Pernah merasa sering lelah meski sudah tidur cukup, atau kerap mengalami kesemutan dan sariawan yang tak kunjung sembuh? Banyak orang menganggap keluhan ini sekadar dampak dari kelelahan biasa atau pola hidup yang kurang teratur. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan vitamin B.
Vitamin ini berfungsi untuk mengolah makanan menjadi energi serta menjaga fungsi sistem saraf tetap optimal. Mengingat gejalanya kerap serupa dengan masalah kesehatan lain, sangat penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini agar bisa mengambil langkah penanganan yang tepat.
Apa Itu Kekurangan Vitamin B dan Mengapa Perlu Diperhatikan?
Kekurangan vitamin B adalah kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan atau tidak mampu menyerap salah satu atau beberapa jenis vitamin B dalam jumlah yang cukup untuk menjalankan fungsinya secara optimal.
Vitamin B merupakan kelompok vitamin yang terdiri atas delapan jenis, bukan satu vitamin tunggal. Setiap jenis memiliki fungsi yang berbeda, meskipun semuanya berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Berikut jenis dan fungsinya:
Vitamin B1 (tiamin): membantu tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi dan mendukung fungsi saraf.
Vitamin B2 (riboflavin): membantu produksi energi serta menjaga kesehatan kulit dan mata.
Vitamin B3 (niasin): mendukung metabolisme dan kesehatan kulit serta sistem saraf.
Vitamin B5 (asam pantotenat): berperan dalam proses metabolisme energi.
Vitamin B6 (piridoksin): membantu pembentukan zat kimia di otak, pengolahan protein, dan produksi hemoglobin.
Vitamin B7 (biotin): membantu metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat.
Vitamin B9 (asam folat): penting untuk pembentukan DNA dan sel darah merah, terutama selama kehamilan.
Vitamin B12 (kobalamin): mendukung pembentukan sel darah merah, fungsi saraf, dan produksi DNA.
Sebagian besar vitamin B larut dalam air. Artinya, tubuh tidak menyimpan sebagian besar vitamin ini dalam jumlah besar, sehingga asupan rutin dari makanan sangat diperlukan. Vitamin B12 menjadi pengecualian karena tubuh dapat menyimpannya selama beberapa waktu.
Kekurangan salah satu jenis vitamin B dapat menimbulkan keluhan yang berbeda. Sebagai contoh, kekurangan vitamin B12 dapat mengganggu kesehatan saraf, sedangkan kekurangan folat dapat menyebabkan anemia atau kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat.
Gejala Kekurangan Vitamin B yang Perlu Dikenali
Karena jenisnya yang beragam, tanda-tanda akibat kekurangan vitamin B dapat menunjukkan gejala klinis yang khas dan berbeda satu sama lain. Berikut detailnya!
Mengapa Kekurangan Vitamin B Bisa Terjadi?
Penyebab kekurangan vitamin B bisa karena pola makan, kondisi kesehatan, serta kemampuan tubuh menyerap nutrisi. Berikut beberapa faktor yang perlu diketahui.
1. Pola Makan Kurang Beragam
Jarang mengonsumsi makanan bergizi seimbang dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin B. Sumber makanan yang perlu dikonsumsi yakni daging, ikan, telur, susu, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan biji-bijian utuh.
Secara khusus, sumber vitamin B12 alami banyak ditemukan pada bahan pangan hewani. Bagi yang membatasi produk hewani, vitamin B12 juga dapat diperoleh dari produk pangan yang telah difortifikasi.
2. Menjalani Pola Makan Vegan tanpa Perencanaan yang Tepat
Orang yang tidak mengonsumsi produk hewani memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin B12 jika tidak mendapatkan vitamin ini dari makanan fortifikasi atau suplemen yang sesuai.
3. Gangguan Penyerapan Nutrisi
Beberapa kondisi pada lambung dan usus dapat menghambat penyerapan vitamin B12 atau nutrisi lainnya. Operasi saluran pencernaan dan penyakit tertentu, seperti penyakit celiac, juga dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin.
4. Usia yang Semakin Bertambah
Seiring bertambahnya usia, sebagian orang mengalami penurunan kemampuan menyerap vitamin B12 dari makanan. Oleh karena itu, kebutuhan pemeriksaan perlu dipertimbangkan berdasarkan pola makan, kondisi kesehatan, dan gejala yang dialami.
5. Penggunaan Obat Tertentu
Obat-obatan, termasuk metformin dan obat penekan asam lambung yang digunakan dalam jangka panjang, dapat memengaruhi status vitamin B12 pada sebagian orang. Penggunaan obat sebaiknya tetap mengikuti arahan dokter dan tidak dihentikan sendiri.
6. Kebutuhan Nutrisi Meningkat
Kehamilan dan menyusui meningkatkan kebutuhan nutrisi tertentu, termasuk asam folat. Jika asupan tidak memadai pada periode ini, maka harus mendapat perhatian khusus karena bisa menyebabkan kekurangan vitamin B.
Bagaimana Kekurangan Vitamin B Didiagnosis?
Untuk memastikan penyebab keluhan, dokter biasanya menanyakan gejala yang dialami, pola makan, riwayat kesehatan, serta obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk menilai kondisi tubuh secara umum.
Apabila sering merasa lemas, pucat, atau cepat lelah, pemeriksaan darah juga sangat direkomendasikan. Ini juga bisa menjadi langkah awal yang tepat untuk sekaligus mengevaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Sebagai solusinya, Bumame menyediakan layanan cek Hematologi Lengkap dengan harga Rp125.000. Pemeriksaan ini mencakup evaluasi komponen utama darah, mulai dari sel darah merah, sel darah putih, trombosit, hingga kadar hemoglobin.
Pemeriksaan tersebut membantu memberikan gambaran mengenai kondisi darah, seperti mendeteksi tanda-tanda anemia, infeksi, maupun gangguan kesehatan lainnya.
Namun, untuk memastikan kekurangan vitamin tertentu, dokter tetap perlu melakukan pemeriksaan kadar vitamin secara spesifik sesuai tanda dan gejala yang muncul.
Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin B
Penanganan kekurangan vitamin B disesuaikan dengan jenis vitamin yang kurang, tingkat kekurangan, serta penyebabnya. Berikut pilihan yang dapat dipertimbangkan.
1. Memperbaiki Pola Makan
Mengonsumsi makanan yang beragam merupakan langkah penting untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin B. Pilih sumber protein seperti ikan, telur, daging, dan susu, serta lengkapi dengan sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
2. Menggunakan Suplemen bila Diperlukan
Dokter dapat merekomendasikan suplemen vitamin tertentu jika asupan makanan harian tidak mencukupi atau hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekurangan. Jenis dan dosis suplemen tersebut sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Meski begitu, hindari mengonsumsi suplemen vitamin B dosis tinggi tanpa arahan medis. Sebagai contoh, kelebihan vitamin B6 akibat konsumsi suplemen dosis tinggi dalam jangka panjang justru berisiko menyebabkan gangguan saraf.
3. Menangani Penyebab yang Mendasari
Jika kekurangan vitamin terjadi akibat gangguan penyerapan atau penggunaan obat tertentu, penanganannya perlu mempertimbangkan kondisi tersebut. Pada kasus tertentu, vitamin B12 dapat diberikan melalui suntikan sesuai rekomendasi dokter.
Kebiasaan Sederhana untuk Mencegah Kekurangan Vitamin B
Agar tidak mengalami kekurangan vitamin B, mulailah dengan kebiasaan sehari-hari yang relatif mudah diterapkan, yakni sebagai berikut.
Konsumsi sumber protein, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian agar kebutuhan nutrisi terpenuhi.
Jika menjalani pola makan vegan, pertimbangkan makanan fortifikasi atau suplemen B12 sesuai saran tenaga kesehatan.
Lakukan pemeriksaan bila memiliki faktor risiko.
Hindari mengandalkan suplemen sebagai pengganti pola makan.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?
Pertimbangkan untuk berkonsultasi jika rasa lelah terus berulang, kulit terlihat pucat, sariawan sulit membaik, atau kesemutan berlangsung tanpa penyebab yang jelas. Pemeriksaan juga layak dipertimbangkan jika Anda memiliki pola makan yang berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi atau riwayat gangguan penyerapan.
Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas berat, nyeri dada, pingsan, atau kelemahan yang muncul mendadak. Gejala tersebut tidak boleh dianggap sebagai kekurangan vitamin semata.
Semakin cepat penyebab keluhan diketahui, semakin tepat pula penanganan yang dapat diberikan. Anda tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa tubuh kekurangan vitamin B, tetapi jangan pula mengabaikan gejala yang menetap.
Cegah Kekurangan Vitamin B Sejak Dini
Kekurangan vitamin B dapat memengaruhi energi, pembentukan sel darah merah, kesehatan kulit, dan fungsi saraf. Gejalanya sering kali tidak spesifik sehingga penting untuk tidak langsung menyimpulkan penyebabnya hanya berdasarkan rasa lelah.
Menjaga pola makan seimbang, mengenali faktor risiko, dan melakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan merupakan langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan. Jika keluhan menetap, berkonsultasilah dengan dokter agar penanganannya sesuai.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Health Direct — Vitamin B deficiency
Healthline — Symptoms of Vitamin B Deficiencies
MedlinePlus — Vitamin B Test
News-Medical — Vitamin B Deficiency
Gesund Bund — Vitamin B deficiency
The Permanent Journal — B Vitamins: Functions and Uses in Medicine
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apa ciri-ciri paling umum kekurangan vitamin B?
Ciri-ciri kekurangan vitamin B dapat berupa mudah lelah, tubuh lemas, sariawan, lidah terasa nyeri, bibir pecah-pecah, dan kesemutan. Gejala yang muncul bergantung pada jenis vitamin B yang kurang. Karena keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Apakah kekurangan vitamin B bisa menyebabkan anemia?
Ya. Kekurangan vitamin B12 dan vitamin B9 atau asam folat dapat menyebabkan anemia karena keduanya berperan dalam pembentukan sel darah merah. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti pucat, lemas, dan cepat lelah. Dokter dapat menyarankan pemeriksaan darah untuk membantu mengevaluasi kondisi tersebut.
Apakah kekurangan vitamin B dapat diatasi?
Ya. Penanganan kekurangan vitamin B dapat dilakukan dengan memperbaiki pola makan, menggunakan suplemen sesuai rekomendasi dokter, dan menangani penyebab yang mendasarinya. Jenis serta dosis suplemen perlu disesuaikan dengan vitamin yang kurang dan kondisi pasien. Hindari mengonsumsi suplemen dosis tinggi tanpa arahan medis.
Apa penyebab kekurangan vitamin B?
Kekurangan vitamin B dapat disebabkan oleh pola makan yang kurang beragam, pola makan vegan tanpa sumber vitamin B12 yang memadai, gangguan penyerapan nutrisi, pertambahan usia, penggunaan obat tertentu, serta meningkatnya kebutuhan nutrisi selama kehamilan dan menyusui. Penyebab pastinya perlu dinilai berdasarkan pola makan, riwayat kesehatan, dan gejala yang dialami.
Bagaimana cara mengetahui apakah tubuh kekurangan vitamin B?
Dokter dapat menilai gejala, pola makan, riwayat kesehatan, serta obat atau suplemen yang dikonsumsi. Pemeriksaan darah, termasuk hematologi lengkap, dapat membantu mengevaluasi kondisi darah dan mendeteksi tanda anemia. Namun, untuk memastikan kekurangan vitamin tertentu, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan kadar vitamin secara spesifik.
