Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Apakah Campak Boleh Mandi? Ini Cara Merawat Kulit dan Pantangannya
Kembali ke Artikel & Berita

Apakah Campak Boleh Mandi? Ini Cara Merawat Kulit dan Pantangannya

SBATips Kesehatan

Di banyak rumah, anak yang sedang campak dibiarkan tidak mandi selama berhari-hari. Ada keluarga yang menunggu ruam merahnya keluar semua, ada pula yang khawatir air membuat bintik merah menyebar ke seluruh badan.

Padahal selama sakit, keringat akibat demam dan kotoran mata terus menempel di kulit. Campak juga mudah menular, sehingga perawatan di rumah ikut menjaga kesehatan anggota keluarga lain.

Berikut penjelasan tentang kapan mandi aman dilakukan, cara membersihkan badan saat demam, perawatan kulit dan mata, pantangan selama masa menular, serta tanda yang perlu diperiksakan.

Boleh, Selama Demam Sudah Tidak Tinggi

Penderita campak boleh mandi. Dalam artikel yang dimuat Puskesmas Kuta Selatan, seorang dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis menjelaskan bahwa mandi boleh dilakukan bila demam sudah tidak tinggi, dengan air hangat.

Mandi perlu ditunda saat demam masih tinggi, saat penderita tidak sadar, atau saat kejang. NHS memasukkan kejang dan sulit tetap terjaga ke dalam tanda campak yang perlu segera dibawa ke IGD, termasuk demam disertai kejang pada anak.

Mandi juga sejalan dengan tujuan perawatan campak. Menurut WHO, tidak ada pengobatan khusus untuk campak, sehingga perawatan diarahkan untuk meredakan gejala, membuat penderita nyaman, dan mencegah komplikasi.

Benarkah Ruam Campak Makin Menyebar karena Air?

Dokter spesialis anak tadi menyebut anggapan bahwa mandi membuat ruam meluas sebagai mitos. Ruam campak memang meluas dari hari ke hari sesuai perjalanan penyakitnya. WHO mencatat ruam biasanya muncul di wajah dan leher bagian atas, lalu dalam sekitar 3 hari menyebar ke badan, lengan, tungkai, dan kaki.

Anggapan seperti ini ditemui di masyarakat. Penelitian di Kabupaten Sarolangun, Jambi, mencatat keyakinan bahwa ruam merah harus cepat keluar karena ruam yang lambat keluar dianggap membahayakan, dan anak dengan campak tidak diperbolehkan mandi.

Menurut NHS, ruam campak muncul beberapa hari setelah gejala mirip pilek dan umumnya tidak gatal. Pola ini termasuk ciri campak pada anak. Bila Anda ragu, perbedaan ruam campak dan alergi sebaiknya dinilai oleh dokter.

Saat Demam Masih Tinggi, Cukup Seka Badan dengan Air Hangat

Selama demam masih tinggi, tubuh tetap bisa dibersihkan tanpa mandi. Dokter spesialis anak tersebut menyarankan badan anak dilap dengan lap atau handuk yang sudah dibasahi air hangat. Keringkan setiap bagian tubuh setelah diseka. Hal berikut juga membantu anak tetap nyaman:

  • Berikan minum lebih sering. NHS menganjurkan banyak cairan bagi anak yang demam, dan bayi tetap disusui seperti biasa. Banyak minum membantu mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan.

  • Perhatikan tanda dehidrasi. Menurut NHS, tandanya antara lain popok yang tidak terlalu basah, mata cekung, dan menangis tanpa air mata. Tanda ini perlu segera dikonsultasikan ke dokter.

  • Tanyakan obat penurun demam yang sesuai. Bila demam membuat anak rewel atau tidak nyaman, NHS menyebut obat penurun demam bisa diberikan. Periksa kemasan obat atau tanyakan kepada apoteker bila ragu.

Cara Mandi yang Nyaman selama Ruam Masih Ada

Setelah demam tidak lagi tinggi, mandi bisa kembali dilakukan setiap hari. Karena ruam campak umumnya tidak gatal, mandi cukup berfokus pada kebersihan dan kenyamanan kulit lewat langkah berikut:

  • Pakai air hangat dan mandi singkat. AAD menyarankan mandi 5 sampai 10 menit dengan air hangat karena mandi singkat membantu menjaga kelembapan kulit. Suhunya cukup terasa nyaman, seperti saat mandi air hangat sehari-hari.

  • Gunakan sabun lembut secukupnya. AAD menyarankan sabun secukupnya untuk mengangkat kotoran dan minyak tanpa menghasilkan busa tebal. Usapkan dengan telapak tangan secara pelan.

  • Tepuk kulit sampai kering. Menurut AAD, menggosok kulit dengan handuk bisa mengiritasi kulit yang kering. Pakai handuk yang bersih dan kering, lalu tepuk perlahan.

  • Siapkan handuk khusus untuk penderita. NHS meminta penderita campak tidak berbagi handuk, pakaian, alat makan, cangkir, dan alas tidur. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat setelah membantu anak mandi.

  • Pilih pakaian katun yang longgar. AAD menyebut pakaian ketat bisa bergesekan dengan kulit dan memperburuk kulit kering. Bahan wol atau poliester juga bisa mengiritasi kulit yang kering dan sensitif.

Merawat Mata yang Merah dan Silau

Campak sering mengenai mata. MSD Manual menyebut konjungtivitis, yaitu radang pada selaput mata, pembengkakan, serta rasa silau terhadap cahaya terang saat infeksi berada di puncaknya. Mata yang berair juga bisa meninggalkan kerak di sekitar kelopak. NHS menyarankan kerak di mata dibersihkan perlahan dengan kapas yang dibasahi air matang yang sudah didinginkan.

WHO mencatat kebutaan sebagai salah satu komplikasi campak, dan dokter bisa memberikan antibiotik untuk infeksi mata. WHO juga menganjurkan suplemen vitamin A bagi anak dengan campak sesuai dosis dari tenaga kesehatan, karena suplemen ini membantu menurunkan risiko kerusakan mata.

Kulit Kecokelatan dan Mengelupas setelah Ruam Memudar

Menjelang pulih, tampilan kulit sering berubah. MSD Manual menjelaskan bahwa saat suhu tubuh turun dan penderita mulai merasa lebih baik, sisa ruam cepat memudar, berubah kecokelatan, lalu kulit mengelupas. Kulit yang mengelupas perlu dirawat dengan lembut:

  • Oleskan pelembap saat kulit masih lembap. AAD menyarankan pelembap dipakai ketika kulit masih sedikit basah setelah mandi. Krim atau salep lebih melembapkan dibanding losion.

  • Pilih produk bebas pewangi. AAD menganjurkan produk perawatan kulit yang lembut dan berlabel bebas pewangi. Sabun deodoran menurut AAD terlalu keras untuk kulit kering dan sensitif.

  • Hindari menggosok bagian yang mengelupas. Gesekan handuk atau spons bisa mengiritasi kulit yang kering. Tanyakan perawatannya kepada dokter bila muncul luka atau keluhan yang mengganggu.

Pantangan yang Perlu Dijaga selama Masa Menular

Pantangan saat campak lebih banyak berkaitan dengan penularan campak dan kecukupan asupan. WHO menjelaskan virus campak menyebar lewat percikan batuk dan bersin serta lewat udara yang sebelumnya dihirup penderita, dan bisa tetap aktif di udara atau permukaan benda hingga dua jam. Langkah berikut membantu keluarga:

  • Tetap di rumah selama masa menular. WHO menyebut campak bisa menular sejak 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah ruam muncul. NHS menyarankan penderita tidak ke sekolah, tempat penitipan anak, atau tempat kerja setidaknya 4 hari sejak ruam muncul.

  • Jaga jarak dari bayi, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. NHS mencatat bayi dan orang dengan daya tahan tubuh lemah lebih berisiko mengalami komplikasi. Kontak antara penderita dan bayi perlu dikonsultasikan ke dokter karena campak pada bayi membutuhkan perhatian khusus.

  • Buka jendela agar udara berganti. NHS menganjurkan jendela dan pintu dibuka untuk membantu menurunkan risiko penyebaran. Bila ada anak kecil, buka jendela bagian atas saja atau pasang pengaman.

  • Cukupi makan dan minum. Dokter dalam artikel Puskesmas Kuta Selatan menyarankan makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat. WHO juga menyebut cukup minum dan pola makan sehat sebagai bagian perawatan campak.

  • Hindari selimut dan pakaian berlapis saat demam. NHS meminta anak yang demam tidak ditutup dengan terlalu banyak pakaian atau selimut. Pakaian tipis membantu anak tetap nyaman.

Kapan Penderita Campak Perlu Segera ke IGD atau Dokter?

Segera ke IGD bila penderita campak kejang, sesak napas berat sampai sulit berbicara, sulit tetap terjaga, tiba-tiba bingung, atau lemas dan tidak merespons seperti biasa. NHS juga memasukkan leher kaku dan ruam yang tidak memudar saat ditekan gelas ke dalam tanda darurat.

Hubungi dokter dalam waktu dekat bila muncul keadaan berikut:

  • Demam tinggi tidak turun setelah minum obat. NHS memasukkan keadaan ini ke dalam daftar yang perlu segera diperiksakan. Catat suhu dan waktu minum obat untuk disampaikan kepada dokter.

  • Napas terasa lebih pendek dari biasanya. IDAI mencatat pneumonia atau radang paru sebagai salah satu komplikasi campak. Napas yang cepat atau berat perlu diperiksa dokter.

  • Anak sulit menyusu, jarang minum, atau jarang buang air kecil. NHS menyebut keadaan ini perlu diperiksakan. Pada bayi, perhatikan juga popok yang lebih jarang basah.

  • Bayi di bawah 1 tahun atau ibu hamil sempat kontak dengan penderita. NHS menyarankan keduanya segera meminta saran medis. Hal yang sama berlaku bagi orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Menurut IDAI, campak bisa menimbulkan komplikasi berupa diare, pneumonia, ensefalitis atau radang otak, kebutaan, dan gizi buruk. WHO mencatat komplikasi lebih sering terjadi pada anak di bawah 5 tahun, orang dewasa di atas 30 tahun, dan anak dengan gizi kurang. Sebelum berkunjung ke klinik, telepon lebih dulu agar petugas bisa menyiapkan ruang terpisah karena campak mudah menular.

Vaksin Campak untuk Anggota Keluarga yang Belum Terlindungi

Vaksinasi membantu menurunkan risiko tertular campak bagi anggota keluarga yang belum terlindungi. WHO menyebut anak perlu menerima dua dosis vaksin campak agar kebal. Dalam jadwal vaksinasi anak di Indonesia, IDAI menjelaskan bahwa imunisasi MR, yaitu imunisasi campak dan rubella, diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD atau sederajat.

Di Bumame, vaksin campak tersedia sebagai Vaksin Campak Biofarma. Halaman produknya mencantumkan pemberian vaksin berisi virus campak hidup yang dilemahkan, tanpa perlu puasa, dengan pilihan layanan Walk In atau Home Care. Penerima vaksin diminta datang dalam kondisi sehat, jadi vaksinasi ditujukan bagi anggota keluarga yang tidak sedang sakit.

Untuk vaksinasi anak, hubungi CS Bumame untuk memastikan ketersediaan sesuai usia anak. Pertanyaan lain bisa disampaikan lewat chat CS Bumame.

Rawat dengan Sabar, Pantau Perubahannya Setiap Hari

Penderita campak boleh mandi dengan air hangat setelah demam tidak lagi tinggi, dan cukup diseka selama demam masih tinggi. Perhatikan juga kebersihan mata, kulit yang mengelupas, asupan cairan, dan masa tinggal di rumah. NHS menyebut campak biasanya mulai membaik dalam sekitar satu minggu.

Bila ada pertanyaan seputar vaksinasi campak untuk keluarga, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Puskesmas Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Apakah Penderita Campak Boleh Mandi?

  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR).

  3. Arianto M, Setiawati M, Adi S, Hadisaputro S, Budhi K. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas. Beberapa Faktor Risiko Kejadian Campak pada Balita di Kabupaten Sarolangun.

  4. World Health Organization. Measles.

  5. NHS. Measles.

  6. NHS. High Temperature (Fever) in Children.

  7. Tesini BL (MSD Manual Consumer Version). Measles.

  8. American Academy of Dermatology. Dermatologists' Top Tips for Relieving Dry Skin.

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apakah penderita campak boleh mandi air dingin?

Dokter spesialis anak menganjurkan mandi dengan air hangat setelah demam tidak lagi tinggi. Saat demam masih tinggi, badan cukup diseka menggunakan lap yang dibasahi air hangat.

Benarkah mandi membuat ruam campak makin menyebar?

Tidak. Ruam campak memang meluas sesuai perjalanan penyakitnya, biasanya dari wajah dan leher ke badan, lengan, dan kaki. Mandi bukan penyebab ruam menyebar.

Kapan penderita campak tidak boleh mandi?

Mandi perlu ditunda saat demam masih tinggi, penderita tidak sadar, atau mengalami kejang. Kejang dan sulit tetap terjaga merupakan tanda bahaya yang perlu segera ditangani di IGD.

Mengapa kulit mengelupas setelah campak?

Saat penderita mulai membaik, sisa ruam dapat berubah kecokelatan lalu kulit mengelupas. Gunakan pelembap saat kulit masih lembap setelah mandi dan hindari menggosok kulit.

Berapa lama penderita campak sebaiknya tetap di rumah?

NHS menyarankan penderita tidak pergi ke sekolah, tempat penitipan anak, atau tempat kerja setidaknya empat hari sejak ruam pertama muncul. WHO menyebut campak dapat menular sejak empat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam muncul.