Hasil cek darah menunjukkan kolesterol Anda sedikit di atas batas, lalu saran dari keluarga mulai berdatangan. Salah satunya terdengar mudah. "Makan bawang putih mentah setiap pagi saat perut kosong, nanti angkanya turun tanpa obat."
Bawang putih memang sudah lama diteliti untuk urusan lemak darah, tetapi efeknya tidak sebesar yang sering diceritakan. Kolesterol tinggi juga umumnya tanpa keluhan dan hanya bisa diketahui lewat tes darah, menurut NHS.
Artikel ini membahas bukti bawang putih untuk kolesterol, besar efeknya, cara konsumsi yang aman, siapa yang perlu berhati-hati, dan cara memantau hasilnya.
Apakah Bawang Putih Bisa Menurunkan Kolesterol?
Bisa, tetapi efeknya kecil dan hasil penelitiannya belum seragam. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menyimpulkan suplemen bawang putih mungkin sedikit menurunkan kolesterol total dan LDL pada orang dengan kolesterol tinggi. MSD Manual juga menyebut hasilnya tidak konsisten, meski meta-analisis tahun 2013 menunjukkan penurunan kolesterol total dan LDL.
Kementerian Kesehatan RI memasukkan bawang putih (Allium sativum) ke dalam Formularium Obat Herbal Asli Indonesia (FOHAI) sebagai herbal untuk dislipidemia, yaitu gangguan kadar lemak darah. Indikasinya hiperlipidemia atau lemak darah tinggi, dengan tingkat bukti B. Artinya, bukti ilmiahnya baik tetapi belum sekuat tingkat A.
FOHAI menempatkan herbal sebagai pelengkap obat konvensional, atau pilihan saat obat tersebut tidak bisa diberikan. Jadi, meski sering masuk daftar obat kolesterol alami, bawang putih lebih tepat menjadi bagian dari pola makan sehat bersama saran dokter.
Kandungan Bawang Putih dan Cara Kerjanya pada Lemak Darah
Saat siung bawang putih dipotong atau dihancurkan, terbentuk allicin, senyawa yang memberi bau tajam sekaligus sifat obatnya, menurut MSD Manual. FOHAI menyebut efeknya pada lemak darah diduga berasal dari senyawa sulfur dialil disulfida dan trisulfida, yang menghambat enzim HMG-CoA reduktase di hati serta meningkatkan pembuangan garam empedu lewat tinja. Enzim yang sama menjadi sasaran obat golongan statin, yang menurut PERKENI mengurangi pembentukan kolesterol di hati.
Ini penting karena kolesterol LDL berlebih bisa menumpuk menjadi plak di dinding arteri. Menurut MedlinePlus, penumpukan yang disebut aterosklerosis ini bisa berujung pada serangan jantung atau stroke.
Seberapa Besar Efeknya Menurut Penelitian?
Ringkasan angka dari FOHAI dan PERKENI berikut membantu Anda menimbang harapan secara realistis.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Bawang putih bisa membantu menurunkan kolesterol dalam jumlah kecil, sementara obat yang diresepkan dokter bekerja jauh lebih kuat pada LDL. Angka penurunan trigliserida dalam meta-analisis tersebut juga hanya berlaku untuk bentuk serbuk.
Cara Konsumsi Bawang Putih yang Aman
Kebiasaan berikut membantu Anda memanfaatkan bawang putih dengan risiko yang kecil:
Jadikan bumbu masakan rendah lemak. Pakai bawang putih untuk tumis sayur dengan sedikit minyak, pepes ikan, atau sup bening. PERKENI menilai pengurangan lemak jenuh berdampak besar pada LDL, jadi cara memasak ikut menentukan hasilnya.
Geprek atau cincang sebelum dimasak. Allicin baru terbentuk saat siung dipotong atau dihancurkan, dan kadar zat aktifnya sangat bervariasi antarbentuk bawang putih, menurut MSD Manual. Karena itu, hasil penelitian tidak bisa langsung disamakan dengan masakan di rumah.
Hindari makan mentah saat perut kosong. FOHAI menyebut umbi segar, ekstrak, atau minyak bawang putih yang dikonsumsi saat perut kosong bisa menimbulkan rasa panas di ulu hati, mual, muntah, dan diare. Salah satu uji klinik dalam FOHAI memberikan umbi segar setelah sarapan, jadi konsumsilah bersama atau sesudah makan.
Perhatikan jumlahnya. Uji klinik dalam FOHAI memakai sekitar 10 gram umbi segar atau 600 sampai 900 mg serbuk per hari. Itu takaran penelitian, sedangkan jumlah yang sesuai untuk Anda perlu dibicarakan dengan dokter. Konsumsi berlebihan bisa memicu mual dan rasa terbakar di mulut hingga lambung, menurut MSD Manual.
Pilih suplemen dengan cermat. Menurut MSD Manual, ekstrak bawang putih tua (aged garlic extract) memiliki senyawa aktif yang lebih stabil. BPOM masih menemukan obat bahan alam ilegal berisi bahan kimia obat, sering dengan nomor izin edar palsu, jadi cek nomornya di situs resmi Cek BPOM atau aplikasi BPOM Mobile.
Siapa yang Perlu Berhati-hati?
Dalam jumlah bumbu, bawang putih kecil kemungkinannya menimbulkan interaksi obat, menurut MSD Manual. NCCIH mencatat efek samping seperti bau napas dan bau badan, nyeri perut, sering buang angin, dan mual. Kelompok berikut perlu berbicara dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen atau bawang putih dalam jumlah besar:
Pengguna obat pengencer darah. FOHAI menyebut bawang putih bisa memperpanjang waktu perdarahan dan tidak boleh diberikan bersama obat antikoagulan dan antitrombotik. NCCIH juga mengingatkan suplemennya bisa meningkatkan risiko perdarahan.
Anda yang akan menjalani operasi atau tindakan gigi. FOHAI mencatat konsumsi dalam jumlah besar meningkatkan risiko perdarahan setelah operasi. MSD Manual menyarankan bawang putih tidak dimakan atau diminum sebagai suplemen sejak 2 minggu sebelum tindakan, jadi sampaikan kebiasaan ini kepada dokter.
Ibu hamil dan menyusui. NCCIH menyebut bawang putih mungkin tidak aman pada masa ini bila jumlahnya melebihi takaran dalam makanan. FOHAI juga meminta kehati-hatian selama kehamilan dan menyusui.
Penderita maag atau gastritis. FOHAI mencatat gastritis sebagai efek samping dan menyebut bawang putih bisa menyebabkan luka atau ulkus lambung. Bila lambung Anda sensitif, hindari bawang putih mentah sebagai obat rumahan.
Pengguna obat diabetes atau obat darah tinggi. Bawang putih bisa menambah efek obat penurun gula darah dan obat penurun tekanan darah, menurut MSD Manual. Akibatnya, gula darah atau tekanan darah bisa turun terlalu rendah.
Orang dengan alergi bawang putih. FOHAI menempatkan alergi ini sebagai kontraindikasi, yaitu kondisi yang membuat herbal tersebut tidak boleh dipakai. NCCIH juga mencatat sebagian orang mengalami reaksi alergi.
Langkah Lain yang Berpengaruh Lebih Besar pada Kolesterol
PERKENI 2021 menempatkan perubahan gaya hidup sebagai terapi tanpa obat untuk dislipidemia. Langkah yang dinilai berdampak besar antara lain:
Mengurangi lemak jenuh dan lemak trans. Keduanya berdampak besar pada penurunan kolesterol total dan LDL, menurut PERKENI. Daftar pantangan kolesterol membantu Anda memilah makanan yang perlu dibatasi.
Memperbanyak sayur, buah, dan serat larut. PERKENI menyarankan buah dan sayur minimal 5 porsi per hari, serat larut 10 sampai 25 gram, dan sterol nabati 2 gram per hari. Pilihan makanan untuk kolesterol tinggi membantu Anda menyusun menu.
Bergerak aktif secara rutin. PERKENI menganjurkan aktivitas intensitas sedang minimal 30 menit, 4 sampai 6 kali seminggu, seperti jalan cepat atau berenang. Kebiasaan ini berdampak besar pada kenaikan kolesterol HDL.
Berhenti merokok. Merokok mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah jantung, menurut PERKENI. Berhenti minimal 30 hari bisa meningkatkan HDL secara bermakna.
Menjaga berat badan serta membatasi alkohol dan gula. Ketiganya berdampak besar dalam menurunkan trigliserida tinggi, menurut PERKENI. NHS juga menyebut kelebihan berat badan dan alkohol sebagai penyebab kolesterol tinggi.
Sebagian orang tetap memerlukan obat di samping pola makan sehat dan olahraga, menurut NHS. Ulasan cara menurunkan kolesterol secara alami dan medis bisa menjadi bekal saat berdiskusi dengan dokter.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?
Kondisi kolesterol tinggi tanpa gejala membuat PERKENI menekankan deteksi dini pada kelompok berisiko. Penapisan dianjurkan khususnya pada laki-laki berusia 45 tahun ke atas, perempuan 55 tahun ke atas, perokok aktif, penderita tekanan darah tinggi, orang dengan HDL rendah, dan mereka yang orang tuanya mengalami penyakit jantung koroner di usia muda.
MedlinePlus menambahkan diabetes tipe 2, berat badan berlebih, dan kurang aktivitas fisik sebagai alasan untuk tes lebih sering. Panduan tes kolesterol berisi gambaran kapan pemeriksaan perlu dilakukan.
Bicarakan juga dengan dokter bila Anda sudah minum obat penurun kolesterol dan ingin menambah bawang putih atau suplemennya. Jangan menghentikan atau mengganti obat sendiri. Periksakan diri pula bila muncul keluhan lambung atau reaksi alergi setelah mengonsumsinya.
Memantau Efek Bawang Putih lewat Cek Lemak Darah
Perubahan akibat bawang putih terjadi di dalam darah dan ukurannya kecil, sehingga tidak terasa. Cara menilainya adalah membandingkan hasil cek lemak darah sebelum dan sesudah Anda mengubah pola makan. PERKENI merekomendasikan empat pemeriksaan untuk penapisan, yaitu kolesterol total, LDL, trigliserida, dan HDL.
Keempatnya tercakup dalam Paket Kolesterol Lengkap di Bumame, dengan LDL yang diukur langsung. Pemeriksaan memakai sampel darah dengan puasa 10 sampai 12 jam sesuai konfirmasi tim Bumame, dan air putih tanpa pemanis tetap boleh diminum. Sampaikan obat, vitamin, dan suplemen yang rutin Anda konsumsi, termasuk suplemen bawang putih. Waktu cek ulang ditentukan bersama dokter, dan hasilnya dibaca sesuai kadar kolesterol normal karena nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter.
Nikmati Bawang Putih sebagai Bagian dari Pola Makan Sehat
Bawang putih tetap layak hadir di dapur Anda. Gunakan sebagai bumbu masakan rendah lemak, nikmati bersama makanan, dan padukan dengan aktivitas fisik serta menu kaya sayur dan buah. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, dan hasil pemeriksaan membantu Anda melihat dampak setiap langkah. Untuk bertanya soal jadwal pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia.
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Panduan Pengelolaan Dislipidemia di Indonesia 2021.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Waspada, BPOM Temukan Kembali 12 Obat Bahan Alam dengan Berbagai Klaim Kesehatan Mengandung Bahan Kimia Obat.
National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). Garlic: Usefulness and Safety.
MSD Manual Consumer Version. Garlic.
NHS. High Cholesterol.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Cholesterol Levels.
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Apakah bawang putih bisa menurunkan kolesterol?
Bisa membantu, tetapi efeknya relatif kecil dan hasil penelitian belum konsisten. Bawang putih lebih tepat menjadi pelengkap pola makan sehat dan pengobatan dokter, bukan pengganti obat penurun kolesterol.
Berapa lama bawang putih dapat membantu menurunkan kolesterol?
Penelitian yang dirangkum Kementerian Kesehatan melaporkan penggunaan dengan median sekitar 12 minggu. Efeknya tidak bisa dinilai hanya dari gejala, sehingga perubahan kadar kolesterol perlu dipantau melalui tes darah.
Bolehkah mengonsumsi bawang putih mentah saat perut kosong?
Sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan rasa panas di ulu hati, mual, muntah, dan diare. Konsumsi bawang putih bersama atau sesudah makan, terutama jika lambung sensitif.
Apakah bawang putih bisa menggantikan obat kolesterol dari dokter?
Tidak. Efek bawang putih terhadap kolesterol umumnya lebih kecil dibandingkan obat seperti statin. Jangan menghentikan atau mengganti obat yang diresepkan dokter tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Siapa yang perlu berhati-hati mengonsumsi suplemen bawang putih?
Pengguna obat pengencer darah, orang yang akan menjalani operasi, ibu hamil atau menyusui, penderita maag, serta pengguna obat diabetes atau tekanan darah tinggi perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen atau bawang putih dalam jumlah besar.
