Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Gejala Batu Ginjal pada Pria: Kenali Pola Nyeri, Tanda Darurat, hingga Cara Memastikannya
Kembali ke Artikel & Berita

Gejala Batu Ginjal pada Pria: Kenali Pola Nyeri, Tanda Darurat, hingga Cara Memastikannya

ab3bf4ca-8ed2-4d91-a98c-d07a51e0fc3dmedical check up

Seorang pria berusia 30-an terbangun karena nyeri tajam di pinggang kanan dan mengira salah posisi tidur. Beberapa jam kemudian nyeri itu kembali, bergeser ke selangkangan, dan urinenya tampak kemerahan.

Pola ini bisa berasal dari batu ginjal. Keluhannya mudah tertukar dengan cedera otot, gangguan prostat, atau infeksi, jadi mengenali polanya membantu memutuskan kapan perlu ke dokter atau IGD.

Artikel ini membahas gejala, penyebab, pemeriksaan, dan pengobatan batu ginjal pada pria.

Apa Itu Batu Ginjal dan Siapa yang Sering Mengalaminya?

Batu ginjal atau nefrolitiasis adalah benda keras yang terbentuk dari mineral dan garam dalam urine. Ukurannya bervariasi, dari sebutir pasir hingga sebesar mutiara.

Selama diam di ginjal, batu sering tidak menimbulkan keluhan. Gejala biasanya muncul saat batu bergerak ke ureter, saluran dari ginjal ke kandung kemih.

Cleveland Clinic memperkirakan sekitar 1 dari 10 orang mengalami batu ginjal semasa hidupnya. Kasusnya banyak ditemukan pada pria berusia 30-an dan 40-an.

Gejala Batu Ginjal pada Pria yang Perlu Dikenali

Pada pria, keluhannya umumnya sama dengan ciri-ciri kencing batu, dan batu kecil bisa keluar tanpa gejala. Tandanya antara lain:

1. Nyeri Pinggang yang Menjalar ke Selangkangan

Nyeri tajam muncul di pinggang atau sisi tubuh, di bawah tulang rusuk. Saat batu turun, nyeri bisa menjalar ke perut bawah dan selangkangan, yang pada pria mudah dikira cedera otot.

2. Nyeri yang Datang Bergelombang

Nyeri datang dan pergi dengan kekuatan berubah-ubah, sehingga disebut nyeri kolik. Rasanya bisa tumpul atau tajam, kadang sampai seseorang tidak bisa duduk tenang.

3. Perih Saat Buang Air Kecil

Rasa nyeri atau terbakar saat berkemih sering menyertai batu di saluran kemih. Infeksi menimbulkan keluhan serupa, jadi dokter memastikan penyebabnya lewat tes urine.

4. Sering Ingin Buang Air Kecil

Batu bisa memicu dorongan berkemih yang terus-menerus dan mendesak. Pada pria usia lebih tua, keluhan serupa juga bisa berasal dari prostat.

5. Buang Air Kecil Sedikit-sedikit

Urine bisa keluar sedikit-sedikit meski dorongannya kuat. Bila urine sama sekali tidak bisa keluar, batu mungkin menyumbat saluran kemih dan perlu segera ditangani.

6. Urine Berdarah, Keruh, atau Berbau

Urine bisa berwarna merah muda, merah, atau cokelat karena bercampur darah. Kondisi ini disebut hematuria atau kencing darah. Urine juga bisa keruh atau berbau tidak sedap.

7. Mual dan Muntah

Nyeri hebat akibat batu sering disertai mual dan muntah. Mayo Clinic menganjurkan pemeriksaan segera bila nyeri datang bersama keluhan ini.

8. Demam dan Menggigil

Demam dan menggigil bisa menandakan infeksi yang menyertai batu. Johns Hopkins Medicine menyebut kondisi ini gawat dan perlu segera ditangani.

Mengapa Batu Ginjal Bisa Terbentuk?

Batu terbentuk ketika zat pembentuk kristal dalam urine, seperti kalsium oksalat dan asam urat, terlalu banyak untuk dilarutkan cairan urine. Kebanyakan batu adalah batu kalsium, sisanya batu asam urat, struvit akibat infeksi, dan sistin yang diturunkan.

Faktor risikonya antara lain:

  • Kurang minum. Urine yang pekat memudahkan kristal terbentuk. Pria yang banyak berkeringat karena bekerja di tempat panas atau berolahraga butuh lebih banyak cairan.

  • Pola makan. Garam, protein hewani, gula, dan oksalat berlebih menaikkan risiko. Garam menambah kalsium yang harus disaring ginjal, sedangkan daging dan ikan berlebih bisa memicu batu asam urat.

  • Berat badan berlebih. Obesitas berkaitan dengan risiko batu yang lebih tinggi. Menjaga berat badan termasuk langkah pencegahan.

  • Riwayat keluarga atau batu sebelumnya. Risiko naik bila ada anggota keluarga yang pernah mengalaminya. Orang yang pernah mengalami batu juga lebih berisiko kambuh.

  • Kondisi medis tertentu. Contohnya gout, diabetes, sindrom metabolik, hipertensi, dan infeksi saluran kemih berulang. Diare menahun, radang usus, dan operasi saluran cerna juga mengubah penyerapan kalsium dan air.

  • Obat dan suplemen tertentu. Contohnya suplemen vitamin C, antasida berbahan kalsium, pencahar berlebihan, serta sebagian obat migrain, antikejang, depresi, dan diuretik. Bicarakan dengan dokter sebelum mengubah obat.

Batu Ginjal, Prostat, atau ISK? Ini Bedanya

Beberapa gejala batu ginjal mirip keluhan gangguan lain di saluran kemih dan area kelamin pria.

Gangguan prostat, khususnya pembesaran kelenjar ini pada pria usia lebih tua, bisa menekan saluran kencing. Aliran urine jadi lemah dan terasa tidak tuntas. Keluhannya muncul perlahan, umumnya tanpa nyeri pinggang hebat.

Infeksi saluran kemih (ISK) menimbulkan perih saat berkemih, sering ingin buang air kecil, dan urine keruh. Batu dan ISK bisa muncul bersamaan, karena infeksi berulang menaikkan risiko batu dan batu bisa memicu infeksi berulang.

Nyeri selangkangan pada pria juga bisa berasal dari epididimitis, peradangan saluran di belakang buah zakar yang biasanya disertai bengkak.

Aspek

Batu ginjal

Pembesaran prostat

ISK

Keluhan utama

Nyeri tajam di pinggang, bisa menjalar ke selangkangan

Aliran urine lemah, terasa tidak tuntas

Perih saat buang air kecil

Cara munculnya

Mendadak dan bergelombang

Perlahan, dalam bulan hingga tahun

Dalam hitungan hari

Perlu segera diperiksa bila

Nyeri hebat, demam, muntah, urine tidak keluar

Urine tidak bisa keluar

Demam, menggigil, nyeri pinggang

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Komplikasi yang Bisa Muncul

Penanganan yang cepat biasanya mencegah kerusakan menetap. Batu yang menyumbat bisa membuat urine terbendung dan ginjal membengkak, kondisi yang disebut hidronefrosis, serta berujung pada infeksi ginjal atau ISK berulang.

Cleveland Clinic juga mencatat risiko cedera ginjal akut dan penyakit ginjal kronis. Mengenali tanda gangguan ginjal sejak awal membantu penanganan lebih cepat.

Kapan Perlu ke Dokter dan Kapan Harus ke IGD?

Periksakan diri ke dokter bila ada keluhan yang mengkhawatirkan. Urine berdarah perlu segera diperiksa, meski nyeri sudah reda.

Segera ke IGD bila nyeri tidak tertahankan, atau bila nyeri disertai demam atau menggigil, muntah terus-menerus, atau urine sama sekali tidak keluar. Batu pada orang dengan satu ginjal atau fungsi ginjal yang menurun juga perlu segera ditangani.

Saat batu kecil ditunggu keluar sendiri, Cleveland Clinic menganjurkan kontrol ke dokter bila batu belum keluar dalam 4 sampai 6 minggu.

Bagaimana Dokter Memastikan Batu Ginjal?

Dokter menanyakan keluhan, riwayat batu, obat, pola makan, dan riwayat keluarga, lalu melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lanjutannya meliputi:

  • Pemeriksaan urine. Tes urine mencari darah, kristal pembentuk batu, dan tanda infeksi. Pada batu yang sering kambuh, dokter bisa meminta penampungan urine 24 jam.

  • Tes darah. Tes ini menilai fungsi ginjal, tanda infeksi, serta kadar kalsium atau asam urat. Hasilnya membantu menelusuri pemicu batu.

  • Pencitraan. Batu dipastikan lewat rontgen, USG, atau CT scan. Gambarnya menunjukkan ukuran, letak, dan jumlah batu.

  • Analisis batu. Batu yang keluar sebaiknya disimpan untuk diperiksa. Jenisnya membantu menentukan pencegahan.

Pemeriksaan Fungsi Ginjal di Bumame

Tes darah dan urine membantu menilai kerja ginjal serta faktor pembentuk batu seperti asam urat. Keberadaan batu sendiri dipastikan lewat pencitraan yang diminta dokter.

Di Bumame, Paket Fungsi Ginjal memuat pemeriksaan Ureum, Kreatinin beserta eGFR, Asam Urat, dan Urine Lengkap. Paket ini bisa dipakai untuk pemantauan, misalnya oleh pria yang pernah mengalami batu. Saat nyeri hebat, IGD tetap menjadi tujuan pertama. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pengobatan Batu Ginjal Menyesuaikan Ukuran dan Letaknya

Sebagian besar batu kecil bisa keluar sendiri dalam beberapa minggu. Selama menunggu, dokter biasanya menganjurkan:

  • Minum cukup air. Cairan membantu mendorong batu keluar. Jumlahnya mengikuti saran dokter.

  • Obat pereda nyeri dan mual. Jenis obat ditentukan dokter. Antinyeri yang dijual bebas sebaiknya ditanyakan dulu, karena sebagian jenisnya bisa mengganggu fungsi ginjal saat serangan batu.

  • Obat pelancar keluarnya batu. Obat ini membuat otot ureter lebih rileks agar batu mudah turun. Dokter memberikannya bila batu diperkirakan bisa keluar sendiri tanpa infeksi.

Bila batu besar, menyumbat, memicu infeksi, atau tak kunjung keluar, dokter bisa menyarankan:

  • ESWL. Gelombang kejut dari luar tubuh memecah batu menjadi serpihan kecil. Serpihan itu keluar bersama urine.

  • Ureteroskopi. Alat teropong kecil dimasukkan melalui saluran kencing (uretra) dan kandung kemih hingga ke ureter. Melalui alat ini, dokter memecah atau mengambil batu.

  • PCNL. Selang dimasukkan ke ginjal lewat sayatan kecil di punggung untuk memecah dan mengeluarkan batu. Cara ini dipilih bila tindakan lain tidak memungkinkan.

Cara Mencegah Batu Ginjal Kambuh

Langkahnya antara lain:

  • Minum air sepanjang hari. Mayo Clinic menyebutnya perubahan gaya hidup yang sangat penting. Bagi yang pernah mengalami batu, dokter bisa menargetkan sekitar 2 liter urine per hari, dan warna urine yang pucat jernih menandakan cairan kemungkinan cukup.

  • Kurangi garam, protein hewani, dan gula. Lebih sering pilih polong-polongan sebagai sumber protein. Menjaga berat badan juga membantu.

  • Cukupi kalsium dari makanan. Pola makan rendah kalsium bisa memudahkan batu terbentuk pada sebagian orang. Suplemen kalsium sebaiknya ditanyakan dulu ke dokter karena dikaitkan dengan risiko batu yang lebih tinggi.

  • Batasi makanan tinggi oksalat bila dianjurkan. Bagi yang pernah mengalami batu kalsium oksalat, dokter bisa menyarankan membatasi bayam, kacang-kacangan, teh, dan cokelat. Ahli gizi bisa membantu menyusun menu.

Kebiasaan ini sejalan dengan cara menjaga kesehatan ginjal sehari-hari. Bila batu terus kambuh, dokter bisa meresepkan obat pencegah sesuai jenis batunya.

Kenali Tandanya dan Rawat Ginjal Sejak Dini

Nyeri pinggang bergelombang yang menjalar ke selangkangan layak diperiksakan. Minum cukup air, menjaga pola makan, dan memeriksakan fungsi ginjal secara berkala membantu ginjal tetap sehat. Mengetahui lebih awal berarti punya lebih banyak pilihan.

Jika ada pertanyaan seputar pemeriksaan ginjal, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Symptoms & Causes of Kidney Stones. Retrieved 23 September 2026 from https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/kidney-stones/symptoms-causes

  2. Mayo Clinic. Kidney stones - Symptoms and causes. Retrieved 23 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/symptoms-causes/syc-20355755

  3. Cleveland Clinic. Kidney Stones: Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatment. Retrieved 23 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15604-kidney-stones

  4. MedlinePlus. Kidney Stones | Kidney Stone Symptoms | Nephrolithiasis. Retrieved 23 September 2026 from https://medlineplus.gov/kidneystones.html

  5. Johns Hopkins Medicine. Kidney Stones. Retrieved 23 September 2026 from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/kidney-stones

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa saja gejala batu ginjal pada pria?
Gejalanya antara lain nyeri tajam di pinggang yang bisa menjalar ke perut bawah dan selangkangan, nyeri bergelombang, perih saat buang air kecil, serta urine berdarah, keruh, atau berbau. Mual, muntah, demam, dan menggigil juga bisa muncul.
Apakah nyeri batu ginjal bisa menjalar ke selangkangan?
Bisa. Saat batu bergerak turun ke saluran kemih, nyeri dari pinggang bisa berpindah ke perut bawah dan selangkangan.
Apa beda gejala batu ginjal dan pembesaran prostat?
Batu ginjal umumnya menimbulkan nyeri mendadak dan bergelombang di pinggang atau sisi tubuh. Pembesaran prostat biasanya berkembang perlahan dengan aliran urine lemah dan rasa tidak tuntas, umumnya tanpa nyeri hebat.
Kapan nyeri batu ginjal perlu ditangani di IGD?
Segera ke IGD bila nyeri tidak tertahankan, disertai demam atau menggigil, muntah terus-menerus, atau urine sama sekali tidak bisa keluar.
Apakah batu ginjal bisa keluar sendiri?
Sebagian besar batu kecil bisa keluar sendiri bersama urine dalam beberapa minggu. Batu yang besar, menyumbat, atau disertai infeksi perlu ditangani dokter.