Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Penyebab Batuk Berdarah dan Kapan Harus Waspada | Bumame
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Batuk Berdarah dan Kapan Harus Segera Waspada

SBAOthers

Batuk biasanya menjadi cara tubuh membersihkan debu, lendir, atau iritan dari saluran pernapasan. Namun, hal tersebut tentunya akan mengkhawatirkan jika mendadak ada darah yang bercampur di dalamnya. Penyebab batuk berdarah sendiri bisa berkaitan dengan banyak faktor, mulai dari iritasi, infeksi paru, hingga potensi kanker.

Karena beragamnya penyebab, Anda sebaiknya tidak mengabaikan keluhan medis ini dan memahami kapan tindakan medis lanjutan dibutuhkan.

Apa Itu Batuk Berdarah?

Dalam dunia medis, batuk berdarah, yang juga disebut hemoptisis, adalah kondisi keluarnya darah dari saluran pernapasan bawah, seperti bronkus dan paru-paru, saat batuk. Pada kondisi ini, darah biasanya bercampur dengan lendir atau dahak dan bisa berwarna merah terang, merah mudah, atau lebih gelap.

Hemoptisis pada dasarnya berbeda dengan kondisi batuk yang darahnya berasal dari mulut, hidung, atau saluran pencernaan. Misalnya pada batuk darah yang terjadi karena kondisi mimisan (pseudohemoptysis).

Pada kondisi ini, penyebab batuk berdarah adalah mengalirnya darah dari rongga hidung ke tenggorokan yang kemudian keluar bersama lendir atau dahak batuk. Begitu juga dengan batuk darah yang berasal dari saluran pencernaan (hematemesis).

Dalam kasus batuk darah, jumlah darah yang keluar saat batuk menjadi bagian yang penting untuk Anda perhatikan. Meskipun sebagian besar kasus hemoptisis bersifat ringan dan bisa berhenti dengan sendirinya.

Namun, ada sebagian kecil kasus yang mana hemoptisis berkembang menjadi kondisi medis darurat. Pada kondisi paling berat, batuk berdarah dalam jumlah banyak dan berulang bukan hanya menyebabkan kehilangan darah. Darah yang memenuhi saluran napas berpotensi mengganggu pernapasan.

Penyebab Batuk Berdarah

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab batuk berdarah, mulai dari kondisi yang relatif ringan hingga penyakit yang membutuhkan penanganan segera. Dokter biasanya akan mempertimbangkan usia, riwayat merokok, durasi batuk, jumlah darah, gejala lain, konsumsi obatan, serta riwayat penyakit dalam menentukan penyebab ini.

Penyebab Umum

Dari banyak kasus, penyebab batuk darah sering berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan, bronkiektasis, dan batuk yang berlangsung lama atau sangat kuat.

1. Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi saluran pernapasan seperti bronkitis dan pneumonia bisa membuat jaringan di saluran napas mengalami peradangan dan mudah mengalami pendarahan. Selain itu, batuk kuat dan berulang selama infeksi juga bisa memperparah iritasi, sehingga muncul garis atau bercak darah pada dahak.

2. Brokiektasis

Bronkiektasis juga bisa menjadi penyebab batuk berdarah. Kondisi ini merujuk pada saluran udara di paru-paru mengalami pelebaran dan kerusakan. Hal tersebut menyebabkan lendir lebih mudah menumpuk dan infeksi berulang bisa terjadi. 

Umumnya, brokiektasis memunculkan gejala berupa batuk yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lama dengan dahak atau lendir darah. Jika Anda mengalaminya, maka Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk menjalani evaluasi medis untuk memastikan kondisi ini.

3. Batuk yang Berlangsung Lama atau Sangat Kuat

Penyebab batuk berdarah lainnya adalah iritasi saluran pernapasan akibat batuk yang berlangsung lama atau sangat kuat. Jika darah hanya berupa sedikit garis pada dahak setelah episode batuk berat, penyebabnya bisa berasal dari pembuluh darah kecil yang mengalami iritasi.

Meskipun demikian, jika darah muncul berulang, maka kondisi ini membutuhkan pemeriksaan medis. Pada kasus batuk pada anak, penyebab dan pendekatannya bisa berbeda.

Infeksi saluran pernapasan adalah salah satu kemungkinan penyebab. Namun, benda asing yang terhirup dan melukai saluran pernapasan juga bisa menjadi faktor penyebab lainnya.

Penyebab Batuk Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Selain infeksi saluran pernapasan, ada beberapa penyebab batuk berdarah yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Tuberculosis (TBC)

Tuberkulosis adalah salah satu kondisi hemoptisis yang perlu Anda waspadai. Sebab, tuberkulosis termasuk penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, namun juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain.

Kondisi ini bisa menyebabkan batuk dahak berdarah yang berlangsung lama dengan gejala penyerta seperti  demam, keringat malam, kelelahan, atau penurunan berat badan.

2. Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru juga termasuk kemungkinan yang perlu Anda waspadai, terutama jika Anda memiliki faktor risiko seperti riwayat merokok. Dalam kasus ini, sel kanker yang tumbuh di paru-paru bisa menyebabkan rusaknya pembuluh darah dan iritasi di saluran pernapasan. Hal inilah yang memicu keluarnya darah pada dahak atau lendir batuk.

3. Emboli Paru

Penyebab serius lain dari batuk berdarah adalah emboli paru, yaitu sumbatan pembuluh darah di paru yang umumnya terjadi karena pembekuan darah. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan munculnya darah pada batuk, namun juga sesak napas yang muncul tiba-tiba, nyeri dada, hingga hilangnya kesadaran.

Selain kondisi medis di atas, penyakit lain, termasuk demam berdarah, gangguan pembuluh darah paru, dan penyakit jantung tertentu, juga bisa menyebabkan hemoptisis. Karena itu, mengetahui penyebab batuk berdarah membutuhkan penilaian berdasarkan keseluruhan kondisi, bukan hanya dari warna atau jumlah darah yang terlihat.

Gejala Penyerta Batuk Berdarah

Gejala yang menyertai batuk berdarah bisa menjadi petunjuk dari penyebabnya, di antaranya adalah:

  • Batuk berdarah yang muncul dengan demam, menggigil, dahak kuning atau hijau, dan nyeri dada bisa mengarah pada indikasi infeksi saluran pernapasan.

  • Batuk berdarah yang berlangsung dalam periode lama dan muncul bersama keringat malam dan penurunan berat bisa mengindikasikan TBC atau penyakit pada paru.

  • Pada kasus perokok atau mereka dengan faktor risiko kanker paru, batuk berdarah berulang juga termasuk keluhan yang membutuhkan evaluasi medis. Pasalnya, gejala ini bisa menjadi indikasi adanya iritasi saluran pernapasan.

  • Batuk darah muncul bersama dengan sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar, pusing, atau bahkan pingsan berkaitan dengan masalah yang lebih serius seperti emboli paru. Kondisi ini sangat membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin.

Diagnosis Batuk Berdarah

Pada dasarnya, dokter tidak bisa menentukan penyebab batuk berdarah hanya dari banyaknya darah yang keluar. Pemeriksaan biasanya dimulai dengan wawancara medis (anamnesis). Di sesi ini, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, antara lain:

  • Kapan batuk dan pendarahan muncul?

  • Berapa banyak darah yang keluar?

  • Apakah bercampur dahak ?

  • Apakah terjadi berulang?

  • Apakah Anda memiliki riwayat merokok, infeksi, penyakit paru, atau penggunaan obat tertentu?

Setelahnya, Anda akan menjalani pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan kondisi pernapasan dan tanda vital. Di sini, dokter juga bisa meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan darah untuk menilai kondisi umum dan membantu mencari penyebab tertentu.

Setelah pemeriksaan fisik, dokter akan menyarankan pemeriksaan penunjang seperti rontgen dada dan CT scan untuk mencari sumber pendarahan. Pemeriksaan ini bertujuan menemukan lokasi perdarahan dan mencari penyebabnya, terutama saat pemeriksaan lain belum memberikan jawaban cukup.

Bahkan, pada kondisi tertentu, dokter bisa merekomendasikan bronkoskopi, yaitu pemeriksaan dalam saluran pernapasan, jika pemeriksaan lain belum memberikan jawaban cukup. 

Jenis pemeriksaan untuk kasus batuk berdarah sendiri tidak selalu sama untuk setiap orang. Dokter umumnya akan menentukan pemeriksaan yang penderita akan jalani berdasarkan tingkat perdarahan, kondisi pasien, faktor risiko, dan temuan dari pemeriksaan awal.

Cek Kondisi Tubuh Lewat Medical Check Up Rutin

Medical check up rutin bukan pemeriksaan khusus untuk mencari penyebab batuk berdarah. Meski demikian, pemeriksaan kesehatan berkala ini bisa membantu mengenali sejumlah kondisi kesehatan lebih dini dan memberikan gambaran umum mengenai kondisi tubuh.

Salah satu pilihan terpercaya untuk menjalani medical check up adalah melalui paket Medical Check up Basic dari Bumame. Paket ini mencakup berbagai pemeriksaan medis, seperti hematologi lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, profil kolesterol, trigliserida, gula darah puasa, asam urat, dan tes urine lengkap.

Jika Anda membutuhkan pemeriksaan yang juga mencakup thorax rontgen, klinik Bumame juga menyediakan paket MCU general Basic. Paket medis ini mencakup pemeriksaan fisik oleh dokter, hematologi, urine, profil lipid, gula darah, fungsi hati, fungsi ginjal, dan parameter lainnya.

Selain itu, MCU general basic sudah mencakup layanan konsultasi dokter umum. Namun, perlu Anda catat bahwa rontgen dalam medical check up rutin tidak menggantikan evaluasi medis khusus jika Anda sedang mengalami batuk berdarah.

Jika saat ini Anda sedang batuk berdarah, sebaiknya jangan menunggu jadwal medical check up rutin untuk mendapatkan evaluasi medis. Keluhan yang sedang berlangsung perlu mendapatkan evaluasi secara medis sesegera mungkin sesuai tingkat keparahannya.

Kapan Harus ke Dokter?

Batuk berdarah sebaiknya diperiksakan ke dokter, meskipun darah yang keluar hanya berupa sedikit garis atau bercak pada dahak. Pemeriksaan sifatnya makin menjadi penting jika keluhan berulang, berlangsung lebih dari satu kali, atau penyebabnya tidak jelas.

Anda perlu mendapatkan pertolongan medis segera jika darah yang keluar cukup banyak atau terus bertambah, terutama jika muncul bersama gejala seperti:

  • Sesak napas;

  • Napas lebih cepat;

  • Nyeri dada;

  • Jantung berdebar;

  • Pusing berat;

  • Lemas; dan

  • Kebingungan atau penurunan kesadaran. 

Kondisi tersebut bisa mengindikasikan adanya perdarahan yang signifikan atau masalah serius pada paru dan saluran pernapasan. 

Sementara menunggu pertolongan, jangan mencoba mengobati penyebab batuk berdarah sendiri berdasarkan dugaan. Jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah, pastikan untuk menginformasikan nama dan dosis obat kepada tenaga medis. Informasi tersebut bisa mempengaruhi evaluasi dan penanganan.

Jangan Abaikan Darah pada Dahak

Penyebab batuk berdarah pada dasarnya bisa berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari iritasi akibat batuk kuat dan infeksi saluran pernapasan hingga TBC, bronkiektasis, kanker paru, dan emboli paru. Karena itu, tingkat keparahannya tidak hanya bisa ditentukan dari tampilan darah.

Setiap periode batuk berdarah sebaiknya diperhatikan dan diperiksakan, terutama jika keluhan tersebut terjadi berulang atau disertai gejala lain seperti sesak, pusing, hingga penurunan kesadaran.

Mengenali sinyal bahaya dan menjalani pemeriksaan lebih awal adalah langkah penting untuk mengetahui faktor penyebab, sekaligus mencegah potensi kondisi medis lebih serius.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. National Health Service. (2024). Coughing up blood (blood in phlegm). 

  2. O'Gurek, D., & Choi, H. Y. J. (2022). Hemoptysis: Evaluation and Management. American Family Physician, 105(2), 144–151.  

  3. Walker, C. W., Hartman, T., & Hulsey, B. (2025). Evaluation and management of hemoptysis. JAAPA, 38(10), 17–22.  

  4. Larici, A. R., Franchi, P., Occhipinti, M., Contegiacomo, A., del Ciello, A., Calandriello, L., Storto, M. L., Marano, R., & Bonomo, L. (2014). Diagnosis and management of hemoptysis. Diagnostic and Interventional Radiology, 20(4), 299–309.  

  5. Atchinson, P. R. A., Hatton, C. J., Roginski, M. A., Backer, E. D., Long, B., & Lentz, S. A. (2021). The emergency department evaluation and management of massive hemoptysis. American Journal of Emergency Medicine, 50, 148–155.  

  6. Bidwell, J. L., & Pachner, R. W. (2005). Hemoptysis: Diagnosis and Management. American Family Physician, 72(7), 1253–1260.  

  7. Cordovilla, R., Bollo de Miguel, E., Nuñez Ares, A., Cosano Povedano, F. J., Herráez Ortega, I., & Jiménez Merchán, R. (2016). Diagnosis and Treatment of Hemoptysis. Archivos de Bronconeumología, 52(7), 368–377.  

  8. National Health Service. (2024). Coughing up blood (blood in phlegm).  

  9. Mondoni, M., Cefalo, J., Carlucci, P., Puci, M., Saderi, L., Degrassi, M., Torrego Fernandez, A., Pajares, V., Bodtger, U., Sorino, C., Zagaria, M. P., Solidoro, P., Centanni, S., & Sotgiu, G. (2024). The current practice in the diagnostic work-up of patients with hemoptysis of unknown etiology: An international survey. Minerva Medica, 115(3), 293–300. 

  10. Bumame. (2026). Medical Check Up Basic. 

  11. Bumame. (2026). Paket MCU General Basic. 

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa itu batuk berdarah?
Batuk berdarah atau hemoptisis adalah keluarnya darah dari saluran pernapasan bawah, seperti bronkus dan paru-paru, saat batuk. Darah biasanya bercampur dengan lendir atau dahak dan dapat berwarna merah terang hingga lebih gelap. 
Apa saja penyebab batuk berdarah?
Penyebabnya dapat berupa infeksi saluran pernapasan, bronkiektasis, atau iritasi akibat batuk lama dan sangat kuat. Kondisi yang lebih serius seperti TBC, kanker paru-paru, dan emboli paru juga dapat menyebabkan batuk berdarah. 
Apa saja gejala yang dapat menyertai batuk berdarah?
Gejala penyerta bergantung pada penyebabnya, seperti demam, menggigil, dahak kuning atau hijau, keringat malam, penurunan berat badan, sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar, pusing, hingga pingsan. 
Bagaimana dokter mendiagnosis penyebab batuk berdarah?
Diagnosis dimulai dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik, kemudian dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan darah, rontgen dada, CT scan, atau bronkoskopi sesuai kondisi dan faktor risiko pasien. 
Kapan batuk berdarah perlu segera diperiksakan ke dokter?

Batuk berdarah sebaiknya diperiksakan, terutama jika terjadi berulang atau penyebabnya tidak jelas. Pertolongan medis segera diperlukan jika darah cukup banyak atau disertai sesak napas, nyeri dada, pusing berat, lemas, kebingungan, atau penurunan kesadaran.