata atau telinga menangkap bahaya, bagian otak bernama amigdala mengirim sinyal ke hipotalamus, pusat kendali di otak. Hipotalamus lalu mengaktifkan saraf simpatis, bagian sistem saraf yang bekerja seperti pedal gas. Kelenjar adrenal merespons dengan memompa adrenalin ke aliran darah.
Rangkaian ini berlangsung begitu cepat sehingga orang sering tidak menyadarinya. Itulah sebabnya orang bisa melompat menghindari mobil yang melaju sebelum sempat berpikir. Setelah bahaya lewat, saraf parasimpatis bekerja seperti rem yang meredam respons stres. Masalahnya, tubuh juga bisa bereaksi berlebihan terhadap hal yang tidak mengancam nyawa, seperti kemacetan, tekanan pekerjaan, atau masalah keluarga.
Fungsi Adrenalin dan Rasa yang Muncul saat Adrenaline Rush
Cleveland Clinic menyebut lonjakan yang datang tiba-tiba ini sebagai adrenaline rush, karena terjadi sangat cepat. Setiap perubahan yang terasa punya tugas dalam menyiapkan tubuh:
Jantung berdetak lebih cepat. Detak yang lebih cepat mendorong darah ke otot, jantung, dan organ penting lain, sehingga denyut nadi dan tekanan darah naik. Inilah yang terasa sebagai jantung berdegup kencang.
Napas lebih cepat. Saluran napas kecil di paru melebar agar oksigen bisa masuk sebanyak mungkin. Oksigen tambahan dikirim ke otak, sehingga Anda lebih waspada dan penglihatan serta pendengaran terasa lebih tajam.
Cadangan energi dilepas. Adrenalin memicu pelepasan gula darah atau glukosa dan lemak dari tempat penyimpanan sementara. Zat ini menjadi sumber energi bagi seluruh bagian tubuh.
Pencernaan melambat. Darah yang biasanya dipakai organ pencernaan dialihkan ke otot. Ayo Sehat Kemenkes mencatat mual dan mulut kering termasuk keluhan fisik yang bisa muncul saat stres.
Otot menegang dan tubuh gemetar. Ayo Sehat menyebut otot menegang sebagai salah satu reaksi saat tubuh melepaskan kortisol dan adrenalin. Tubuh gemetar, berkeringat, dan jantung berdebar juga tercatat sebagai keluhan fisik saat stres.
Menurut Ayo Sehat, pada stres akut seperti saat harus mengerem mendadak, keluhan ini berlangsung singkat dan mereda dengan sendirinya bila pemicunya hilang.
Pemicu Lonjakan Adrenalin dalam Keseharian
Pemicunya bisa berupa bahaya nyata maupun kebiasaan sehari-hari:
Kejadian mendadak. Cleveland Clinic menyebut kecelakaan lalu lintas dan pengalaman menakutkan sebagai pemicu adrenaline rush yang tidak direncanakan. Reaksi ini wajar dan biasanya surut setelah keadaan kembali aman.
Tekanan yang berlarut. Tenggat pekerjaan, masalah keuangan, atau konflik dalam keluarga bisa memancing respons yang sama. Bila berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, kondisi ini termasuk stres kronis.
Olahraga ekstrem. Panjat tebing, flying fox, dan olahraga petualangan lain termasuk aktivitas yang bisa memicu adrenaline rush. Bila Anda punya penyakit jantung, bicarakan dulu dengan dokter sebelum mencobanya.
Serangan panik. Saat kecemasan memicu serangan panik, tubuh melepaskan adrenalin karena mengira sedang dalam bahaya. Setiap serangan membuat jantung bekerja lebih keras, sehingga rasa cemas berlebihan yang sering kambuh perlu dibicarakan dengan dokter.
Kafein. Kafein yang diserap ke aliran darah merangsang produksi adrenalin, yang meningkatkan detak jantung. Kopi berlebih juga bisa memicu mual, sakit kepala, tremor atau gemetar, dan sulit tidur.
Rokok. Nikotin membuat tubuh melepaskan adrenalin, sehingga jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah naik. Tekanan darah yang tinggi membuat jantung bekerja lebih keras.
Adrenalin sebagai Obat dalam Keadaan Darurat
Segera ke IGD atau hubungi layanan gawat darurat bila setelah tersengat serangga, makan makanan tertentu, atau minum obat muncul napas berbunyi, bengkak di wajah, bibir, atau tenggorokan, ruam gatal, hingga pingsan. Tanda ini bisa mengarah ke anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang mengancam nyawa.
Kemenkes menyebut suntikan adrenalin sebagai pilihan terapi pada anafilaksis, dan pasien perlu dipantau ketat. Menurut MedlinePlus, obat ini bekerja dengan melemaskan otot saluran napas dan mengencangkan pembuluh darah.
Obat ini juga tersedia sebagai alat suntik otomatis yang perlu selalu dibawa oleh orang yang mendapat resepnya. Setelah menyuntikkannya, segera cari pertolongan medis darurat karena perawatan lanjutan tetap dibutuhkan.
Di rumah sakit, dokter atau perawat juga memberikan adrenalin lewat pembuluh darah untuk mengatasi tekanan darah yang sangat rendah akibat syok septik, yaitu kondisi serius akibat infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh. Efek samping obat ini mirip adrenaline rush, misalnya jantung berdebar, berkeringat, pusing, cemas, dan gemetar.
Bila Adrenalin Terus Terpicu atau Diproduksi Berlebihan
Lonjakan sesekali membantu Anda menghadapi bahaya, tetapi respons stres yang aktif terus-menerus membebani tubuh. Harvard Health Publishing mencatat stres kronis ikut berperan dalam tekanan darah tinggi, pembentukan timbunan yang menyumbat pembuluh darah, serta perubahan otak yang bisa berkaitan dengan kecemasan dan depresi.
Kemenkes menjelaskan bahwa kerja saraf simpatis yang meningkat memaksa jantung bekerja lebih berat. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa melemahkan otot jantung, mengganggu pembuluh darah, dan membuat irama jantung tidak teratur.
Pada kasus yang jarang, kelebihan adrenalin berasal dari tumor kelenjar adrenal bernama feokromositoma, dengan keluhan tekanan darah tinggi, sakit kepala berat, banyak berkeringat, dan denyut nadi cepat.
Kapan Jantung Berdebar Perlu Diperiksakan?
Segera ke IGD bila jantung berdebar tidak kunjung reda, atau disertai nyeri dada, sesak napas, rasa hendak pingsan, atau pingsan. Di luar kondisi itu, NHS menyebut jantung berdebar umumnya tidak berbahaya. Kemenkes mencatat denyut nadi orang dewasa berkisar 60 sampai 100 kali per menit dan naik saat berolahraga. Denyut di atas angka itu disebut takikardia.
Pola berikut membantu menentukan langkah:
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Sebelum konsultasi, catat kapan debaran muncul, berapa lama, dan apa yang sedang Anda lakukan. Sampaikan juga kebiasaan minum kopi, merokok, dan obat yang Anda pakai.
Cara Menenangkan Tubuh setelah Lonjakan Adrenalin
Saat situasi menegangkan sudah lewat tetapi jantung masih berdegup, langkah berikut membantu tubuh kembali tenang:
Tarik napas perut dalam-dalam. Napas perut yang dalam termasuk teknik relaksasi yang membantu meredam respons stres. Kemenkes juga menyebut latihan olah napas yang teratur membantu menormalkan detak jantung lewat efek relaksasi.
Bergerak sebentar. Jalan cepat sesaat setelah merasa tertekan membantu memperdalam napas dan mengendurkan otot yang tegang. Untuk jangka panjang, Ayo Sehat menganjurkan aktivitas fisik minimal 30 menit, 5 kali seminggu.
Meditasi atau musik yang menenangkan. Cleveland Clinic menyarankan aplikasi meditasi atau musik yang menenangkan saat rasa takut dan cemas memicu adrenalin. Menurut Kemenkes, kondisi rileks membantu menurunkan kadar katekolamin, zat pemicu kerja saraf simpatis, dan meditasi dikaitkan dengan efek menurunkan tekanan darah.
Bicara dengan orang dekat. Berbincang dengan teman atau keluarga termasuk saran Cleveland Clinic untuk meredakan rasa takut dan cemas. Hubungan yang dekat memberi dukungan emosional yang membantu Anda bertahan saat tekanan datang.
Atur kafein dan rokok. Menurut Kemenkes, takaran kafein dari kopi bagi orang dewasa sehat adalah 400 mg per hari, setara 2 sampai 4 cangkir kopi seduh. Toleransi tiap orang berbeda, jadi kurangi bila mulai berdebar, dan hindari rokok yang ikut memicu pelepasan adrenalin.
Jaga rutinitas tidur. Ayo Sehat menyarankan meredupkan lampu, menjauhkan gawai minimal satu jam sebelum tidur, dan tidur pada jam yang sama setiap hari. Bila pikiran tegang membuat Anda terjaga, kenali juga penyebab susah tidur yang lain.
Menerapkan cara mengelola stres setiap hari membantu meredam respons stres yang terus terpicu. Bila cara di atas belum cukup membantu, jadwalkan konsultasi dengan dokter.
Beri Tubuh Waktu untuk Pulih setelah Siaga
Adrenalin membantu Anda bereaksi cepat saat dibutuhkan, dan tubuh punya rem alami untuk kembali tenang. Dengan mengenali pemicunya, Anda bisa mengatur kopi, tidur, dan cara menghadapi tekanan agar debaran lebih jarang datang.
Bila debaran sering datang tanpa sebab jelas, pemeriksaan membantu menemukan penyebabnya lebih awal. Pemeriksaan kesehatan berkala atau medical check up juga membantu memantau tekanan darah dan kesehatan jantung. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Apa Itu Stres: Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Konsumsi Kopi Bikin Berdebar
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Meditasi dan Kesehatan Jantung
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Apakah Bisa Terjadi Alergi pada Obat Bius?
Cleveland Clinic — Adrenaline
Harvard Health Publishing — Understanding the Stress Response
MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine — Epinephrine Injection
NHS — Heart Palpitations
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Adrenalin itu hormon apa?
Adrenalin atau epinefrin adalah hormon yang diproduksi kelenjar adrenal di atas ginjal untuk menyiapkan tubuh menghadapi bahaya. Hormon ini mempercepat detak jantung dan pernapasan serta meningkatkan kewaspadaan.
Apa yang dirasakan saat adrenaline rush?
Saat adrenaline rush, jantung berdegup kencang, napas menjadi lebih cepat, otot menegang, dan tubuh bisa gemetar atau berkeringat. Pada stres akut, gejala biasanya mereda setelah pemicunya hilang.
Apakah minum kopi bisa memicu adrenalin?
Bisa. Kafein dapat merangsang produksi adrenalin sehingga detak jantung meningkat. Kurangi konsumsi kopi jika mulai mengalami jantung berdebar, gemetar, mual, atau sulit tidur.
Mengapa adrenalin digunakan sebagai obat untuk alergi berat?
Adrenalin digunakan untuk menangani anafilaksis karena membantu melemaskan otot saluran napas dan mengencangkan pembuluh darah. Setelah menggunakan suntikan adrenalin, penderita tetap harus segera mendapatkan pertolongan medis darurat.
Kapan jantung berdebar perlu diperiksakan ke dokter?
Periksakan diri jika jantung berdebar berulang tanpa pemicu jelas, berlangsung lebih dari beberapa menit, atau disertai riwayat penyakit jantung. Segera ke IGD jika debaran disertai nyeri dada, sesak napas, atau pingsan.
