Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Eosinofil: Pengertian, Fungsi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Eosinofil: Pengertian, Fungsi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

SBAOthers

Pernah mendapatkan hasil pemeriksaan darah dengan kadar eosinofil (eosinophils) di atas normal? Kondisi ini bisa berkaitan dengan alergi, infeksi parasit, atau masalah kesehatan tertentu. 

Eosinophils sendiri termasuk salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam respons kekebalan tubuh. Mengenali fungsi dan penyebab perubahan kadarnya dapat membantu Anda memahami kondisi kesehatan dengan lebih baik.

Apa Itu Eosinofil?

Tubuh memiliki beberapa jenis sel darah putih atau leukosit yang berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Salah satunya adalah eosinofil, yaitu sel yang membantu tubuh merespons reaksi alergi dan melawan infeksi parasit, seperti cacing.

Eosinophils diproduksi di sumsum tulang, kemudian beredar melalui aliran darah dan dapat masuk ke jaringan tubuh tertentu. Sel ini bekerja dengan melepaskan zat yang membantu melawan parasit serta mengatur respons peradangan ketika tubuh menghadapi ancaman.

Selain membantu melindungi tubuh, sel tersebut juga berperan dalam beberapa kondisi alergi, seperti penyakit kronis asma. Namun, jika jumlahnya terlalu tinggi, aktivitas eosinophils dapat memicu peradangan berlebihan dan merusak jaringan tubuh.

Fungsi Eosinofil bagi Tubuh

Eosinophils memiliki beberapa fungsi penting dalam sistem kekebalan tubuh. Berikut penjelasannya.

  • Merespons reaksi alergi: Sel ini memiliki peran penting dalam respons kekebalan tubuh terhadap alergen, seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan. Sel ini juga dapat terlibat dalam peradangan yang menyertai kondisi alergi, seperti asma. 

  • Melawan infeksi parasit: Eosinofil juga membantu tubuh melawan parasit, terutama cacing. Sel ini melepaskan protein dan zat tertentu yang dapat merusak parasit sebagai bagian dari mekanisme pertahanan tubuh. 

  • Mengatur proses peradangan: Bukan hanya melawan infeksi, tapi sel juga terlibat dalam proses peradangan dengan melepaskan berbagai zat kimia yang memengaruhi aktivitas sel kekebalan tubuh lainnya. 

  • Mendukung respons kekebalan tubuh: Terakhir, eosinophils berinteraksi dengan sel-sel kekebalan lainnya untuk membantu mengatur respons tubuh terhadap berbagai ancaman. Peran ini membuat eosinofil menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pertahanan tubuh.

Gejala Eosinofil Tidak Normal 

Ketika kadar eosinofil tinggi, tubuh dapat menunjukkan gejala yang berkaitan dengan alergi, infeksi parasit, atau peradangan. Berikut beberapa gejala yang perlu diperhatikan.

  • Kulit gatal dan ruam: Kulit dapat terasa gatal, kemerahan, atau mengalami pembengkakan jika peningkatan eosinophils berkaitan dengan reaksi alergi atau gangguan kulit tertentu.

  • Batuk dan sesak napas: Jika sel-sel tersebut memicu peradangan pada saluran pernapasan atau paru-paru, seseorang dapat mengalami batuk, napas berbunyi mengi, hingga sesak napas.

  • Sakit perut dan gangguan pencernaan: Peradangan yang melibatkan saluran pencernaan dapat menyebabkan sakit perut, mual, muntah, atau keluhan lainnya, bergantung pada kondisi yang mendasarinya.

  • Mudah lelah: Peningkatan yang berkaitan dengan kondisi medis tertentu dapat disertai rasa lemas atau kelelahan yang tidak biasa.

  • Demam: Demam dapat muncul apabila perubahan kadar dalam sel berkaitan dengan infeksi atau kondisi peradangan tertentu.

Sementara itu, kadar eosinofil rendah umumnya malah tidak menimbulkan gejala khusus. Kondisi ini sering diketahui melalui pemeriksaan darah dan dapat berkaitan dengan penggunaan obat kortikosteroid atau peningkatan hormon kortisol.

Perlu diingat, gejala-gejala tersebut tidak selalu menandakan kadar eosinophils yang tidak normal. Dokter perlu mempertimbangkan keluhan, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan darah untuk menentukan penyebabnya. Jika mengalami sesak napas berat atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis.

Penyebab Eosinofil Tinggi 

Berikut beberapa penyebab eosinophils meningkat yang perlu Anda ketahui, agar bisa lebih waspada.

1. Alergi

Reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, makanan, atau bulu hewan dapat meningkatkan jumlah eosinophils dalam darah. Kondisi seperti rinitis alergi dan peradangan kulit atau eksim juga dapat memicu peningkatan sel ini sebagai bagian dari respons kekebalan tubuh.

2. Asma

Pada sebagian penderita asma, sel-sel ini memiliki peran dalam menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan. Jika jumlah atau aktivitasnya meningkat, peradangan dapat memburuk dan menimbulkan gejala seperti batuk, sesak napas, serta napas berbunyi mengi.

3. Infeksi Parasit

Infeksi parasit, terutama cacing yang menyerang atau berpindah melalui jaringan tubuh, dapat merangsang peningkatan eosinofil. Kemudian, sel darah putih ini membantu tubuh melawan parasit sebagai bagian dari mekanisme pertahanan tubuh.

4. Reaksi Terhadap Obat-Obatan

Beberapa jenis obat dapat memicu reaksi kekebalan tubuh yang menyebabkan kadar sel-sel dalam sarah putih ikut meningkat. Namun, reaksi ini dapat muncul dengan atau tanpa gejala lain, seperti ruam dan gatal pada kulit.

5. Penyakit Autoimun dan Peradangan

Penyebab yang berikutnya adalah terjadinya gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti vaskulitis dan penyakit radang usus. Pada kondisi ini, respons kekebalan tubuh yang tidak normal dapat memicu peradangan pada jaringan atau organ tertentu, termasuk sel-sel yang terkandung dalam darah putih.

6. Gangguan Darah dan Kanker Tertentu

Dalam kasus yang lebih jarang, eosinofil dengan kadar tinggi dapat disebabkan oleh gangguan sumsum tulang atau kanker darah. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh memproduksi eosinofil secara berlebihan.

7. Faktor Genetik

Terakhir, penderita mengalami perubahan genetik tertentu yang diwariskan dari orang tua, sehingga membuat kadar sel-sel dalam darah putih ikut meningkat. Namun, kondisi ini relatif jarang dibandingkan penyebab lainnya.

Diagnosis dan Pemeriksaan Eosinofil 

Eosinofilia atau eosinophilia adalah kondisi ketika kadar eosinophils dalam darah lebih tinggi dari batas normal. Kondisi ini biasanya diketahui melalui pemeriksaan darah rutin yang disebut hitung darah lengkap (complete blood count atau CBC) dengan hitung diferensial sel darah putih. 

Pemeriksaan tersebut membantu dokter mengetahui jumlah berbagai jenis sel darah putih, termasuk eosinophils. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar lebih tinggi dari normal, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui penyebabnya. 

Jenis pemeriksaan akan disesuaikan dengan gejala, riwayat kesehatan, dan kondisi pasien. Dengan begitu, dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai berdasarkan penyebab peningkatan sel-sel di dalam darah putih.

Cara Mengatasi Eosinofil Tinggi 

Cara mengatasi eosinophils dengan kadar tinggi perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Secara umum, berikut beberapa pilihan penanganan eosinofilia.

1. Pengamatan 

Pada kasus eosinofilia ringan tanpa gejala atau tanda gangguan organ, dokter dapat menyarankan pemantauan melalui pemeriksaan darah secara berkala.

2. Menghentikan Obat Pemicu

Jika peningkatan disebabkan oleh reaksi terhadap obat tertentu, dokter dapat mengevaluasi penggunaan obat tersebut. Serta dapat menyarankan penghentian atau penggantian jika diperlukan.

3. Mengatasi Alergi

Jika eosinofilia berkaitan dengan asma, eksim, atau alergi, dokter dapat memberikan atau menyesuaikan pengobatan untuk mengendalikan kondisi tersebut.

4. Mengobati Infeksi

Jika penyebabnya adalah infeksi parasit, dokter dapat memberikan obat antiparasit. Obat harus sesuai dengan jenis infeksi yang ditemukan.

5. Pemberian Obat Steroid

Pada kondisi tertentu, seperti sindrom hipereosinofilik, dokter dapat meresepkan kortikosteroid. Tujuannya untuk membantu mengendalikan peradangan dan menurunkan jumlah eosinofil.

Cara Menjaga Kadar Eosinofil 

Selain pengobatan, ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko eosinofilia akibat alergi atau infeksi parasit. Anda dapat menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencuci buah serta sayuran sebelum dikonsumsi.

Selain itu, pastikan daging dan makanan laut matang sempurna, serta menghindari alergen yang diketahui memicu reaksi alergi. 

Jika obat tertentu diduga menjadi pemicu, konsultasikan dengan dokter sebelum menghentikan atau mengganti penggunaannya. Meski begitu, langkah-langkah tersebut tidak dapat mencegah semua penyebab eosinofilia.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar eosinofil di atas atau di bawah batas normal, terutama jika disertai keluhan seperti ruam kulit, gatal berkepanjangan, batuk, sesak napas, atau gangguan pencernaan. 

Dokter akan mengevaluasi gejala dan riwayat kesehatan untuk mencari penyebab perubahan kadar yang ada dalam sel. Apabila Anda mengalami sesak napas berat, segera dapatkan pertolongan medis. 

Kemudian, untuk membantu mengevaluasi kadar eosinofil dalam darah, Anda dapat mempertimbangkan pemeriksaan Eosinofil Absolut di Bumame. Pemeriksaan ini menilai jumlah eosinofil absolut dalam darah sebagai salah satu parameter untuk membantu dokter mengevaluasi kondisi tersebut. 

Konsultasikan hasil pemeriksaan dengan dokter agar dapat diinterpretasikan sesuai kondisi kesehatan. Sehingga, jika mendapat evaluasi lebih lanjut, dokter dapat menyarankan penanganan yang lebih tepat.

Jaga Kesehatan dengan Mengenali Kadar Eosinofil!

Eosinofil adalah sel darah putih yang berperan dalam melawan parasit dan merespons alergi. Jika kadarnya tidak normal, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Melakukan pemeriksaan Eosinofil Absolut di Bumame pun dapat menjadi pilihan. Sehingga, kadar eosinofil dalam darah bisa mendapat evaluasi!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Siloam Hospitals — Mengenal Eosinofil: Kadar, Gangguan, dan Fungsinya

  2. Cleveland Clinic — Eosinofilia

  3. MedlinePlus — Eosinophilic Disorders

  4. MedlinePlus — Eosinophil Count - Absolute

  5. HonestDocs — Eosinofil Tinggi: Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

  6. Apollo Hospitals — Eosinofilia: Definisi, Penyebab, Gejala, Pengobatan & Pencegahan

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa itu eosinofil?

Eosinofil adalah jenis sel darah putih yang berperan dalam melawan infeksi parasit, merespons alergi, dan mengatur peradangan dalam tubuh.

Apa penyebab eosinofil tinggi?

Eosinofil tinggi dapat disebabkan oleh alergi, asma, infeksi parasit, reaksi terhadap obat-obatan, penyakit autoimun, peradangan, gangguan darah, kanker tertentu, atau faktor genetik.

Apa gejala eosinofil tinggi?

Gejalanya bergantung pada penyebab yang mendasari, seperti kulit gatal, ruam, batuk, sesak napas, gangguan pencernaan, kelelahan, atau demam. Sebagian orang tidak mengalami gejala khusus.

Bagaimana cara mengetahui kadar eosinofil dalam darah?

Kadar eosinofil dapat diketahui melalui pemeriksaan darah lengkap dengan hitung diferensial sel darah putih atau pemeriksaan Eosinofil Absolut. Hasilnya perlu dievaluasi bersama dokter.

Bagaimana cara mengatasi eosinofil tinggi?

Penanganan eosinofil tinggi disesuaikan dengan penyebabnya. Dokter dapat menyarankan pemantauan berkala, penyesuaian obat pemicu, pengobatan alergi, obat antiparasit, atau kortikosteroid pada kondisi tertentu.