Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Koilonychia: Penyebab Kuku Sendok dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Koilonychia: Penyebab Kuku Sendok dan Cara Mengatasinya

SBAOthers

Pernah memperhatikan kuku yang terlihat cekung di bagian tengah, seolah-olah berbentuk sendok? Kondisi ini ternyata punya nama, yaitu koilonychia, perubahan bentuk kuku yang bisa berkaitan dengan kekurangan zat besi ataupun masalah kesehatan tertentu. 

Meski tidak selalu pasti menandakan penyakit, perubahan bentuk kuku yang menetap ini sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika memang disertai mudah lelah, pucat, ataupun keluhan lain. Yuk, cari tahu ciri, penyebab, dan cara mengatasinya di sini!

Apa Itu Koilonychia?

Koilonychia nails, spoon nails, atau kuku sendok adalah kondisi ketika permukaan kuku menjadi tipis dan cekung di bagian tengah, dengan sisi kuku yang cenderung terangkat. Pada kondisi tertentu, cekungannya cukup dalam hingga sampai bisa menahan tetesan air, dan perubahan ini bisa terjadi pada kuku tangan ataupun kaki.

Kuku sendok sendiri bukan penyakit menular ataupun infeksi tersendiri. Melainkan tanda dari perubahan pada kuku yang bisa saja memiliki beragam penyebab. Namun, seseorang yang memiliki infeksi jamur pada kuku juga bisa mengalami kuku sendok, bersamaan dengan inflamasi dan iritasi.

Salah satu dari penyebab kuku sendok yang cukup dikenal adalah kekurangan zat besi, termasuk anemia defisiensi besi. Selain itu, hemokromatosis, penyakit sistem imun, hingga Plummer–Vinson syndrome (PVS) juga dapat menyebabkan kuku sendok. 

Bahkan, penyakit seperti diabetes melitus, lupus, dan Raynaud’s phenomenon juga bisa menjadi penyebab. Hanya saja, bentuk kuku saja masih tidak cukup untuk bisa memastikan seseorang mengalami anemia ataupun gangguan kesehatan tertentu lainnya.

Ciri-Ciri Koilonychia yang Perlu Dikenali

Kuku sendok biasanya berkembang secara bertahap. Terdapat beberapa perubahan yang bisa Anda perhatikan langsung.

  • Bagian tengah kuku tampak cekung, biasanya menyerupai mangkuk atau sendok.

  • Kuku terasa lebih tipis dan lunak jika dibandingkan biasanya.

  • Sisi kuku tampak sedikit terangkat, sehingga biasanya bentuk kuku terlihat tidak rata.

  • Perubahan bentuk berlangsung pada satu atau beberapa kuku, tetap bergantung pada penyebabnya.

Masalah ini juga bisa muncul bersamaan dengan tanda kekurangan zat besi, seperti mudah lelah, lemas, kulit tampak pucat, sakit kepala, ataupun sampai sesak saat beraktivitas. Meskipun begitu, ada juga bagi sebagian orang yang tidak mengalami gejala lain yang jelas. 

Jika memang perubahan kuku menetap ataupun disertai dengan keluhan tersebut, maka pemeriksaan medis akan sangat membantu dalam mencari penyebabnya.

Penyebab Koilonychia

Kuku sendok bisa dipengaruhi oleh berbagai kondisi nutrisi, kebiasaan sehari-hari, faktor keturunan, ataupun penyakit tertentu. Karena penyebabnya yang beragam, maka penanganan tetap perlu disesuaikan dengan hasil evaluasi.

1. Kekurangan Zat Besi dan Anemia

Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab koilonychia yang paling penting untuk Anda perhatikan. Zat besi sendiri sangat tubuh butuhkan untuk bisa membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang nantinya akan membawa oksigen. 

Ketika cadangan zat besi ini menurun, maka produksi hemoglobin bisa saja terganggu dan nantinya akan menyebabkan anemia defisiensi besi. Risiko kekurangan zat besi bisa meningkat akibat dari asupan yang tidak mencukupi, menstruasi berat, kehamilan, gangguan penyerapan nutrisi, ataupun kehilangan darah. 

Maka dari itu, kuku berbentuk sendok perlu dinilai bersama riwayat kesehatan dan juga kemungkinan faktor risiko lainnya. Pemeriksaan ferritin dalam darah pun bisa membantu menilai cadangan zat besi tubuh, tapi interpretasi hasilnya masih tetap perlu mempertimbangkan kondisi klinis dan pemeriksaan lainnya.

2. Faktor Keturunan atau Kondisi Sejak Lahir

Bisanya ada sebagian orang memiliki bentuk kuku yang menyerupai sendok sejak kecil ataupun memang karena faktor keturunan. Pada bayi dan anak kecil misalnya, bentuk kuku tertentu juga bisa saja berubah normal seiring mereka tumbuh. Maka dari itu, tidak semua koilonychia disebabkan oleh kekurangan zat besi.

3. Paparan Bahan Kimia atau Cedera Kuku

Kuku sendok tidak selalu berarti Anda menderita penyakit tertentu. Kontak berulang dengan bahan tertentu, termasuk pelarut juga bisa menyebabkan masalah ini. Terlalu banyak kontak dengan produk petroleum juga bisa menjadi faktor.

Selain itu, cedera pada kuku juga berkontribusi langsung terhadap perubahan bentuk maupun struktur kuku. Kebiasaan dan lingkungan yang berkaitan dengan pekerjaan juga bisa menjadi informasi penting ketika dokter mencari apa penyebabnya.

4. Kondisi Kesehatan Lainnya

Kuku sendok juga bisa berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti adanya gangguan tiroid, psoriasis, ataupun beberapa penyakit sistemik. Tapi, keberadaan kuku cekung ini tidak langsung otomatis berarti seseorang mengalami salah satu penyakit tersebut. 

Pemeriksaan tetap Anda perlukan untuk bisa menentukan apakah ada suatu kondisi yang mendasarinya.

Bagaimana Koilonychia Terdiagnosis?

Diagnosis ini dimulai dengan pemeriksaan bentuk kuku serta adanya penelusuran riwayat kesehatan. Dokter bisa menanyakan kapan perubahan kuku mulai terlihat, apakah terjadi pada satu atau beberapa kuku, pola makan, riwayat menstruasi ataupun perdarahan, penggunaan bahan kimia, serta gejala lain yang menyertainya.

Jika memang ada dugaan kekurangan zat besi, dokter akan menyarankan pemeriksaan darah, seperti hitung darah lengkap ataupun complete blood count (CBC), serta pemeriksaan ferritin dan juga parameter zat besi sesuai kebutuhan. 

Pemeriksaan tambahan juga bisa dipertimbangkan apabila masih adanya dugaan penyebab lain. Tapi, tidak semua orang memerlukan seluruh jenis tes. Bumame juga menyediakan layanan pemeriksaan anemia melalui layanan pemeriksaan anemia Bumame. 

Pemeriksaan laboratorium ini bisa membantu mengevaluasi kondisi darah sesuai dengan jenis tes yang tersedia, tapi tidak secara langsung menentukan penyebab dari semua perubahan kuku. Jadi, tetap konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk bisa memilih pemeriksaan yang tepat dan juga memahami hasilnya.

Cara Mengatasi Koilonychia

Penanganan koilonychia bergantung pada penyebabnya. Jika memang perubahan kuku berkaitan dengan kekurangan zat besi, maka dokter bisa menyarankan perbaikan asupan, suplemen zat besi, ataupun evaluasi terhadap sumber kehilangan darah sesuai hasil pemeriksaan. 

Atau, jika penyebabnya adalah kondisi lain, maka penanganannya akan disesuaikan dengan kondisi tersebut. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kuku meliputi.

  • Penuhi kebutuhan nutrisi

Konsumsi makanan sumber zat besi, seperti daging, ikan, kacang-kacangan, dan juga sayuran hijau. Pola makan seimbang akan sangat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, tapi ketahui juga ini tidak berarti selalu cukup untuk bisa mengatasi kekurangan zat besi yang sudah berat.

  • Hindari mengonsumsi suplemen zat besi sembarangan

Suplemen juga tidak selalu dibutuhkan dan dosis yang tidak sesuai bahkan bisa saja menimbulkan efek samping. Maka, penggunaannya sebaiknya berdasarkan evaluasi tenaga kesehatan. 

  • Lindungi kuku dari bahan iritan

Gunakan sarung tangan pada saat beraktivitas dengan bahan pembersih ataupun bahan kimia yang bisa mengiritasi kulit dan kuku.

  • Jaga kuku tetap bersih dan terawat

Potong kuku dengan hati-hati dan juga hindari kebiasaan yang berulang kali dalam melukai permukaan kuku.

Untuk bisa memahami penanganan kekurangan hemoglobin, Anda juga bisa mencoba cara menaikkan Hb. Namun, penanganan kadar Hb rendah ini sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya, bukan hanya dengan mengandalkan makanan ataupun suplemen tanpa adanya evaluasi.

Apakah Koilonychia Bisa Kembali Normal?

Kuku sendok ini bisa membaik jika penyebabnya berhasil ditangani. Tapi, perubahannya tidak selalu langsung terlihat karena kuku perlu waktu untuk bisa tumbuh kembali. Pada beberapa kasus, perbaikan bentuk kuku bisa memerlukan waktu berbulan-bulan, bergantung pada kondisi awal dan juga penyebabnya.

Jika berkaitan dengan faktor keturunan ataupun kondisi yang tidak bisa sepenuhnya dipulihkan, bentuk kuku ini mungkin tidak bisa kembali normal. Maka dari itu, fokus utama penanganannya adalah dengan menemukan penyebab yang bisa ditangani serta menjaga kesehatan kuku dan juga tubuh secara keseluruhan.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasi perubahan bentuk kuku kepada dokter jika tanda koilonychia semakin terlihat, seperti cekung, perubahan menetap, ataupun masih terdapat keluhan lain. Pemeriksaan ini juga penting jika perubahan kuku disertai perdarahan yang tidak jelas apa penyebabnya ataupun dugaan gangguan kesehatan lain.

Jangan menunda pemeriksaan jika memang sesak napas berat, nyeri dada, pingsan, ataupun perdarahan banyak terjadi. Sebab, gejala ini sangat memerlukan penilaian medis segera dan juga tidak boleh dianggap hanya sebagai masalah kuku yang sepele.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Cleveland Clinic — Koilonychia (Spoon Nails): What It Is, Causes & Treatment

  2. National Health Service (NHS) — Nail Problems

  3. DermNet New Zealand — Nail Terminology

  4. DermNet New Zealand — Iron Deficiency

  5. Rathod, Dipali G., dan Sonthalia, Sidharth — Spoon Nails

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu koilonychia?

Koilonychia atau kuku sendok adalah kondisi ketika bagian tengah kuku tampak cekung, permukaannya menipis, dan sisi kuku cenderung terangkat. Kondisi ini dapat terjadi pada kuku tangan maupun kaki.

Apakah koilonychia selalu menandakan anemia?

Tidak. Koilonychia dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi, tetapi juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan, cedera kuku, paparan bahan kimia, dan kondisi kesehatan tertentu.

Bagaimana koilonychia didiagnosis?

Dokter akan memeriksa bentuk kuku dan menanyakan riwayat kesehatan, pola makan, serta gejala lain. Jika diperlukan, pemeriksaan dapat mencakup hitung darah lengkap, ferritin, dan parameter zat besi untuk mengevaluasi kemungkinan kekurangan zat besi.

Bagaimana cara mengatasi koilonychia?

Penanganan koilonychia bergantung pada penyebabnya. Jika berkaitan dengan kekurangan zat besi, dokter dapat menyarankan perubahan pola makan atau suplemen sesuai hasil pemeriksaan. Lindungi kuku dari bahan iritan dan hindari mengonsumsi suplemen zat besi tanpa arahan tenaga kesehatan.

Apakah kuku sendok bisa kembali normal?

Kuku sendok dapat membaik jika penyebabnya berhasil ditangani. Namun, pemulihan membutuhkan waktu berbulan-bulan karena kuku tumbuh perlahan. Jika penyebabnya bersifat keturunan atau tidak dapat dipulihkan sepenuhnya, bentuk kuku mungkin tidak kembali normal.