Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Jerawat di Hidung: Penyebab dan Cara Mengatasinya Sesuai Jenisnya
Kembali ke Artikel & Berita

Jerawat di Hidung: Penyebab dan Cara Mengatasinya Sesuai Jenisnya

SBATips Kesehatan

Saat bercermin, Anda mungkin melihat titik-titik gelap di cuping hidung atau benjolan merah di ujung hidung yang nyeri saat tersentuh. Dorongan pertama biasanya sama, yaitu memencetnya agar cepat hilang.

Bintik di hidung bisa berasal dari komedo, filamen sebasea yang sebenarnya normal, rosacea, atau infeksi di dalam lubang hidung. Cara merawatnya berbeda, sehingga mengenali bentuknya membantu Anda memilih langkah yang aman.

Artikel ini membahas penyebab, ciri tiap jenis bintik, risiko memencet, dan cara merawatnya.

Apa yang Membuat Hidung Mudah Berjerawat?

Jerawat atau acne vulgaris adalah gangguan pada folikel rambut, yaitu kantong kecil di kulit tempat rambut halus tumbuh. Menurut Kemenkes, bentuknya beragam, dari komedo tertutup dan terbuka hingga benjolan besar di bawah kulit.

Hidung termasuk zona T, yaitu area berbentuk huruf T dari dahi turun ke hidung. Cleveland Clinic menyebut area ini cenderung punya pori dan kelenjar sebasea (kelenjar minyak) yang lebih besar dibanding bagian wajah lain. Ketika minyak kulit atau sebum bercampur dengan sel kulit mati, pori lebih mudah tersumbat dan membentuk komedo. Banyak penyebab jerawat lain berlaku untuk seluruh wajah.

Kebiasaan dan Kondisi yang Memicu Jerawat di Hidung

Kemenkes mencatat beberapa pemicu jerawat yang juga berlaku untuk area hidung:

  • Kulit berminyak. Kulit berminyak termasuk faktor risiko komedo. Mengeringkan hidung dengan produk keras justru bisa merugikan, karena PERDOSKI menyebut kulit yang kekurangan air bisa membuat lapisan luarnya makin berminyak.

  • Perubahan hormon dan stres. Hormon berperan dalam munculnya jerawat pada masa remaja, dan stres juga tercatat sebagai pemicu. Bila jerawat sering muncul saat banyak tekanan, cara mengelola stres yang sehat bisa membantu.

  • Kosmetik yang tidak cocok. Penggunaan kosmetik yang salah termasuk pemicu jerawat. PERDOSKI menambahkan bahwa produk wajah beralkohol dan pelembap bertekstur pekat bisa membuat kulit lebih berminyak.

  • Tangan yang sering menyentuh hidung. Tangan yang kotor bisa membawa kuman ke wajah. MSD Manual juga menyebut kebiasaan mengorek hidung dan membuang ingus berlebihan, misalnya saat pilek atau rinitis alergi kambuh, bisa memicu infeksi di bukaan hidung.

Bentuk Bintik dan Benjolan yang Bisa Muncul di Hidung

Berikut lima bentuk yang bisa Anda amati:

1. Titik Hitam pada Permukaan Pori

Titik hitam yang sedikit menonjol di mulut pori umumnya adalah komedo terbuka. Kemenkes menyebut komedo berupa benjolan kecil yang teraba saat disentuh, tanpa peradangan dan tanpa nanah. Warnanya gelap karena sumbatan minyak dan sel kulit mati di permukaan pori terpapar udara, sehingga tampak seperti titik kotoran.

2. Titik Kecil Rata Berwarna Abu-Abu

Titik yang rata dan lebih pucat, berwarna abu-abu, cokelat muda, atau kekuningan, bisa jadi adalah filamen sebasea. Cleveland Clinic menjelaskan filamen ini sebagai struktur tipis seperti benang yang melapisi kelenjar minyak dan merupakan bagian normal kulit. Pori dengan filamen tidak tersumbat, sehingga minyak tetap bisa mengalir ke permukaan kulit.

3. Benjolan Merah Kecil atau Bintil Bernanah

Pori yang tersumbat bisa meradang menjadi papula, yaitu benjolan merah kecil, atau pustula, yaitu bintil berisi nanah. Kemenkes mencatat keduanya sebagai tanda jerawat.

4. Kemerahan Menetap disertai Bintil

Kemerahan yang tidak kunjung hilang di hidung dan pipi, disertai bintil merah muda atau merah, bisa mengarah ke rosacea. NHS menyebut rosacea sebagai kondisi kulit jangka panjang yang umumnya mengenai wajah. Gejala lainnya berupa wajah yang mudah memerah, rasa perih saat terkena air atau produk perawatan, dan pembuluh darah kecil yang tampak di kulit.

Bintilnya kadang berisi cairan kekuningan sehingga mirip jerawat, dan setelah bertahun-tahun kulit hidung bisa menebal. Gejala rosacea bisa memburuk karena alkohol, minuman panas, makanan pedas, sinar matahari, suhu panas atau dingin, olahraga aerobik, atau stres.

5. Benjolan Nyeri di Dalam Lubang Hidung

Jerawat yang terasa nyeri tepat di dalam lubang hidung bisa berasal dari infeksi ringan di bukaan hidung atau vestibulitis nasal. Menurut MSD Manual, infeksi ini memunculkan jerawat di pangkal rambut hidung dan penyebabnya biasanya bakteri Staphylococcus. Keluhannya bisa berupa kerak di lubang hidung, kemerahan, bengkak, dan nyeri.

Saat kerak terlepas, hidung bisa sedikit berdarah seperti mimisan ringan. Infeksi yang lebih berat bisa membentuk bisul di dalam hidung, lalu menyebar ke jaringan di bawah kulit ujung hidung yang disebut selulitis.

Perbandingan Ciri Tiap Bintik di Hidung

Ciri berikut bisa Anda amati di cermin.

Jenis

Tampilan

Ciri pembeda

Komedo hitam

Titik gelap di mulut pori, sedikit menonjol

Teraba saat disentuh, tidak merah, tidak bernanah

Filamen sebasea

Titik kecil rata, abu-abu, cokelat muda, atau kekuningan

Normal, terisi lagi dalam 30 hari setelah dipencet

Rosacea

Kemerahan menetap di hidung dan pipi, bintil, pembuluh darah kecil tampak

Mudah memerah dan perih, kambuh oleh pemicu tertentu

Infeksi di lubang hidung atau bisul

Benjolan di dalam lubang hidung, kerak, bengkak

Merah dan nyeri, bisa berdarah saat kerak terlepas

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Mengapa Jerawat di Hidung Sebaiknya Tidak Dipencet?

Memencet jerawat sendiri sering mendorong isinya lebih dalam ke kulit. AAD menjelaskan bahwa hal ini menambah peradangan, sehingga jerawat bisa menjadi lebih nyeri, lebih tampak, dan meninggalkan bekas permanen. Bakteri dari tangan juga bisa masuk dan memicu infeksi.

Kemenkes menyebut memencet komedo bisa membuatnya semakin parah, dan Cleveland Clinic mengingatkan bahwa tekanan kuku saat mengeluarkan filamen sebasea bisa merusak kulit.

Dokter juga memberi perhatian khusus pada infeksi di area hidung. MSD Manual menjelaskan bahwa pembuluh darah balik dari bagian wajah ini mengarah ke otak, sehingga bakteri yang menyebar bisa memicu kondisi serius bernama trombosis sinus kavernosus, yaitu bekuan darah di saluran pembuluh balik dasar otak. Karena itu, benjolan nyeri dan bengkak di hidung lebih aman diperiksakan ke dokter.

Tanda Jerawat di Hidung Perlu Ditangani Dokter

Periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami hal berikut:

  • Benjolan nyeri di dalam lubang hidung. Benjolan yang makin bengkak, merah, atau terus berkerak bisa menandakan infeksi bakteri. Kemerahan yang meluas ke ujung hidung perlu diperiksa lebih cepat, karena MSD Manual menyebut bisul hidung bisa berkembang menjadi selulitis.

  • Kemerahan wajah yang menetap. NHS menganjurkan pemeriksaan bila muncul gejala rosacea. Contohnya wajah yang sering memerah, perih saat memakai produk, atau kulit hidung yang menebal.

  • Keluhan mata bersama kemerahan wajah. Mata nyeri, penglihatan kabur, silau, atau mata merah perlu segera diperiksa. NHS menyebut keluhan ini bisa menjadi tanda keratitis, yaitu peradangan selaput bening mata.

  • Komedo atau jerawat yang tidak membaik. Kemenkes menyarankan pemeriksaan ke dokter bila komedo tetap muncul meski sudah dirawat. Konsultasi ke dokter kulit juga dianjurkan bila kondisi jerawat membuat Anda khawatir.

Penanganan dari Dokter Sesuai Jenis Benjolannya

Dokter menilai bentuk, letak, dan pola bintik lebih dulu, karena NHS mencatat rosacea bisa mirip jerawat, beberapa jenis dermatitis seperti dermatitis kontak dan dermatitis seboroik, lupus, serta keratosis pilaris. Setelah jenisnya jelas, penanganannya bisa berupa:

  • Komedo dan jerawat meradang. Menurut AAD, dokter kulit bisa melakukan ekstraksi, yaitu mengeluarkan komedo dengan alat steril. Benjolan besar bisa dibuka lalu dikeluarkan isinya, atau disuntik obat golongan kortikosteroid. Untuk membuat filamen tampak lebih kecil, Cleveland Clinic menyebut retinoid (turunan vitamin A) sebagai salah satu pilihan.

  • Rosacea. NHS menyebut pengobatannya bertujuan mengendalikan gejala, karena kondisinya bersifat jangka panjang. Pilihannya berupa krim atau gel resep dan antibiotik yang bisa diberikan selama 6 sampai 16 minggu, dengan rujukan ke dokter kulit bila belum membaik.

  • Infeksi di lubang hidung. MSD Manual menyebut infeksi di bukaan hidung biasanya sembuh dengan salep antibiotik. Bisul hidung umumnya diobati dengan antibiotik minum dan salep, ditambah kompres hangat yang lembap. Bisul yang besar atau tidak membaik dengan antibiotik mungkin perlu dikeluarkan nanahnya oleh dokter.

Suplemen seperti vitamin untuk jerawat sebaiknya dibicarakan dulu dengan dokter. AAD juga mengingatkan bahwa komedo bisa kembali setelah dikeluarkan, jadi perawatan kulit tetap perlu dilanjutkan.

Langkah Harian agar Pori Hidung Tidak Mudah Tersumbat

Kebiasaan berikut dianjurkan Kemenkes, PERDOSKI, dan Cleveland Clinic:

  • Cuci muka dua kali sehari. Gunakan sabun pembersih yang lembut dan berbahan dasar air. Bilas tanpa menggosok hidung terlalu keras.

  • Pilih produk yang ramah pori. Gunakan produk berlabel non-komedogenik, artinya dirancang agar tidak menyumbat pori. Untuk produk yang dijual bebas, periksa apakah produk sudah terdaftar di BPOM dan ikuti aturan pakainya.

  • Tetap pakai pelembap. Hidung yang berminyak tetap membutuhkan pelembap. PERDOSKI menyarankan pelembap yang banyak mengandung air, bebas minyak, dan berbentuk gel atau lotion.

  • Gunakan tabir surya. Kemenkes menyarankan tabir surya wajah dengan SPF 30. Bagi orang dengan rosacea, NHS menganjurkan tabir surya minimal SPF 30 setiap hari dan menghindari pemicu yang sudah dikenali.

  • Batasi plester pori. Cleveland Clinic menyebut plester pori bisa ikut mencabut filamen sebasea. Akibatnya kulit bisa kering dan bakteri penyebab jerawat lebih mudah masuk.

  • Jauhkan tangan dari hidung. Hindari mengorek hidung dan buang ingus dengan lembut seperlunya. Kebiasaan ini membantu menurunkan risiko infeksi di bukaan hidung.

Bila titik hitam di hidung tetap banyak, cara menghilangkan komedo yang aman bisa didiskusikan dengan dokter kulit.

Rawat Hidung dengan Lembut, Periksakan Benjolan yang Tidak Biasa

Komedo dan filamen sebasea bisa dirawat di rumah dengan rutinitas yang lembut dan konsisten. Kemerahan yang menetap dan benjolan nyeri di dalam lubang hidung punya penanganan sendiri, dan dokter bisa membantu menentukan langkahnya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan, termasuk medical check up berkala, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat

  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Komedo dan Cara Menghilangkannya

  3. PERDOSKI — Mengapa Wajah Berjerawat Tetap Butuh Pelembap?

  4. Cleveland Clinic Health Essentials — What It Means When Acne Is on Certain Areas of Your Face

  5. Cleveland Clinic — Sebaceous Filaments: Difference From Blackheads & Treatment

  6. NHS — Rosacea

  7. MSD Manual Consumer Version, Marvin P. Fried, MD — Bacterial Nasal Infections

  8. American Academy of Dermatology — Pimple Popping: Why Only a Dermatologist Should Do It

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apa penyebab jerawat di hidung?

Hidung termasuk zona T yang cenderung memiliki pori dan kelenjar minyak lebih besar. Campuran minyak dan sel kulit mati dapat menyumbat pori. Kosmetik yang tidak cocok, perubahan hormon, stres, dan kebiasaan menyentuh hidung juga dapat memicu jerawat.

Apa bedanya komedo dan filamen sebasea di hidung?

Komedo merupakan sumbatan pori yang tampak sebagai titik gelap dan sedikit menonjol. Filamen sebasea adalah struktur normal kulit yang terlihat sebagai titik kecil rata berwarna abu-abu, cokelat muda, atau kekuningan. Filamen dapat terisi kembali setelah dikeluarkan.

Apakah jerawat di hidung boleh dipencet?

Sebaiknya tidak. Memencet jerawat dapat mendorong isinya lebih dalam, memperparah peradangan, memicu infeksi, dan meninggalkan bekas. Benjolan nyeri atau bengkak di area hidung sebaiknya diperiksa dokter.

Kenapa muncul jerawat sakit di dalam lubang hidung?

Benjolan nyeri di dalam lubang hidung dapat disebabkan oleh infeksi bakteri pada bukaan hidung. Kebiasaan mengorek hidung atau membuang ingus terlalu keras bisa memicu kondisi ini. Periksakan ke dokter jika benjolan membesar, membengkak, atau kemerahan menyebar ke ujung hidung.

Apakah hidung merah berbintil selalu tanda jerawat?

Tidak selalu. Kemerahan menetap di hidung dan pipi yang disertai bintil dapat mengarah ke rosacea. Kondisi ini bisa disertai wajah mudah memerah, rasa perih, dan pembuluh darah kecil yang terlihat, sehingga perlu dinilai dokter.