Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Hamil Kosong adalah: Penyebab, Ciri-ciri, dan Penanganannya
Kembali ke Artikel & Berita

Hamil Kosong adalah: Penyebab, Ciri-ciri, dan Penanganannya

SBAOthers

Bagi pasangan yang mendambakan buah hati, mendapati dua garis merah pada alat uji kehamilan (test pack positif) merupakan kebahagiaan tak terkira. Namun, terkadang proses kehamilan tidak berjalan mulus akibat berbagai dinamika kejutan medis yang muncul. Hamil kosong adalah salah satu di antaranya.

Apa itu Hamil Kosong?

Secara medis, hamil kosong adalah kondisi kehamilan di mana embrio (calon janin) tidak pernah berkembang di dalam rahim, meskipun ada kantung kehamilannya. Kondisi ini juga sering disebut blighted ovum atau anembryonic pregnancy.

Pada awal proses pembuahan, sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma akan menempel di dinding rahim. Tapi, saat memasuki fase pembentukan janin, terjadi kelainan di mana sel-sel yang semestinya tumbuh menjadi embrio justru berhenti berkembang secara permanen.

Meskipun demikian, jaringan pendukung berupa kantung kehamilan (gestational sac) serta calon plasenta (ari-ari) tetap terbentuk dan membesar. Kondisi itulah yang membuat tubuh ibu hamil terus melepaskan hormon kehamilan.

Sehingga, berbagai tanda kehamilan trimester 1 masih tetap muncul selayaknya kehamilan normal. Ibu pun tidak merasakan perbedaan berarti, sehingga kehamilan kosong jarang bisa terdeteksi sejak dini.

Banyak orang yang menganggap hamil kosong adalah kondisi yang sama dengan kehamilan ektopik (ectopic pregnancy). Keduanya memang merupakan kelainan yang terjadi di masa awal kehamilan, tetapi di lokasi yang berbeda.

Pada kehamilan ektopik, pembuahan menempel dan tumbuh di luar rongga rahim, paling sering di dalam saluran tuba falopi. Sementara pada kondisi kehamilan kosong, kantongnya berada di posisi yang benar, yaitu di dinding rahim. Hanya saja, embrio di dalamnya tidak berkembang.

Penyebab Hamil Kosong dan Faktor Risikonya

Ketika mendapatkan diagnosa “hamil kosong”, banyak calon ibu yang kemudian menyalahkan diri sendiri karena lalai menjaga kesehatan di fase awal kehamilan. Padahal, menurut Mayo Clinic, kondisi medis ini bersifat di luar kendali yang dapat dibuktikan melalui beberapa faktor penyebab berikut ini.

  • Susunan kromosom yang dihasilkan saat proses pembuahan tidak seimbang, sehingga mekanisme perlindungan biologis tubuh secara otomatis menghentikan pembelahan sel embrio agar tidak berkembang lebih jauh. Karena jika prosesnya berlanjut, risiko bayi terlahir sebagai penyandang disabilitas sangat tinggi.

  • Kualitas sperma dan sel telur kurang baik sehingga pembentukan embrio tidak dapat berlanjut.

  • Infeksi TORCH atau serangan virus, bakteri, dan parasit pada ibu hamil yang membuat pertumbuhan janin tidak optimal. Infeksi ini berisiko besar menyebabkan bayi mengidap Down syndrome.

Namun, selain penyebab di atas, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terjadinya kelainan tersebut, di antaranya adalah:

  • Usia calon ibu di atas 35 tahun yang memiliki risiko lebih tinggi terkait penurunan kualitas sel telur;

  • Ibu pernah memiliki riwayat keguguran berulang di masa lalu; dan

  • Memiliki riwayat gangguan sistem kekebalan tubuh (autoimun) yang memengaruhi kualitas pembelahan sel.

Ciri-ciri Hamil Kosong

Pada kondisi blighted ovum, calon ibu akan tetap merasakan tanda awal kehamilan pada umumnya. Mulai dari payudara yang terasa lebih padat, lelah berlebih, hingga sering buang air kecil.

Namun, hamil kosong adalah kondisi kelainan yang tetap akan membuat tubuh bereaksi. Respons alami tubuh berikutnya akan memunculkan ciri-ciri khas seperti:

  • Pendarahan vagina yang awalnya hanya berupa bercak kecokelatan, lalu volumenya meningkat dan berwarna merah;

  • Rasa nyeri atau kram melilit pada panggul bagian bawah yang datang secara berkala;

  • Nyeri pada area punggung yang terasa menusuk; serta

  • Gejala kehamilan seperti sensitivitas payudara mulai menghilang dan frekuensi buang air kecil kembali normal.

Diagnosis Hamil Kosong

Menunggu ciri-ciri hamil kosong terlihat membutuhkan waktu yang cukup lama. Jadi, pemeriksaan medis oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) menjadi cara paling cepat dan akurat untuk menegakkan diagnosis. Mengutip Healthline, adapun tahapan diagnosis hamil kosong adalah sebagai berikut.

  • Pemeriksaan USG transvaginal untuk mengukur diameter kantong kehamilan. Jika mencapai 25 mm tapi tidak ada bakal janin, maka cukup untuk menegakkan diagnosis kehamilan kosong tersebut.

  • Pemeriksaan sampel darah untuk mengukur kadar hormon hCG. Pada kehamilan sehat, kadar hCG akan melonjak naik hingga dua kali lipat setiap dua hari. Sebaliknya, jika embrio tidak berkembang, grafiknya akan datar atau justru menurun drastis.

Namun, biasanya dokter tidak akan langsung menegakkan diagnosis meskipun pemeriksaan sudah selesai dilakukan. Jika masih terdapat peluang kehamilan normal, meskipun kecil, dokter biasanya akan meminta pasien kembali melakukan USG 1–2 minggu kemudian.

Komplikasi Hamil Kosong

Sebenarnya, tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk meluruhkan jaringan kehamilan yang tidak berkembang. Namun, mayoritas dokter akan menyarankan tindakan kuretase bila menemukan kasus kehamilan kosong pada pasien. Sebab, ada beberapa risiko komplikasi yang rentan pasien alami, seperti:

  • Pendarahan berat berkepanjangan akibat proses peluruhan alami tidak meluruhkan kantung kehamilan secara utuh. Tidak hanya memicu anemia berat, tapi juga berpotensi terjadi syok hipovolemik;

  • Sisa jaringan dari plasenta atau kantong kehamilan tertinggal lama dan  menjadi sarang bakteri, lalu memicu peradangan dan infeksi;

  • Meninggalkan jaringan parut yang mengganggu siklus menstruasi dan menimbulkan nyeri. Jika tidak mendapatkan penanganan segera, bisa membuat kesuburan terganggu; dan

  • Dampak psikologis seperti rasa duka mendalam, kecemasan berlebih, hingga depresi pasca-trauma. Biasanya, situasi ini berujung pada aksi menyalahkan hingga membenci diri sendiri.

Cara Mengatasi Kehamilan Kosong

Fokus utama dari penanganan hamil kosong adalah memastikan seluruh isi kantung kehamilan dan jaringan pendukungnya keluar dari rahim secara sempurna. Tujuannya adalah untuk mencegah infeksi dan perdarahan. Metode penanganan yang umum dipraktikkan adalah sebagai berikut.

  • Memantau pasien secara berkala sambil menunggu tubuh meluruhkan jaringan (keguguran) secara alami.

  • Tindakan medis dengan memberikan obat-obatan oral maupun vaginal untuk merangsang kontraksi otot rahim. Proses pengeluaran sisa jaringan bisa lebih cepat dengan cara mirip pendarahan saat menstruasi.

  • Pembedahan minor melalui metode dilatasi dan kuretase, tapi hanya dilakukan saat pasien mengalami perdarahan berlebih atau tanda-tanda infeksi.

Apakah Bisa Hamil Lagi Setelah Mengalami Hamil Kosong?

Pertanyaan tersebut merupakan bentuk kekhawatiran besar dari seorang calon ibu yang baru saja melewati fase kehilangan. Namun, Anda tidak perlu merasa cemas.

Secara medis, kembali mengandung setelah melewati kondisi hamil kosong adalah peristiwa yang sangat mungkin terjadi. Asalkan kehamilan tanpa embrio ini mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak terjadi komplikasi, maka tidak akan memengaruhi kesuburan (fertilitas) sama sekali.

Bahkan, sebagian besar wanita yang pernah mengalami kondisi ini kembali berhasil menjalani kehamilan yang sehat hingga melahirkan pada kesempatan berikutnya. Setelah rahim bersih dari sisa jaringan dan siklus menstruasi kembali normal, organ reproduksi sebenarnya sudah siap kembali memproses kehamilan.

Namun, secara medis, para dokter menyarankan untuk memberi jeda sekitar 1–3 kali siklus menstruasi sebelum memulai kembali program kehamilan. Tujuan agar:

  • Kondisi fisik ibu hamil, terutama rahim, sudah sehat sepenuhnya; serta

  • Tidak ada trauma psikologis yang tersisa dan berpotensi menimbulkan ketakutan berlebih (overthinking) pada kehamilan berikutnya.

Pencegahan Hamil Kosong

Mempertimbangkan penyebab hamil kosong adalah faktor-faktor di luar kendali, karena belum ada metode medis yang bisa 100% mencegahnya terjadi. Namun, Anda bisa mempraktikkan cara-cara sederhana berikut untuk meningkatkan peluang kehamilan alami dan menekan risiko kegagalan perkembangan janin.

  • Mengonsumsi suplemen asam folat yang dapat meningkatkan kualitas sel telur dan meminimalisir risiko gangguan perkembangan janin dalam kandungan.

  • Mengatur pola makan bergizi yang memudahkan proses pembuahan dan meningkatkan kesuburan. 

  • Menghindari paparan racun dari rokok dan minuman beralkohol yang dapat merusak kemampuan reproduksi.

  • Cukup istirahat dan mengelola stres dengan baik agar hormon tetap seimbang dan tidak mengganggu kehamilan.

  • Melakukan tes darah khusus program kehamilan untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan yang dapat menghambat kehamilan.

Pentingnya Pemeriksaan Kesuburan Wanita

Selain langkah pencegahan di atas, merencanakan program kehamilan secara matang juga penting agar kehamilan kosong tidak terulang. Salah satu langkah perencanaan yang berperan penting adalah pemeriksaan kualitas hormon melalui layanan pemeriksaan kesuburan wanita dari Bumame.

Layanan ini mencakup enam jenis pemeriksaan yang mengukur kesehatan siklus menstruasi, kualitas sel telur, kemampuan ovulasi, hingga kemampuan reproduksi dan produksi ASI. Melalui hasil pemeriksaannya, dokter dapat membantu untuk merencanakan program kehamilan sesuai kondisi biologis Anda.

Kapan Harus ke Dokter?

Gejala yang lambat muncul membuat pasien yang mengidap kehamilan kosong tidak terlalu rajin berkonsultasi dengan dokter. Padahal, menurut Cleveland Clinic, jika mengalami tanda-tanda berikut, Anda tidak boleh menunda lagi untuk segera mendapatkan penanganan medis lanjutan.

  • Pendarahan vagina deras hingga merembes penuh pada pembalut, meskipun baru 1–2 jam sebelumnya ganti. 

  • Nyeri atau kram perut hebat, padahal sudah mengonsumsi obat pereda nyeri.

  • Tubuh demam, menggigil, dan cairan vagina berbau tidak sedap.

  • Pusing hebat hingga pingsan.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Selama Kehamilan

Hamil kosong adalah salah satu fase yang cukup berat, terutama untuk calon orang tua yang telah lama mendambakan kehadiran buah hati. Namun, mempertimbangkan faktor pemicunya yang tidak dapat diprediksi, lekas pulih dan mempersiapkan kehamilan berikutnya dengan baik menjadi satu-satunya solusi.

Menerapkan pola hidup sehat dari asupan nutrisi hingga rutin berolahraga merupakan langkah persiapan kehamilan yang efektif. Jika sudah kembali mengandung, jangan lupa mengambil pemeriksaan paket ibu hamil rutin dari Bumame agar kondisi kesehatan dapat terpantau dengan baik hingga melahirkan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Eka Hospital — Blighted Ovum: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

  2. RSU Wajak Husada — Ketahui Penyebab, Tanda dan Gejala Blighted Ovum atau Hamil Kosong

  3. Mayo Clinic — Blighted Ovum: What Causes It?

  4. RSUD TRIPAT — Apa Itu Blighted Ovum?

  5. EMC Healthcare — Hamil Kosong (Blighted Ovum): Penyebab Test Pack Positif tetapi Janin Tidak Berkembang

  6. Healthline — What You Should Know About Blighted Ovum, Miscarriage, and Future Pregnancies

  7. WebMD — What Is a Blighted Ovum?

  8. Apollo Hospital — Blighted Ovum: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

  9. RSIA Bina Medika — Benarkah Kehamilan Kosong Dapat Dicegah?

  10. Cleveland Clinic — Blighted Ovum

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apakah alat tes kehamilan tetap menunjukkan dua garis pada kondisi hamil kosong?

Ya, test pack dapat menunjukkan hasil positif karena tubuh masih menghasilkan hormon kehamilan hCG meskipun embrio tidak berkembang. Pemeriksaan USG dan evaluasi dokter diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Apa penyebab hamil kosong?

Hamil kosong umumnya berkaitan dengan kelainan kromosom saat pembuahan yang menyebabkan embrio berhenti berkembang. Kualitas sel telur dan sperma serta faktor risiko seperti usia ibu di atas 35 tahun dan riwayat keguguran juga dapat berperan. Kondisi ini bukan berarti ibu melakukan kesalahan.

Apa saja ciri-ciri hamil kosong?

Pada awalnya, gejalanya dapat menyerupai kehamilan normal, termasuk hasil test pack positif, payudara sensitif, dan kelelahan. Gejala yang dapat muncul kemudian meliputi perdarahan vagina, kram panggul bagian bawah, nyeri punggung, serta berkurangnya tanda-tanda kehamilan. Diagnosis tidak dapat dipastikan hanya dari gejala.

Bagaimana cara mengatasi kehamilan kosong?

Penanganan dapat berupa pemantauan sambil menunggu jaringan keluar secara alami, penggunaan obat yang diresepkan dokter untuk membantu pengeluaran jaringan, atau tindakan dilatasi dan kuretase jika diperlukan. Dokter akan menentukan pilihan berdasarkan kondisi pasien dan memastikan jaringan kehamilan tertangani dengan aman.

Apakah bisa hamil lagi setelah mengalami hamil kosong?

Ya, banyak perempuan dapat mengalami kehamilan sehat setelah hamil kosong. Waktu untuk mencoba hamil kembali sebaiknya ditentukan bersama dokter setelah pemulihan dan evaluasi selesai. Segera cari pertolongan medis jika mengalami perdarahan sangat deras, nyeri hebat, demam, cairan vagina berbau tidak sedap, atau pingsan.