Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Makanan Pembersih Paru-Paru: Mitos, Fakta, dan Pilihan Menu Sehari-hari
Kembali ke Artikel & Berita

Makanan Pembersih Paru-Paru: Mitos, Fakta, dan Pilihan Menu Sehari-hari

SBATips Kesehatan

Setelah bertahun-tahun merokok atau setiap hari menembus asap kendaraan, banyak orang mencari cara untuk "membersihkan" paru-paru. Daftar makanan pembersih paru-paru pun mudah ditemukan, dari apel dan brokoli hingga jus detoks, sering dengan janji membuang racun dalam hitungan hari.

Harapan yang terlalu besar pada satu jenis makanan bisa menunda langkah yang lebih berpengaruh, seperti berhenti merokok atau memeriksakan batuk yang tidak kunjung reda. Suplemen tertentu bahkan bisa menambah risiko kanker paru pada perokok.

Artikel ini membahas temuan penelitian, pilihan menu harian, klaim yang perlu diluruskan, siapa yang perlu lebih cermat, dan kapan keluhan napas perlu diperiksa dokter.

Benarkah Makanan Bisa Membersihkan Paru-Paru?

Hingga kini, belum ada makanan yang terbukti membersihkan paru-paru atau mengeluarkan sisa asap rokok. Paru-paru sudah memiliki sistem pembersih sendiri. Menurut American Lung Association, saluran napas dilapisi lendir dan rambut halus yang disebut silia. Lendir menangkap debu, kuman, dan partikel lain, lalu rambut halus yang bergerak seperti gelombang membawanya ke tenggorokan untuk dibatukkan atau ditelan. Proses ini bagian dari fungsi paru-paru sehari-hari.

Sistem ini bisa terbebani oleh paparan yang terus-menerus. Kemenkes menyebut penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yaitu peradangan paru jangka panjang yang menyempitkan saluran napas, umumnya disebabkan paparan gas iritan atau partikel kecil dalam waktu lama, khususnya asap rokok.

Klaim detoks pun belum didukung bukti. NCCIH dari NIH Amerika Serikat mencatat sebuah kajian tahun 2015 tidak menemukan penelitian yang meyakinkan bahwa diet detoks membuang racun dari tubuh. Makanan lebih tepat dipandang sebagai pendukung kesehatan tubuh, termasuk paru-paru, dalam jangka panjang.

Temuan Penelitian soal Pola Makan dan Paru-Paru

Sebagian besar bukti tentang makanan dan paru-paru berasal dari studi observasional. Studi seperti ini menunjukkan kaitan, sementara sebab akibatnya masih perlu dipastikan lewat uji klinis.

Tinjauan di jurnal Nutrients merangkum dua studi jangka panjang pada pria dan wanita di Swedia. Konsumsi buah yang tinggi dikaitkan dengan risiko PPOK lebih rendah pada kedua kelompok, sedangkan sayur hanya pada pria. Risikonya sekitar 35% lebih rendah pada pria dan 37% lebih rendah pada wanita. Pada pria, apel, pir, paprika, dan sayuran hijau termasuk bahan yang dikaitkan dengan risiko lebih rendah.

Tinjauan yang sama mencatat asupan serat total yang tinggi berkaitan dengan risiko PPOK sekitar 40% lebih rendah dalam beberapa studi prospektif besar. Sebaliknya, konsumsi daging olahan yang tinggi dikaitkan dengan pola penyempitan saluran napas pada tes fungsi paru dan risiko PPOK yang lebih tinggi. Hasil penelitian tentang ikan masih beragam.

Uji klinis yang menguji makanan secara langsung masih sedikit. Dalam uji klinis besar pada pria perokok, pemberian jangka panjang suplemen beta-karoten, senyawa karotenoid bahan baku vitamin A, atau vitamin E jenis alfa-tokoferol tidak mengurangi gejala PPOK. National Cancer Institute (NCI) juga mencatat perokok cenderung memiliki pola makan yang kurang sehat, sehingga sulit memastikan apakah risiko kanker paru yang lebih rendah pada pemakan buah dan sayur berasal dari makanannya atau dari tidak merokok. Tinjauan di jurnal Nutrients pun menegaskan berhenti merokok tetap menjadi pesan kesehatan utama.

Pilihan Makanan untuk Menu Harian yang Ramah Paru

Pedoman Gizi Seimbang dari Kemenkes menganjurkan remaja dan orang dewasa makan 400 sampai 600 gram sayur dan buah per hari, sekitar dua pertiganya berupa sayur. Bahan lokal seperti tempe, kangkung, dan pisang membantu menu tetap sejalan dengan prinsip makan sehat dengan anggaran terbatas. Susun menu dengan pilihan berikut:

  • Sayuran hijau dan paprika. Keduanya dikaitkan dengan risiko PPOK lebih rendah pada studi pria di Swedia. Bayam, kangkung, dan sawi mudah ditemukan dan bisa mengisi porsi sayur harian secara bergantian.

  • Buah utuh seperti apel dan pir. Kedua buah ini muncul dalam temuan yang sama. Pedoman Gizi Seimbang mencatat segelas jus buah bergula bisa mengandung 150 sampai 300 kalori, sekitar separuhnya dari gula tambahan, sehingga jus bergula perlu dibatasi.

  • Biji-bijian utuh dan sumber serat. Beras merah, oat, roti gandum utuh, dan kacang-kacangan menambah asupan serat. Kaitan serat dengan risiko PPOK lebih rendah umumnya terlihat pada serat serealia dan banyak ditemukan pada perokok serta mantan perokok.

  • Protein dari ikan, telur, tahu, dan tempe. Pilihan ini bisa menggantikan daging olahan seperti sosis dan kornet. Bukti manfaat ikan untuk paru-paru masih beragam, jadi nikmati ikan sebagai bagian dari menu seimbang.

  • Air putih yang cukup. Ayo Sehat Kemenkes menyebut asupan cairan yang cukup mencegah dehidrasi dan membuat lapisan lendir di tenggorokan lebih encer. Orang dengan PPOK sebaiknya membicarakan jumlah minum hariannya dengan dokter.

Mitos dan Fakta seputar Makanan Pembersih Paru-Paru

Tabel berikut merangkum klaim yang sering beredar dan temuan penelitiannya.

Klaim yang Beredar

Yang Ditunjukkan Penelitian

Suplemen beta-karoten melindungi paru-paru perokok.

Suplemen beta-karoten meningkatkan risiko kanker paru, khususnya pada perokok satu bungkus atau lebih per hari. Risikonya lebih tinggi bila perokok juga minum alkohol setiap hari.

Suplemen vitamin E membantu mencegah kanker paru.

Penelitian menunjukkan suplemen vitamin E tidak memengaruhi risiko kanker paru.

Jus detoks aman diminum siapa saja.

Jus yang tidak dipasteurisasi bisa menyebabkan sakit, yang bisa serius pada anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Program detoks dengan obat pencahar bisa memicu diare dan dehidrasi.

Menambah buah dan sayur percuma bagi perokok.

Pada studi pria di Swedia, kaitan ini justru terlihat pada perokok dan mantan perokok, dengan risiko PPOK sekitar 40% dan 34% lebih rendah.

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Langkah di Luar Piring yang Lebih Berpengaruh

Menu sehat memberi hasil lebih berarti bila beban yang masuk ke paru-paru ikut dikurangi. Kemenkes menyebut tidak merokok sama sekali, atau segera berhenti bagi perokok, sebagai langkah utama mencegah PPOK. Menurut NCI, risiko kanker paru turun 30% sampai 60% setelah 10 tahun berhenti merokok.

Polusi udara juga termasuk faktor risiko kanker paru di luar rokok. Kemenkes menyarankan memantau kualitas udara lewat situs BMKG atau aplikasi pemantau, memakai masker yang pas seperti KF94 atau KN95, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi tinggi. American Lung Association juga menyarankan olahraga dan mengelola stres agar napas terasa lebih lega. Kebiasaan ini melengkapi cara membersihkan paru-paru secara alami.

Siapa yang Perlu Lebih Cermat Memilih Makanan dan Suplemen?

Beberapa kelompok perlu menyesuaikan pilihan makanan atau berdiskusi dulu dengan dokter:

  • Perokok. Hindari suplemen beta-karoten kecuali atas saran dokter. Pada orang yang tidak merokok, suplemen ini juga tidak terbukti menurunkan risiko kanker paru. Sampaikan semua suplemen yang Anda konsumsi saat berkonsultasi.

  • Orang dengan PPOK. Bernapas membutuhkan lebih banyak energi pada orang dengan PPOK, dan porsi makan yang besar bisa membuat napas terasa lebih berat. American Lung Association menyarankan porsi kecil tetapi lebih sering, protein yang cukup, dan menghindari makanan yang memicu kembung. Tubuh yang bergizi baik juga lebih mampu menghadapi infeksi paru-paru, yang pada PPOK bisa cepat menjadi serius.

  • Orang yang mudah terkena batu ginjal. Sebagian jus detoks dibuat dari sayuran hijau dan bit yang tinggi oksalat, zat alami yang perlu dibatasi oleh orang dengan kecenderungan batu ginjal. Diskusikan jumlah yang sesuai dengan dokter.

  • Orang dengan diabetes. NCCIH menyarankan orang dengan diabetes mengikuti rencana makan dari tim kesehatannya dan berkonsultasi sebelum mengubah pola makan secara besar, misalnya lewat program detoks. Jus buah bergula juga perlu dibatasi agar kadar gula darah tetap terkendali.

Kapan Batuk, Dahak, atau Sesak Perlu Dibawa ke Dokter?

Sesak napas berat yang datang tiba-tiba, nyeri dada, atau bibir dan ujung kuku yang tampak kebiruan perlu segera ditangani di IGD. Untuk keluhan yang muncul perlahan, periksakan diri ke dokter bila mengalami tanda berikut:

  • Batuk berdahak yang menetap. Batuk yang tidak kunjung sembuh, apalagi disertai dahak setiap pagi, perlu dievaluasi. Kemenkes mencatat gejala PPOK sering baru muncul setelah kerusakan paru cukup berarti.

  • Napas terasa berat saat beraktivitas. Sesak napas saat naik tangga, mengi, atau dada terasa sesak perlu diperiksa, apalagi bila Anda merokok atau sering terpapar debu dan asap di tempat kerja.

  • Infeksi saluran napas yang sering berulang. Kemenkes memasukkan keluhan ini sebagai salah satu tanda PPOK. Dokter bisa menilai apakah ada gangguan paru yang mendasarinya.

  • Berat badan turun tanpa disengaja atau mudah lelah. Kedua keluhan ini juga tercantum sebagai tanda PPOK. Pada orang dengan PPOK, berat badan yang terus turun perlu dibicarakan dengan dokter atau ahli gizi.

Pemeriksaan Fungsi Paru bagi Perokok dan Mantan Perokok

Gejala PPOK sering berkembang perlahan. Tes fungsi paru, misalnya spirometri, mengukur jumlah udara yang bisa dihirup dan diembuskan. Bagi perokok, mantan perokok, atau pekerja yang sering terpapar debu dan asap, Paket MCU Paru Premium bisa menjadi pilihan. Paket ini berisi antara lain konsultasi dokter umum, pemeriksaan fisik oleh dokter, rontgen thorax, spirometri, hematologi lengkap, dan tes IGRA Quantiferon, serta dirancang untuk deteksi dini tuberkulosis, infeksi paru, dan gangguan fungsi pernapasan.

Mulai dari Piring, Lanjutkan dengan Udara yang Lebih Bersih

Satu jenis makanan belum bisa membersihkan paru-paru. Piring berisi beragam sayur, buah utuh, biji-bijian utuh, dan protein yang tidak banyak diolah tetap mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang, apalagi bila disertai berhenti merokok dan perlindungan dari polusi.

Mulailah dari perubahan kecil, misalnya menambah satu porsi sayur saat makan siang. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila Anda ingin berdiskusi tentang pemeriksaan paru, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. American Lung Association — How Lungs Work.

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Penyakit Paru Obstruktif Kronis.

  3. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) — "Detoxes" and "Cleanses": What You Need To Know.

  4. Scoditti E, Massaro M, Garbarino S, Toraldo DM, Nutrients — Role of Diet in Chronic Obstructive Pulmonary Disease Prevention and Treatment.

  5. National Cancer Institute (NCI) — Lung Cancer Prevention (PDQ), Patient Version.

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang.

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Bahaya Polusi Udara bagi Kesehatan: Dampak, Penyebab dan Pencegahannya.

  8. American Lung Association — Nutrition and COPD.

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apakah ada makanan yang bisa membersihkan paru-paru perokok?

Belum ada makanan yang terbukti membersihkan paru-paru atau membuang sisa asap rokok. Pola makan kaya buah, sayur, dan serat dikaitkan dengan risiko PPOK lebih rendah, sedangkan berhenti merokok tetap menjadi langkah utama.

Buah dan sayur apa yang baik untuk paru-paru?

Apel, pir, paprika, dan sayuran hijau termasuk bahan yang dikaitkan dengan risiko PPOK lebih rendah dalam studi pada pria di Swedia. Variasikan konsumsi buah dan sayur setiap hari sesuai anjuran gizi seimbang.

Apakah suplemen beta-karoten aman untuk perokok?

Suplemen beta-karoten dapat meningkatkan risiko kanker paru pada perokok, terutama mereka yang merokok satu bungkus atau lebih per hari. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.

Apakah jus detoks bisa membersihkan paru-paru?

Belum ada bukti meyakinkan bahwa diet detoks membuang racun dari tubuh. Jus yang tidak dipasteurisasi juga berisiko menyebabkan penyakit, terutama pada anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Berapa banyak sayur dan buah yang perlu dimakan setiap hari?

Pedoman Gizi Seimbang menganjurkan remaja dan orang dewasa mengonsumsi 400–600 gram sayur dan buah setiap hari. Sekitar dua pertiga dari jumlah tersebut sebaiknya berupa sayur.