Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Apa Itu Angioedema: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Apa Itu Angioedema: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Rasa nyeri di ulu hati atau perut bagian atas bisa muncul setelah terlambat makan, mengonsumsi makanan pedas, atau makan terlalu banyak. Namun, sakit perut bagian atas tidak selalu disebabkan oleh gangguan pencernaan biasa.

Lokasi nyeri, durasi, dan gejala yang menyertainya bisa menjadi petunjuk untuk mengenali penyebabnya. Agar tidak salah menangani keluhan, penting untuk memahami berbagai kemungkinan penyebab perut bagian atas terasa sakit dan cara mengatasinya dengan tepat.

Apa yang Dimaksud dengan Sakit Perut Bagian Atas?

Sakit perut bagian atas merujuk pada rasa perih, nyeri, atau tidak nyaman di area antara bagian bawah tulang dada hingga pusar. Secara umum, terdapat tiga bagian perut yang berkaitan dengan lokasi nyeri, yaitu:

  • Kanan atas: Terdapat kantung empedu, hati, dan sebagian usus. Nyeri perut sebelah kanan bisa berhubungan dengan gangguan fungsi hati atau empedu.

  • Tengah atas atau ulu hati: Terdapat bagian awal usus halus, lambung, dan pankreas. Sakit perut bagian tengah bisa berkaitan dengan gangguan fungsi pankreas atau lambung.

  • Kiri atas: Terdapat limpa, pankreas, sebagian lambung, dan usus besar. Masalah pencernaan maupun organ tertentu bisa mengakibatkan nyeri di area ini.

Lokasi nyeri bisa membantu dokter untuk memperkirakan penyebabnya, tetapi belum cukup untuk memastikan diagnosis sebelum pemeriksaan lebih lanjut.

Kenapa Perut Bagian Atas Sakit?

Terdapat beberapa kondisi yang mengakibatkan munculnya keluhan ini. Gejala yang Anda alami tidak selalu mengindikasikan penyakit yang sama, sehingga penyebabnya masih harus dinilai secara keseluruhan.

1. Gangguan Pencernaan

Dispepsia merupakan kumpulan gejala berupa rasa tidak nyaman atau nyeri di perut bagian atas, mual, kembung, dan cepat kenyang. Keluhan bisa terjadi ketika Anda makan secara terburu-buru, terlalu banyak, atau mengonsumsi makanan berlemak. Stres serta konsumsi beberapa obat juga bisa berperan.

2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah gangguan interaksi otak dan usus yang bisa mengakibatkan sakit perut secara berulang, diare, kembung, atau sembelit. Keluhannya kerap berhubungan dengan buang air kecil.

Pemicu tiap orang bisa berbeda, seperti stres atau makanan tertentu. Keluhan ini juga tidak selalu mengakibatkan sakit perut bagian atas secara keseluruhan.

3. Gastritis

Radang lambung atau gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung yang bisa terjadi karena penggunaan obat anti nyeri tertentu seperti ibuprofen dalam jangka panjang, infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), dan konsumsi alkohol. Gejala yang muncul bisa berupa mual, nyeri ulu hati, serta rasa penuh setelah makan.

4. GERD dan Tukak Lambung

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan kondisi saat isi lambung berulang kali naik ke kerongkongan. Kondisi ini mengakibatkan Anda bisa mengalami rasa asam di mulut, sensasi panas di dada (heartburn), dan sakit perut bagian atas. Makanan yang Anda konsumsi dalam porsi besar dan kebiasaan langsung berbaring setelah makan juga bisa memperburuk keluhan bagi sebagian orang.

Sementara tukak lambung mengacu pada luka di lapisan lambung atau bagian awal usus halus. Kondisi tersebut kerap dihubungkan dengan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) tertentu atau infeksi H. pylori.

5. Gangguan Kantung Empedu

Batu empedu terbentuk dari endapan zat dalam cairan empedu. Saat batu menyumbat saluran empedu, muncul rasa nyeri di perut kanan atas, terkadang setelah makan makanan berlemak atau makan berat.

Nyeri yang menetap disertai kulit menguning atau demam perlu segera Anda konsultasikan dengan dokter. Dengan begitu, dokter bisa segera melakukan tindakan yang tepat sesuai kondisi Anda.

6. Pankreatitis

Pankreatitis merupakan peradangan pada pankreas yang penting dalam pencernaan dan pengaturan gula darah. Penyebab yang biasa terjadi meliputi konsumsi alkohol berlebih atau batu empedu. Gejalanya bisa berupa mual, demam, muntah, dan nyeri hebat di perut bagian atas lalu menjalar ke punggung.

7. Peritonitis

Peritonitis adalah infeksi atau peradangan pada selaput yang melapisi rongga perut. Kondisi ini tergolong serius dan bisa terjadi karena kebocoran organ, tukak yang berlumbang, maupun komplikasi penyakit lain.

Gejala yang Anda rasakan bisa berupa perut membengkak, nyeri perut berat, demam, serta detak jantung cepat, sehingga Anda harus mendapatkan penanganan segera. [8]

Gejala Penyerta Sakit Perut Bagian Atas

Selain nyeri, gejala yang bisa muncul meliputi muntah, mual, sering bersendawa, kembung, perubahan pola buang air besar, rasa panas di dada, atau nafsu makan berkurang. Pada kondisi tertentu, nyeri juga bisa menjalar ke punggung.

Anda perlu memperhatikan kapan keluhan muncul, berapa lama berlangsungnya, makanan apa yang Anda konsumsi sebelumnya, serta apakah muncul gejala lain. Informasi tersebut sangat membantu dokter dalam menilai kondisi Anda.

Diagnosis Sakit Perut Bagian Atas

Dokter biasanya akan menanyakan lokasi dan intensitas nyeri, riwayat penyakit, kapan keluhan muncul, serta obat yang sedang Anda konsumsi. Selanjutnya, dokter mulai melakukan pemeriksaan fisik dengan mengecek kondisi perut, menekan area tertentu, atau mendengarkan suara usus untuk mengetahui adanya ketegangan maupun nyeri.

Jika dibutuhkan, pemeriksaan tambahan bisa dilakukan, seperti:

  • Tes H. pylori: Dilakukan lewat sampel tinja, napas, atau metode lain sesuai kebutuhan untuk menemukan lokasi bakteri;

  • Tes darah: Membantu menilai tanda peradangan dan kondisi organ seperti pankreas dan hati;

  • USG perut: Memanfaatkan gelombang suara untuk mengetahui organ dalam, termasuk kantung empedu;

  • Endoskopi: Selang lentur berkamera yang dimasukkan lewat mulut untuk melihat lambung, kerongkongan, serta bagian awal usus halus;

  • Biopsi: Pengambilan sampel jaringan kecil, umumnya saat endoskopi, lalu diperiksa di laboratorium; dan

  • Kolonoskopi: Kamera dimasukkan lewat anus untuk mengecek usus besar ketika gejala dan dugaan diagnosis mengarah ke sana.

Tidak semua pasien membutuhkan semua tes di atas. Dokter akan menentukan pemeriksaan mana yang sesuai berdasarkan gejala dan dugaan penyebabnya.

Komplikasi Sakit Perut Bagian Atas

Komplikasi ditentukan oleh penyakit yang mendasari. Tukak lambung atau gastritis yang tidak ditangani bisa mengakibatkan pendarahan hingga bisa menyebabkan lubang di dinding saluran cerna.

GERD yang berlangsung dalam waktu lama berpotensi mengakibatkan kerusakan pada kerongkongan, sementara sumbatan saluran empedu bisa memicu peradangan atau infeksi. Pankreatitis yang berat bisa mengakibatkan komplikasi serius pada organ tubuh.

Sementara peritonitis yang tidak segera mendapatkan penanganan bisa berkembang menjadi sepsis, respons tubuh yang berbahaya terhadap infeksi. Untuk itu, jangan sekadar mengandalkan lokasi nyeri untuk mengetahui tingkat keparahannya.

Cara Mengatasi Sakit Perut Bagian Atas

Terdapat beberapa penanganan yang efektif untuk mengatasi sakit perut bagian atas, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Perawatan Mandiri di Rumah

Jika nyeri bersifat ringan dan tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah di bawah ini akan membantu meredakan rasa tidak nyaman.

  • Makan dengan porsi kecil: Anda harus memilih porsi makan secukupnya dan makan secara perlahan agar perut tidak terlalu penuh.

  • Hindari pemicu pribadi: Kurangi mengonsumsi makanan pedas, berlemak, minum kopi, atau minuman beralkohol jika terbukti bisa memperburuk keluhan.

  • Jangan langsung berbaring setelah makan: Beri jeda kurang lebih 3 jam sebelum tidur, khususnya ketika keluhan berhubungan dengan refluks asam.

  • Cukupi cairan dan istirahat: Minum air putih secukupnya dan beristirahat sesuai kebutuhan.

Perlu Anda pahami bahwa langkah-langkah di atas tidak bisa menggantikan pemeriksaan ketika nyeri berulang, menetap, atau semakin berat. Hindari mengonsumsi obat anti nyeri secara sembarangan karena sebagian obat tersebut bisa mengiritasi lambung.

2. Penanganan Medis

Cara mengatasi sakit perut bagian atas secara medis menyesuaikan dengan penyebabnya. Dokter bisa memberi obat penekan asam pada kondisi tertentu, terapi kombinasi antibiotik jika ternyata ditemukan infeksi H. pylori, maupun penanganan khusus untuk batu empedu.

Pankreatitis akut umumnya membutuhkan perawatan di rumah sakit, cairan melalui infus, dan pemantauan yang ketat. Peritonitis memerlukan penanganan segera, biasanya dengan antibiotik serta tindakan untuk mengatasi sumber infeksi.

Cara Mencegah Sakit Perut Bagian Atas

Risiko sebagian masalah pencernaan bisa dikurangi dengan cara menjaga porsi makan, membiasakan pola makan teratur, membatasi alkohol, tidak merokok, serta menghindari penggunaan obat anti nyeri tanpa petunjuk dokter.

Anda juga harus menjaga berat badan dan berkonsultasi ke dokter ketika mengalami keluhan pencernaan secara berulang. Namun, tidak semua penyebab bisa dicari, tetapi mengenali pemicu serta memeriksakan gejala sejak dini bisa membantu mencegah risiko keterlambatan penanganan.

Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Cegah Nyeri Perut

Jika nyeri perut pada bagian atas terjadi berulang atau dokter menyarankan perlunya evaluasi fungsi pankreas, pemeriksaan laboratorium bisa menjadi bagian dari proses mencari penyebab. Pemeriksaan bukan pengobatan dan tidak bisa menggantikan evaluasi dokter.

Bumame menyediakan paket MCU Plus & Cek Pankreas. Pemeriksaan tersebut mencakup pemeriksaan enzim pankreas seperti amilase pankreatik dan lipase, serta beberapa pemeriksaan kesehatan lain. Pemeriksaan tersebut akan membantu memberi informasi seputar kondisi Anda.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera dapatkan pertolongan medis ketika nyeri muncul secara mendadak dan sangat berat, muntah darah, perut terasa sangat nyeri atau keras ketika disentuh, BAB berdarah atau berwarna hitam, nyeri dada, atau sesak napas. Muntah terus-menerus, demam, mata atau kulit menguning, serta nyeri yang menjalar ke punggung juga harus segera dievaluasi.

Kenali Penyebabnya agar Penanganan Lebih Tepat

Sakit perut bagian atas bisa terjadi karena berbagai gangguan, mulai dari dispepsia sampai masalah pankreas atau kantung empedu. Mengetahui gejala serta pemicunya bisa membantu dokter menentukan pemeriksaan yang Anda butuhkan. Hindari menebak diagnosis hanya dari lokasi nyeri dan segera dapatkan pertolongan ketika muncul tanda bahaya.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. MedlinePlus Medical Encyclopedia — Angioedema

  2. National Health Service (NHS) — Angioedema

  3. MedlinePlus Medical Encyclopedia — Hereditary Angioedema

  4. Bumame — IgE Atopy Panel Indonesia

  5. Bumame — Panel Alergi Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Angioedema disebabkan oleh apa?

Angioedema dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, atau sengatan serangga. Penyebab lainnya meliputi penggunaan obat tertentu seperti ACE inhibitor, faktor genetik, penyakit autoimun, kelainan sel darah, atau penyebab yang belum diketahui.

Apakah angioedema bisa sembuh sendiri?

Gejala angioedema ringan dapat mereda dengan sendirinya, tetapi penanganannya bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan. Jika pembengkakan terjadi pada lidah atau tenggorokan, segera cari pertolongan medis darurat karena dapat menghambat pernapasan.

Apakah angioedema berbahaya?

Angioedema bisa berbahaya jika pembengkakan mengenai lidah atau tenggorokan hingga menghambat jalan napas. Jika disertai sesak napas, sulit menelan, suara serak mendadak, atau pusing, segera cari pertolongan medis darurat.

Bagaimana cara mengatasi angioedema?

Penanganan angioedema disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Pada kasus ringan, kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Dokter mungkin menyarankan antihistamin untuk reaksi alergi, sedangkan anafilaksis memerlukan penanganan darurat, termasuk epinefrin sesuai indikasi. Jangan menghentikan obat resep tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Bagaimana cara mencegah angioedema kambuh?

Hindari alergen yang telah diketahui, catat makanan atau obat yang mendahului pembengkakan, dan diskusikan obat yang berpotensi memicu angioedema dengan dokter. Jika memiliki angioedema herediter, ikuti rencana pencegahan dan pengobatan yang diberikan dokter.