Makan siang di sela pekerjaan sering berisi nasi, gorengan, dan segelas es teh manis. Perut kenyang, jadi menu itu terasa cukup. Padahal piring seperti ini biasanya kurang sayur, buah, dan lauk yang beragam, sementara gula dan minyaknya berlebih.
Pola makan sehari-hari ikut menentukan kesehatan jangka panjang. WHO menyebut pola makan sehat membantu melindungi tubuh dari berbagai masalah gizi dan dari penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker.
Panduan berikut membahas Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), contoh pilihan lokal, hal yang perlu dibatasi, dan penyesuaian untuk kebutuhan khusus.
Apa yang Dimaksud Makanan Sehat Bergizi?
Makanan sehat bergizi adalah makanan yang menyediakan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh. Kementerian Kesehatan menyebut pola seperti ini sebagai gizi seimbang. Artinya, makanan sehari-hari beragam jenisnya dan pas porsinya, dibarengi aktivitas fisik, kebiasaan hidup bersih, dan berat badan yang rutin dipantau.
Satu jenis makanan jarang bisa mencukupi semua kebutuhan itu sendirian, jadi prinsip dasarnya adalah keragaman. Sepiring nasi, tempe, sayur bening, dan sepotong pepaya sudah mencakup beberapa kelompok sekaligus.
Prinsip Isi Piringku dari Kemenkes
Isi Piringku adalah panduan porsi makan dari Kementerian Kesehatan untuk menerapkan gizi seimbang di setiap waktu makan. Panduan ini membagi satu piring menjadi dua bagian:
Setengah piring untuk sayur dan buah. Porsi sayur dibuat lebih banyak dari buah, misalnya tumis kangkung dengan beberapa potong pepaya.
Setengah piring untuk makanan pokok dan lauk pauk. Porsi makanan pokok lebih banyak dari lauk, misalnya nasi atau ubi dengan sepotong ikan dan tempe.
Lauk pauk mencakup protein hewani dan nabati. Kemenkes juga melengkapi Isi Piringku dengan anjuran membatasi gula, garam, dan lemak serta minum air putih yang cukup. Pola makan adalah satu bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Setiap piring juga tidak harus sempurna. NHS, layanan kesehatan nasional Inggris, menganjurkan keseimbangan dilihat dalam sehari atau bahkan seminggu.
Kelompok Makanan dan Contoh Pilihan Lokal
Berikut enam kelompok makanan beserta contoh bahan yang mudah ditemukan di Indonesia.
1. Karbohidrat sebagai Sumber Energi
Nasi, jagung, ubi, singkong, kentang, dan roti adalah makanan pokok sumber energi. WHO menganjurkan biji-bijian utuh seperti jagung dan beras yang tidak digiling putih, sehingga beras merah atau nasi campur jagung bisa jadi variasi. Dalam Isi Piringku, ubi, singkong, dan kentang termasuk kelompok makanan pokok, jadi ketiganya tidak dihitung sebagai porsi sayur.
2. Protein Hewani
Ikan, telur, ayam, dan daging adalah sumber protein hewani, dengan ikan lokal seperti kembung, tongkol, dan bandeng sebagai pilihan harian yang terjangkau. WHO menyarankan memilih daging rendah lemak atau membuang lemak yang terlihat, serta merebus atau mengukus saat memasak. NHS juga menganjurkan mengurangi daging merah dan daging olahan seperti sosis dan kornet.
3. Protein Nabati
Tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, dan kacang tanah adalah protein nabati yang akrab di dapur Indonesia. WHO memasukkan kacang-kacangan dan polong-polongan ke dalam pola makan sehat. Pepes tahu, tumis tempe, atau sup kacang merah bisa bergantian dengan lauk hewani, sedangkan kacang goreng berbumbu sebaiknya dibatasi karena garam dan minyaknya.
4. Sayur
Kangkung, bayam, sawi, daun singkong, wortel, buncis, labu siam, dan terong bisa bergantian mengisi piring. Isi Piringku menyertakan sayur di setiap waktu makan, dan WHO menganjurkan jenis yang beragam. Sayur bening, sayur asam, atau tumisan dengan sedikit minyak cocok untuk menu harian, sementara sayur bersantan kental sebaiknya sesekali saja.
5. Buah
Pepaya, pisang, jeruk, jambu biji, dan buah musiman seperti mangga atau rambutan bisa mengisi bagian buah. Potongan buah segar dan sayur mentah juga cocok sebagai camilan pengganti camilan manis. Buah sebaiknya dimakan utuh, dengan porsi lebih sedikit dari sayur sesuai Isi Piringku.
6. Lemak Sehat
Tubuh tetap membutuhkan lemak, dan jenisnya ikut menentukan dampaknya bagi kesehatan. WHO lebih menyarankan lemak tak jenuh dari ikan, alpukat, kacang-kacangan, serta minyak kedelai dan kanola. Lemak jenuh banyak terdapat pada daging berlemak, mentega, keju, minyak sawit, dan minyak kelapa, jadi minyak kelapa dan minyak goreng sawit dipakai secukupnya. NHS mengingatkan semua jenis lemak tinggi energi, jadi minyak kanola pun sebaiknya dipakai sedikit.
Gula, Garam, dan Lemak yang Perlu Dibatasi
Kementerian Kesehatan mengingatkan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih bisa meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung. Batas anjuran per orang per hari dikenal sebagai G4 G1 L5:
G4. Gula tidak lebih dari 4 sendok makan per hari. Menurut WHO, gula bebas mencakup gula yang ditambahkan pabrik, juru masak, atau Anda sendiri, serta gula alami dalam madu, sirup, dan jus buah.
G1. Garam tidak lebih dari 1 sendok teh per hari, sejalan dengan anjuran WHO untuk orang dewasa. Garam adalah sumber utama natrium, dan asupan natrium berlebih berkaitan dengan naiknya tekanan darah serta risiko penyakit jantung dan stroke.
L5. Lemak atau minyak tidak lebih dari 5 sendok makan per hari. Hitungan ini mencakup minyak untuk menggoreng dan menumis.
Garam sering tersembunyi di makanan yang tidak terasa asin. WHO menyebut roti, daging olahan, camilan kemasan, kecap asin, kecap ikan, kaldu instan, dan penyedap rasa sebagai sumber natrium yang umum, jadi cicipi masakan sebelum menambah garam dan jauhkan kecap serta saus dari meja makan. WHO juga menganjurkan menghindari lemak trans buatan industri pada kue panggang, gorengan, dan camilan kemasan seperti biskuit dan wafer.
Seperti Apa Piring Sehat Sehari-hari?
Tabel berikut membandingkan kebiasaan yang sering dianggap sehat dengan susunan yang lebih dekat ke Isi Piringku.
Ringkasan di atas bersifat umum. Langkah yang tepat untuk Anda tetap perlu dibicarakan dengan dokter.
Kesalahan Umum Saat Mulai Makan Sehat
Niat makan sehat kadang tersandung oleh beberapa kebiasaan berikut:
Menghindari karbohidrat sepenuhnya. Makanan pokok tetap punya tempat di Isi Piringku sebagai sumber energi. Yang perlu diatur adalah porsi dan jenisnya. Pembatasan ketat untuk alasan medis sebaiknya didampingi dokter atau ahli gizi.
Mengandalkan suplemen. Makanan utuh membawa serat, protein, dan beragam zat gizi dalam satu piring. Suplemen sebaiknya dipakai atas saran dokter untuk kebutuhan yang jelas.
Menjadikan jus sebagai pengganti buah. WHO menggolongkan gula alami dalam jus buah sebagai gula bebas, sama seperti gula tambahan. Buah utuh lebih cocok untuk menu harian.
Percaya penuh pada label sehat. Tulisan alami atau rendah lemak di depan kemasan belum tentu berarti rendah gula dan garam. Informasi nilai gizi pada kemasan memberi gambaran yang lebih jelas.
Menyesuaikan Pola Makan untuk Kebutuhan Khusus
Porsi dan pilihan bahan bisa berbeda pada kelompok tertentu. NHS menyarankan orang dengan kebutuhan diet atau kondisi medis khusus berkonsultasi dengan ahli gizi.
Anak. Anak di bawah dua tahun punya kebutuhan gizi yang berbeda, sehingga panduan piring dewasa belum berlaku bagi mereka. WHO menganjurkan makanan pendamping ASI tanpa tambahan garam dan gula. Kebiasaan makan yang baik sejak kecil juga menjadi bagian dari pencegahan obesitas pada anak, dengan porsi sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.
Ibu hamil. Isi Piringku tetap bisa menjadi dasar menu selama kehamilan, dengan porsi dan jenis makanan sesuai anjuran dokter atau ahli gizi. Pertanyaan seputar asam folat untuk ibu hamil, zat besi, atau pantangan makanan sebaiknya dibahas saat kontrol kehamilan.
Lansia. Porsi, tekstur, dan jadwal makan sering perlu disesuaikan, misalnya saat ada masalah gigi atau nafsu makan menurun. Bahan yang lebih lunak seperti ikan kukus, tahu, sayur rebus, dan buah matang tetap bisa mengikuti Isi Piringku, sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.
Orang dengan diabetes atau kolesterol tinggi. Kondisi ini membutuhkan pengaturan jenis, jumlah, dan jadwal makan yang lebih rinci, sesuai anjuran dokter atau ahli gizi. Pilihan makanan untuk penderita diabetes dan makanan untuk kolesterol tinggi biasanya dibahas saat konsultasi, lalu dipantau lewat pemeriksaan berkala.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Ahli Gizi?
Konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik atau ahli gizi dianjurkan pada situasi berikut:
Berat badan berubah tanpa sebab jelas. Penyebabnya perlu dicari dokter lebih dulu sebelum pola makan diubah.
Memiliki penyakit kronis, sedang hamil, atau menyusui. Pada diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit ginjal, pola makan perlu disesuaikan dengan obat dan hasil pemeriksaan. Kehamilan dan masa menyusui juga mengubah kebutuhan gizi.
Hasil pemeriksaan di luar rentang normal. Hasil cek gula darah dan kolesterol yang tinggi atau temuan prediabetes biasanya diikuti anjuran perubahan pola makan. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.
Mulai dari Satu Piring yang Lebih Seimbang
Makanan sehat bergizi bisa dimulai dari satu perubahan kecil, misalnya menambah sayur di piring makan siang atau mengganti teh manis dengan air putih. Nasi, tempe, ikan, kangkung, dan pepaya sudah cukup untuk mengisi piring sesuai Isi Piringku.
Pemeriksaan kesehatan berkala, termasuk cek gula darah dan kolesterol, bisa menunjukkan apakah perubahan pola makan mulai membawa hasil. Pemeriksaan lebih awal memberi waktu dan pilihan yang lebih banyak. Untuk bertanya soal jadwal pemeriksaan, silakan hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian. Retrieved 23 September 2026 from https://ayosehat.kemkes.go.id/isi-piringku-kebutuhan-gizi-harian-seimbang
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Penting, Ini yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Konsumsi Gula, Garam dan Lemak. Retrieved 23 September 2026 from https://ayosehat.kemkes.go.id/penting-ini-yang-perlu-anda-ketahui-mengenai-konsumsi-gula-garam-dan-lemak
World Health Organization. Healthy diet. Retrieved 23 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet
World Health Organization. Sodium reduction. Retrieved 23 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sodium-reduction
Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Eating Tips. Retrieved 23 September 2026 from https://www.cdc.gov/nutrition/features/healthy-eating-tips.html
NHS. The Eatwell Guide. Retrieved 23 September 2026 from https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/food-guidelines-and-food-labels/the-eatwell-guide/
Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
