Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Ferritin Test: Kapan Perlu Melakukannya | Bumame
Kembali ke Artikel & Berita

Ferritin Test: Fungsi, Prosedur, dan Klinik Terbaik

SBAOthers

Sering kali, meskipun sudah makan teratur dan cukup istirahat, tubuh tetap terasa mudah lelah dan kepala pusing. Gejala-gejala yang sering dianggap kelelahan fisik biasa ini bisa jadi merupakan tanda ketidakseimbangan zat besi dalam darah. Anda dapat memastikannya melalui ferritin test.

Tes tersebut merupakan salah satu langkah awal deteksi dini tepercaya dari Bumame. Sebagai fasilitas kesehatan kredibel, Bumame menyediakan beragam tes kesehatan, termasuk pemeriksaan ferritin, untuk pribadi maupun korporasi. Hasil pemeriksaannya yang akurat bisa menjadi acuan pencegahan maupun penanganan medis lanjutan.

Apa Itu Ferritin Test?

Secara deskriptif, tes ferritin adalah prosedur pemeriksaan laboratorium yang mengukur kadar ferritin dalam sampel darah manusia. Lantas, apa yang dimaksud dengan ferritin dan yang menyebabkan pemantauan kadarnya dalam tubuh menjadi penting?

Ferritin adalah jenis protein di dalam sel tubuh yang berfungsi menyimpan zat besi dan melepaskannya secara terkontrol, sesuai kebutuhan metabolisme. Sebagian besar tersimpan di dalam organ hati, sumsum tulang belakang, limpa, dan menyebar bebas dalam aliran darah.

Zat besi sendiri memegang peranan penting dalam pembentukan sel darah merah, yang mana tugasnya mendistribusikan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ketika kadar zat besi harian tidak tercukupi, maka tubuh akan mengambil cadangan dari ferritin tersebut.

Anda bisa sedikit membayangkan bukan jika ferritin test menunjukkan angka yang rendah? Artinya, jika simpanan sumber zat besi cadangan dalam tubuh Anda mulai menipis, maka darah tidak bisa memenuhi kebutuhan utama tubuh untuk melancarkan aliran oksigen. Inilah pemicu gejala-gejala sederhana di atas muncul.

Kapan Perlu Melakukan Pemeriksaan Ferritin?

Pemeriksaan kadar ferritin sangat dianjurkan ketika Anda mengalami keluhan kesehatan yang mirip dengan ciri-ciri anemia, seperti:

  • Rasa lelah dan lesu kronis tanpa penyebab jelas;

  • Kulit tampak pucat, terutama pada bagian wajah, telapak tangan, dan bawah kelopak mata;

  • Sering mengalami sakit kepala, meskipun ringan, atau sesak napas padahal hanya melakukan aktivitas kecil;

  • Ritme jantung jadi lebih cepat atau berdebar-debar;

  • Rambut mudah rontok dan kuku rapuh;

  • Muncul keinginan aneh yang kuat untuk mengonsumsi selain makanan, seperti es batu;

  • Sensitivitas berlebih terhadap suhu dingin, terutama area tangan dan kaki yang terasa dingin sepanjang waktu;

  • Mengalami sindrom kaki gelisah, yaitu dorongan kuat tidak tertahankan untuk menggerakkan kaki saat beristirahat atau akan tidur; dan

  • Penurunan daya ingat, kesulitan konsentrasi, serta gangguan fungsi kognitif ringan.

Selain munculnya gejala-gejala medis di atas, ada kelompok tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi sehingga wajib melakukan ferritin test berkala, yaitu:

  • Wanita usia subur yang mengalami menstruasi berat, di mana volume darah yang keluar sangat banyak dan periodenya panjang;

  • Ibu hamil dengan lonjakan hormon sehingga membutuhkan peningkatan zat besi drastis untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang janin;

  • Pendonor darah rutin, karena aktivitas tersebut dapat mengurangi cadangan ferritin secara bertahap, apalagi jika tidak diimbangi suplemen tambahan;

  • Vegetarian dan vegan yang hanya mendapatkan zat besi dari sayuran, padahal tingkat penyerapannya oleh sistem alat pencernaan lebih rendah dari zat besi hewani;

  • Atlet olahraga dengan aktivitas fisik berintensitas tinggi yang mengeluarkan zat besi lewat keringat lebih banyak dari orang biasa; serta

  • Pengidap gangguan penyerapan usus, salah satunya yang pernah menjalani operasi pemotongan lambung (bariatrik).

Prosedur Ferritin Test

Banyak yang merasa enggan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan akibat prosedur yang panjang dan memakan waktu lama. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk tes ferritin. Prosedurnya tergolong sederhana, aman, dan cepat karena hanya memakan waktu 5–10 menit. Alur pemeriksaan ferritin meliputi langkah-langkah berikut

  1. Persiapan pasien tanpa puasa khusus. Namun, jika tes ini digabung dengan pemeriksaan profil zat besi lengkap (iron panel) atau pemeriksaan kadar insulin, Anda diharuskan berpuasa selama 8–12 jam sebelum tindakan.

  2. Pengambilan sampel darah oleh tenaga medis profesional dengan membersihkan area lipatan siku menggunakan cairan antiseptik. Lengan atas akan diikat dengan pita elastis (tourniquet) agar pembuluh darah vena terlihat jelas. Selanjutnya, jarum steril dimasukkan ke dalam pembuluh darah.

  3. Penyimpanan sampel darah dalam tabung khusus untuk pengujian di laboratorium medis, umumnya menggunakan metode perbandingan dengan kekebalan tubuh (antibodi).

  4. Pasca tindakan dengan menutup area bekas suntikan memakai kapas dan plester steril. Anda bisa langsung kembali beraktivitas tanpa menunggu pemulihan khusus terlebih dulu.

Kadar Ferritin yang Normal

Bagaimana dengan klasifikasi dari hasil ferritin test? Secara umum, hasil laporannya bergantung pada usia, jenis kelamin, dan standar laboratorium penguji. Namun, menurut acuan medis internasional, berikut adalah rentang ferritin dalam tubuh manusia. 

  • Laki-laki dewasa: 24–336 ng/mL.

  • Wanita dewasa: 11–307 ng/mL.

  • Anak-anak (6 bulan-15 tahun): 12–140 ng/mL.

Jika hasil pemeriksaan berada di bawah rentang normal, artinya cadangan zat besi tubuh dalam tubuh menyusut, atau bahkan habis. Kondisi ini merupakan indikator utama dari anemia defisiensi besi yang berat. Penyebabnya bisa karena:

  • Menstruasi parah;

  • Kurangnya asupan nutrisi kaya zat besi; dan

  • Gangguan penyerapan nutrisi dalam usus.

Sementara untuk kadar di atas rentang normal, itu berarti terjadi penumpukan zat besi dalam tubuh, atau bisa juga merupakan respon fisiologis terhadap peradangan. Contohnya, infeksi sistemik, gangguan fungsi hati, penyakit ginjal kronis, konsumsi alkohol berlebih, dan penyakit tiroid.

Ferritin Test Terpercaya dan Aman di Bumame

Selain mendeteksi kekurangan zat besi, tes ini juga sangat membantu dokter dalam memastikan perawatan anemia yang tepat telah berjalan dengan optimal [3]. Terlebih jika Anda memercayakan kebutuhan pemeriksaan ferritin tersebut pada Bumame.

Pemrosesan sampel akan berlangsung di laboratorium berstandar tinggi dengan tenaga medis profesional sebagai penanggung jawab. Sebab itu, hasil pemeriksaannya terjamin akurat untuk menjadi bahan evaluasi kesehatan Anda. Manfaatnya antara lain:

  • Mengukur cadangan zat besi dalam tubuh;

  • Membantu mendeteksi kekurangan atau kelebihan zat besi, termasuk mencegah risiko anemia berat;

  • Mengetahui faktor pasti penyebab anemia dan respons terhadap terapi zat besi;

  • Mencegah keracunan zat besi melalui konsumsi suplemen berlebih; serta

  • Membantu pemantauan kondisi peradangan kronis atau penyakit bawaan pada pasien yang memiliki riwayat komplikasi gangguan kesehatan.

Mengusung konsep sebagai penyedia solusi skrining kesehatan yang adaptif, Bumame juga menawarkan fleksibilitas melalui layanan pemeriksaan di rumah (Home Care). Tim akan datang ke rumah atau lokasi pilihan Anda yang mungkin terasa lebih nyaman.

Langkah Praktis Menjaga Kadar Ferritin Tetap Stabil

Selain memantau kadar zat besi utama maupun cadangannya normal melalui ferritin test, Anda juga bisa memastikan menerapkan beberapa kebiasaan hidup sehat berikut sebagai upaya nyata.

  • Mengombinasikan sumber nutrisi zat besi nabati dan hewani.

  • Mengonsumsi suplemen vitamin C, di samping sumber vitamin C alami seperti jeruk dan stroberi. Namun, jangan sembarangan meminum suplemen tanpa anjuran atau resep dokter. Sebab, jika berlebihan bisa membuat kadar zat besi melonjak drastis.

  • Kurangi konsumsi penghambat zat besi seperti teh dan kopi. Jika terlalu berat, cukup ambil jeda 1–2 jam setelah mengonsumsi makanan berat.

  • Tidak mengonsumsi alkohol, karena berpotensi mengganggu penyerapan nutrisi oleh tubuh dan otomatis memengaruhi produksi zat besi.

Menjaga Cadangan Nutrisi Tubuh Demi Kualitas Hidup Optimal

Ferritin test bukan sekadar tes darah biasa, melainkan petunjuk penting untuk memahami ketersediaan cadangan zat besi dalam tubuh sebelum timbul gangguan kesehatan serius. Melalui pemantauan berkala dengan mengandalkan layanan Bumame, dokter bisa merencanakan langkah pencegahan dan penanganan akurat.

Peduli pada sinyal-sinyal kecil dari tubuh merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan diri. Tidak perlu menunggu gejala-gejala gangguan kesehatan muncul untuk mulai peduli terhadap kesehatan tubuh. Yuk, jadwalkan pemeriksaan Anda dengan Bumame sekarang juga!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. MedlinePlus. (2025). Ferritin Blood Test. 

  2. Mayo Clinic. (2023). Ferritin test - Overview and symptoms. 

  3. Cleveland Clinic. (2022). Ferritin Test: Purpose, Procedure & Results.

  4. WebMD. (2024). Ferritin Blood Test: High vs. Low Levels.

  5. Mayo Clinic. (2023). Iron deficiency anemia - Symptoms and causes. 

  6. National Heart, Lung, and Blood Institute. (2022). Iron-Deficiency Anemia - Causes and Risk Factors.

  7. MedlinePlus. (2024). Ferritin blood test - What abnormal results mean.

  8. Harvard T.H. Chan School of Public Health. (2023). Iron - The Nutrition Source.

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa itu ferritin test dan apa fungsinya?

Ferritin test adalah pemeriksaan darah untuk mengukur kadar ferritin, yaitu protein yang menyimpan cadangan zat besi dalam tubuh. Pemeriksaan ini membantu mengetahui apakah cadangan zat besi tubuh cukup, kurang, atau berlebih.

Kapan perlu melakukan pemeriksaan ferritin?
Pemeriksaan ferritin dianjurkan ketika mengalami gejala seperti mudah lelah, pucat, sakit kepala, sesak napas, jantung berdebar, rambut rontok, kuku rapuh, hingga sulit berkonsentrasi. Pemeriksaan berkala juga disarankan bagi kelompok berisiko, seperti wanita dengan menstruasi berat, ibu hamil, pendonor darah rutin, vegetarian atau vegan, atlet, dan orang dengan gangguan penyerapan usus.
Apakah harus berpuasa sebelum melakukan ferritin test?

Untuk pemeriksaan ferritin saja, tidak diperlukan puasa khusus. Namun, jika dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan profil zat besi lengkap atau kadar insulin, pasien perlu berpuasa selama 8–12 jam.

Apa arti kadar ferritin yang rendah atau tinggi?
Ferritin rendah menunjukkan cadangan zat besi tubuh menipis dan dapat menjadi indikator anemia defisiensi besi. Sementara itu, ferritin tinggi dapat menunjukkan penumpukan zat besi atau respons tubuh terhadap peradangan, infeksi, gangguan fungsi hati, penyakit ginjal kronis, konsumsi alkohol berlebih, atau penyakit tiroid.
Apakah kadar ferritin bisa ditingkatkan melalui makanan?
Kadar ferritin yang sedikit tidak normal dapat dibantu melalui asupan makanan yang mengandung zat besi, baik dari sumber nabati maupun hewani. Namun, defisiensi berat memerlukan evaluasi medis dan dapat membutuhkan suplemen khusus sesuai anjuran dokter.