Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Apa Itu Pilates? Ketahui Manfaat, Jenis, dan Cara Memulainya
Kembali ke Artikel & Berita

Apa Itu Pilates? Ketahui Manfaat, Jenis, dan Cara Memulainya

SBAOthers

Rutinitas padat tapi kurang gerak, seperti menghadap komputer sepanjang hari, membuat sendi terasa kaku dan pegal sehingga badan sakit semua. Bisa jadi, itu merupakan sinyal bahwa tubuh perlu berolahraga agar kembali prima. Ini juga menjadi saat yang tepat untuk Anda mencari tahu apa itu pilates.

Apa Itu Pilates? 

Pilates adalah bentuk latihan fisik berintensitas ringan (low impact) yang berfokus pada pernapasan, keseimbangan, fleksibilitas, kekuatan otot inti (core), dan perbaikan postur tubuh.

Melansir Cleveland Clinic, latihannya sendiri tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Apa itu pilates yang asli bertumpu pada enam prinsip dasar yang saling berkaitan, yaitu:

  • Pusat tubuh (centering) yang menegaskan semua gerakan bermula dari perut, punggung bawah, atau panggul.

  • Konsentrasi (concentration), yaitu pikiran harus sepenuhnya fokus pada setiap gerakan.

  • Kendali (control) atau mengendalikan gerakan pilates secara sadar, dari awal hingga akhir.

  • Presisi (precision) yang berarti melakukan satu gerakan dengan akurat jauh lebih baik daripada melakukan banyak gerakan tapi asal-asalan.

  • Pernapasan (breath) adalah pola pernapasan spesifik untuk memompa oksigen ke otot dan membantu melancarkan gerakan.

  • Mengalir (flow) yaitu transisi antar gerakan harus mulus, elegan, dan tanpa jeda yang kasar.

Meskipun identik sebagai olahraga masa kini, sebenarnya pilates sudah ada sejak awal abad ke-20. Pria berkebangsaan Jerman, Joseph Pilates, menjadi pencetus aktivitas fisik yang satu ini.

Semula, Joseph menamai olahraga ciptaannya dengan nama “contrology” atau ilmu kendali. Hal ini karena Joseph sendiri terlahir dan tumbuh dengan kondisi tubuh yang sangat rentan.

Kemudian, ia mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari anatomi tubuh manusia, yoga, dan seni bela diri demi membangun fisiknya. Latihan ini yang kemudian menjadi cikal bakal pilates modern.

Manfaat Pilates untuk Tubuh

Banyak yang menganggap bahwa pilates merupakan solusi gangguan tulang dan sendi serta mengoreksi postur tubuh. Padahal, tujuan utama pilates adalah meningkatkan kebugaran tubuh dan kekuatan otot.

Meskipun demikian, bukan berarti berlatih pilates secara rutin tidak memberi manfaat nyata untuk kesehatan. Berikut adalah rangkaian manfaat dari apa itu pilates secara rutin.

  • Membuat otot, terutama di bagian perut, panggul, dan punggung, menjadi lebih kuat tapi tidak terlihat berotot (bulky). Stamina untuk beraktivitas, terutama yang berkaitan dengan mengangkat barang (beban), jadi meningkat.

  • Meningkatkan fleksibilitas tubuh berkat peregangan (stretching) pada otot-otot yang tegang. Anda jadi lebih leluasa bergerak tanpa khawatir akan terasa nyeri akibat tulang atau persendian yang kaku.

  • Membantu mengoreksi postur tubuh yang terlalu bungkuk.

  • Mengurangi nyeri punggung karena elastisitas tubuh meningkat.

  • Membantu pemulihan fisik setelah cedera, khususnya dengan pendampingan dari tenaga medis profesional.

  • Melalui latihan pernapasan dan konsentrasinya, Anda bisa meminimalisir tekanan mental yang berujung stres dan depresi.

Jenis-jenis Pilates

Perkembangan zaman tidak hanya membawa perubahan signifikan pada industri, tetapi juga olahraga pilates. Mengutip laman Complete Pilates, pilates telah hadir dalam beberapa pilihan yang menawarkan tujuan, kondisi fisik, dan kenyamanan berbeda yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Berikut ini penjelasannya.

1. Mat Pilates

Sesuai namanya, jenis pilates ini dilakukan di atas matras dan sebagian besar memanfaatkan beban tubuh diri sendiri. Metode latihan ini bertujuan untuk membangun kekuatan otot dasar, melatih keseimbangan, dan melatih pernapasan.

Karakteristik latihannya adalah gerakan yang berfokus pada menopang dan mengendalikan tubuh di lantai tanpa bantuan mesin. Terkadang Anda juga akan menggunakan alat bantu kecil seperti bola, resistance band, atau magic circle. Sehingga mat pilates cocok untuk pemula.

2. Reformer Pilates

Jenis pilates yang satu ini menggunakan mesin khusus bernama reformer. Bentuknya menyerupai tempat tidur dengan bantalan yang bisa bergeser (carriage), dan dilengkapi pegas, tali, serta katrol.

Tujuan metode ini adalah untuk menciptakan variasi intensitas gerakan, melatih otot-otot spesifik, dan meningkatkan jangkauan gerak lebih mendalam. Karakteristik latihannya adalah tarikan dan dorongan pegas yang memberi tantangan tambahan bagi otot tubuh saat bergerak maju dan mundur di atas carriage.

Oleh karena itu, reformer pilates cocok untuk Anda yang sudah menguasai mat pilates dan menginginkan tantangan lebih.

3. Clinical Pilates

Apa itu pilates terapeutik terjawab melalui variasi satu ini. Clinical pilates khusus dibimbing oleh instruktur dengan latar belakang medis atau fisioterapi. Tujuannya untuk membantu pemulihan fisik dari cedera dan melatih disabilitas dengan ciri fisik tertentu untuk meningkatkan kemampuan beraktivitas secara mandiri.

Karakteristik latihan adalah tidak menggunakan gerakan umum, melainkan disesuaikan dengan keluhan medis peserta pilates. Sehingga, clinical pilates cocok untuk pasien pemulihan pasca operasi, ibu hamil, dan individu berkebutuhan khusus.

Perbedaan Yoga dan Pilates

Yoga dan pilates sama-sama merupakan olahraga penunjang diet. Hal ini yang kemudian menimbulkan kesalahpahaman bahwa keduanya merupakan satu olahraga yang sama.

Padahal, meskipun sama-sama tergolong latihan fisik low-impact yang menekankan pada pernapasan, keduanya memiliki fokus dan filosofi yang berbeda. Berikut rangkuman perbedaan selengkapnya.

Aspek

Yoga

Pilates

Fokus Utama

Fleksibilitas, spiritualitas, dan relaksasi pikiran

Kekuatan otot inti, stabilitas tubuh, dan rehabilitasi fisik

Pola Gerak

Cenderung menahan satu pose untuk beberapa tarikan napas

Melakukan gerakan dinamis secara berulang

Pernapasan

Menarik dan membuang napas melalui hidung atau fokus pada relaksasi

Menarik napas lewat hidung, membuang kuat lewat mulut atau fokus pada kontraksi otot

Asal Usul

Berasal dari praktik spiritual kuno di India sejak ribuan tahun lalu

Diciptakan pada awal abad ke-20 sebagai metode latihan fisik

Cara Memulai Pilates untuk Pemula

Seiring dengan popularitasnya yang terus meningkat, banyak orang yang ingin mulai menekuni latihan pilates.

1. Persiapan

Tidak perlu merasa terintimidasi oleh apapun, Anda bisa memulai dengan langkah-langkah sederhana berikut ini.

  • Pilih pakaian tidak terlalu ketat agar sirkulasi tubuh tetap lancar. Namun, jangan pula memakai yang terlalu longgar agar instruktur dapat melihat postur tubuh Anda dan mengoreksinya.

  • Daftar kelas dasar (beginner) di studio khusus pilates untuk menguasai teknik pernapasan dan postur yang benar terlebih dulu. Sebab, keduanya merupakan fondasi utama pilates.

  • Jika ingin mencoba sendiri di rumah, Anda bisa mendaftar kelas pilates online, sehingga tetap berada di bawah pengawasan instruktur profesional. Tidak disarankan bagi pemula benar-benar melakukannya tanpa pendampingan sama sekali.

  • Siapkan matras tebal, handuk kecil, botol minum, dan pakai kaos kaki anti licin.

2. Praktik Pilates

Baik dengan bergabung di studio maupun kelas online, Anda tidak perlu mencari tahu gerakan-gerakan dari apa itu pilates karena cukup mengikuti instruksi pelatih. Namun, secara umum, gerakan dasar pilates (mat pilates) mencakup:

  • Berbaring dengan menekuk lutut, lalu angkat panggul perlahan hingga membentuk garis lurus (pelvic curl). Manfaatnya adalah meningkatkan kekuatan pantat dan punggung bagian bawah.

  • Berbaring telentang, lalu satu kaki diangkat lurus ke atas dan buat lingkaran kecil di udara (leg circle). Tujuannya untuk melatih mobilitas pinggul.

  • Tengkurap dengan tangan sebagai penopang, lalu angkat salah satu kaki dan buat gerakan tendangan kecil sebanyak 8–10 kali per sisi (single leg kick). Gerakannya efektif melatih stabilitas tubuh bagian belakang dan fleksibilitas tubuh.

Namun, kunci utama dari keberhasilan pilates bukan hanya gerakan, tapi juga konsistensi. Sebab, hasil pilates tidak akan tampak hanya dalam 1–2 kali sesi latihan.

Meningkatkan Kebugaran Tubuh dengan V-Drip Multivitamin Bumame

Memulai rutinitas fisik yang baru tidak hanya membutuhkan fokus dan konsistensi, tapi juga energi yang lebih besar. Meskipun pilates termasuk dalam kategori olahraga dengan intensitas rendah, otot-otot tubuh tetap bekerja keras dan membutuhkan proses pemulihan yang baik.

Salah satu cara yang efektif adalah menggunakan layanan V-Drip Multivitamin dari Bumame. Berbagai jenis vitamin penting, mulai dari vitamin  A, C, D, E, dan B kompleks, akan diinjeksikan langsung ke dalam tubuh Anda. Manfaatnya sangat banyak, yaitu:

Manfaat terakhir, terkait produksi energi, tentu juga dibutuhkan agar latihan pilates lebih lancar dan menunjukkan hasil optimal.

Kapan Harus ke Dokter?

Setelah memahami apa itu pilates, termasuk intensitas gerakannya, Anda tentu sepakat bahwa olahraga fisik ini sangat aman. Namun, tubuh manusia tetap memiliki batas tertentu yang kadang tidak sengaja dilanggar saat melakukan latihan pilates.

Jika mendapati tanda-tanda berikut ketika berlatih atau sesaat setelahnya, segera konsultasikan dengan dokter.

  • Rasa nyeri tajam mendadak di area persendian, tulang belakang, atau leher.

  • Sakit kepala hingga terasa berputar, pandangan gelap, dan hampir pingsan.

  • Sesak napas hebat yang tidak kunjung mereda meskipun sudah beristirahat dan mengatur pernapasan.

  • Terdengar bunyi “klik” atau “pop” pada sendi disertai nyeri hebat dan pembengkakan.

Pilates untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hidup

Berlatih pilates menjadi langkah awal untuk memperbaiki kualitas hidup dengan cara meningkatkan produktivitas sehari-hari. Anda lebih bebas bergerak, stamina tubuh semakin baik, dan manajemen stres juga terkelola dengan baik. Bukan hanya mengikuti tren, tetapi benar-benar bermanfaat untuk kehidupan Anda.

Namun, hal tersebut hanya dapat terwujud melalui konsistensi. Selalu rutin berlatih untuk mendapatkan hasil yang optimal. Jangan lupa juga untuk memantau hasil latihan dengan medical check up untuk mengetahui peningkatan kesehatan secara menyeluruh.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Cleveland Clinic — Pilates 101: What It Is and Health Benefits

  2. Siloam Hospitals — Olahraga Pilates, Apa Saja Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh?

  3. Complete Pilates — What are the Different Types of Pilates? WApa itu pilates dan apa manfaatnya?

  4. hat Type of Pilates Class is Right for You?

  5. Healthline — Pilates vs. Yoga: The Differences and What's Right for You

  6. Healthline — Your Complete Guide to Beginning Pilates

  7. RS Lira Medika Karawang — Pilates Aman, Tapi Bisa Cedera? Kenali Risikonya

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apa itu pilates dan apa manfaatnya?

Pilates adalah latihan fisik berintensitas rendah yang berfokus pada pernapasan, keseimbangan, fleksibilitas, kekuatan otot inti, dan postur. Latihan ini dapat membantu memperkuat otot, meningkatkan kelenturan, serta mendukung pengelolaan stres.

Apa saja jenis-jenis pilates?

Tiga jenis pilates yang dibahas dalam artikel adalah mat pilates yang dilakukan di atas matras, reformer pilates yang menggunakan mesin khusus, dan clinical pilates yang disesuaikan dengan kebutuhan medis peserta.

Apa perbedaan yoga dan pilates?

Yoga lebih menekankan fleksibilitas, relaksasi, dan aspek spiritual, sedangkan pilates berfokus pada kekuatan otot inti, stabilitas, kontrol gerakan, dan rehabilitasi fisik.

Apakah pemula bisa melakukan pilates di rumah?

Pemula dapat memulai mat pilates di rumah melalui kelas daring dengan bimbingan instruktur profesional. Siapkan matras dan perlengkapan yang sesuai, serta pelajari teknik pernapasan dan postur yang benar sebelum mencoba gerakan lebih sulit.

Kapan harus berhenti berlatih pilates dan berkonsultasi dengan dokter?

Hentikan latihan dan segera cari pertolongan medis jika mengalami nyeri tajam mendadak pada sendi atau tulang belakang, hampir pingsan, sesak napas berat yang tidak mereda, atau pembengkakan sendi disertai nyeri hebat.