Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Infeksi Ginjal: Kenali Gejala, Penyebab, hingga Pengobatan
Kembali ke Artikel & Berita

Infeksi Ginjal: Kenali Gejala,dan Penyebab

Bumame Editor

Demam yang tak kunjung reda dan nyeri pinggang yang menjalar setiap kali bergerak sebaiknya tidak Anda sepelekan sebagai gejala kecapekan biasa. Apalagi jika sudah terjadi beberapa hari. Kombinasi gejala seperti ini bisa jadi pertanda infeksi ginjal yang diam-diam sedang berkembang. Bila benar, kondisi ini tidak bisa reda sendiri.

Dengan menyadari rasa tersebut, Anda sudah mengenali tanda-tandanya. Sekarang, mari kita bahas penyebab dan faktor risiko yang mungkin menjadi akarnya. Artikel ini akan membahas secara runtut, mulai dari gejala yang sering terjadi, cara dokter memastikan diagnosis, hingga langkah pencegahannya.

Apa Itu Infeksi Ginjal?

Infeksi ginjal, atau istilah medisnya pielonefritis, adalah kondisi ketika bakteri menyerang ginjal dan menimbulkan peradangan. Kondisi tersebut masih termasuk infeksi saluran kemih (ISK) karena ginjal merupakan bagian dari saluran kemih bagian atas.

Pielonefritis umumnya disebabkan oleh bakteri yang berpindah dari anus ke uretra (saluran kemih bawah tempat keluarnya urin dari tubuh) lalu naik ke saluran kemih atas hingga ginjal. Naiknya bakteri tersebut dapat disebabkan oleh Infeksi saluran kemih bawah yang tidak tepat ditangani atau infeksi berulang. Penyebab lain pielonefritis adalah infeksi dari organ lain yang menyebar melalui aliran darah hingga mencapai ginjal.

Pielonefritis dapat mempengaruhi fungsi ginjal secara umum, resiko yang dihadapi dapat menjadi lebih berat dan kompleks mengingat ginjal merupakan salah satu organ vital.

Apa Penyebab Infeksi Ginjal?

Bakteri yang sering menjadi penyebab infeksi saluran kemih adalah Escherichia coli (E. coli). Bakteri ini habitat aslinya ada di usus.

Jadi, jalur penyebaran yang paling umum seperti ini: bakteri dari usus bagian bawah menempel di area sekitar lubang kencing (uretra), kemudian merambat naik melewati uretra, masuk ke kandung kemih, dan akhirnya sampai ke ginjal. 

Untuk infeksi saluran kemih yang tergolong nonkomplikata (tanpa penyebab lain), sekitar 70-95% kasus penyebabnya adalah E. coli. Sedangkan, untuk kasus lain yang komplikata, bakteri penyebabnya bisa beragam, termasuk Klebsiella, Proteus, Enterobacter, Pseudomonas aeruginosa, Enterococci, dan Staphylococcus aureus.

Faktor Risiko Infeksi Ginjal

Memahami kondisi yang memicu peradangan sangat penting untuk tindakan pencegahan nantinya. Faktor risiko penyakit ginjal (pielonefritis) berkaitan dengan beberapa hal yang memudahkan bakteri naik ke ginjal atau betah di saluran kemih. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.

  • Urin yang tersumbat atau tidak lancar mengalir.

  • Refluks vesikoureter, kondisi urin yang seharusnya mengalir satu arah (dari ginjal ke kandung kemih) justru mengalir balik ke ginjal.

  • Pemakaian kateter urin dalam jangka waktu lama.

  • Kelainan bentuk atau fungsi saluran kemih.

  • Gagal ginjal akut maupun kronis.

  • Diabetes.

  • Daya tahan tubuh yang lemah.

Faktor-faktor tersebut mungkin terjadi satu saja atau terjadi beberapa secara bersamaan. Kombinasi dari beberapa faktor berpotensi mempercepat kolonisasi bakteri di jaringan ginjal. 

Selain faktor medis, terdapat pula populasi tertentu yang memiliki kerentanan lebih tinggi. Beberapa kelompok orang juga secara alami lebih rentan terkena infeksi ginjal, di antaranya adalah:

  • ibu hamil, 

  • anak-anak,

  • penderita kelainan bawaan saluran kemih,

  • individu dengan refluks vesikoureter,

  • memiliki riwayat transplantasi ginjal, dan

  • orang yang sering mengalami gangguan berkemih atau ISK berulang.

Pada anak-anak, risiko semakin tinggi jika ada sumbatan, refluks, atau gangguan kandung kemih akibat masalah saraf (kandung kemih neurogenik). Deteksi dini dan penanganan infeksi saluran kemih yang tuntas pada kelompok rentan sangat diperlukan untuk mencegah timbulnya jaringan parut permanen di ginjal.

Apa Saja Gejala Infeksi Ginjal?

Mengenali tanda atau gejala pielonefritis sejak awal sangatlah penting agar penanganan bisa dilakukan sebelum kondisinya memburuk. Berbeda dengan infeksi saluran kemih biasa yang gejalanya berpusat di kandung kemih saja, pielonefritis cenderung menunjukkan respons tubuh yang lebih menyeluruh. Gejala khas infeksi ginjal meliputi:

  • demam;

  • pegal atau nyeri dibagian pinggang belakang;

  • menggigil;

  • mual dan muntah;

  • badan terasa lemas;

  • Gejala di saluran kemih bawah, seperti nyeri saat buang air kecil (disuria), lebih sering kencing, atau selalu merasa ingin buang air kecil.

Kemenkes menegaskan bahwa gejala paling umum pada pielonefritis akut adalah demam dan nyeri pinggang. Pada sebagian pasien, gejala infeksi saluran kemih bagian bawah (nyeri saat kencing) muncul terlebih dahulu. Kemudian, berkembang menjadi pielonefritis.

Sementara, pada anak-anak, gejalanya sering kali tidak sejelas itu. Pada anak, biasanya hanya demam saja tanpa sebab yang lebih jelas, sehingga pemeriksaan urin menjadi sangat penting untuk mempertimbangan diagnosisnya.

Baca Juga: Urine Berbusa sebagai Tanda Gangguan Ginjal

Apa Komplikasi Infeksi Ginjal Jika Tidak Diobati?

Pielonefritis bukanlah jenis penyakit yang bisa sembuh sendiri dengan penanganan mandiri di rumah. Tanpa intervensi antibiotik yang tepat, infeksi yang merambah ke ginjal berisiko memicu serangkaian komplikasi berbahaya, antara lain:

  • kerusakan jaringan ginjal;

  • jaringan parut permanen pada ginjal;

  • urosepsis, yaitu infeksi berat yang menyebar ke seluruh tubuh lewat darah yang memicu reaksi sistem kekebalan tubuh;

  • abses (kumpulan nanah) di ginjal atau di sekitar ginjal;

  • penurunan fungsi ginjal.

Ketika bakteri berhasil menginvasi ginjal, tubuh akan merespons dengan peradangan yang cukup kuat. Peradangan inilah yang akan meninggalkan bekas luka permanen pada jaringan ginjal. 

Rekomendasi Pemeriksaan untuk Kesehatan Ginjal Anda

1. Medical Check-Up Fungsi Ginjal

Jika Anda sedang merasakan gejala-gejala tersebut, melakukan pemeriksaan menyeluruh adalah langkah awal yang paling bijak. Paket Fungsi Ginjal bisa menjadi solusi klinis yang komprehensif. Paket seharga mulai dari Rp225.000 ini memadukan pemeriksaan ureum, kreatinin + eGFR, asam urat, hingga urin lengkap.

2. Medical Check-Up Urine Rutin

Paket ini cocok menjadi pilihan apabila Anda mengalami ketidaknyamanan saat buang air kecil. Tes urin rutin ini dapat dilakukan dengan biaya mulai dari Rp65.000 dan dianjurkan secara berkala, termasuk satu tahun sekali. Pemeriksaan sampel urin dapat membantu mendeteksi adanya infeksi saluran kemih bawah, sehingga kondisi dapat diketahui lebih awal sebelum infeksi berisiko berkembang hingga ke ginjal.

3. Medical Check-Up Kreatinin

Tes kreatinin sangat penting untuk Anda yang pernah mengalami infeksi saluran kemih  berulang atau masalah metabolisme lainnya. Medical Check-Up Kreatinin merupakan pemeriksaan darah yang berfokus mengukur kadar sisa metabolisme tubuh. Hasil pemeriksaannya adalah gambaran pasti tentang kebersihan dan efisiensi ginjal dalam menyaring darah. Tes ini berada di harga mulai dari Rp65.000.

Cara Mendiagnosis Infeksi Ginjal

Dokter biasanya memulai dengan menggali riwayat keluhan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik langsung. Setelah itu, langkah berikutnya adalah pemeriksaan urin. Dari pemeriksaan urin, tanda ginjal bermasalah akan mudah terlihat.

Terdapat dua jenis tes fungsi ginjal dan pemeriksaan urin yang menjadi andalan, yaitu:

  • Urinalisis, tes urin sederhana untuk mendeteksi tanda peradangan atau infeksi.

  • Kultur urin atau proses menumbuhkan sampel urin di laboratorium untuk mengetahui jenis bakteri sekaligus untuk menentukan antibiotik mana yang paling ampuh melawan bakteri.

selain pemeriksaan urin, dokter juga bisa melakukan tes darah untuk melihat apakah ada tanda infeksi lain yang dapat menjadi penyebab sekunder penurunan fungsi ginjal. Selanjutnya, USG biasanya diperlukan bila ada kecurigaan komplikasi, sumbatan, atau kelainan bentuk pada saluran kemih.

Cara Mencegah Infeksi Ginjal

Pencegahan pielonefritis pada dasarnya berfokus pada dua hal, yaitu mencegah bakteri naik dari kandung kemih ke ginjal dan menekan faktor-faktor risiko. Beberapa langkah yang bisa Anda terapkan sehari-hari, antara lain:

  • mencukupi kebutuhan cairan,

  • hindari menahan kencing,

  • menjaga kebersihan area kelamin,

  • biasakan buang air kecil setelah berhubungan seksual,

  • segera obati ISK sebelum menjalar ke ginjal.

Bagi kelompok dengan risiko tinggi, cara menjaga kesehatan ginjal perlu ditambah dengan menangani akar masalahnya. Bisa dengan memperbaiki kelainan struktur saluran kemih, membatasi pemakaian kateter (bila memang tidak perlu), serta memantau lebih ketat bila mengalami ISK berulang.

Perlunya Sikap Waspada terhadap Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal memang bermula dari hal yang tampak sepele atau gejala yang sering terjadi seperti demam atau nyeri pinggang. Namun, seperti yang sudah kita bahas di atas, kondisi ini bisa berkembang menjadi lebih serius jika terus-menerus disepelekan. 

Mengenali gejalanya sudah sangat bagus, namun langkah terbaik masih tetap menyegerakan memeriksakan diri begitu tanda-tanda tersebut muncul. Apabila Anda ingin memastikan kondisi ginjal dalam keadaan baik, panduan cek kesehatan ginjal ini bisa menjadi titik awal investigasi sebelum masalah semakin berkembang.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

SUMBER:

  1. Kemenkes. (2025). PEDOMAN NASIONAL PELAYANAN KLINIS TATALAKSANA INFEKSI SALURAN KEMIH.

  2. LAUI. (2021). Tata Laksana Infeksi Saluran Kemih dan Genitalia Pria 2020.

  3. StatPearl. (2024). Acute Pyelonephritis.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu infeksi ginjal?

Infeksi ginjal atau pielonefritis adalah infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan pada ginjal. Kondisi ini termasuk infeksi saluran kemih karena ginjal merupakan bagian dari saluran kemih bagian atas.


Apa saja tanda yang perlu diwaspadai?

Tanda yang umum meliputi demam, menggigil, nyeri pada pinggang atau punggung, mual, muntah, serta keluhan saat buang air kecil.

Bagaimana infeksi ginjal bisa terjadi?
Infeksi ginjal umumnya terjadi ketika bakteri dari saluran kemih masuk ke kandung kemih dan kemudian naik hingga ke ginjal.
Bagaimana infeksi ginjal didiagnosis?

Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan urine dan, bila diperlukan, pemeriksaan darah atau pemeriksaan penunjang lainnya sesuai kondisi pasien.

Bagaimana cara mengurangi risiko infeksi ginjal?

Cukupi kebutuhan cairan, jangan menahan buang air kecil, jaga kebersihan area genital, dan tangani infeksi saluran kemih sesuai anjuran dokter.