Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Cegukan Terus-Menerus: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus ke Dokter
Kembali ke Artikel & Berita

Cegukan Terus-Menerus: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus ke Dokter

SBAOthers

Pernah mengalami cegukan terus-menerus sampai kegiatan sehari-hari jadi terganggu? Awalnya mungkin terasa lucu, Anda sedang rapat penting, suasana hening, lalu tiba-tiba terdengar “hik!”. Apalagi, biasanya cegukan akan hilang sendiri dalam beberapa menit saja. 

Namun, jika cegukan sudah muncul sejak kemarin malam dan masih berulang setiap beberapa detik pada hari selanjutnya, ini bisa sangat mengganggu dan membuat khawatir. Tenang dulu, Anda bukan berarti punya penyakit serius. Mari simak penyebab cegukan terus-menerus dan cara mengatasinya lewat artikel berikut ini!

Apa Itu Cegukan Terus-Menerus?

Cegukan muncul saat diafragma, otot berbentuk kubah yang memisahkan rongga dada dari perut, tiba-tiba berkontraksi di sela-sela napas. Udara pun terhisap dengan cepat, lalu celah di antara pita suara menutup mendadak. Dari situlah bunyi cegukan atau "hik" terdengar. 

Iritasi pada saraf yang mengatur diafragma, terutama saraf vagus dan saraf frenikus, adalah pemicu terjadinya cegukan. Sebagian besar cegukan hanya bertahan beberapa menit lalu hilang sendiri. Dokter pun membedakan cegukan berdasarkan lamanya. Cegukan yang berlangsung kurang dari 48 jam masuk kategori cegukan akut atau sementara.

Sedangkan yang berlangsung lebih dari 48 jam disebut cegukan persisten. Bila sudah melewati satu bulan, namanya cegukan intraktabel atau membandel. Jadi, istilah "cegukan terus-menerus" biasanya merujuk pada kelompok persisten dan intraktabel.

Penyebab Cegukan yang Tidak Kunjung Berhenti

Penyebab cegukan terus-menerus sangat beragam, dan pada sebagian orang, penyebab pastinya tidak ditemukan. Secara garis besar, kita bisa mengelompokkan penyebabnya sebagai berikut.

Gangguan Pencernaan

Refluks asam lambung (GERD) termasuk pemicu yang paling sering menyebabkan cegukan. Sebuah ulasan medis menyebut bahwa hingga 80% kasus cegukan persisten berkaitan dengan GERD dan sekitar 10% penderita GERD mengalami gejala cegukan. 

Untuk memahami bedanya dengan maag, Anda bisa mencari tahu terlebih dahulu perbedaan GERD dan maag. Sebuah tinjauan di jurnal kedokteran umum juga menyebut penyakit pada saluran cerna atas sebagai penyebab yang paling memicu cegukan lebih dari 48 jam.

Gangguan Elektrolit dan Metabolisme

Elektrolit adalah mineral dalam darah seperti natrium, kalium, dan kalsium yang membantu saraf dan otot bekerja normal. 

Beberapa laporan menunjukkan bahwa kadar natrium, kalium, atau kalsium yang terlalu rendah bisa memicu cegukan persisten. Hal serupa juga terjadi pada diabetes dan gangguan ginjal, yang membuat zat sisa menumpuk dalam darah.

Obat-obatan

Beberapa obat dapat memicu cegukan, misalnya kortikosteroid seperti deksametason, obat penenang golongan benzodiazepin, sebagian obat kemoterapi, dan opioid. Alkohol juga ikut tercatat sebagai salah satu pemicu cegukan terus-menerus.

Gangguan Saraf, Dada, atau Infeksi

Stroke, penyakit multiple sclerosis, tumor, pneumonia, hingga infeksi seperti herpes zoster pernah dikaitkan dengan cegukan yang berkepanjangan. 

Kondisi ini lebih jarang terjadi, tetapi dokter tetap perlu mempertimbangkannya. Pada beberapa laporan kasus, penyebabnya bahkan bersifat struktural, misalnya kista hati yang membesar dan menekan diafragma. 

Kebiasaan Makan dan Emosi

Makan terlalu banyak atau terlalu cepat, minum minuman bersoda, alkohol, makanan pedas, serta menelan banyak udara bisa memicu cegukan singkat. Stres dan emosi yang kuat, termasuk rasa gembira berlebihan, juga disebut sebagai pemicu umum.

Cara Mengatasi Cegukan Terus-Menerus

Cara mengatasi cegukan bergantung pada berapa lama cegukan berlangsung dan apa penyebabnya. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

Di Rumah

Untuk cegukan yang baru muncul, Anda bisa mencoba beberapa cara sederhana berikut.

  • Tahan napas sebentar.

  • Minum air dingin sedikit demi sedikit.

  • Telan satu sendok gula pasir.

  • Gigit irisan lemon atau cicipi sedikit cuka.

  • Duduk membungkuk sambil menarik lutut ke dada.

  • Bernapas ke dalam kantong kertas (bukan plastik dan jangan sampai menutupi kepala).

Cara-cara ini umum disarankan, tetapi buktinya masih bersifat anekdotal. Artinya, cara-cara ini cukup aman untuk dicoba, tetapi hasilnya tidak selalu sama pada setiap orang. 

Dengan Penanganan Dokter

Jika cegukan sudah berlangsung lebih dari dua hari, dokter biasanya  akan mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu. Bila dokter mencurigai adanya hubungan dengan GERD, dokter bisa memberi obat penurun asam lambung terlebih dahulu.

Jika cegukan tetap ada, dokter dapat meresepkan obat seperti baklofen atau gabapentin. Dokter juga kadang memakai klorpromazin, tetapi obat ini tidak selalu berhasil pada semua orang. Pada kasus yang sangat sulit, dokter dapat melakukan tindakan lain seperti blok saraf.

Kapan Cegukan Bisa Menjadi Tanda Masalah Kesehatan?

Cegukan yang muncul sesekali hampir selalu tidak berbahaya. Namun, Anda perlu lebih waspada ketika cegukan berlangsung lebih dari 48 jam, sering kambuh, dan mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Cegukan terus-menerus atau berkepanjangan bukan sekadar mengeluarkan suara. Orang yang mengalaminya merasa susah tidur, mudah lelah, kesulitan makan, hingga berat badan turun, dan pada kasus tertentu mengalami dehidrasi atau malnutrisi. Dampak ini muncul karena tubuh terus-menerus "tersentak" dan asupan makanan terganggu. 

Anda juga perlu mencermati gejala yang menyertainya. Jika cegukan datang bersama sesak napas, kesulitan menelan atau berbicara, nyeri dada, lemah pada satu sisi tubuh, atau wajah mencong, segera lakukan evaluasi karena kondisi ini bisa berkaitan dengan stroke atau infeksi paru atau pneumonia.

Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebab Cegukan

Karena penyebabnya bisa sangat beragam, dokter biasanya memulai pemeriksaan dari langkah yang paling sederhana. Dokter akan menggali riwayat kesehatan Anda, menanyakan operasi atau tindakan terakhir yang dijalani, obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi, kebiasaan minum alkohol, serta gejala lain yang menyertai.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga mencermati pola waktu munculnya cegukan. Cegukan yang hanya muncul saat Anda terjaga cenderung berkaitan dengan hal fungsional, seperti lambung yang penuh atau refluks. 

Dalam tinjauan medis tentang cegukan kronis, dokter bisa menyarankan pemeriksaan elektrolit dan fungsi ginjal pada setiap pasien dengan cegukan persisten. Serta meminta pemeriksaan lain, seperti kalsium, ureum, kreatinin, dan fungsi hati. Bila diperlukan, dokter akan menambahkan rontgen dada, EKG, endoskopi saluran cerna atas, CT scan, atau MRI. 

Di sinilah pemeriksaan Na, K, Cl di Bumame bisa menjadi salah satu pilihan Anda. Lewat pemeriksaan ini, Anda bisa melihat kadar natrium, kalium, dan klorida di dalam darah Anda. Penting untuk dipahami bahwa pemeriksaan ini membantu Anda melihat apakah keseimbangan elektrolit Anda wajar. 

Pemeriksaan ini tidak mengobati cegukan dan hasilnya tidak bisa berdiri sendiri untuk menyimpulkan penyebabnya. Karena itu, silakan konsultasikan lebih lanjut hasil pemeriksaan Anda kepada dokter. 

Cara Mencegah Cegukan Berulang

Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu Anda mengurangi pemicu munculnya cegukan terus-menerus.

  • Makan perlahan dan tidak dalam porsi berlebihan.

  • Batasi minuman bersoda dan alkohol.

  • Kurangi makanan pedas serta minuman yang sangat panas atau sangat dingin.

  • Hindari mengunyah permen karet atau merokok, karena keduanya membuat Anda menelan lebih banyak udara.

  • Jangan langsung minum sesuatu yang sangat dingin tepat setelah Anda makan makanan panas. 

Kapan harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami cegukan terus-menerus yang berlangsung lebih dari 48 jam. Perhatikan pula jika cegukan sering kambuh dan mengganggu tidur, makan, atau pekerjaan Anda. Konsultasikan jika Anda merasa cegukan mulai muncul setelah memakai obat baru atau setelah menjalani operasi.

Cegukan yang disertai nyeri dada, sesak napas, kesulitan menelan, muntah terus-menerus, atau tanda dehidrasi juga perlu mendapat evaluasi. Jika mengalami gejala seperti wajah mencong, bicara pelo, kelemahan pada satu sisi tubuh, atau sesak napas mendadak, segera datang ke instalasi gawat darurat terdekat. 

Sementara untuk memantau keseimbangan elektrolit tubuh, Anda bisa memilih pemeriksaan Na, K, Cl di Bumame sebagai langkah awal. Hubungi untuk booking layanan sekarang!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Cleveland Clinic — Hiccups

  2. Cole, J. A., & Plewa, M. C. — Singultus

  3. Kohse, E. K., Hollmann, M. W., Bardenheuer, H. J., & Kessler, J. — Chronic Hiccups: An Underestimated Problem

  4. National Health Service — Hiccups

  5. Brañuelas Quiroga, J., Urbano García, J., & Bolaños Guedes, J. — Hiccups: A Common Problem With Some Unusual Causes and Cures

  6. Ando, W., Otsuka, Y., & Otsuka, F. — A Case of Persistent Hiccups Induced by an Enlarging Hepatic Cyst Underneath the Diaphragm

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Berapa lama cegukan dianggap tidak normal?

Cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam disebut cegukan persisten. Kondisi ini perlu diperiksa dokter untuk mengetahui penyebabnya, terutama jika mengganggu tidur, makan, atau aktivitas sehari-hari.

Apakah cegukan terus-menerus pasti pertanda penyakit berat?

Tidak selalu. Cegukan berkepanjangan dapat dipicu oleh refluks asam lambung, efek obat, atau gangguan elektrolit. Pada sebagian kasus, penyebabnya tidak diketahui. Pemeriksaan dokter membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab yang memerlukan penanganan.

Apakah kekurangan elektrolit bisa menyebabkan cegukan terus-menerus?

Bisa. Kadar natrium, kalium, atau kalsium yang rendah dapat berkaitan dengan cegukan persisten. Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan elektrolit untuk membantu mengevaluasi penyebab cegukan yang berkepanjangan.

Apakah menahan napas atau minum air dingin efektif untuk mengatasi cegukan?

Menahan napas sebentar atau minum air dingin sedikit demi sedikit dapat dicoba untuk cegukan sesaat, tetapi bukti efektivitasnya masih terbatas. Jika cegukan berlangsung lebih dari 48 jam, periksakan diri ke dokter.

Bolehkah minum obat untuk mengatasi cegukan terus-menerus?

Jangan mengonsumsi obat cegukan tanpa arahan dokter. Obat seperti baklofen, gabapentin, atau klorpromazin hanya digunakan berdasarkan evaluasi medis karena memiliki potensi efek samping dan perlu disesuaikan dengan penyebabnya.